
Hari senin adalah hari yang lumrah menjadi momok bagi sebagian orang. Begitu juga dengan Bryan yang sangat membenci hari Senin. Tapi ada yang berbeda hari Senin ini. Bryan seperti menjadi pribadi yang baru. Sejak pagi, Bryan sudah memasang senyum seratus watt miliknya dan juga penuh semangat. Beberapa kali Evelyn memandang putranya itu khawatir. Takut terjadi sesuatu yang tidak baik.
Pagi ini, sebelum Evelyn datang ke kamarnya untuk membangunkannya ia sudah bangun dan bahkan sudah memakai seragamnya dengan rapi. Evelyn sudah menjatuhkan rahangnya saat mendapati Bryan berdiri di hadapannya dengan senyum manis di bibirnya.
Dan saat di meja makan, bahkan lebih mengherankan lagi.
Bryan dengan semangat mengoleskan selai untuk Berlian dan Evelyn. Membuat Evelyn dan Berlian berpandangan melihat keadaan yang aneh pagi ini.
"Dad,apa daddy mau roti selai juga?" Tanya Bryan pada Sean yang sedang menyesap kopi hitam miliknya.
"Boleh." Sean mengangguk sambil tersenyum menatap putranya yang penuh semangat.
"Mau selai apa?" Tanya Bryan lagi dengan antusias. Di tangan kirinya ada selembar roti tawar. Dan di tangan kirinya ada pisau kecil yang siap digunakan untuk mengambil selai dari toplesnya.
"Blue berry. Jangan lupa dikasih susu kental manis." Balas Sean setelah memperhatikan toples-toples kecil berisi selai di tengah meja.
"Oke Dad." Bryan mengangguk dan mengoles selai sesuai permintaan Sean. Lengkap dengan susu kental manis yang dituangkan di atasnya. Kemudian menutupnya dengan selembar roti lagi sebelum diberikan pada Sean.
Berlian dan Evelyn melihat interaksi dua laki-laki itu dengan heran. Mereka bahkan hanya menggantung roti selai milik mereka di udara.
"Mom, Brily, kenapa tidak makan? Apa ada yang kurang?" Tanya Bryan menatap heran Berlian dan Evelyn bergantian saat melihat roti mereka hanya menggantung di udara.
"Tidak tidak. Kami akan makan." Evelyn segera berkata dan mendorong roti ke dalam mulutnya. Berlian juga mengangguk dan segera memakan rotinya.
Evelyn yang mengenal bagaimana Bryan memakan rotinya sambil berpikir keras. Ada apa dengan putranya hari ini?
"Bryan, hari ini tidak usah ke sekolah ya. Kita ke rumah sakit dulu." Evelyn akhirnya memutuskan untuk memeriksakan keadaan Bryan karena merasa khawatir pada putranya.
"Kenapa? Mommy sakit?" Tanya Bryan setelah menelan paksa roti di mulutnya dan meletakkan sisanya di atas piring.
"Kamu sakit sayang?" Tanya Sean yang juga khawatir. Pagi ini istrinya masih baik-baik saja. Bahkan mereka mengulangi olahraga malam mereka pagi ini. Sakit apa istrinya?
Berlian yang mendengar pertanyan Bryan dan Sean juga memandang Evelyn dengan khawatir.
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak sakit." Evelyn melambaikan tangannya. Ia merasa bersalah saat melihat ketiga orang itu memandangnya dengan khawatir.
"Lalu kenapa ke rumah sakit?"
"Sean, aku pikir kita perlu memeriksakan keadaan Bryan." Evelyn memandang Sean dengan serius.
"Aku tidak sakit mom, kenapa harus pergi periksa ke rumah sakit?" Bryan bertanya dengan heran.
"Lalu kenapa kamu sangat berbeda pagi ini? Biasanya bukankah kamu sangat membenci hari Senin. Perubahanmu ini membuat mommy takut." Jelas Evelyn.
"Mom, aku tidak sakit. Percayalah." Bryan meraih tangan Evelyn dan menggenggamnya erat.
"Lalu kenapa hari ini kamu berbeda? Mommy khawatir sayang." Evelyn mengulutkan tangannya yang tidak dipegang Bryan dan mengelus pipi lembut putranya.
"Itu karena aku ingin memiliki adik."
"Uhuk." Sean yang baru saja menyesap kopinya tersedak. Evelyn meliriknya sekilas sebelum kembali menatap putranya dengan penuh tanya.
