
Berlian memilih kaos biru muda dengan celana jeans yang diberi hiasan seperti agak sobek di bagian lututnya. Setelah menemukan pilihannya, Berlian pergi ke ruang ganti untuk bersiap sementara Johan yang membayar tagihannya.
Tak menunggu waktu lama, Berlian sudah keluar. Rambutnya yang tadi digerai sudah ia kunci kuda. Wajahnya yang tadi kusut sekarang sudah terlihat segar. Ia sudah membilas wajahnya setelah ia mengganti bajunya. Ia mengaplikasikan bedak tipis agar wajahnya tidak terlihat pucat. Juga liptin warna nude di bibir tipisnya.
Johan menatapnya saat Berlian baru keluar. Ia tersenyum melihat Berlian yang sudah tampak segar.
"Tunggu apa lagi? Ayo." Berlian sedikit malu saat Johan menatapnya. Ia segera berjalan melewati Johan sebelum rona merah yang memyebar dengan cepat di pipinya terlihat oleh Johan. Johan tersenyum dan mengikutinya.
"Sellernya ada lantai tiga." Johan meraih tangan Berlian dan menariknya menuju eskalator.
Berlian hendak melepaskan tangannya, tetapi Johan tidak melepasnya dan malah menatapnya.
"Jangan dilepaskan. Nanti kamu tersesat." Ucap Johan serius.
"Aku bukan anak kecil. Aku sudah besar. Tidak akan tersesat." Berlian mengerucutkan bibirnya tidak senang.
"Aku pernah meninggalkanmu di masa lalu. Dan apa yang terjadi? Kamu terluka. Sekarang, selama itu memungkinkan, aku akan memegangmu seperti ini." Johan menatap Berlian. Berlian Menatap Johan tidak percaya. Bukankah baru beberapa saat yang lalu saat Johan meminta maaf padanya karena ia tidak sengaja menggenggam tangannya? Kenapa sekarang malah disengaja dan tidak mau melepasnya.
Melihat Johan dan mendapati wajah serius Johan. Berlian akhirnya hanya menghela napas panjang sebelum memalingkan wajahnya. Johan diam-diam tersenyum melihat tangan kecil Berlian yang pas di genggamnya.
Ketika ia menggenggam tangan Berlian sebelumnya, ia merasa canggung. Selama ini ia tidak pernah dekat dengan seorang wanita selain adiknya. Jadi meskipun ia sudah berniat untuk mendekati Berlian, ia masih belum terbiasa.
Tetapi setelah dipikir-pikir, menggenggam tangan seorang gadis Ternyata sangat menyenangkan. Dia merasa hangat di hatinya. Jadi dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menggenggam tangan gadis yang dia sukai selama ia bisa.
Berlian mengikuti Johan mengunjungi beberapa counter yang menjual produk dari perusahaan Sean. Johan melihat-lihat barang dan menemui manajer untuk menanyakan beberapa hal padanya. Berlian diberi tugas untuk mencatat apa yang mereka temukan.
__ADS_1
Total ada tiga counter dalam mall itu. Jadi, menjelang malam mereka baru selesai.
Johan membawa Berlian untuk makan malam di kafe di dalam mall. Ia berkata bahwa itu sebagai ucapan terima kasihnya. Berlian tidak menolak. Ia juga sedang ingin makan makanan cepat saji. Sudah lama sejak ia makan makanan seperti itu.
Berlian jarang keluar rumah. Jadi dia selalu makan malam di rumah. Bryan biasanya yang akan mengajaknya keluar untuk memakan makanan cepat saji yang enak. Masakan pelayan dan masakan Evelyn memang enak. Tetapi terkadang mereka ingin merasakan suasana yang berbeda.
Johan menarik kursi mempersilahkan Berlian untuk duduk. Berlian mengernyitkan Alisnya dan memandang aneh Johan yang tampak aneh hari ini.
"Terima kasih." Berlian tersenyum canggung dan duduk. Johan juga segera duduk di depannya sebelum memanggil pelayan untuk membuat pesanan mereka.
"Aku sudah memberi tahu tuan Sean kalau kita makan di luar." Johan berkata saat melihat Berlian mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk membuat panggilan.
"Terima kasih." Berlian mengangguk. Ia memasukkan kembali ponselnya.
"Seharusnya aku yang berterima kasih karena telah menemaniku."
