
Malam sudah larut bagi sebagian besar orang. Dalam rumah-rumah yang hangat, dimana keluarga sudah terbuai dalam mimpi indah mereka . Namun kehangatan itu berbeda dari sebuah bar yang berada di tengah kota. Bar malam kelas atas yang hanya menerima tamu dari kalangan kelas atas dengan reservasi khusus. Disana, malam masih panjang.
Musik yang bersemangat bertalu dengan keras. Lautan pria dan wanita menggoyangkan tubuh mereka. Kaki yang dihentakkan di lantai dansa yang berkelip-kelip memantulkan cahaya terang. Tangan mereka melambai-lambai bagaikan meraih bintang yang berupa lumpu berwarna - warni di atas kepala mereka yang berputar-putar memindarkan cahayanya yang terang. Berpelukan, berciuman menepis jarak di antara pria dan wanita. Menampilkan kemesraan yang vulgar.
Bau alkohol menguar di udara. Denting - denting gelas terdengar seiring gelegar tawa kebahagiaan. Pesta baru dimulai.
Di lantai atas, Ferry serang menjamu kliennya di dalam ruangan VIP. Untuk menyenangkan klien yang baru saja bergabung dengannya dan mendukung posisinya sebagai penerus keluarga, Ferry menyewa gadis-gadis cantik untuk menemani mereka. Mereka dengan pandai bergelayut mesra dan menawarkan minuman dan juga buah-buahan pada para tamunya.
"Saya sangat puas dengan pelayanan anda tuan Ferry. Meskipun masih muda memiliki pemahaman yang baik." Pria setengah tuan itu memegang erat pinggan wanita dengan pakaian sexinya. Sejak awal ia sudah dimanjakan oleh para wanita yang disewa oleh Ferry.
"Asal anda merasa puas tuan Ray. Ini adalah harga yang pantas." Ferry tersenyumm bangga. Ia didudukkan menyadarkan dirinya di kursi. Seorang wanita dengan gaun **** berwarna biru bersandar di pelukannya.
"Hahahaha. Puas puas. Sangat puas. Para gadis ini sangat tahu memanjakan orang. Anda pandai melihat orang." Ray tertawa terbahak-bahak. Ferry menganggukkan kepalanya sebelum ia mengecup pipi gadis yang dengan nakal menggambar lingkaran di dadanya. Membuatnya terbakar.
Yang tidak diketahui oleh Ferry adalah bahwa di kediaman keluarga yang ia hargai, tamu yang tidak diundang datang tanpa ia harapkan.
Tuan tua Hardi yang merupakan ayah dari Ferry duduk dengan wajah penuh amarah. Di depannya, tamu-tamu yang tak diundangnya itu duduk menyilangkan kaki mereka. Mereka jelas berusia jauh di bawahnya. Mereka berusaha memang berasal dari latar belakang yang tidak dapat diremehkan, Tetapi aura yang mereka keluarkan yang mampu membuatnya tertekan tidak semata-mata didapatkan hanya karena latar belakangnya. Keduanya memiliki kemampuan. Apalagi pria berjas hitam buatan tangan yang tampak mendominasi meskipun sejak awal ia hanya duduk diam di depannya.
Ia tidak pernah menyangka kedua anak muda itu akan datang ke rumahnya ketika malam sudah larut saat ia baru saja hendak tidur. Pelayannya tiba-tiba mengetuk pintunya dengan tergesa-gesa membuatnya marah.
"Apa yang membuat tuan Bryan Kingston dan tuan Johan Ajisaka datang ke kediaman sederhana saya ini?"
"Tidak menyangka kediaman tuan Hardi memiliki penerus yang memiliki nyali yang besar." Bryan menopang dagu nya dengan kedua tangannya yang disatukan.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini?" Hardi terkejut saat dua buah berkas tebal di lemparkan ke atas meja di depannya dengan keras.
"Apa ini?" Hardi membuka salah satunya yang berisi bukti-bukti yang menunjukkan keterlibatan Ferry dalam beberapa tindakan pidana. Hardi tampak tercengang. Ia tidak menyangka putra yang ia besarkan terlibat dalam beberapa kasus.
