
"Cut! Kita break lima belas menit!" Teriak sutradara dengan keras menghentikan pekerjaan semua orang. Wajah semua orang tampak lesu. Ini pengambilan gambar untuk yang ketiga kali dan belum juga lulus.
Seorang gadis muda dengan segera menghampiri sutradara dan meminta maaf. "Maafkan saya. Saya tidak akan mengulangi kesalahan." Gadis itu tampak sangat bersalah.
"Tidak perlu banyak bicara. Buktikan saja." jawabnya acuh. Ia segera menoleh dan menatap asistennya. "Heru kamu breafing gadis ini. Kasih tahu dia bagaimana dia harus bertindak. Tunjukkan ekspresi yang harus dia tampilkan." Seru sutradara geram. Ia kesal karena artis yang sedang berakting tidak memenuhi standarnya sama sekali.
Dalam cerita, gadis pemeran wanita kedua adalah gadis dingin yang merupakan adik dari protagonis utama pria. Awal kemunculannya adalah saat dia berjalan di mall dengan acuh, memandang dunia dengan rendah. Namun artis yang ditemukan oleh kru sama sekali tidak bisa bertindak acuh. Dia hanya sibuk bertindak arogan yang jauh dari acuh.
"Baik bos." Heru menarik gadis itu duduk dan memberinya beberapa saran. Penata rias juga menghampirinya untuk memperbaiki riasannya.
Amel sebenarnya bukan artis yang baru debut. Dia sudah cukup lama berada di industri. Tetapi ini adalah pertama kali ia harus memerankan tokoh yang low profil. Jadi dia masih agak sulit untuk menemukan karakternya. Dia di pilih karena di pertengahan film nantinya tokoh ini akan menjadi karakter yang imut dan manis saat ia mulai berpacaran dengan teman dekat protagonis utama pria. Dan karakter itu memang sangat cocok dengan citranya saat ini yang merupakan artis muda yang naif dan polos.
Lima belas menit berlalu. Sutradara memerintahkan semua kru untuk bersiap. Amel dan artis lainnya juga bersiap di posisinya. Ia hanya harus berjalan dengan acuh memasuki mall mengikuti protagonis utama pria.
"Oke. Kevin siap, Amel siap. Semua standby Kamera rolling... tiga...dua...satu...action!" Sutradara berteriak dengan megaphone nya. Semua orang fokus pada pekerjaan mereka.
Kevin yang merupakan artis muda populer yang berperan sebagai seorang CEO muda terkenal datang ke mall bersama adiknya untuk menemui ibu mereka yang sedang berkumpul bersama teman-temannya. Dalam cerita, Kevin adalah CEO dingin seperti tokoh utama pria yang saat ini sedang ditandingi oleh para wanita. Bertindak seperti perannya, Kevin berjalan dengan tenang dan memancarkan aura pemimpin.
Sutradara tersenyum puas saat melihat ekspresi nya. Ia melihat ekspresi Amel yang berjalan di belakang Kevin. Wajahnya langsung jelek. Bagaimana artis ini bisa lolos casting saat aktingnya sangat buruk.
Sutradara mengangkat megaphone ditangannya dan bersiap untuk menghentikan adegan saat matanya menatap gadis dingin yang berjalan dengan acuh di belakang Amel tanpa merasa terganggu.
Sore itu Berlian baru saja selesai kuliah dan ingin membeli beberapa pakaian di mall. Johan berkata bahwa ia akan datang. Jadi dia ingin mempersiapkan diri dengan baik.
Berlian mengetahui jika ada shooting yang sedang dilakukan di mall itu. Tetapi karena merasa itu tidak ada hubungannya dengannya, Berlian berjalan seperti biasanya dan tidak menghiraukan keadaan di sekelilingnya.
Tanpa sengaja ia memasuki kamera dan terlihat oleh sutradara yang langsung tertarik dengan karakternya. Apalagi Berlian memiliki aura dingin yang tidak dimiliki oleh Amel setelah sekian banyak mencoba.
"Cut! Cut! Cut!" Teriak sutradara membuat semua orang mendesah sekali lagi. Mereka juga sudah lelah.
Sebelum semua orang bubar, mereka mendengar sutradara itu berteriak lagi. "Hei kamu gadis yang berkaos putih dengan rambut panjang."
__ADS_1
Semua orang memperhatikan sekitarnya. Berlian yang tidak merasa bahwa dirinya lah yang dipanggil masih terus berjalan hingga seseorang di dekatnya menepuk nya dan memberitahukan bahwa dia lah yang dipanggil.
"Saya?" Berlian menoleh. Menunjuk dirnya dan bertanya pada sutradara.
"Iya kamu. Cepat datang ke sini." Berlian masih tidak mengerti. Tetapi karena dia tidak merasa ada yang salah ia mendekati sutradara yang menatapnya dengan natal berbinar. Berlian mengangkat sebelah alisnya. Sutradara semakin senang melihat perubahan ekspresi Berlian.
"Ada apa?"
"Kami sedang shooting di sini. Tapi kami belum menemukan karakter yang cocok. Kebetulan aku melihat kamu cocok dengan karakter yang sedang kami cari. Apa kamu mau ikut casting?" Semua orang terkejut. Semua pemain sudah penuh. Tokoh mana lagi yang masih membutuhkan pemeran?
