BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Kiriman bunga


__ADS_3

Kimy sampai di kantor manajemennya setelah dari bandara mengantar sang kekasih. Gadis itu terlihat lesu tak bersemangat. Dia masuk kekantor dan melihat Mita sahabat seprofesinya.


" Kim lesu amat muka lu. Baru sejam di tinggal Gilang udah kek gitu muka lu.." Goda Mita padanya.


" Sialan lu, gue sumpahin lu nanti bucin abis sama cowok lu.." Balas Kimy pada sahabatnya yang jomblo itu.


" Hey... Lu lupa gue jomblooo girlss.." Balasnya.


" Sapa tau lu habis gini punya gebetan.."


" Gue maunya yang kayak Gilang ganteng dan tajirnya.." Jawab Mita dengan menaik-turunkan alisnya.


" Sialan lu, dari dulu lu ga habis-habisnya ngefans ma cowok gue.." Kimy meninju pelan lengan Mita.


" hahaha.. Bilang aja pokoknya kalau lu udah bosen ama Gilang, gue siap nampung.." goda Mita.


" Gue sampe mati gak akan bosen sama Gilang.."


" Haha.. iya ih serius amat sih lu, darting lu ntar.." Jawab Mita dengan tawa lebarnya.


" Permisi mbak Kimy.." Office boy datang menghampiri mereka dengan membawa seikat bunga mawar merah.


" Apa mas?.. Jawab Kimy singkat.


" Ada bunga buat mbak Kimy.." Kata Ob itu membuat Kimy dan Mita saling melempar pandangan.


" Buat gue?.." Tanya Kimy menunjuk diri sendiri pasalnya heran siapa yang kirim bunga. Gilang lagi ke luar negri, biasanya dia yang kasih, tapi tanpa perantara, lalu ini siapa batin Kimy.


" Iya mbak, tadi ada kurir yang anter.." Ob itu memberikan mawar itu padanya.


Kimy mencium mawar merah itu, harum banget batinnya. Dia melihat dan mengacak mawar itu mencari kertas ucapan dari pengirim rahasianya.


" Ini dia.." Katanya pelan setelah menemukan kertas kecil menyelip diantara bunga itu. Mita yang menatap heran Kimy mulai menghampiri dan mengintip tulisan yang sedang Kimy baca.


Dear Kimy,


Mawar merah yang indah untuk wanita cantik.


❤❤❤


have a nice day


Tristan


Mata Kimy membulat sempurna membaca tulisan itu, terlebih dia tau dari siapa bunga yang di terimanya.


Tristan si lelaki minim expresi, lelaki yang menatapnya tajam, lelaki yang tak pernah mengajaknya bicara sekalipun. Gila ini bener-bener gila batinnya. Kimy menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Tristan! Siapa tristan?.." Suara Mita mengagetkan Kimy. Kimy yang baru sadar memberikan bunga dan kertas kecil itu pada Mita, meletakan di ganggaman tangan Mita lalu pergi meninggalkan sahabatnya itu.

__ADS_1


Mita masih bengong dengan tingkah Kimy, dia baru menyadari Kimy sudah pergi setelah beberapa saat.


" Sial, Kim.. Kimy.." Mita berlari mengejar sahabatnya itu.


" Kim, ngapain bunga ini lu kasih ke gue. Siapa Tristan itu?..." Semua mata tertuju pada Mita yang berlari sambil berbicara keras itu.


Kimy yang mendengarnya pun langsung berhenti dan menutup matanya jengah. Mita bodoh ngapain pake teriak-teriak segala batinnya.


" Kim, ini apa?... Katanya pelan setelah sampai di sebelah Kimy, namun sadar jadi pusat perhatian orang-orang.


" Wow.. wow... Pagi-pagi udah dapet bunga aja nih.." Kata Rio salah satu artis di manajemen itu. Lelaki itu merebut bunga dari tangan Mita. Dia juga mengambil kertas yang Mita pegang.


Dear Kimy,


Mawar merah yang indah untuk wanita cantik.


❤❤❤


have a nice day


Tristan


Rio membaca kertas itu dengan lantang dan di saksikan seluruh orang yang ada di situ. "Tristan, tristan siapa? jangan-jangan..." Bisikan suara-suara sumbang Kimy dengar dari orang-orang itu.


" Tristan? gue kira dari Gilang.." Kata Rio sambil mengembalikan bunga itu pada Mita. Mita dan Kimy hanya saling melempar pandang tanpa bicara apapun.


Gosip Kimy mendapat Kiriman bunga dari lelaki bernama Tristan sudah jadi bahan gosip di kantor itu.


