Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_22. Menerima Tantangan


__ADS_3

Sesuai dengan keinginannya, pagi hari berikutnya, Evelyn pergi ke perusahaan. Roberto yang selama ini menghendel cabang perusahaan Marcus Corp yang ada di Indonesia sudah menanti kedatangan Evelyn di lobi kantor.


Kemarin, saat ia menerima kabar dari Maxim jika Evelyn akan datang dan mengambil alih perusahaan segera mempersiapkan semuanya. Mulai dari menata kantor sampai menata semau dokumen yang dibutuhkan putri bosnya itu.


Sudah bertahun-tahun Roberto menjadi pemimpin di perusahaan itu membuatnya bekerja dengan sangat keras selama ini. Dan saat mendengar jika Evelyn akan datang ia merasa sangat senang. Pekerjaan akan berkurang mulai sekarang.


Usia yang sudah semakin senja membuatnya merasa cukup kesulitan dengan beban yang dilimpahkan Padanya. Bahkan anak istrinya sering terabaikan akibat pekerjaan yang sangat banyak.


Jadi kedatangan Evelyn seperti angin segar untuknya. Akan ada banyak waktu untuk menghabiskan masa tuanya.


Putranya, Carlos berdiri di sampingnya. Menemaninya untuk menanti kedatangan Evelyn. Maxim dan keluarga nya banyak berjasa pada keluarga Roberto. Membuat Roberto sekeluarga mempunyai perasaan kesetiaan pada laki-laki tua yang sejak bertahun-tahun lamanya menjadi atasannya.


“Tuan Maxim berpesan agar aku meletakkan orang yang dapat dipercaya di sisi nona Evelyn. Dan di sini orang yang paling aku percaya adalah kamu putraku.” Ucap Roberto pada Carlos.


“Aku bersedia. Papa percaya padaku. Aku akan menjaga nona Evelyn dengan sepenuh jiwa ragaku.” Carlos menepuk dadanya dengan tangan kanannya.


“Aku bisa tenang sekarang.” Roberto bernapas lega.


Tak berselang lama, Evelyn datang bersama dengan Rose, asisten pribadi kepercayaan Laura.


Roberto dan Carlos menyambut keduanya. Rose memperkenalkan Roberto pada Evelyn.


“Nona Evelyn, ini adalah Carlos putra saya. Di tempat ini, tidak ada yang lebih bisa saya andalkan dibandingkan putra saya ini. Baik kemampuan fisik dan otaknya unggul. Kesetiaannya pada keluarga nona juga tidak perlu diragukan lagi. Jadi ketika tuan Maxim meminta saya menyiapkan seseorang untuk berada di sisi anda, saya hanya bisa memikirkannya. Bukan karena dia adalah putra saya, tetapi karena kualifikasinya memang yang paling mumpuni. Jika nona tidak puas, saya akan mencarikan yang lain.” Roberto memperkenalkan Carlos.


“Tidak perlu paman Roberto. Aku sudah mendengar banyak tentang anda dan keluarga anda dari papi dan mami. Aku percaya pada kesetiaan keluarga kalian.” Evelyn berkata dengan serius. Bagi perusahaan besar seperti Marcus Corp, kepercayaan dan kesetiaan adalah yang paling utama.


“Terima kasih nona.” Roberto dan Carlos berterima kasih sambil membungkukkan badannya.

__ADS_1


“Baiklah sudah cukup basa basinya. Tunjukkan padaku ruang kerjaku. Aku akan mengambil alih dari sini.”


Roberto mengangguk sopan. Kemudian ia memimpin jalan untuk membawa Evelyn memasuki lift khusus untuk sampai di lantai tertinggi gedung kantor itu. Carlos yang saat ini resmi menjadi sekretaris Evelyn mengekor di belakang wanita itu bersama dengan Rose.


Ruang Evelyn ditata sedemikian rupa. Paduan warna coklat muda dan coklat tua mendominasi setiap bagiannya. Ruangan besar dengan sisi kaca yang menghadap pemandangan kota yang menakjubkan.


“Bagaimana dengan ruangan anda nona? Jika anda tidak puas kami bisa mengaturnya ulang.”


“Tidak perlu paman Roberto. Bagiku ini sudah cukup. Yang penting adalah kenyamanan saat bekerja. Untuk selebihnya hanya sekedar pelengkap.”


“Anda benar-benar sama seperti apa yang digambarkan tuan Maxim.” Ujar Robert kagum.


“Baiklah. Apa agenda hari ini?” tanya Evelyn tanpa basa basi.


