
Begitu Johan dan Bryan masuk ke dalam ruang ICU, mereka melihat Hardi terbaring di atas brangkar dengan berbagai alat medis yang terpasang di tubuhnya. Wajahnya yang pucat dengan rambut beruban yang tampak lebih banyak dari terakhir mereka lihat. Meskipun ini hanya tiga hari, pria itu tampak jauh lebih tua saat ini. Dokter spesialis jantung yang menanganinya masih merawatnya di sisinya. Ia baru saja memeriksa denyut jantung Hardi dengan stetoskop yang tergantung di lehernya.
Dokter itu menoleh dan melihat Johan dan Bryan yang berdiri tak jauh darinya. Perawat yang dimintanya untuk memanggil Johan dan Bryan segera melapor bahwa mereka berdua adalah orang yang dicari oleh pasien.
"Bagaimana keadaan tuan Hardi dokter?" Bryan dan Johan mendekat setelah melihat dokter selesai memeriksa.
Dokter itu menghela napas. Hardi sudah lama menjadi pasiennya dan merupakan teman lamanya. Jadi dia dan Hardi cukup dekat dan mengerti bagaimana kondisi keluarga teman sekaligus pasiennya itu. Kondisi Hardi cukup memprihatinkan. Dia sudah menyarankannya untuk melakukan perawatan intensif dan juga menjalani operasi tetapi Hardi selalu menolak dan lebih memilih untuk melakukan rawat jalan. Sangat beruntung dia masih bisa bertahan selama ini.
Saat datang pagi ini mereka hampir kehilangan pria itu. Beruntung dokter bisa menarik Hardi dari jurang kematian tetapi kondisi fisik Hardi yang sudah tua ditambah beban pikiran yang menyiksa membuat kondisinya semakin menurun.
Sebenarnya ada cara untuk mempertahankan Hardi lebih lama, yaitu dengan melakukan operasi, tetapi Hardi menolak dengan keras dan berkata bahwa ia sudah lelah untuk hidup. Sebagai seorang teman, Dokter itu masih berusaha membujuknya tetapi Hardi masih bersikeras dan akhirnya menyerah dan merasa prihatin.
"Dia ingin bicara dengan kalian." Dokter itu tidak menjawab dan hanya menyingkir dan menepuk pundak Bryan sebelum memberi jalan bagi keduanya.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana perusahaan? Apakah semuanya lancar?" Hardi berusaha keras untuk berbicara.
"Tuan Hardi, perusahaan dalam kondisi baik. Saat ini yang terpenting adalah kesembuhan anda. Bagaimana kalau saya mencarikan dokter terbaik untuk merawat anda?" Bryan berkata sambil menoleh pada Johan. Dan Johan mengangguk setuju.
"Tidak perlu. Aku sudah cukup lama hidup dan aku merasa ini sudah cukup." Hardi tersenyum. "Sekarang aku sudah bisa tenang meninggalkan perusahaan padamu. Aku yakin kamu adalah orang yang tepat. Tuan Sean beruntung memiliki putra yang hebat sepertimu."
"Sebenarnya saya masih kalah jauh dari Tuan. Saya yakin perusahaan akan kembali berjaya di tangan tuan."
"Tidak. Aku lelah. Aku ingin istirahat." Hardi melirik dokter dan memberi isyarat padanya. Dokter itu mengangguk dengan engan.
__ADS_1
Setelah Hardi sadar, ia meminta dokter untuk melepaskan semua alat yang menopang hidupnya. Nyawa Hardi tergantung pada alat-alat yang terpasang di tubuhnya. Salah satu saja dilepas, nyawa Hardi juga bisa lepas kapan saja.
Sebagai dokter tentu saja menghalangi niatnya dan memintanya untuk memikirkannya dengan matang. Lalu setahun berpikir Hardi akhirnya tetap pada pendiriannya tetapi ia meminta untuk bertemu dengan Bryan dan Johan sebelum ia mati. Ia bahkan menandatangani sendiri surat untuk menyetujui prosedur pelepasan alat itu.
Johan mengerti apa yang diinginkan Hardi. Ia kemudian memberi isyarat pada Bryan untuk segera pergi.
"Selamat jalan tuan. Anda adalah pria yang hebat. Semoga anda bahagia di surga." Johan dan Bryan membungkuk untuk memberi penghormatan terakhir sebelum keduanya keluar dari ruangan.