" Sory Kim, tadi gue gak sadar kalau ada banyak orang di situ.." Hibur Mita menyesal. Mereka berdua berada di dalam mobil Kimy yang terparkir di basement kantor manajemen yang menaungi mereka.


" Udahlah.. bukan salah lu. Salah orang itu aja ngapain pake ngirim bunga ke gue.."


" Siapa sih dia Kim?.." balas Mita.


" Orang gila gak penting.."


" Fans lu?.." Mita penasaran.


" Mending fans gue Mit, ini cowok aneh banget. Dia itu manusia super aneh yang pernah gue temuin. Sekalipun gue gak pernah di sapa sama dia, tiba-tiba aja dia kirimin gue bunga, aneh kan?.."


" Kalau Gilang denger Kim..." Mita menghentikan ucapanya takut kalau Kimy makin kepikiran.


" Jangan sampai denger dia denger.." Jawab Kimy pelan. Di jawab anggukan oleh Mita.


*************


Di tempat lain Sinta mendapat laporan dari orang suruhannya. Perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu terlihat serius menatap orang suruhanya.


" Apa?..." Sinta terkejut.

__ADS_1


" Iya Nyonya dia adik dari Laura Caisa Abraham, Keluarga konglomerat yang ada di Paris.."


" Nona Laura juga mengelola anak perusahaan yang ada di Paris dan Indonesia.." Lanjut lelaki itu.


" Mana mungkin.." Jawab Sinta sambil memegangi kepalanya.


" Aku yakin dia anak perempuan itu? walaupun wajahnya sudah tampak berbeda.." Lanjutnya.


" Selidiki terus dia, Laporkan segala hal yang mencurigakan tentang lelaki itu.."


" Baik Nyonya.."


Aku tidak akan menyerah, aku yakin itu kau anak kecil. Aku ingin tahu, sampai mana kau bisa bersembunyi dariku, batin Sinta sambil menyeringai.


Sejak hari di mana Kimy menerima bunga dari Tristan, 3 hari berikutnya dia terus mendapatkan kiriman bunga darinya. Gosip di kantor manajemen artis itu semakin merebak. Mereka masih menebak-nebak siapa sosok Tristan yang setiap hari mengirimi bunga artis cantik itu.


Pagi itu Johanes bos Kimy pemilik dari manajemen artis itu bertemu dengan Kimy di Loby kantor. Johanes sebagai bos tahu betul seluk beluk para artis dan model bimbingannya yang di terpa gosip di kantor.


" Pagi, Bos Jo.." Sapa Kimy.


" Pagi Kim. Jangan lupa nanti lu ada briefing produk sama pihak ABR ya.."


" Oke bos.." Jawab Kimy sambil mengacungkan dua jempolnya pada bosnya itu.


" Oh ya, apa gosip itu bener?.." Tanyanya lagi.


" Gosip?.." Jawab Kimy.


" You and Tristan?..." Jawab Johanes santai. Karena beberapa hari ini dia selalu mendengar gosip itu. Walaupun dia tidak yakin yang di maksud adalah Tristan CEO PT ABR karena yang sedang berhubungan kerjaan dengan Kimy saat ini ya cuma Tristan itu.


Mata Kimy membulat sempurna mendengar perkataan bosnya.


" Boss !!!..." Kimy memberi tanda stop pada bosnya agar tidak melanjutkan ucapanya.


" Kenapa?.." Tanya Johanes bingung.


" Nanti ada yang dengar dikira beneran, apalagi kalau sampai ada yang tau lelaki itu.."


" Loh emangnya belom ada yang tau, bukannya sudah pada tau ya?.." Kata johanes polos.


" Bos pokoknya itu gosip, itu gak bener.."


" Kalau kalian cinlok juga gak masalah, dia okee. Aku cukup tau dia, dia keren, single. Emang ada yang salah?..." Dengan polosnya johanes ngomong gitu di depan Kimy. Kimy sadari Johanes emang orangnya santai, gak kaku, dia juga gak terlalu ikut campur masalah pribadi artisnya. Jadi Kimy juga menanggapi dengan santai.


" Aku yang masalah bos!!.."Jawab Kimy cepat.


" Hehehe... udahlah gak usah dipikirin yang penting kerjaanmu beres. Ya udah aku pergi dulu ya.." Jawabnya sambil berlalu meninggalkan Kimy.


Di ruang rapat Kimy, Lexa, di temani beberapa orang team marketing PT ABR mendengarkan presentasi dari manajer pemasaran produk yang akan Kimy pasarkan. Sebagai BA memang Kimy di tuntut untuk lebih tahu mengenai produk yang dia gunakan. Minimal dia harus tau manfaat, kegunaan, komposisi sebagai bahan pengetahuan dasar, jika ada yang bertanya tentang produk itu dia bisa menjelaskan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2