“Jadwal anda sengaja dikosongkan hingga siang hari untuk hari ini. Rencananya, hari ini kami akan memperkenalkan anda pada para petinggi perusahaan. Jam sepuluh pagi ini akan ada persemian untuk itu.” Jawab Carlos. Evelyn mengangguk paham. “Dan siang hari nanti anda dijadwal kan makan siang dengan calon partner kerja kita dalam proyek pembangunan hotel Cempaka.” Carlos melanjutkan membaca jadwal Evelyn.


Sementara Evelyn sudah sibuk dengan rutinitas nya, Laura dan Maxim pergi membawa kedua cucunya jalan-jalan mengenal lingkungan tempat tinggal mereka. Suasana tempat tinggal mereka jelas jauh berbeda.


Lingkungan sekitar, gaya bangunan, warganya dan juga rutinitas warganya sangat berbeda.


Beberapa kali baik Bryan maupun Berlian menanyakan ini dan itu pada kakek dan nenek mereka. Kedua anak itu sangat antusias.


Maxim dan Laura juga membawa mereka melihat sekolah yang akan mereka gunakan nantinya setelah semua dokumen yang diperlukan selesai diurus. Mereka pindahan dari luar negeri, tentu saja banyak dokumen yang diperlukan.


Di kantor, terjadi perdebatan saat Roberto memperkenalkan Evelyn pada petinggi perusahaan. Kebanyakan dari mereka keberatan mengenai posisi yang dipegang Evelyn. Menurut mereka, meskipun Evelyn merupakan anak dari Maxim yang merupakan memilik perusahaan, tetapi dia masih terlalu muda untuk mengampu jabatan tertinggi. Intinya, mereka tidak mau dipimpin oleh seseorang yang usianya jauh di bawahnya terlebih lagi itu masih seorang perempuan.


“Mungkin kalian belum mendengar posisi nona Evelyn sebelumnya. Nona Evelyn adalah...” Roberto berusaha menjelaskan, tetapi penjelasannya dipotong sepihak oleh Evelyn.

__ADS_1


“Kemampuan seseorang tidak dilihat dari usia dan juga pengalaman. Apalagi melalui jenis kelaminnya. Namun pada skill dan kemauan. Saya bisa menunjukkan kemampuan saya pada anda sekalian. Dan jika saya terbukti tidak mampu, saya akan mundur dari jabatan ini dengan senang hati.” Evelyn berkata dengan tegas.


“Baiklah. Jika nona Evelyn memang tidak keberatan untuk menunjukkan kemampuannya pada kami, silahkan buktikan siang ini. Dapatkan keuntungan tujuh puluh persen bagi perusahaan.” Kata seorang GM pemasaran mencibir.


“Tuan Arga, anda sudah keterlaluan. Anda tahu sendiri siapa yang akan kita ajak bekerja sama kali ini.” Roberto tidak menyetujui usulan ini. Perusahaan yang akan menjadi partner mereka terkenal cukup sulit ditaklukkan. Bisa memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengannya adalah hal yang beruntung.


“Tidak masalah paman. Aku yakin aku bisa melakukannya.” Ucap Evelyn yakin.


“Baiklah jika nona berkeras.” Roberto mendesah pasrah. Kemauan Evelyn seperti yang dimiliki Maxim.


Semua yang hadir dalam rapat merasa lega. Dengan ini mereka dapat mengukur kemampuan Evelyn. Yang lebih bagus lagi adalah keuntungan perusahaan yang besar jika negosiasi ini berhasil mereka menangkan dengan pengaturan pembagian laba tujuh puluh persen untuk perusahaan mereka.


Segera, setelah pengenalan yang berakhir perdebatan itu selesai. Satu persatu orang meninggalkan ruangan. Menyisakan Evelyn dan orang-orang kepercayaannya.


“Nona, pemilik dari Kingston Company terkenal dengan sikapnya yang dingin dan kejam. Saya rasa tantangan ini cukup sulit.” Carlos memberikan pendapatnya.


Mendengar nama perusahaan yang sepertinya sedikit familiar untuknya membuat alisnya mengernyit karena berpikir. Sepertinya ia pernah mendengar nama ini sebelumnya. Namun sebanyak apa pun usahanya untuk berpikir, ia tetap tidak bisa mengingatnya sama sekali.


“Aku sudah mengambil tantangan. Jadi pantang untukku mundur.” Jawab Evelyn mantap.


“Baik nona. Saya akan segera mengatur ulang dokumen sesuai dengan hasil rapat tadi.” Carlos mengangguk paham sebelum pergi keluar ruangan.


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


__ADS_2