Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_31. Cemburunya Sean


__ADS_3

Keesokan sorenya, Bryan dan Berlian menarik tangan seorang laki-laki masuk ke dalam kantor. Laki-laki muda tampan itu tersenyum menurut saja saat tangannya ditarik oleh dua bocah yang ia rindukan. Kedatangan ketiganya menjadi pusat perhatian. Jam kantor yang mendekati waktu pulang membuat kantor sedikit lebih ramai dengan aktivitas penghuninya. Para karyawan ingin segera menyelesaikan pekerjaan mereka dan pulang.


Karyawan di kantor itu sudah mengenal dua bocah itu adalah anak dari Evelyn. Dan karenanya tidak ada yang melarang mereka.


“Jangan berlari seperti itu.” Tegurnya saat tarikan yang ia rasakan semakin kencang.


“Bukankah ayah bilang sangat merindukan mommy.” Bryan berkata sambil terus menarik tangan laki-laki itu.


Derry, anak dari rekan Laura di Texas. Bukan rahasia lagi jika laki-laki itu memiliki rasa pada Evelyn sejak pandangan pertama. Meskipun ia bertemu Evelyn saat wanita itu telah berbadan dua lima tahun yang lalu, tak menyurutkan perasaannya pada wanita cantik dengan perut yang membuncit.


Dan saat ia mengetahui jika Evelyn adalah orang Indonesia, dan hanya bisa bahasa Indonesia saat itu, ia pun memutuskan untuk belajar bahasa Indonesia agar dirinya bisa berbicara dengan Evelyn. Derry memiliki kemauan yang kuat diimbangi dengan otak yang cerdas. Hanya sebentar saja ia sudah menguasai sebagian besar bahasa Indonesia. Dan sekarang, dirinya sudah sangat fasih berbicara bahasa Indonesia.


Tepatnya, demi Evelyn, ia akan melakukan segalanya. Hingga saat kedua bayi Evelyn lahir, ia ragu untuk menawarkan diri menjadi ayah angkat dari dua bayi itu.


“Iya memang. Tapi jika kalian sampai terluka, mommy kalian tidak akan memaafkan kami.” Derry memandang dua bocah di kanan dan kirinya yang menggandeng tangannya dengan erat.


Sampai di lantai sepuluh, tempat dimana kantor Evelyn berada, ketiga orang itu tersenyum dan segera menuju ruangan Evelyn yang ada di sebelah kiri lift.


Di depan ruangan, Rosi berdiri dan menyapa dua anak bosnya. “Selamat sore Bryan, Berlian. Mommy kalian masih ada tamu. Kalian bisa menunggunya di ruang tunggu.”


“Baiklah. Ayo ayah kita duduk dan menunggu mommy keluar.” Seru Bryan menggeret Derry duduk di sofa tak jauh dari ruangan Evelyn.


Rosi tidak pernah melihat Derry Sebelumnya, tapi ia biasa melihat dua bocah itu bersama dengan laki-laki yang tidak sama dari waktu ke waktu saat mereka datang. Jadi saat melihat Derry ia biasa saja. Tetapi setelah mendengar panggilan yang diberikan kedua anak itu berikan pada laki-laki tampan dengan wajah asing dirinya menjadi penasaran.


Selama ini ia memang tidak mengetahui siapa suami atau ayah dari dua anak Evelyn, jadi saat mendengar Bryan memanggil Derry dengan panggilan ayah, ia menebak jika Derry pasti memiliki hubungan khusus dengan Evelyn dan dua anaknya. Tapi saat memperhatikan wajah Derry dengan seksama, ia sama sekali tidak menemukan sedikit pun kemiripan.


Rossi masih sibuk dalam pikirannya saat pintu ruangan Evelyn terbuka dan empat orang yang ada di dalam keluar satu persatu.


Sean dan Soni datang untuk mendiskusikan masalah yang terjadi di proyek dengan Evelyn dan Carlos. Setelah pembahasan yang serius, masalah segera dapat diatasi.


Bryan, Berlian dan Derry yang sudah menunggu Evelyn mendengar suara wanita yang tidak asing dan segera menghampiri. Bryan yang berteriak dengan heboh saat melihat mommynya ada di depan ruangan.


“Mommy lihatlah, ayah datang menemuimu. Ayah berkata jika ia sangat merindukanmu.” Bukan tidak sengaja Bryan berkata seperti dengan keras. Semua ini plot yang telah diatur nya dengan saudari kembarnya. Jika ditanya untuk tujuan apa, tentu saja untuk memantik emosi Sean.

__ADS_1


Benar saja, Sean yang mendengar putranya memanggil laki-laki lain dengan panggilan ayah segera emosi. Apalagi melihat saingan cintanya terlihat tampan dan dekat dengan kedua putranya. Pada saat ini ia merasa seperti diselingkuhi.


“Ev, apa kamu punya penjelasan untuk ini?” tanyanya sambil menatap tajam Evelyn yang ada di sampingnya.