"Aku tidak sengaja mendengar dari beberapa pelayan yang sedang bicara kemarin. Mereka berkata karena aku dan Brily masih kecil, kami masih belum pantas memiliki adik. Jadi aku pikir jika aku bisa lebih baik, aku akan segera mendapatkan adik." Jelas Bryan dengan ragu.
Bryan dan Berlian berpandangan sebentar sebelum keduanya mengangguk bersama.
"Mommy pikir mommy dan daddy ingin memghabiskan waktu bersama kalian dulu. Kita batu saja berkumpul bersama. Mommy pikir kalian masih butuh banyak waktu bersama kami."
"Itu benar mom. Tapi kami lebih ingin memiliki adik. Semua teman di sekolah sudah punya adik. Mereka berbicara bagaimana lucunya adik mereka." Berlian menatap mommynya penuh harap.
"Benar Mom." Bryan mengangguk mendukung ucapan saudarinya.
"Karena semua sudah setuju, daddy akan berjanji untuk berusaha bersungguh-sungguh untuk memberi kalian adik yang lucu dengan cepat." Sean berkata dengan semangat. Evelyn memutar bola matanya malas. Ia melirik Sean dengan malas.
"Benar dad. Daddy harus berusaha membuat mommy segera hamil." Teriak Bryan semangat.
Uhuk!
__ADS_1
Uhuk!
Uhuk!
Evelyn terbatuk setelah tersedak salivanya sendiri. Sean dengan panik menepuk pundak Evelyn untuk menghentikan batuknya.
***
Setelah drama saat Evelyn dan Sean mengantar Bryan dan Berlian ke sekolah, mereka tidak lagi mengantar anak-anak mereka lagi. Selain karena sibuk, Berlian dan Bryan juga melarangnya karena mereka tahu kesibukan kedua orang tuanya.
Evelyn juga lebih sering berangkat bersama sopirnya. Apalagi sedang ada masalah di kantor, jadi akan lebih nyaman jika membawa mobil sendiri. Bukan karena di kantor tidak ada sopir ataupun mobil, tetapi karena mobil pribadi keluarga Maxim sudah dimodifikasi tahan peluru dan sudah dilengkapi fitur pintar yang membuat mobil bisa bergerak sendiri untuk menghindari kecelakaan. Sopir yang bertugas juga sudah terlatih dan dapat dipercaya. Jadi Maxim bisa merasa tenang membiarkan Evelyn pergi ke kantor tanpa banyak pengawal.
Saat ini Evelyn baru selesai dengan meetingnya dengan kliennya bersama dengan Carlos dan Rosi. Mereka duduk sambil membahas hasil dari meeting yang baru saja selesai. Evelyn mengeluarkan laptopnya. Ia ingin menunjukkan rencananya pada Carlos dan Rosi untuk meminta pendapat keduanya.
"Itu ide yang bagus nona. Kita bisa mengadakan Event untuk memperkenalkan produk kita. Disana nanti kita bisa mengadakan demo tentang keunggulan dan manfaat produk ini dari yang imitasi." Rosi berkata dengan semangat.
Saat liburan kemarin, Evelyn menemukan ide untuk memasarkan produknya langsung ke masyarakat melihat bagaimana aktifitas para keluarga di teman hiburan. Di taman banyak keluarga yang piknik dengan makanan dan minuman tentu saja. Dan tempat makan dan minum yang mereka gunakan haruslah seefisien mungkin. Dan ini sesuai dengan tumbler yang diproduksi perusahaannya.
Jadi muncullah ide bahwa bukan hanya tumbler saja yang akan mereka produksi, tetapi juga temlat makan yang lebih unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Aku juga setuju. Kita bisa bicarakan ini dengan dewan direksi untuk memutuskannya nanti." Carlos mengepalkan tangan kanannya dan memukulkannya ke telapak tangan kiri. Kini semangatnya kembali berkobar.
"Baik. Kita kembali ke kantor dan atur semuanya. Usahakan besok rencana ini sudah harus disetujui agar dapat segera dikerjakan bagian desain." Evelyn menutup filenya dan keluar di tampilan dasar layar laptonya yang baru kemarin malam ia ganti.
Tanpa sadar tangan Evelyn menyentuh layar yang menampilkan fotonya bersama Sean dan kedua anak mereka saat liburan kemarin.
Gerakan Evelyn ini diperhatikan Rosi dan Carlos yang kemudian saling menatap sebelum tersenyum penuh maksud.
*
*
*
__ADS_1
Apa ya maksud yang dimiliki Rosi dan Carlos?
Semoga saja bukan maksud yang buruk😊