Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_17. Berkunjung Ke Markas


__ADS_3

Hari Senin adalah hari sibuk seluruh dunia. Waktunya kembali masuk kerja setelah libur akhir pekan. Anak-anak sekolah pun juga waktunya masuk untuk kembali menerima ilmu dari pada guru yang mengajar mereka di sekolah.


Keadaan Senin pagi di Brown Castle sedikit kacau hari ini. Sudah tahu jika hari ini waktunya masuk sekolah, Bryan malah sulit dibangunkan oleh seorang maid yang bertugas mengasuh Bryan, Diana. Wanita yang seumuran dengan Evelyn itu dibuat repot pagi ini.


Sudah dibangunkan nya sulit, di kamar mandi bisa-bisanya anak itu kembali tertidur di atas closet. Membuat Diana sepertinya mau meletus.


“Ada apa ini Diana?” tanya Evelyn yang mendengar keributan dari dalam kamar Bryan saat ia melewati nya.


“Nyonya, tuan muda Bryan masih belum siap.” Lapor Diana. Sudah beberapa kali keadaan semacam ini terjadi.


“Turun sepuluh menit dari sekarang. Jika terlambat satu detik saja, aku akan menyita seluruh koleksi pistol milikmu.” Kata Evelyn tegas. Kemudian ia segera keluar dari kamar putranya. Dia sendiri harus bergegas untuk pergi bekerja.


Setelah melahirkan kedua Buah hatinya, Evelyn memulai kehidupan barunya. Ia bekerja di kantor Laura sebagai asisten dari maminya. Dan setelah Laura resmi mengundurkan diri, Evelyn yang menggantikan posisinya.


“Aku tidak terlambat kan Mom?!” teriak Bryan ketika ia baru saja keluar dari dalam lift. Berlari tergesa-gesa menuju meja makan. Diana mengikutinya dengan tergesa di belakangnya. Di meja makan semua anggota keluarga sudah berkumpul kecuali dirinya. Bryan segera duduk di sebelah Berlian.


“Masih cukup aman. Sedetik saja kamu tidak bergegas, ucapkan selamat tinggal pada mereka.” Ucap Evelyn sebelum menggigit sandwich miliknya.


“Mommy terlalu kejam. Tidak bisakah untuk tidak menggunakan barang koleksiku untuk mengancamku?”


“Tidak bisa. Karena mommy tahu itulah kelemahan mu.”


Huh! Bryan mendengus. Mommy nya sangat menakutkan jika marah. Setelah ini jika ia masih ingin mengulur waktu tidurnya di lain waktu, ia harus memikirkan tempat yang aman untuk semua pistol kesayangannya.


“Hari ini mommy ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Mommy khawatir tidak akan bisa menjemput kalian. Tidak masalah bukan jika bukan mommy yang menjemput kalian?” tanya Evelyn serius. Selama ini dia sebisanya menyempatkan waktunya untuk dua anaknya ini


“Jangan khawatir Evy, siang ini aku ada waktu luang. Aku akan mengajak mereka jalan-jalan.” Justin menawarkan bantuan.

__ADS_1


“Baguslah. Mereka juga butuh hiburan. Kemarin aku kehabisan waktu di galeri hingga lupa mengajak mereka ke taman bermain. Bawalah mereka ke sana.”


Dan di sinilah ketiga manusia yang berkata akan pergi bersenang-senang. Mereka bukan pergi ke taman bermain seperti apa yang dikatakan Evelyn pagi tadi. Mereka saat ini berada di markas besar Big Lion.


“Ganti dulu baju kalian.” Justin melempar dua paper bag yang dia bawa ke kursi belakang. Tempat dimana dua keponakan kesayangan nya berada ketika mobil mereka baru berhenti dengan sempurna.


Setelah kedua anak itu berganti baju, ketiganya turun. Lingkungan seperti ini sudah tidak asing lagi bagi Bryan dan Brily. Markas ini berada di pinggiran laut. Memiliki pelabuhannya sendiri.


Keberadaan markas juga bukanlah sebuah rahasia. Big Lion merupakan organisasi mafia yang telah mengantongi izin dari pemerintah setempat. Jadi tidak ada masalah dengan itu.


Begitu ketiga orang itu turun dari mobil, bau air laut langsung menyapa indera penciuman mereka. Belum lagi suara burung camar yang sedang berebut mendapatkan ikan di antara lebatnya hutan mangrove di sekitar markas.


