
Sesuai dengan rencana, mereka semua bergabung ga dalam satu meja. Namun hingga acara dimulai kedua anak dari Norman tidak ada yang muncul untuk bergabung. Lalu Alisya, istri Norman menerima pesan dari putranya bahwa ia adanya adik perempuannya bertemu dengan temannya dan memutuskan untuk duduk bersama.
Alisya segera memberitahu Norman agar Norman bisa berbicara atas nama anak-anaknya untuk meminta maaf.
"Tidak apa-apa tuan Norman. Tidak perlu segan. Baik bagi para generasi muda untuk saling mengenal." Sean berbicara. Evelyn mengangguk setuju.
Acara dibuka dengan cukup meriah. Setelah itu hanya sambutan-sambutan panjang dari para pebisnis.
Sementara orang-orang ini sibuk membicarakan bisnis mereka, Berlian sibuk dengan urusannya sendiri.
Berlian tidak setuju untuk ikut datang ke acara yang membosankan ini begitu saja. Alasan sebenarnya adalah karena ia memiliki misi tersembunyi untuk memeriksa seseorang.
Sean mengajaknya untuk ikut serta di acara pesta sejak satu minggu yang lalu, tetapi Berlian langsung menolak saat itu. Ia benar-benar tidak menyukai acara yang terlalu formal. Itu membosankan. Tetapi tepat pagi hari sebelum acara pada malam harinya, ia menerima informasi mengenai salah satu pebisnis yang telah menjalankan bisnisnya dengan cara yang curang. Tidak hanya itu, perusahaan itu dicurigai telah melakukan bisnis ilegal dengan menjual obat-obatan yang telah dilarang untuk diperjualbelikan.
Dan ada dugaan bahwa pertemuan Bisnis kali ini akan digunakan untuk kepentingan mereka bertransaksi secara tersembunyi.
Ini benar-benar kesempatan yang langka!
**
Satu tahun belakangan pemerintah telah melakukan banyak hal untuk menangani masalah ini. Tetapi mereka terlalu bertindak dengan halus. Tidak meninggalkan celah yang bisa digali.
Pada akhirnya, sekitar bulan lalu, pemerintah melalui kepolisian menemukan kontak yang bisa menghubungkannya dengan deep line. Dan dengan imbalan yang memuaskan, Deep Line resmi menerima tugas dan mulai mencari informasi.
Dan karena kasus yang telah diterima secara kebetulan ada di Indonesia, dan ternyata juga berada di lingkup ruang Berlian berada, mereka memutuskan untuk memberikan kasus ini pada anggota termudah mereka. Dengan pengawasan dan bantuan dari mereka semua tentu saja.
Pada saat ini, pandangan mata Berlian telah terfokus pada sekelompok pria dan wanita yang duduk di meja cukup jauh darinya. Berlian menundukkan tubuhnya seperti gerakan membenarkan tali sepatunya. Tapi tidak ada yang menyangka bahwa ia telah melepaskan alat canggihnya berbentuk lalat kecil yang ia kendalikan dengan ponselnya. Menuju target.
Tentu saja setelah itu, Berlian tenggelam di dalam dunianya sendiri saat semua orang dewasa di sekitarnya sedang sibuk dengan urusan mereka yang membosankan.
"Sayang, Berbaur lah dengan yang lain. Mungkin kamu akan menemukan teman satu sekolahmu di sini." Suara Evelyn terdengar tepat setelah lalat buatan Berlian kembali kepada pemiliknya setelah melakukan tugasnya dengan baik.
__ADS_1
"Baik mom." Berlian mengangguk.
"Apa perlu om panggilkan putri om untuk menemanimu?" Norman tidak rela berpisah dengan Berlian. Tetapi dia sadar bahwa Berlian mungkin tidak terlalu cocok berkumpul dengan mereka yang sudah tua itu.
"Tidak perlu om. Terima kasih atas niat baik Om Norman." Berlian tersenyum. Ia sangat tersentuh pada perhatian yang Norman berikan padanya.
"Hati-hati. Tidak semua orang memiliki niat yang baik. Kamu harus pandai melihat mereka." Berlian mengangguk paham.
Sejak kecil tinggal di lingkungan bisnis. Tentu saja ia tahu betapa hitam dan kejamnya dunia bisnis ini. Meskipun ada senyum ramah yang terukir di bibir seseorang, tidak ada yang bisa menjamin bahwa itu memang benar senyum ramah yang diberikan. Kebanyakan dari mereka justru adalah sebuah senyum kamuflase untuk menyamarkan niat asli mereka.
Berlian berjalan pergi untuk menemukan tempat yang bisa menyembunyikan dirinya dari orang-orang yang mungkin akan mengganggunya. Saat ini, ia masih harus bertindak. Butir yang dia dapatkan belum lengkap. Apalagi dari yang ia dengar, di pelabuhan tersembunyi tengah malam nanti, akan diadakan transaksi obat-obatan terlarang ini. Informasi ini harus segera ia teruskan agar dapat segera dapat ditangani.
