Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_26. Masih Anak Kecil


__ADS_3

Siang ini, Kingston Company terjadi keributan sejak pagi. Semalam, program keamanan yang baru saja diperbarui dua bulan lalu diretas oleh Seseorang yang masih belum diketahui sampai saat ini.


Meskipun begitu mereka masih bisa bernapas lega karena sepertinya orang yang meretas sistem mereka tidak melakukan hal yang buruk. Orang itu hanya bermain-main dengan sistem. Setiap kali ditelusuri, sumber itu langsung menghilang tanpa jejak. Lalu muncul lagi di bagian sistem yang lain.


Hal ini membuat tim di bagian IT merasa pusing. Mereka seperti sedang dipermainkan.


Sean yang menerima laporan ini juga segera turun tangan. Ia secara langsung mendatangi ruangan pusat IT.


“Apa yang dilakukan peretas itu?” tanya Sean dingin.


“Kami juga tidak tahu tuan. Mereka sepertinya hanya bermain-main.” Kepala bagian IT menggaruk tengkuknya. Ia juga hampir tidak yakin dengan kesimpulan yang dia ambil. Tapi jika melihat gerakan peretas ini, kesimpulan inilah yang paling mendekati.


“Kamu pikir ini apa? Aku sudah membayar mahal pada perusahaan mu untuk memberi perlindungan untuk perusahaan ini. Kenapa bisa dengan mudah orang ingin bermain di dalamnya?!” Teriak Sean keras.


Kesimpulan semacam itu adalah kesimpulan paling tidak masuk akal yang dia dengar. Perusahaan IT yang dia gunakan adalah perusahaan dengan sistem paling canggih dan mahal. Mereka sudah bekerja sama selama bertahun-tahun dan tidak ada masalah selama ini.


“Aku curiga sistem yang kalian gunakan saat ini turun level?” Sean mencibir.


“Tidak tidak tuan. Kami tidak berani. Kami berani menjamin jika sistem yang kami gunakan selalu di upgrade.”


“Lalu apa ini yang terjadi hah? Bisakah kalian menjelaskannya padaku?”


Kepala tim IT itu mengusap pelipisnya hingga membuat sapu tangan yang ia kenakan menjadi basah.


“Tunggu apa lagi! Cepat bereskan!” teriak Sean lagi saat melihat peringatan jika sistem kembali diretas. Lalu gambar yang aneh terlihat di layar.


“Kalau hebat coba temukan kami!”


Semua orang di ruangan itu dapat dengan mudah membaca tulisan besar yang memenuhi layar. Darah Sean mendidih. Ia sungguh penasaran siapa yang berani melakukan itu padanya.


Setelah sepuluh menit mencoba, mereka masih belum mendapatkan lokasi peretas dengan jelas. Setiap ditelusuri, anehnya lokasinya akan berpindah secara cepat. Dan itu juga aneh.


“Yah kalian payah! Kami ingin menemani kalian bermain, tapi sayangnya waktu istirahat kami sudah habis. Temui kami di kafe depan TK Internasional Matahari siang ini saat jam istirahat siang.” Setelah meninggalkan pesan itu, peretas itu kembali menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


“TK Internasional Matahari?” Sean mengernyitkan alisnya.


**


Dua anak kecil yang sedang kabur dari sekolah sedang menikmati minuman mereka di kafe di depan sekolah TK mereka. Keduanya sedang menanti orang yang sudah mereka selidiki semalam.


Kemarin sore setelah mereka pulang sekolah, mereka kemudian mengunci diri di kamar untuk menyelidiki identitas laki-laki yang bersama dengan mommy mereka.


Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengetahui identitas dari seorang Sean Kingston. Namanya sudah tidak asing lagi. Dengan segala rumor dan gosip yang beredar di Internet. Namun Bryan dan Berlian bukan tipe anak yang langsung percaya begitu saja.


Mereka memiliki cara mereka sendiri untuk mencari tahu. Ponsel pribadi Sean bahkan sudah berhasil mereka retas. Mereka melihat seluruh isi ponsel pria itu. Mereka luas setelah tidak menemukan satu pun foto wanita yang ada di dalamnya. Bahkan foto milik pria itu hanya bisa dihitung dengan jari.


Selain memeriksa galeri, kedua bocah cilik itu juga membuka berkas yang disimpan Sean di dalam ponsel. Dan dapat dipastikan jika Sean bersih dari segala tindak kejahatan. Yah! Pikiran anak-anak kadang tidak dapat diprediksi.