Bryan dan Brily jelas tidak datang untuk menikmati suasana alam. Mereka datang dengan semangat untuk melihat barang baru yang tiba tiga hari yang lalu di markas. Ada berbagai jenis barang yang baru saja dipesan.


“Paman apakah aku boleh membawa pulang beberapa nanti?” tanya Bryan penuh harap.


“Kali ini tidak boleh. Kalian baru saja paman beri hadiah. Jika mommy kalian tahu jika paman memberi lagi, paman tidak bisa menghadapi kemarahan yang mulia ratu nanti.” Tolak Justin. Lagi pula barang-barang yang dia hadiah kan pada dua keponakannya kemarin juga tidak kalah bagus dari yang ada disini hari ini.


Namun dua bersaudara ini tidak kehabisan ide. Mereka sudah saling memberi kode untuk berkerja sama mendapatkan apa yang mereka mau. Mereka adalah putra putri Evelyn yang hebat. Tidak ada yang bisa menghalangi mereka.


Tak lama kemudian mereka sudah masuk ke dalam gudang penyimpanan. Dimana barang-barang itu dikumpulkan di sana. Di depan gudang beberapa orang yang berjaga memberi hormat pada Justin dan kedua keponakannya. Mereka sudah tidak asing maupun heran dengan keberadaan Bryan dan Brily di markas mereka.


Di dalam ruangan pun ada beberapa penjaga yang bertugas dengan senjata lengkap. Mereka harus siap sedia dalam keadaan apapun. Apalagi yang mereka jaga adalah gudang yang berisi barang-barang berharga dan senjata mereka. Bisa dikatakan inilah akses vital markas mereka.


Barang-barang dikelompokkan menurut jenis dan fungsinya. Ada berbagai jenis senjata, racun, bom dan ada juga alat mata-mata. Semuanya membuat kedua pasang mata Bryan dan Brily berbinar senang. Mereka sudah menemukan target yang mereka incar.


Sebuah Glok 42 menjadi incaran Bryan. Pistol terkecil di dunia ini bahkan lebih mirip seperti gantungan kunci. Jika dimodifikasi sedikit saja, tidak akan ada yang menyangka jika itu adalah pistol yang digunakan untuk gantungan kunci. Ini akan sangat berguna. Sepertinya sesampainya di rumah nanti ia akan mendandani pistol tersebut dengan cantik.

__ADS_1


Brily sendiri sudah memiliki target. Sebenarnya bukan barang yang ia cari. Tapi barang i i boleh juga. Sebuah chip kecil berbentuk pipa yang disebut RFID (Radio Frequency Identification). Alat pelacak mini ini dapat ditanam di tubuh manusia. Dan seseorang dapat mengetahui dimana keberadaannya dimanapun ia berada.


Sebenarnya Brily belum yakin akan ia jadikan atau tanam dimana alat itu nantinya. Tapi pasti akan berguna suatu saat nanti. Jadi lebih baik menyimpan untuk berjaga-jaga.


Keduanya siap untuk beraksi. Mereka berdua memiliki banyak cara di kepala mereka. Dengan menggunakan beberapa trik pengalihan perhatian. Dua jenis benda yang menjadi incaran mereka mendarat aman di tempat persembunyian rahasia mereka.


Siapapun tidak akan menyangka jika dua anak ini telah membuka sedikit jahitan kaosnya di bagian depan. Memungkinkan mereka memasukkan benda-benda mini itu di sana. Jadi meskipun nantinya Justin menyadari jika ada barang yang hilang dan mencurigai keponakannya lah pencurinya, dia tidak akan menemukan apa-apa saat memeriksa tubuh keduanya.


“Kalian awasi tempat ini. Jangan sampai kita kecolongan. Simpan barang-barang itu ke dalam ruang bawah tanah dengan segera. Jangan biarkan pihak musuh mengetahui keberadaan nya.” Titah Justin.


Anak buahnya segera melakukan tugas mereka.


“Tuan muda. Keadaan darurat!” seseorang menerobos gudang begitu saja dengan napas memburu.


“Ada apa?” Tanya Justin. Mereka biasa menghadapi bahaya. Tapi saat ini dua keponakannya ada di sini. Jika sesuatu yang membahayakan terjadi, ia tidak akan dapat menerima amarah dari Evelyn nantinya.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😘


Mulai tegang? Apa yang terjadi sebenarnya?


Ini markas besar mafia lho....

__ADS_1


Penasaran?


Jika ada yang Vote 5 saja hari ini, akoh Up dobel hari ini!


__ADS_2