Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_38. Bryan Terluka


__ADS_3

Suasana pesta yang tadinya ramai dengan bisik-bisik tamu undangannya mendadak berubah menjadi sunyi senyap saat mendengar pengakuan Sean yang mengakui jika anak-anak yang dikandung dan dilahirkan oleh Evelyn adalah miliknya.


Vina menggelengkan kepalanya tidak percaya. Dia dulu sangat bahagia saat mengetahui jika Sandra hamil. Apalagi Tomy menjadi marah padanya dan mengusir nya.


Bertahun-tahun hidup tanpa bayangan Sandra membuatnya sangat bahagia menjalani hidupnya. Hingga saat akhir masa kuliahnya ia melihat Sean saat laki-laki itu mengunjungi kampusnya.


Vina jatuh cinta pada Sean sejak pandangan pertama. Apalagi mengetahui latar belakang Sean yang merupakan orang hebat. Sejak saat itu Vina memiliki ambisi untuk menjadi wanitanya Sean.


Berbagai cara pernah ia lakukan. Beberapa kali ia pernah menggoda Sean secara langsung saat tidak sengaja bertemu dengannya di bar. Tapi ia tidak pernah berhasil.


Semua yang dilakukannya gagal membuatnya frustasi hingga saat hari kelulusannya, ia berniat untuk masuk dan bekerja di Kingston Company agar bisa lebih dekat dengan Sean.


Vina bekerja dengan sangat keras dan selalu tampil sempurna. Tapi setelah semua yang ia lakukan, Sean masih terlalu jauh untuk ia gapai. Dengan posisinya, memang Sean adalah laki-laki yang pantas ia perjuangkan.


Dia yang sudah berusaha sekuat tenaga justru kalah dengan satu gerakan. Kenapa Sandra begitu beruntung dalam hidupnya?


“Apakah anda ditipu oleh ja Lang ini?” Ani memberanikan diri.


"Sepertinya panggilan ja lang ini justru lebih pantas disebutkan pada seorang sahabat yang berselingkuh dengan suami sahabatnya hingga membuat sahabatnya meninggal karena sakit hati. Bukankah begitu nyonya Ani?" sindir Evelyn.


"Dasar Ja lang!" Ani meraung keras. Apalagi ia mendengar bisik-bisik tamu undangan.


“Jangan memanggilnya dengan panggilan yang menjijikkan. Evelyn adalah wanitaku dan kedua anaknya adalah anakku. Apa kalian ada masalah dengan itu?” ujar Sean bangga.


“Tuan Sean, anda telah dibohongi. Bagaimana bisa anak-anak nya bisa menjadi anak anda begitu saja?” Vina masih belum terima jika ia kalah dari Evelyn. Ia masih mencari celah untuk merusak citranya.


“Soni, tunjukkan pada mereka.” Perintah Sean.


Soni segera mengeluarkan surat DNA miliknya dan milik dua anak Evelyn. Selama ini Sean selalu membawa salinan surat itu kemanapun ia pergi. Ia selalu menyimpannya di tas kerjanya.


“Ini adalah hasil tes DNA yang kami lakukan. Apakah masih ada yang tidak percaya?” bisik-bisik kembali riuh. Mereka tidak menyangka jika Sean yang mereka kenal telah memiliki anak.


“Tuan Rudi, pestamu dirusak begitu saja. Apa anda akan membiarkannya?” Sean menatap tajam Rudi yang dari tadi ikut menjadi penonton.


“Ah saya mengerti.” Rudi segera mengangguk paham. “Seseorang, antar keluar mereka. Aku tidak menyambut tamu yang merusak pestaku.” Teriak Rudi. Beberapa orang berpakaian serba hitam masuk dan mengusir Vina, Ani dan Tomy keluar dari pesta.


“Anda tidak bisa memperlakukan kami seperti ini!” Ani dan Vina meraung keras. Mereka tidak terima diusir begitu saja.

__ADS_1


Namun bagaimana pun kedua wanita itu melawan, mereka bukanlah lawan yang sesuai untuk pria-pria kuat itu. Keduanya didorong keras keluar dari mansion tempat berlangsungnya pesta hingga jatuh di halaman.


Setelah Vina dan Ani dibawa pergi, satu persatu orang yang berkumpul segera berpencar. Bagaimanapun, keseruan yang mereka lihat sudah berakhir.


“Maafkan saya tuan Sean. Saya tidak mengundang orang yang pantas untuk diundang.” Rudi segera meminta maaf atas kesalahan yang sebenarnya tidak ia lakukan. Tetapi demi masa depan perusahaannya, ia mampu merendah sampai di titik itu.


“Lupakan saja. Kami sudah datang di acaramu. Sekarang aku dan Evelyn akan segera kembali.” Sean sudah tidak berminat lagi ada di tengah pesta. Kejadian itu membuat moodnya buruk. Apalagi melihat wajah muram Evelyn. Hal ini membuatnya tidak nyaman.


“Mengapa terburu-buru tuan. Pesta bahkan belum dimulai.” Ingin sekali Rudi mengatakan itu, tetapi yang keluar adalah,


“Terima kasih banyak tuan dan nona telah berkenan hadir.” ucapnya sambil tersenyum.