“Ini...ini...” Evelyn tidak dapat mengatakan apapun. Ia bahkan merasa tatapan Sean seperti seorang suami yang menangkap basah istrinya yang selingkuh.


Melihat Evelyn yang tidak bisa berkata-kata, Sean segera menarik tangan wanita itu dan segera membawanya pergi dari sana. Masuk lift tanpa membiarkan satu orang pun ikut masuk. Derry dan Carlos yang hendak menyusul pun dihadang oleh Soni. Sekretaris itu akan selalu membela bosnya.


Sean menjepit Evelyn ke dinding begitu mereka masuk lift. Menatap tajam Evelyn yang sibuk melawan ingin dilepaskan.


“Siapa laki-laki itu Ev?” tanya Sean pada akhirnya.


“Lepaskan aku Sean. Itu bukan urusanmu.” Geram Evelyn hingga ia tidak berbicara formal pada laki-laki yang selalu menguji kesabaran nya itu.


“Tidak ada hubungannya dengan ku katamu? Heh!” Sean yang sedang dilanda emosi semakin kesal mendengar jawaban Evelyn.


Tiba di lantai satu Sean segera menarik Evelyn begitu pintu lift terbuka. Sedikit menyeret wanita cantik itu mengikutinya. Adegan itu disaksikan para karyawan yang sedang lalu lalang bersiap untuk pulang. Mereka melihat Sean dan Evelyn dengan penuh tanda tanya.


“Kamu mau membawa kemana Sean?”


“Kemana? Tentu saja pergi untuk menghukum mu.” Jawab Sean melirik Evelyn smirk.


“Kamu gila Sean! Aku bukan siapa-siapamu, jadi kualifikasi apa yang kamu miliki untuk menghukumku?” Teriak Evelyn pada akhirnya.


“Karena aku adalah ayah dari anak-anak yang telah memanggil laki-laki lain dengan sebutan ayah. Aku harus menghukum orang yang telah mengizinkan nya bertindak seberani itu.”


Sepanjang perjalanan, Evelyn terus meminta untuk diturunkan. Hukuman apapun yang dikatakan Sean itu pasti bukan hal yang baik untuknya.


“Dia adalah temanku. Sejak kecil Bryan dan Brily dekat dengannya. Dan mereka menjadikan Derry ayah angkat mereka. Itu bukan sesuatu yang salah.” Bela Evelyn. Dalam hal itu ia tidak menemukan sesuatu yang salah.


“Semuanya salah di mataku.” Mobil berhenti di sebuah rumah mewah dengan tiga lantai. Evelyn bahkan tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai. Wanita itu bahkan tidak memperhatikan jalan mana yang mereka lalui hingga sampai di sini.


Sean segera turun dan memaksa Evelyn untuk mengikutinya.

__ADS_1


“Dimana ini Sean?” Evelyn mengedarkan pandangannya. Rumah luas ini memiliki halaman yang sangat luas hingga bangunan utamanya tidak akan terlihat dari jalan di depan.


“Rumahku.” Jawab Sean sambil berusaha menarik Evelyn untuk mengikutinya.


Menyadari jika ia akan segera memasuki kandang macan, Evelyn segera meronta. Memukul lengan Sean yang menariknya.


Mendapat perlawanan dari Evelyn Sean menjadi tidak sabaran. Ia segera menggendong Evelyn dan dibawanya masuk ke dalam rumah besarnya.


Pak Burhan seperti biasa berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan tuannya. Saat melihat Sean keluar dengan membawa seorang wanita, laki-laki paruh baya itu merasa heran.


Namun sebanyak apapun pertanyaan yang ada di hatinya, ia hanya akan menyimpannya dengan rapi di dalam hati. Ia segera menyambut Sean seperti biasa.


Tanpa menghiraukan Evelyn yang terus meronta dan pak Burhan yang menyambutnya, Sean segera berjalan masuk dengan Evelyn yang ada di gendongannya. Membawa wanita itu masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Pak Burhan yang mengikutinya bahkan sampai terkejut saat pintu tertutup dengan keras.


Sean melempar Evelyn ke atas ranjang besarnya. Ia juga segera melempar dirinya di atas tubuh Evelyn yang terlentang di atas ranjang.


“Apa yang kamu lakukan Sean!” teriak Evelyn.


“Karena kau telah mengizinkan dua anakku memanggil orang lain ayah. Maka aku akan mengizinkanmu menggantinya dengan sepuluh anak yang lain.” Sean menatap tajam Evelyn yang berada di bawahnya.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😘


Akhirnya sampai part ini. Banyak yang bertanya tentang sinopsis novel ini. Nah, sampai juga kan 🥰


Sedikit pengumuman, mulai besok akoh up-nya malam EA karena akan banyak part 21 + mulai sekarang. Jadi demi kesejahteraan bersama akoh ganti jadwal up-nya. 😬


Semoga tetap setia sama cerita ini ya...🤩

__ADS_1


__ADS_2