Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_23. Bertemu Sean


__ADS_3

Evelyn sudah sampai di kantor tempat mereka akan bertemu dengan calon partner mereka. Rose dan Carlos juga ada bersamanya. Sebagai sekretaris dan juga asisten pribadi, secara otomatis mereka akan mengikuti kemanapun Evelyn pergi.


Ketiga orang duduk dengan tenang di dalam ruangan rapat setelah mereka diantar masuk ke dalam ruangan tersebut. Ketiganya duduk sambil membicarakan masalah pekerjaan sebelum orang yang mereka ingin temui datang.


Hanya sepuluh menit menunggu, pintu ruangan segera terbuka. Dua orang laki-laki tampan masuk ke dalam ruangan. Keduanya berjalan masuk dengan santai. Namun seorang diantaranya tersenyum penuh arti saat melihat Evelyn yang kini menjadi tegang.


Sean, duduk di seberang Evelyn dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Senyum yang membuat Soni bergidik ngeri karena sudah lama tidak melihat senyum mahal bosnya itu.


Di seberangnya, Evelyn duduk dengan tidak tenang. Ia jelas mengenali siapa yang duduk di seberangnya saat ini.


Laki-laki yang sama yang datang di hidupnya enam tahun yang lalu. Laki-laki yang telah merenggut kehormatannya. Laki-laki yang menitipkan benihnya di rahimnya. Laki-laki yang merupakan ayah biologis kedua putra putrinya.


Carlos segera membuka pembicaraan saat melihat wajah Evelyn yang tiba-tiba berubah drastis. Ia mengambil alih tugas Evelyn untuk menjelaskan isi kontrak yang mereka ajukan.


Suasana ruangan menjadi serius saat Carlos memulai penjelasannya. Semua larut dalam suasana. Tetapi dua orang diantaranya sepertinya tidak berada di sana saat ini.


Baik Evelyn maupun Sean berada dalam dunia mereka masing-masing. Evelyn yang sibuk mencari celah untuk berlari atau setidaknya mengelak. Dan Sean yang akhirnya dapat tersenyum dengan senang setelah menemukan Evelyn setelah sekian lama pencariannya tidak membuahkan hasil.


“Apa pihak kalian sudah gila? Tujuh puluh persen ini terlalu banyak.” Soni merasa geram dengan isi kontrak yang mereka ajukan. Jika seperti cara pembagiannya, pihak mereka hanya akan bekerja tanpa menerima upah. Ini tidak masuk akal.


“Pihak kami sudah memperhitungkan semuanya. Dan ini adalah harga yang sesuai. Dalam proyek ini, tim kami yang akan bekerja lebih banyak. Jadi sudah sepantasnya kami mendapatkan laba yang lebih besar.” Carlos sudah lama berkecimpung dalam bisnis ini. Ia sudah ahli dan terlatih untuk masalah seperti sekarang.


“Tapi ini keterlaluan. Apa kalian berniat untuk merendahkan kami?!” Soni semakin geram.


Carlos rupanya tidak mengindahkan protes Soni. Lagipula di sini bosnya adalah Sean, dan laki-laki itu belum memberikan pendapatnya. “Bagaimana menurut anda tuan Sean?” Carlos bertanya pada Sean yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangannya pada Evelyn yang semakin berwajah pucat.


“Tidak masalah. Lakukan saja seperti yang ada di kontrak.” Jawab Sean enteng tanpa mengalihkan pandangannya.


“Tuan Sean apa anda tidak terburu-buru? Ini tubuh puluh persen. Apakah anda yakin?”


“Lalu apa? Bukankah hanya tujuh puluh persen. Itu tidak akan menjadi masalah.” Sean masih menikmati pemandangan di depannya.

__ADS_1


“Tuan Sean, jika pembagian seperti ini kita tidak akan mendapatkan untung apapun.” Sean tidak menanggapi. Ia hanya tersenyum tipis tanpa peduli.


“Cih!” Soni bersedih saat melihat fokus Sean pada Evelyn. Ia memang mengakui jika wanita yang sedang Sean perhatikan adalah seorang wanita yang sangat cantik, tapi seharusnya ini tidak cukup untuk membuat Sean menjadi gila. Ia harus melakukan sesuatu. Semua ini salah.


“Nona Evelyn, bagaimana menurut Anda?” Soni kini memusatkan pandangannya pada Evelyn yang sejak tadi hanya diam sebagai penonton. Bahkan di sini terlihat seperti Evelyn lah yang merupakan sekretaris dan bukan lah bosnya.


“Saya mau seperti yang ada di dalam kontrak yang saya ajukan.” Jawab Evelyn setelah ia memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya. Suaranya sedikit bergetar karena gugup.