Rudi masih memiliki akal untuk berpikir tidak menyinggung laki-laki berkuasa seperti Sean. Selain itu, Evelyn juga memiliki latar belakang yang juga sangat misterius. Kedua orang ini tidak bisa ia usik.


Jika mereka ingin pulang ya biarkan saja.


Saat di tengah perjalanan, Evelyn mendapatkan telepon dari Laura yang mengabarkan jika Bryan sedang dibawa ke rumah sakit dan memintanya untuk segera menyusul.


“Kenapa kamu terlihat begitu panik sayang?” tanya Sean khawatir.


“Bryan terluka dan dibawa ke rumah sakit. Kita harus segera ke sana.” Jawab Evelyn hampir menitikkan air matanya. Kedua anaknya adalah kelemahannya.


Sean dan Evelyn berjalan dengan tergesa-gesa di lorong rumah sakit. Mereka segera menuju dokter anak yang sedang menangani Bryan saat itu.


Di depan ruangan, Maxim menunggu dengan tenang. Pria tua itu duduk sambil melipat kedua tangannya.


Evelyn segera menghampirinya. “Bagaimana keadaan Bryan papi?” tanyanya dengan berderai air mata. Sean mengikutinya di belakang.


“Lihat saja ke dalam.” Jawab Maxim ambigu semakin membuat Evelyn panik. Wanita itu segera berlari membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.


Begitu ia masuk, ia berhenti tepat di ambang pintu melihat keadaan di dalam ruangan.


Flash Back On....


Sebagian barang koleksi kesayangan Bryan dan Berlian memang sudah di kembalikan setelah Derry kembali ke negaranya. Tapi sebagian besar lagi masih belum diberikan oleh mommy mereka.


Evelyn berkata akan menyerahkan semua barang mereka setelah mereka berhasil membantunya menjauhkan Sean darinya. Tetapi kedua anak itu tidak memiliki cara untuk menjauhkan Sean dari mommy mereka.

__ADS_1


Lebih penting lagi, keduanya enggan melakukan perintah Evelyn untuk menjauhkannya dari Sean.


Sudah lama Bryan dan Berlian menginginkan Daddy seperti anak-anak lainnya. Dan begitu mereka bertemu Daddy mereka, mereka merasa cocok dan puas. Daddy mereka tampan, kaya dan yang lebih penting lagi adalah Daddy mereka kuat hingga dapat membuat mommy mereka tidak mampu melawan.


Jadi, bagaimana bisa mereka menjauhkan sosok Daddy impian mereka?


Karena itulah keduanya berpikir jika bukan mommy mereka yang mengeluarkan barang-barang kesayangan mereka, kenapa tidak mereka saja yang ambil?


Bryan dan Berlian pun membuat rencana untuk mengeluarkan barang-barang mereka dari gudang tanpa diketahui siapapun. Bahkan kakek dan nenek mereka sekali pun. Keduanya tidak akan membantu mereka jika itu mengenai hukuman dari Evelyn. Maxim dan Laura memiliki prinsip bahwa mereka tidak akan mencampuri bagaimana Evelyn mendidik anak-anak nya selama itu tidak keterlaluan.


Bryan memecah perhatian penjaga yang sedang berjaga di depan gudang. Tapi itu belum berhasil mengusir dua dua penjaga dari empat penjaga yang ada. Bocah itu berteriak meminta para penjaga mengikutinya karena melihat kucing yang tersangkut di pohon.


Berlian lagi-lagi harus membereskan tugas Bryan yang tidak ia selesaikan dengan baik. Berlian berhasil mengusir kedua penjaga yang tersedia dengan membuat panggilan palsu agar keduanya pergi ke bangunan utama untuk melapor.


Saat berlian hendak membuka kunci dengan jepit rambutnya, Bryan datang menghampiri.


“Biarkan aku yang melakukannya Brily!” serunya.


“Biar aku saja. Mereka akan segera kembali jika kita tidak bergegas.” Tolak Berlian. Ia sudah hafal jika saudaranya itu selalu ceroboh.


“Aku bisa. Aku sudah membuat mereka tidak akan ke sini dalam waktu dekat. Aku sudah menjatuhkan tangga mereka.” Hal itu membuatnya mengingat bagaimana dua pria berotot yang saat ini tengah ketakutan di atas pohon dengan memeluk erat dahan pohon. Sedangkan kucing yang akan mereka selamatkan justru turun dengan mudah.


“Baiklah.” Ucap Berlian seraya memberikan jepit rambutnya pada Bryan. Membiarkan saja saudaranya melakukan apa yang ia inginkan.


“Ternyata ini benar-benar tidak mudah ya!” Keluh Bryan setelah beberapa kali mencoba.


“Sudah aku katakan bukan. Sini biarkan aku yang melakukannya!” Berlian mengulurkan tangannya untuk meminta kembali jepit rambutnya. Belum sempat jepit rambut berpindah tempat, seseorang mengagetkan keduanya.


“Apa yang kalian lakukan?”


“Aaah sakit!” teriak Bryan histeris.


Flash Back off...


*


*

__ADS_1


*


Apa yang terjadi pada Bryan?


__ADS_2