BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Takut


__ADS_3

Di tempat lain Kimy dan Gilang sedang asyik dugem sama teman-temannya. Lelaki itu terus menempel pada kekasihnya. Dia terus merangkul pinggang ramping Kimy. Karena dia merasa semua mata lelaki di situ menatap wanitanya.


Bagaimana tidak Kimy yang datang dengan mini dress berlengan pendek, dengan model bagian bawah yang mengembang itu justru menampilkan keseksiannya. Lekuk tubuhnya begitu indah bagi yang memandangnya, di tambah paras muka yang cantik dan heels 12 cm yang dia pakai membuat gadis itu terlihat menonjol.


Kimy malam itu ikut acaranya Gilang, di mana semuanya adalah lelaki yang sudah Kimy kenal yaitu Rizal, Nando dan asisten sekaligus sahabatnya Gilang, Septian.


" Wuuzz suit..suit.. Liat cewek tu sexy bro.." goda Rizal pada cewek yang lewat di hadapan mereka.


" Lu tebak deh, berapa ukuran BH nya?.." Jawab Nando.


" 38 atau 40 lah.." Jawab Septian asal.


" Busyeeett gede amat, itu ***** apa buah semangka?...Jawab Nando terbahak.


Mereka bertiga tergelak sambil menilai satu persatu wanita yang melintas di depan mereka. Lain halnya dengan ketiga lelaki itu, Gilang justru mengacuhkan teman-temannya dan fokus hanya menggoda sang kekasih.


Gilang duduk sambil memeluk pinggang Kimy dari belakang dan terus-terusan memberi sentuhan fisik kekasihnya. Gilang menciumi rambut kekasihnya yang panjang, meniup-niup pelan daun telinganya, dan mencium punggung tangannya yang semakin membuat Kimy frustasi.


Bagaimana tidak, sikap sang kekasih itu selalu berhasil membuat bulu kuduknya merinding. Perlakuan seperti itu sudah biasa Kimy dapatkan dari sang kekasih, walau di tempat umum Gilang selalu memperlakukanya seperti itu. Temen-temennya Gilang sudah hafal kalau di depan sang kekasih, Gilang seperti mati kutu dan selalu hanya fokus pada Kimy.


" Sayang iihh.. geli tau.." Rajuk Kimy pada kekasihnya.


" Pingin yank..." Jawab Gilang dengan suara serak nempel di telinganya.


" Ngaco deeh.."


" Liat nih, udah tegang yank.." Jawab Gilang sambil mengarahkan tangan Kimy ke senjatanya yang terbungkus celana jeans. Kimy menatap Gilang dan membelai rahang kekasihnya itu, Gilang hanya menutup matanya merasakan perlakuan manis yang kekasih.


" Gak sekarang okee.." Kata Kimy sambil terus membelai sang kekasih yang di cintainya itu. Gilang menganggukan kepalanya dan mencium kening Kimy mesra.


Sungguh pemandangan yang menyesakkan bagi jomblo yang melihat kemesraan kedua pasangan itu. Siapa lagi kalau bukan Septian dan Nando, teman Gilang yang jomblo hanya bisa menelan ludah.

__ADS_1


" Lu pesen privat room sana.." Kata Nando sambil melempar fries pada Gilang.


" Sialan lu, Kalau lu mupeng cari aja jalang yang bisa lu ajak ngeroom.." balas Gilang. Sambil sengaja mencium pipi Kimy.


" Ogah ntar gue kena penyakit kelamin.." Jawab Nando. Septian menjejalkan fries pada mulut Nando biar gak banyak omong batin Septian.


" Lu sih masih perjaka, kalau udah tau rasanya ntar ketagihan minta mulu.." Sela Rizal yang terkenal playboy di antara mereka.


" Itu sih Lu zal.." Balas Gilang.


" Lu zal, anak orang abis lu obok-obok lu tinggalin. Kena kutuk tau rasa lu.." Jawab Nando.


" Gue mana bisa betah sama satu lubang.." Jawab Rizal santai. Di balas pukulan ringan oleh Nando dan Septian.


" Minta Kimy cariin temen buat lu pacarin ndo.." Kata Rizal.