"Ini..." Gumam Hardi saat ia mulai membalik berkas-berkas iuran dengan tidak percaya.
"Apakah anda masih mengingat kematian putra sulung anda?" Bryan menyipitkan matanya yang seperti rubah.
"Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa Ferry yang membunuh Diki." Suara Hardi melemah. Diki adalah putra sulungnya yang membanggakan. Ia sudah menerima pendidikan sebagai penerus sejak ia masih kecil. Selain kemampuan, ia juga memiliki kepribadian yang baik.
Lima tahun yang lalu sebenarnya ia sudah bisa pensiun dan menyerahkan tampung kepemimpinan pada putranya ini dengan tenang. Tapi semua yang telah direncanakan hancur berantakan saat kecelakaan terjadi pada putranya yang merenggut nyawa sekaligus merenggut harapannya.
Saat itu ia juga mencurigai bahwa kecelakaan itu adalah kecelakaan yang disengaja yang menargetkan putranya sebagai penerus. Tetapi mereka tidak mendapatkan bukti dan akhirnya kecelakaan itu diputuskan murni karena kecelakaan.
Posisi penerus akhirnya kosong. Hari-hari tua yang damai yang ia harapkan tidak pernah ada. Dua putranya yang tersisa yang satu tidak dapat diharapkan yang satu tidak mendapatkan dukungan yang kuat karena kesalahan masa mudanya yang mengakibatkan Ferry lahir tanpa identitas yang jelas.
Usia mudanya sudah berlalu. Semangat membaranya juga sudah lama padam. Ia pun mengeraskan hati yang melepaskan perusahaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi akhirnya akan runtuh di bawah pengawasannya yang tidak berguna.
Hardi membuka satu berkas yang lainnya. Itu berkas yang lain yang merupakan bukti yang melibatkan putranya yang lain. Ia hanya menghela napas dan tidak berniat untuk membaca keseluruhan. Ia sudah kecewa. Ia memandang kedua tamunya yang masih muda dan energik membuatnya iri. Mengapa kedua putranya yang tersisa tidak dapat menjadi seperti mereka berdua meskipun hanya sedikit saja?
"Apa yang kalian inginkan Saat ini?"
"Anda pasti tahu apa yang akan terjadi jika semua bukti ini muncul di permukaan." Hardi terkesiap. Tetapi itu hanya sepersekian detik sebelum ia kembali mendapatkan ketenangannya.
__ADS_1
"Anda tentu tidak ingin melihat perusahaan keluarga anda di tangan kedua putra anda ini kan? Bagaimana jika kamikamienawarkan sesuatunya lebih baik?"
"Apa itu?"
"Kami akan mengakuisisi perusahaan ini dan menggabungkannya dengan Kingston Corp. Tapi tenang saja, kami juga menghormati para leluhur yang telah membesarkan perusahaan dengan darah dan keringat mereka. Kami akan melepaskan ini dengan mudah saat keluarga ini memiliki penerus nya yang memang pantas suatu saat nanti tapi tentu saja dengan syarat bahwa harga yang kami tawarkan hanya setengah harga pasar."
"Itu tidak perlu. Keluarga ini tidak lagi memiliki penerus."
"Pilihan bagus. Kalau begitu kami akan membayarnya dengan penuh."
"Tidak perlu. Aku akan memberikan perusahaan ini dengan suka rela daripada menyerahkannya pada mereka hanya untuk dihancurkan oleh mereka. Aku lebih rela menyerahkannya pada orang berbakat yang mampu membawa perusahaan ini dengan baik."
"Apakah anda yakin?"
"Ya." Dengan itu, Hardi memanggil pengacara dan notarinsya untuk menyerahkan perusahaan keluarganya.
Setelah proses serah terima yang panjang, Bryan dan Johan memberi hormat pada penatua yang hebat itu sebelum mereka keluar dari kediaman yang suram itu.
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir ~*(^,^)*~
Jangan lupa like, komen dan Vote ya....