
Evelyn menggamit lengan kokoh Sean. Tangan kiri Sean melingkar di pinggang Evelyn. Keduanya terlihat sangat cocok malam ini. Evelyn tampak anggun dengan gaun hitamnya yang elegan. Bahunya yang malam.ini putih mulus terekspos dengan indah. Rambutnya digelung menampilkan leher jenjang yang putih dan menawan.
Anting dan kalung yang dia kenakan adalah satu set perhiasan berlian yang dibawakan Sean dari luar negeri. Begitu juga dengan cincin dan juga gelangnya. Semuanya berwarna putih berkilau berbentuk lotus yang anggun.
Setiap yang dikenakan Evelyn malam ini terlihat indah dan berkelas. Wanita manapun yang melihatnya pasti akan menginginkannya.
Sean dengan gagah berjalan di sampingnya. Jas hitam dengan kemeja berwarna abu-abu terlihat pas di badannya. Rambutnya ditata rapi malam ini. Membuatnya terlihat lebih tampan dan berwibawa.
Keduanya berjalan menghampiri tuan rumah yang merupakan rekan bisnis mereka.
“Selamat malam tuan Rudi. Selamat ulang tahun.” Ucap Sean dan Evelyn bergantian menyalami pria paruh baya ya g menjadi bintang malam ini.
“Selamat malam untuk kalian. Terima kasih atas kedatangan nya. Saya merasa tersanjung anda berdua bisa hadir di acara ulang tahun saya.” Balas Rudi bahagia.
“Nona Evelyn terlihat cantik sekali malam ini. Dan tuan Sean terlihat tampan. Kalian seperti pasangan yang sangat serasi malam ini.”
“Terima kasih atas pujian anda tuan.” Sean tersenyum seperlunya. Kemudian ia pamit dan mengajak Evelyn untuk menyapa tamu lain yang juga merupakan pengusaha.
“Sean aku lelah. Aku mau cari tempat duduk dulu ya.” Bisik Evelyn. Olahraga sore mereka masih menyisakan kaki yang lemas. Jadi untuk berdiri terlalu lama ia tidak kuat.
“Baiklah. Aku akan menyusulmu nanti. Sekarang aku harus menyapa beberapa orang lagi.” Sean mengecup kening Evelyn sebelum wanita itu pergi meninggalkannya.
Evelyn duduk di salah satu kursi yang disediakan di tepi lantai dansa sambil memakan beberapa kue yang ia ambil dari meja jamuan. Tanpa dia sadari, seseorang dari masa lalunya mengetahui keberadaannya.
“Ma, lihatlah bukankah itu Sandra?” Vina berbisik pada Ani, mamanya sambil menunjuk Evelyn yang sedang duduk dengan santai.
Ani segera memusatkan pandangannya pada arah yang ditunjuk Vina. “Untuk apa dia di sini?”
“Entahlah. Ayo menyapanya. Kita buat malu dia biar dia tahu jika tempat seperti ini tidak pantas untuknya.” Ajak Vina semangat.
__ADS_1
“Bagus. Ayo ajak papamu. Biar dia lihat apa yang dilakukan anak kesayangannya datang ke tempat ini. Dia pasti jadi simpanan orang kaya.” Ani selalu mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi pada Evelyn.
“Sandra...” suara laki-laki paruh baya yang sudah lama tidak ia dengar mampu membuat Evelyn mematung. Nama itu sudah lama sekali tidak ia dengar. Nama itu sudah ia kubur bersama masa lalunya.
“Ternyata benar. Kamu adalah Sandra. Aku kira aku salah mengenalimu. Apa kabarmu?” Vina yang memang paling bersemangat segera menyapa.
Evelyn segera menyadarkan dirinya. Ia berdiri dengan angkuh di depan tiga orang yang terakhir datang. “Maaf, pemilik nama itu sudah mati enam tahun yang lalu. Yang ada di hadapan kalian saat ini adalah pribadi yang baru. Perkenalkan, nama saya Evelyn Sylvaina Marcus. Kalian bisa memanggil saya Evelyn.” Ucap Evelyn dengan angkuh.
“Lihatlah kamu begitu sombong. Hidup di luar selama enam tahun membuatmu melupakan asal usul mu.” Ani mencibir.
“Saya rasa apa yang saya lakukan tidak ada hubungannya dengan anda sekalian. Jika tidak ada urusan, kalian boleh pergi. Saya sedikit lelah dan ingin istirahat dengan nyaman.” Balas Evelyn acuh.
“Sandra jangan bicara tidak sopan! Dia adalah mamamu juga!” teriak Tomy dengan keras. Saat ini mereka menjadi pusat perhatian.