"Eh..." Berlian bingung. Casting? Shooting?
"Jangan kebanyakan mikir. Aku Bams Bramantio. Sutradara di film ini. Aku sutradara terkenal. Jika kamu mau berakting di filmku, aku yakin kamu akan dengan cepat terkenal. Bagaimana?"
Berlian terdiam. Memasuki industri hiburan adalah sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan. Tetapi saat ia mengingat dirinya saat ini yang tidak memiliki pekerjaan dan sering memiliki waktu luang, menjadi artis sepertinya bisa membantunya mengisi waktu luangnya. Lagipula suatu hari nanti ia akan memasuki rumah mertua. Jadi ini adalah latihan gratis berbayar untuk mengasah kemampuannya. Jika dia tidak bisa berakting, dia akan menjadi menantu yang akan diinjak-injak oleh mertuanya mengingat sifat calon ibu mertuanya saat ini. Kemampuan bermain drama adalah kemampuan terpenting untuk menghadapi ibu mertua yang usil.
Lagipula pekerjaan sebagai Artis di negara ini bukanlah sesuatu bisa yang dianggap remeh. Posisi artis memiliki tempat yang cukup tinggi di mata masyarakat. Jadi jika dia menjadi artis, dia tidak akan mempermalukan Johan.
"Boleh."
"Bagus. Kita casting dulu ya. Coba kamu mainkan ini." Bams memberikan naskah yang merupakan naskah Amel yang harus dipesankan di tengah film.
Berlian membacanya dengan seksama sebelum ia memikirkan karakter tokoh yang harus dia perankan.
"Sudah siap?" Tanya Bams setelah melihat Berlian meletakkan naskah di atas meja. Berlian mengangguk menghadapi pertanyaan Bams.
"Bagus. Ayo lakukan." Karena ini hanya casting. Berlian adanya berakting sendirian. Semua orang memperhatikannya saat Berlian mulai memesankan tokohnya.
Berlian maju dua langkah. Dalam sekejap ekspresi di wajahnya berubah. Sinar matahari Berlian memancarkan rasa khawatir yang jelas terlihat. Kedua tangannya saling bertaubat saat ia menatap ke depan penuh dengan emosi penyesalan. "Bukan itu maksudku kak Arfan. Aku... aku hanya tidak siap dengan perkembangan ini."
Tokoh yang dimainkan Berlian bernama Lisa yang sedang ditembak oleh Arfan yang merupakan sahabat dekat Kevin. Lisa yang belum pernah jatuh cinta tidak dapat mengenali perasaannya sendiri dan bingung saat Arfan menyatakan cintanya.
__ADS_1
Prok-prok-prok. Tepuk tangan Sutradara bersama dengan tawa besarnya yang tampak puas. Ia memandang Berlian seperti ia melihat sekotanya harta karun.
"Hebat. Kamu melakukannya dengan hebat. Siapa namamu? Aku akan segera mengatur kontrak untukmu." Bams sangat senang. Ia segera memberi isyarat pada Asisten utamanya untuk mendekat dan membuatkan kontrak untuk Berlian.
"Kak Bams apa maksudmu? Bukankah ini adalah dialogku? Kenapa dia memerankannya?" Bams baru mengingat Amel yang seharusnya memerankan Lisa.
"Oh Oh maaf aku melupakanmu." Bams tampak bersalah. Ia memandang Amel. "Aku sungguh-sungguh minta maaf Amel. Karakteristik benar-benar tidak sesuai dengan Lisa. Aku yakin kamu akan menemukan peran yang cocok untukmu lain kali. Tapi saat ini kamu benar-benar tidak bisa."
"Tapi kita sudah menandatangani kontraknya. Kak Bams tidak bisa memutuskan kontrak begitu saja." Amel tidak terima.
"Kamu tenang saja. Aku akan membayar biaya penalti sesuai dengan kontrak."
"Kak Bams bukankah ini tidak pantas?" Weni yang merupakan manager Amel segera bertindak.
"Maafkan aku Wen. Tapi artismu benar-benar tidak pantas. Carikan dia karakter yang bisa diperankan. Kamu juga sudah lihat sendiri tadi dia berulang kali melakukan kesalahan. Ini masih awal. Jika kami mengganti pemain sekarang masih belum terlambat. Kami juga sudah rugi banyak karena penundaan ini. Lebih baik kamu terima saja."
Amel menatap Berlian dengan tajam. Gadis yang entah muncul dari mana yang telah mengambil perannya dengan seenaknya. Dia akan mengingatnya dan meminta bayarannya dengan pantas.
"Sudahlah Mel. Lebih baik kita pergi sekarang. Aku akan segera mendapatkan film lain untuk kamu mainkan." Weni menenangkan Amel dan menariknya pergi dari lokasi shooting.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir ~*(^,^)*~
Jangan lupa like, komen dan Vote ya....
Hari ini ulang tahun putri Akoh yang keenam tahun. Mohon doanya supaya putri akoh menjadi anak yang shalihah. Aamiin.
__ADS_1