Setelah mengetahui cukup banyak tentang Sean, mereka akhirnya membuat kesimpulan jika pria itu layak menjadi Daddy mereka.


Meskipun Sean merasa dipermainkan, tetapi rasa penasarannya lebih besar dari pada rasa kesalnya. Ia pun memilih untuk pergi sendiri ke tempat yang di beritahukan oleh orang yang meretas sistem keamanan perusahaan nya.


Dengan Soni yang berjalan di belakangnya, laki-laki tampan itu masuk ke dalam kafe yang sebenarnya berukuran kecil. Pandangan mata kedua pria itu menyapu seisi kafe. Di dalamnya hanya ada beberapa orang. Dan setelah memperhatikan setiap pengunjung, tidak ada dari mereka yang bisa dicurigai sebagai hacker nakal yang membuat perusahaannya menjadi tempat bermain.


“Soni, bagaimana menurutmu dengan dua bocah cilik di sudut sana?” tanya Sean lirih. Soni yang sejak tadi mengedarkan pandangannya menatap arah yang ditunjuk Sean.


Soni terkejut saat melihat dua bocah cilik itu. Bukan karena dugaan Sean yang menebak jika mereka lah hacker yang sedang mereka cari, tetapi karena dua bocah cilik itu masing-masing memiliki ciri khusus seperti milik bos nya.


“Tapi ini tidak mungkin tuan. Mereka masih sangat kecil.” Soni memperhatikan bahwa kedua bocah cilik yang masih mengenakan seragam TK itu terlihat normal seperti bocah cilik pada umumnya. Bercanda sambil makan. Kaki keduanya yang menggantung di udara juga terlihat terus bergerak.


“Ayo kita datangi mereka.” Sean tidak menghiraukan penilaian Soni dan berjalan mendekati Bryan dan Berlian. Soni hanya bisa mengikuti dari belakang.


“Apa kalian yang memanggilku kemari?” Sean berdiri di depan Bryan dan Berlian. Dua bocah cilik itu mendongakkan kepalanya.


“Hump.” Keduanya mengangguk kompak.


“Aku tidak menyangka jika perusahaan sebesar Kingston Company memiliki sistem yang begitu lemah yang dapat dengan mudah ditembus oleh anak kecil.” Berlian mencibir.

__ADS_1


“Apa? Jadi benar kalian yang melakukan nya?” Soni bereaksi dengan berlebihan.


“Benar!” apa Paman terkejut?” Bryan menatap Soni dengan senang. Meski ia tidak melakukan apapun, tetapi ia ikut bangga dengan kemampuan saudari kembarnya


“He? Bukan kamu yang melakukan nya. Kamu hanya duduk diam melihatku bekerja. Enak saja mengaku!” Berlian memukul punggung Bryan keras. Membuat saudara kembarnya mengaduh.


“Brily bisakah tidak begitu kejam pada saudaramu ini? Kita ini saudara kembar. Jadi apa salahnya aku mengakui pekerjaan mu?”


“Tentu saja salah. Jika nanti aku bermain boneka apa kamu juga akan mengakuinya?” Berlian menarik sudut bibirnya.


“Tentu saja tidak.” Bryan mendengus kesal.


“Ternyata memang masih sanak kecil.” Sean melipat kedua tangannya di depan dada. Menatap tajam dua bocah di depannya.


“Anak kecil apa? Kami ini sudah lewat lima tahun. Sudah tidak bisa dipanggil anak kecil.” Berlian tidak terima.


“Benar! Kami sudah tidak mengompol sejak usia tiga tahun!” ucap Bryan bangga. Namun seketika wajah bangga yang ditunjukkan Bryan lenyap berganti kesakitan karena dipukul keras oleh Berlian.


“Dasar bodoh! Kenapa kamu menyebutkannya juga? Itu tidak perlu diberitahukan!” Berlian mengerucutkan bibirnya.


“Hei anak kecil, jika kalian memanggilku hanya untuk melihat perdebatan kalian, lebih baik kalian pulang dan lanjutkan di rumah. Aku tidak tertarik.”


“Eh paman! Apa kamu yakin tidak ingin tahu tujuan kami memanggil paman kemari?”


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 🤩


Kira-kira apa yang akan Berlian dan Bryan lakukan?

__ADS_1


Apakah mereka akan memberitahu Sean bahwa mereka adalah anaknya?


__ADS_2