Sean yang melihat Evelyn diganggu dan ia tahu betul siapa mereka segera mendatangi Sean.
“Oh tuan Sean. Saya sangat mengagumi anda. Jadi saya akan memberitahu Anda sesuatu tentang wanita yang ada di samping anda.” Vina segera bersemangat. Selama ini ia bekerja di perusahaan Sean untuk lebih dekat dengannya. Tapi laki-laki itu sangat sulit didekati. Jadi ketika saat ini ada kesempatan, ia tidak mungkin melepaskan kesempatan itu.
“Siapa kamu?” tanya Sean acuh.
“Saya Vina Winata. Putri dari Tomy Winata. Sebenarnya saya juga merupakan karyawan Kingston Company.” Vina mengulurkan tangannya. Tapi Sean bahkan tidak meliriknya hingga Vina menarik tangannya dengan canggung.
“Perempuan di samping anda ini adalah seorang ja Lang. Dia dulunya adalah kakak tiri saya. Tetapi kami sudah mengusir nya karena kelakuan buruknya yang merusak reputasi baik keluarga kami.” Vina kembali bersemangat membongkar identitas Evelyn di depan Sean.
Sean hanya menanggapinya dengan menaikkan alisnya heran. Sedangkan Evelyn memutar bola matanya malas. Para tamu undangan mulai berbisik-bisik. Mereka mengenal Evelyn tidak sampai satu bulan. Yang mereka tahu adalah Evelyn adalah pemilik Marcus Corp yang baru saja datang dari luar negeri. Selain itu mereka tidak mengetahui apapun.
Jadi saat identitas Evelyn mulai terusik, mereka semua menjadi penasaran.
“Sebenarnya, wanita ini kami usir karena dia hamil di luar nikah. Sungguh menjijikkan. Dia tidur dengan lekaki pinggir jalan yang bahkan tidak ia kenali. Sungguh memalukan.” Vina memandang Evelyn dengan jijik. Semua orang semakin bergosip di belakang. Acara pesta yang awalnya berjalan dengan tenang telah dirusak.
__ADS_1
“Berhentilah bicara jika hanya untuk merusak pesta ulang tahun orang lain. Apa kalian tidak malu merusak acara orang lain hanya untuk membuat sensasi?” Evelyn mencibir. Sean yang disampingnya sengaja diam untuk melihat kemampuan Evelyn menghadapi masa lalunya.
“Kamu tidak tahu malu!” teriak Vina semakin kesal. Ia ingin membuat Evelyn malu. Justru ia yang dituduh tidak tahu malu.
“Sandra, papa sangat kecewa padamu. Kamu menyuruh orang untuk mengambil dokumenmu dan meminta kami untuk menyetujui perubahan identitasmu. Papa tidak tahu orang kuat apa yang kamu peluk. Kelakuanmu itu membuat papa sangat kecewa.” Tomy menatap Evelyn dengan sedih.
“Siapa yang anda sebut papa? Bukankah hubungan di antara kita sudah berakhir sejak anda mengusir saya dan menanda tangani surat penyetujuan putus hubungan serta penggantian identitas? Dan lagi, uang yang kalian minta sebagai kompensasi bukankah sudah cukup untuk mengganti semua uang yang selama saya hidup dua puluh tahun di rumah anda?” balas Evelyn dengan tenang.
“Kamu sungguh wanita tidak tahu malu! Sudah hamil di luar nikah masih berani untuk memegang paha orang lain untuk melindungimu. Aku penasaran orang seperti apa yang mau menerimamu dalam keadaan mengandung anak haram itu.” Vina berbicara dengan sinis.
Evelyn segera maju dan mendekatinya. Sebuah tamparan keras ia layangkan di pipi mulus Vina.
“Kamu tidak mempunyai kualifikasi untuk mengungkit masa laluku. Apalagi menyebut anak- anakku dengan sebutan anak haram.” Geram Evelyn. Ia menatap tajam Vina yang terjatuh di lantai dengan memegangi pipi kanannya yang memerah. Ani membantu Vina untuk bangun.
“Tuan Sean! Lihatlah ketidak Adilan yang terjadi di depan mata anda. Wanita ini begitu kasar.” Ani meraung keras.
“Ketidak Adilan apa yang terjadi? Aku justru melihat seorang wanita baik yang sedang memberi pelajaran pada sekumpulan pecundang yang hanya bisa berteriak dan meraung.” Sean melirik Vina dan Ani dengan jijik.
“Tuan Sean, anda pasti sudah dibutakan oleh kecantikannya. Dia ini perempuan tidak benar yang sudah memiliki dua anak yang tidak diketahui siapa ayahnya.”
“Bagaimana jika aku katakan bahwa akulah ayah mereka!”
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 🤩
__ADS_1