“Nona Evelyn, ini semua tidak masuk akal. Apakah anda berniat untuk merampok kami?” mendengar tuduhan Soni, Sean segera emosi.


“Diam! Lakukan seperti apa yang mereka mau. Segera atur untuk menandatangani kontrak.” Sean mengalihkan pandangannya pada Soni dan berkata dingin pada sekretaris nya itu.


Mendengar persetujuan yang diberikan Sean, baik Carlos maupun Rose sedikit tidak percaya. Laki-laki itu bahkan tidak mendebat sedikit pun. Apakah ini masih seorang Sean Kingston yang terkenal dingin dan kejam seperti rumor yang beredar?


Tapi apapun yang menjadi alasannya tidak akan menjadi masalah. Yang paling penting adalah bahwa misi mereka tercapai dan tantangan yang diterima Evelyn dapat terlaksana dengan baik tanpa usaha yang berarti.


“Tapi Tuan...”


Akhirnya, mereka menandatangani kontrak seperti apa yang diajukan oleh Evelyn. Setelah penandatanganan selesai, mereka pun pamit untuk kembali ke kantor mereka.


Evelyn berjalan keluar bersama dengan Carlos dan Rose di bawah pengawasan Sean di setiap langkah nya.


“Nona anda terlihat pucat.” Ucap Rose saat mereka baru saja keluar dari ruang rapat.


“Tidak apa. Mungkin karena aku sudah lapar.” Jawab Evelyn bohong.


“Baiklah. Aku akan segera reservasi restoran yang ada di sekitar sini.” Rose segera melakukan tugasnya dengan baik.


“Aku akan ke toilet sebentar. Kalian tunggu saja di sini.” Ucap Evelyn sambil berjalan menjauh. Rose dan Carlos menunggu Evelyn seperti apa yang wanita itu katakan.


Evelyn masuk ke dalam kamar mandi wanita. Membasuh wajahnya yang memucat. Dadanya terasa sesak setelah kejadian tidak terduga tadi. Melihat ekspresi Sean sepertinya laki-laki itu mengenalinya.

__ADS_1


Kejadian ini sungguh tidak terduga. Sebelumnya ia berniat untuk menghindari orang-orang dari masa lalunya. Siapa yang menyangka bahwa ia malah bertemu dengan orang yang paling ia ingin hindari.


“Evy tenang kan dirimu. Kaku apa jika ia mengenalimu. Itu hanya sebuah kecelakaan yang tidak disengaja. Dan ia juga tidak mungkin akan mengingat kejadian itu.” Ucap Evelyn sambil mencengkeram tepi wastafel.


Setelah perasaan nya sedikit tenang, Evelyn kembali memperbaiki penampilannya. Menyapukan bedak dan mengoleskan lipstik di bibirnya. Setelah semua itu ia siap untuk keluar. Kembali menghadapi dunia.


“Ah!” Evelyn memekik keras saat tubuhnya kembali di dorong masuk. Ia meronta saat tubuhnya dipaksa untuk bersandar di dinding.


“Apa kabar nona Evelyn?” Sean, laki-laki tampan itu mendesak Evelyn di dinding. Evelyn panik. "Apa aku harus memanggilmu Sandra Tania Winata?" Sean berbisik tepat di telinga Evelyn. Rona merah menjalar di seluruh wajah Evelyn saat napas hangat Sean menerpa kulit nya.


“Apa yang anda lakukan tuan Sean? Lepaskan saya.” Ucap Evelyn memberanikan diri.


“Kenapa bertindak seperti orang asing jika kita sudah saling mengenal Sebelumnya?” Sean menatap wajah merah Evelyn dengan senang. Wanita ini terlihat semakin cantik saja.


“Jangan kurang ajar tuan Sean. Di masa lalu kita sama-sama tahu apa yang terjadi. Anda telah merugikan saya.”


“Bukankah kamu juga sangat menikmatinya saat itu?”


“Jangan bicara sembarangan. Lepaskan aku. Sekretaris dan asistenku di luar. Mereka akan segera masuk ketika mendengarku berteriak.” Ancam Evelyn.


“Coba saja. Tapi aku sarankan untuk tidak mencobanya atau kamu akan kehabisan tenaga. Lagipula Mereka tidak ada di sana lagi.” Evelyn menatap Sean dengan marah.


“Jangan tunjukkan wajahmu yang seperti itu padaku. Kamu tenang saja. Mereka tidak kenapa-kenapa. Aku sudah memastikan mereka mendapat pelayanan yang baik di sini sementara aku melayanimu dengan baik pula.” Sean semakin berani. Ia memasukkan tangannya ke dalam baju kerja Evelyn.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😘

__ADS_1


Karena cerita ini genrenya mafia, jadi mohon abaikan norma agama dan tata krama dalam cerita ini 🙏


__ADS_2