" Ogah banget gue nyariin, emang gue biro jodoh. Lagian sapa yang mau sama cowok model lu, anak mami gitu.." Jawab Kimy. Memang Kimy terkenal judes kalau ngomong, teman-teman Gilang tau itu. Makanya mereka gak pernah ajak Gilang aneh-aneh takut di labrak sama Kimy.


" Sayang sih suka bener kalau ngomong.." Gilang kembali menggoda Nando. Mereka terbahak bersama dan menikmati alunan musik malam itu.


Lelaki yang dua kali Kimy temui secara tidak sengaja. Begitu juga malam ini, tanpa sadar Kimy membuka pintu privat room yang Tristan sewa untuk menuntaskan hasratnya pada jalang di club itu.


Kimy malam ini memang minum-minuman beralkohol, jadi agak sedikit mabuk. Dia pusing, mual dan lari ke kamar mandi. Tapi entah bagaimana ceritanya, dia malah salah masuk ke ruang privat room dan melihat pemandangan yang menjijikan itu.


Dia masih beradu pandang dengan lelaki tampan minim expresi itu, sedangkan si wanita masih terus melanjutkan aktivitasnya di bawah sana. Setelah Kimy sadar, dia langsung menutup lagi pintu itu. Kimy berjalan ke sudut lorong dan mencoba mengatur nafas dan pandanganya karena melihat hal tak senonoh.


Kimy memegangi dahinya yang terasa pusing sedangkan tangannya berpangku pada tembok di sampingnya. Dia menyesal tak mendengarkan omongan Gilang yang mau mengantarnya ke kamar kecil.


Beberapa saat dia merasa sudah tenang. Kimy berbalik arah untuk melanjutkan niatnya ke kamar mandi. Namun apa yang terjadi saat dia berbalik, dia menabrak seorang lelaki dengan dada bidang membuat tubuh Kimy terhuyung hampir jatuh. Beruntung si lelaki dengan cepat menarik Kimy ke dalam pelukannya.


Dalam pelukan lelaki itu Kimy mencium bau parfum maskulin yang sangat asing baginya. Kimy mendongakkan kepalanya melihat lelaki itu.

__ADS_1


" luu!!!!.." Kimy terpekik melihat lelaki yang sangat ingin dia hindari. Lelaki si minim expresi. Kimy menjauhkan tubuhnya dari Tristan.


" Mau apa lu di sini?.." Tanya Kimy.


Tidak ada jawaban dari Tristan, hanya tatapan tajam yang Kimy dapatkan. Sungguh horor batin Kimy.


" Maaf tadi gue gak sengaja. Jadi biarin gue pergi.."


Belom ada jawaban dari lelaki itu. Kimy semakin merinding di buatnya. Kimy punya inisiatif melarikan diri. Dia berfikir cara supaya lolos dari setan berwajah tampan di depannya ini.


" Sayang!!!.." Kimy berteriak dengan expresi kaget melihat ke arah belakang punggung Tristan, dengan cepat wanita itu berlari meninggalkan Tristan.


Tristan berbalik ke arah wanita cantik yang sedang berlari menjauhinya. Lelaki itu tersenyum tipis sekilas, lalu dalam hitungan detik dia kembali dengan muka datarnya.


Tristan duduk dengan dua wanita di samping kanan dan kirinya. Lelaki itu mengacuhkan dua wanita yang sedang bergelayut manja di lengannya. Lelaki itu menatap tajam seorang wanita yang berjoget dan bergelayut manja di pelukan seorang lelaki di tempat hiburan malam itu.


Tristan terus menatap tajam ke arah wanita itu, hingga wanita yang sedang berjoget sambil memeluk kekasihnya itu menyadari tatapan Tristan padanya.


Kedua manusia itu saling memandang. Bagi Kimy lelaki yang di lihatnya itu sangat menakutkan. Beberapa kali bertemu dia selalu mendapat tatapan menakutkan darinya.


" Sayang..." Kimy berbisik di telinga Gilang.


" Aku takut..." Katanya lagi, membuat Gilang seketika memandang wajah kekasihnya itu.


" Ada apa?.." Jawab Gilang sambil membelai wajah Kimy.


" Aku mau pulang.."


" Kenapa, apa ada yang ganggu kamu yank?.."


" Pokoknya aku mau pulang.." Katanya lagi yang di jawab anggukan oleh Gilang.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2