Sebuah tempat yang agak sepi ditemukan. Itu adalah di sebuah kursi yang ada di sudut ruangan besar itu. Biasanya tempat itu dijadikan tempat menunggu bagi pembawa acara. Tetapi acara saat ini tidak membutuhkan seorang pembawa acara, jadi tempat ini kosong saat ini. Dan menjadi tempat yang paling tepat untuk Berlian yang tidak mengharapkan pengganggu.
Berlian mengaktifkan akun weibo nya dan menyampaikan informasi yang didapatnya tanpa basa basi.
Mari Berbicara : [Benar-benar kacau. Mereka bertindak terlalu rapi.]
Star Menari : [Aku akan menggerakkan anak buah kita untuk menggagalkan transaksi bernilai milyaran ini dan menangkap semua yang terlibat.]
Mari Berbicara : [Aku tahu. Tapi, menggagalkan transaksi ini sangatlah penting kali ini. Masalah akarnya, bisa dicabut saat daun-daunnya perlahan-lahan dicabut dari batangnya.]
Diamond : [Baik. Aku mengerti.]
Berlian menghela napas panjang. Saat itu, lalat buatannya yang lain juga baru saja kembali. Lalat itu dia lepaskan untuk mencari detail tentang semua Yang hadir dalam acara tersebut.
Baru saja Berlian hendak memeriksa hasil yang didapat dari ajak buah kecilnya yang pintar, ia mendengar keributan tidak jauh dari sana.
Dia merasa, sesuatu yang tidak baik sedang terjadi.
Itu tidak jauh dari tempat duduknya. Jadi Berlian dapat datang tepat waktu. Firasat Berlian terbukti benar. Di depannya, ia melihat seorang gadis muda yang sepertinya seusia dengannya menangis terisak di lantai. Sedangkan di depannya, berdiri dengan angkuh seorang pria yang berkata kepada pinggang mengejek gadis yang menangis itu.
__ADS_1
"Kakak! Kenapa kakak tega melakukan itu padaku?" Rupanya, hubungan antara keduanya adlaah kakak beradik. Pantas saja wajah keduanya hampir mirip satu sama lainnya.
"Itu salahmu sendiri. Aku adalah satu-satunya kakakmu. Aku tidak ingin lagi kamu mengulang kesalahan dengan menyebutnya di depanku!"
Itu adalah sisi di belakang panggung. Jadi tidak ada yang terpengaruh dengan kejadian ini. Inilah mengapa sang kakak dapat dengan leluasa menekan sang adik.
"Apa ini tindakan seorang kakak terhadap adiknya?" Berlian maju dia membantu gadis itu berdiri. Namun begitu gadis itu berdiri, baru diketahui jika kaki gadis itu bermasalah. Keduanya memiliki panjang yang tidak sama!
Karena hal inilah gadis itu mengalami masalah di dalam hidupnya. Di keluarganya, hanya papa dan kakak sulungnya yang peduli. Sedangkan ibu dan kakaknya yang lain selalu menindaklanjuti dan menjelekkannya. Keduanya memandangnya sebagai sebuah aib yang akan mereka singkirkan bagaimana caranya.
"Kamu tidak perlu ikut campur!" Pria itu marah. Ia menunjuk telunjuk tangannya dengan tajam ke arah Gadis itu.
"Bukannya aku ingin ikut campur. Tetapi aku tidak mungkin membiarkan ketidakadilan terjadi di depan mataku." Berlian menjawab dengan tak kalah dingin. Ia menatap pria di depannya dengan penuh dominasi.
"Bersyukurlah karena kamu adalah seorang gadis! Jika tidak, aku tidak akan segan lagi." Pria muda itu mendengus sebelum berbalik dan pergi.
"Apa kamu baik-baik saja?" Gadis itu bertanya dengan khawatir. Ia melihat Berlian dari atas ke bawah dan berakhir dengan tersenyum.
"Yah. Tidak ada yang buruk."
"Terima kasih atas bantuanmu. Aku juga meminta maaf atas nama kakakku." Ucap gadis itu tulus.
"Kamu tidak melakukan kesalahan. Tidak perlu meminta maaf."
"Baiklah. Ngomong-ngomong, aku Reina. Kalau boleh tahu, siapa namamu? Dan dari keluarga mana? Aku akan meminta padaku untuk membalas budi untukku."
"Aku Berlian. Tapi tidak perlu untuk membalas budi. Permisi." Berlian berbalik pergi. Meskipun ia tahu niatnya baik, tetapi Berlian tidak menyukainya. Tidak semua kebaikan perlu dibalas secara instan.
Kadang, itu akan cukup dengan ucapan terima kasih yang tulus.
*
__ADS_1
*
Terima kasih sudah mampir ~>(*,*)<~