Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
S2_57. Wilson Yang Jahat


__ADS_3

Di sebuah pulau pribadi di luar negeri, seorang pria tampan duduk dengan dikelilingi oleh beberapa perempuan cantik dengan hanya menggunakan bikini di tepi pantai. Suara tawa terdengar nyaring dari arah mereka.


Seorang pria berjalan cepat menghampirinya dengan seberkas di tangannya yang dibawa dengan erat.


"Bos." Pria itu menyapa dengan takut bosnya yang seragam bersenang-senang. Benar saja, pria itu marah dan membantah pria itu.


"Tenang bos! Saya datang untuk melapor!"  Pria itu dengan cepat membujuk saat melihat Bosnya mengangkat kakinya bersiap untuk menendang nya.  


"Katakan! Jika ini berita buruk kau tidak akan kuletakkan kali ini!" Bos itu sedikit tenang. Ia kembali duduk dan melipat kedua tangannya.


"Jangan marah-marah bos. Bukankah ada kami yang akan menghiburmu?" Wanita yang paling cantik segera menyadarkan kepalanya di dada pria itu. Menepuk lembut dadanya dengan kedua tangannya. Ia juga menggosok kan ujung kepalanya ke arah dagu pria berkuasa itu. Wanita lainnya juga ikut membantu. Mereka mulai memainkan jari-jari mereka untuk memijat tubuh pria yang merupakan bos mereka.


"Kamu memang kesayanganku yang hebat. Muah!" Tangan besar pria itu menjepit dagu wanita di depannya dan menyatukan bibir mereka. Keduanya saling memagut untuk beberapa saat hingga keduanya terengah-engah. Pria itu tertawa gembira melihat wanitanya memerah karenanya.


"Bos nakal deh!" Wanita itu dengan manja bersandar pada pria itu. Menampilkan wajah polos malu-malu yang mengemaskan.


"Tapi kamu suka kan?" Pria itu meraih pinggang ramping wanita itu dan menekan nya di tubuhnya. Wanita itu mengangguk pelan. Melihat sikap manjanya, pria itu tertawa lagi.


Mata lembut yang baru saja digunakan untuk memandang para wanita itu berubah menjadi kejam saat memandang pria yang berdiri di depannya. Pria itu berkeringat dingin.


"Tunggu apa lagi? Katakan!" Pria itu berkata dengan suara rendah. Ia tidak suka kesenanangannya diganggu.


"Kami sudah menemukan hacker yang telah berhasil masuk ke dalam jaringan kita yang mengakibatkan operasi kota gagal dan masih menanggung banyak kerugian bos." Mata bos itu berbinar dengan kejam.


"Bagus! Beri dia pelajaran yang pantas. Berani sekali dia mencondongkan hidungnya ke dalam urusanku." Bos itu mengepalkan tangannya dan memukul pahanya dengan keras karena ia sangat kesal.

__ADS_1


Pria ini bernama Wilson. Dia adalah seorang buronan internasional yang sering menyelundupkan obat terlarang, barang antik, binatang langka dan juga senjata api di berbagai negara di belahan dunia. Sepak terjangnya di dunia hitam sudah meresahkan polisi di seluruh dunia.


Beberapa bulan yang lalu, salah adik perempuan dari Mari Berbicara menjadi korban penculikan dan pemerkosaan yang dilakukan anak buah Wilson saat sedang berlibur. Mari Berbicara saat itu hancur setelah mengetahui adiknya menjadi korban yang bahkan mayatnya ditemukan mengapung di laut dengan tidak berbusana. Itulah mengapa Deep Line akhirnya menyetujui bekerja sama dengan Interpol untuk menggagalkan aksi kelompok Wilson yang akan menyelundupkan heroin ke Brazil.


Sebenarnya bukan hanya sekali dua kali Interpol meminta bantuan Deep Line untuk mendapatkan informasi mengenai Wilson yang sangat sulit diperoleh. Tetapi saat itu anggota Deep Line tidak ada yang memiliki waktu senggang untuk menerima tugas tersebut.


Karena kejadian yang menimpa adik Mari Berbicara, mereka semua menyesal karena tidak membantu sebelumnya. Jadi untui mengurangi rasa bersalah mereka, semua anggota deep Line akhirnya ikut turun tangan untuk membantu


Berlian yang paling ahli dalam hal meremas berhasil mendapatkan informasi rinci mengenai penyelundupan itu. Baik waktu, tempat, jumlah barang, penerima dan pengirim, bahkan sampai bagai mana cara mereka bertransaksi pun didapat dengan lengkap.