Hardi mengangguk dan tersenyum melihat punggung keduanya. Ia dengan yakin memberi perintah pada dokter untuk melepaskan semua alat di tubuhnya.
Dokter memberi isyarat pada perawat untuk melepaskan semua alat di tubuh Hardi dan tak lama kemudian Hardi menghembuskan napas terakhir dengan senyum penuh kebanggaan di wajahnya.
"Persiapkan pemakaman dengan baik." Johan memberi perintah pada Frengki yang menunggu dengan cemas di luar.
"Baik." Pria itu terkejut namun masih tenang. Ia mengenal tuannya dengan baik.
"Tuan beruntung menemukan kalian di saat-saat terakhir." Frengki membungkuk kan badannya sebelum ia pamit dan pergi untuk mengurus administrasi dan juga pemakaman untuk tuannya.
Berlian dan yang lainnya juga kembali. Mereka kembali ke mansion dan tidak ada yang menjalani jadwal normal mereka. Bryan tidak pergi ke kantor, Berlian juga tidak menghadiri kuliahnya dan Johan juga menunda kepulangan nya.
Pemakaman Hardi dilakukan sore harinya. Tanpa dihadiri kedua putranya karena keduanya ada di dalam penjara. Mereka masih belum menerima keadaan mereka. Emosi mereka masih melonjak sehingga lebih baik bagi mereka untuk tidak datang.
Pemakaman Hanya dihadiri beberapa kerabat, rekan dan beberapa kenalan. Termasuk Bryan, Johan dan Berlian. Maxim dan Laura juga ikut mengantarkan Hardi ke peristirahatan terakhirnya. Mereka semua menghormati Hardi dengan tulus.
__ADS_1
...........................
Di sebuah ruangan di penjara, Ferry baru saja mendengar kabar kematian ayahnya dan juga tidak diizinkan untuk keluar dan menghadirinya menjadi sangat marah dan menggebrak meja di depannya.
"Anda harus bersabar tuan Ferry." Pengacara yang disewa nya sudah berusaha membuatnya mendapatkan izin untuk keluar dan menghadiri pemakaman Hardi. Tetapi permintaanya ditolak karena menimbang emosi Ferry yang tidak stabil.
"Bagaimana ini bisa? Aku adalah anaknya. Mengapa aku tidak diizinkan untuk mengantarkan papaku sendiri? Apa gunanya menyewa pengacara sepertimu! Sungguh tidak dapat diandalkan." Teriak Ferry tidak terima. Pengacara yang disewa Ferry merupakan pengacara yang terkenal dan cukup menguras isi rekening untuk menyewanya. Tapi mengurus masalah kecil saja dia tidak bisa. Betapa ruginya!
"Mohon maafkan saya tuan. Saya dan tim sudah berusaha agar anda diizinkan untuk keluar sementara waktu. Tetapi polisi mempertimbangkan kondisi anda dan melarang anda untuk keluar." Itu memang benar. Sejak Ferry dibawa ke kantor polisi, semua orang sudah dibuat pusing mendengar kemarahannya. Bahkan teman satu selnya juga mengeluh karena Ferry bertindak seenaknya sendiri sehingga Ferry dipindahkan ke sel khusus.
"Aku tidak peduli. Keluarkan aku dari sini. Kalau tidak aku tidak akan membayarmu sepeserpun."
"Baik. Karena anda sudah berkata seperti itu, saya rasa kerjasama kita berakhir sampai di sini. Melihat anda sudah bangkrut, saya khawatir anda tidak mampu membayar saat meskipun anda sudah dibebaskan. Saya akan segera memutuskan perjanjian dan mengirim biaya pelanggaran kontrak segera. Selamat tinggal." Dengan itu pengacara iuran berdiri dan meninggalkan Ferry tanpa ragu.
"Hei tunggu! Kamu tidak boleh seenaknya. Aku sudah membayarmu." Pengacara itu melambaikan tangannya ke atas dan tidak peduli. Ia meninggalkan tempat itu tanpa berbalik.
"Sial! Brengsek!" Ferry mengusap wajahnya dengan frustasi. Jika dia tidak mendapatkan pengacara, bagaimana dia bisa keluar dari penjara ini?
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir ~*(^,^)*~
Jangan lupa like, komen dan Vote ya..