"Ya. Tapi hanya sedikit. Ini tidak perlu dikhawatirkan." Johan sedikit terkejut saat Berlian menanyakan padanya mengenai masalah di perusahaan.
Beberapa bulan yang lalu, perusahaan baru membuka pabrik baru yang memproduksi berbagai peralatan yang terbuat dari plastik. Dan selama ini semuanya berjalan lancar. Produk utama yang berupa botol minuman banyak digemari dan laku keras di pasaran. Beberapa desain dibuat ya gak disesuaikan dengan selera konsumen muda.
Tapi belakangan ini, ada perusahaan yang sudah memproduksi botol dengan desain yang sama tepat dua hari sebelum produk mereka dipasarkan. Mereka memiliki desainer sendiri untuk mendesain semua produk dan semua produk sudah memiliki hak cipta. Namun, karena produk imitasi ini sudah dipasarkan sebelum produk mereka dipasarkan, tidak peduli siapa yang memiliki hak cipta, produk itu sudah beredar dan dikenal masyarakat. Jadi meskipun produk mereka beredar, itu tidak akan ada perbedaan besar.
Produk sudah diproduksi dalam jumlah besar. Jika tidak dipasarkan, mereka akan menderita kerugian yang besar. Tapi jika dipasarkan, melihat perbandingan harga yang cukup jauh, produk mereka akan tersingkir. Mereka menggunakan bahan yang kualitasnya di bawah yang diproduksi oleh pabrik Sean. Dan karena biaya produksinya yang murah, harga yang ditawarkan juga tentu saja lebih murah.
Dengan bentuk dan tampilan yang hampir sama, tentu saja banyak konsumen yang memilih mereka. Sehingga hal ini mempengaruhi tingkat penjualan produk Sean.
__ADS_1
"Kedua produk ini berasal dan pabrik dan perusahaan yang berbeda. Tetapi jika dilihat sekilas, mereka akan terlihat sama." Melihat bahwa Berlian peduli, Johan mengeluarkan b dua botol dengan tampilan sama yang mereka beli dari beberapa toko.
Berlian mengambil keduanya dan membandingkannya. Membolak-balik mereka untuk mengetahui perbedaannya.
"Ini sangat mirip. Jika tidak melihat di bawah botol, mereka tidak dapat dibedakan sama sekali." Johan mengangguk setuju setelah Berlian mengungkapkan pendapatnya.
"Ya. Harga yang ditawarkan memiliki perbandingan yang cukup jauh."
"Itu karena perbedaan bahan yang digunakan." Jawab Berlian. Dilihat sekilas memang terlihat sama. Tetapi, jika memiliki mata yang jeli, itu dapat dibedakan. Masalahnya, tidak semua konsumen memiliki mata yang jeli. Apalagi menghadapi konsumen yang merupakan ibu rumah tangga yang kebanyakan akan mengabaikan bahan jika dihadapkan pada perbandingan harga.
"Lalu apa yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini?" Berlian bertanya dengan penasaran.
"Setelah aku melihat apa yang terjadi di counter hari ini, sudah dipastikan jika menuntut pihak lawan tidak akan menyelesaikan masalah untuk menutupi kerugian yang akan diderita. Jadi, sepertinya perusahaan akan menarik produk untuk sementara. Sebenarnya, kami sudah memiliki rencana untuk melapisi bagian dalam botol dengan bahan yang akan dapat memberi keunggulan lain yang akan dapat membedakannya dengan jelas. Tapi kami masih belum bisa menemukan pihak yang bisa memasok bahan itu."
"Bahan apa itu?" Berlian menaikkan alisnya.
"Itu sejenis zat yang hanya diproduksi oleh sebuah organisasi bawah tanah internasional." Mendengar jawaban Johan, Berlian tersentak dan matanya berkilat karena terkejut. Tapi itu hanya sebentar sebelum dengan cepat Berlian mengganti ekspresinya menjadi datar kembali.
Namun Johan yang kebetulan mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu hal ini tentu saja sudah bersiap sejak awal untuk melihat perubahan ekspresi Berlian saat ia menyebutkan organisasi bawah tanah, jadi dia melihat kilat terkejut di mata Berlian yang hanya berlangsung kurang dari satu detik.
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir ~*(^,^)*~
Jangan lupa like, komen dan Vote ya....