Selanjutnya, setelah mereka mengetahui secara rinci informasinya, mereka mulai membuat rencana.


Star Menari dan Mari Berbicara menyamar dan masuk ke dalam interpol mewakili Deep Line dan mengatur siasat bersama dengan mereka. Sun berbahaya mempersiapkan anak buahnya untuk membantu. Sedangkan Berlian sendiri terus mengawasi pergerakan anak buah Wilson.


Dengan bekerja sama, mereka akhirnya dapat menggagalkan transaksi. Sayangnya, orang-orang yang tertangkap ternyata memiliki kesetiaan yang tinggi pada atasannya. Mereka memilih mengakhiri nyawa mereka begitu mereka terdesak dengan menggigit racun di mulut mereka.


Bom itu ditanam di antara paru-paru dan jantung. Begitu bom diledakkan, paru-paru akan mengalami kebocoran. Begitu juga dengan jantung. Mereka akan mengalami rasa sakit yang tidak tertahankan sebelum mereka akhirnya mati karena tersiksa. Jadi lumrah jika mereka memilih bunuh diri dengan racun yang akan membunuh mereka dengan cepat daripada mengalami siksaan yang pada akhirnya mereka akan tetap mati.


Jadi meskipun transaksi dapat digagalkan, selain mayat dan barang sitaan, mereka tidak mendapatkan informasi apapun untuk mengungkapkan informasi mengenai Wilson.


Di tempat yang terpisah jauh, Bryan yang saat itu menjemput Berlian dipeluk erat oleh Clara. Pria tampan itu rambut yang dengan susah payah ia bentuk dengan indah diacak-acak begitu saja.


Sejak Bryan datang empat hari yang lalu,  Bryan belum menemuinya sama sekali. Saat ia juga mencari ia pergi mencari ke rumahnya, ia juga tidak berada di rumah. Itulah mengapa saat dia mengetahui jika bukan Johan yang menjemput Berlian melainkan Bryan, ia pun segera menghampirinya dengan kesal.


"Hentikan Cla! Kau merusak rambut indahmu!" Pekik Bryan kesal. Mencoba menjauhkanyabgan Clara dari rambutnya.

__ADS_1


"Biarin! Salah siapa pulang tapi tidak menemuiku Huh!" Dengus Clara kesal. Ia memukul keras kepala Bryan sebum melepaskannya setelah puas melampiaskan kekesalannya pasar sahabatnya itu.


"Cla, kita tidak bertemu hanya beberapa bulan. Tapi kamu sudah berubah jadi gadis yang anggun menjadi gadis yang ganas!" Gumam Bryan sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


"Apa kamu bilang? Masih mau lagi?" Clara melotot ke arah Bryan saat mendengar Gumaman sahabatnya itu.


"Tidak tidak. Clara adalah gadis yang paling cantik dan baik. Imut lucu. Rajin menabung dan tidak sombong." Bryan mengedipkan matanya berbinar saat mengucapkan dialognya.


"Huh! Kamu pikir aku anak kecil yang akan dengan mudah kamu bohongi dengan pujian nggak bermutumu itu?!"


"Tidak tidak. Justru aku ke sini mau mentraktirmu makan. Kamu yang menentukan dimana kita akan makan." Bryan buru-buru membujuknya.


Clara mengerucutkan bibirnya. "Oke. Kali ini aku maafkan. Aku akan memilih restoran yang paling mahal." Lanjut Clara dengan semangat.


"Tidak masalah." Bryan segera mengangguk setuju.


"Oh ya Bryan kenalkan dulu sahabat kami. Ini Rezvan. Rezvan, ini saudaraku Bryan." Berlian memperkenalkan Bryan dan Rezvan. Kedua pria itu saling menjabat tangan.


"Oke. Sekarang kita bisa langsung berangkat." Seru Clara senang. Ia segera masuk ke dalam mobil dengan menarik Berlian ikut masuk.  Sedangkan Bryan dan Rezvan mengendarai motor mereka masing-masing.


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir ~*(^,^)*~


Jangan lupa like, komen dan Vote ya....


__ADS_2