BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Laut mediterania


__ADS_3

Kimy menggeliat dalam tidurnya, perlahan dia membuka mata. Tangannya mencari sosok yang biasanya memeluknya posesif, kosong. Dia menegakkan tubuhnya untuk memastikan sekali lagi sosok itu dan memang nihil, Tristan tak ada di sampingnya. Kimy melihat jam yang ada di dinding kamarnya, pukul 23.00. Kemana kekasihnya itu jam segini pergi. Kimy membuka selimut tebalnya dan terlihat tubuhnya yang polos, dia mencari-cari sesuatu yang bisa di pakai untuk menutupi tubuhnya. Dan ketemu, kemeja Tristan tergeletak di lantai samping ranjangnya. Dia pun memungut kemeja itu dan memakai kemeja kebesaran milik lelakinya itu.


"Sayang kamu di kamar mandi?" tak ada sautan dari dalam dan sudah di pastikan lelaki itu tak ada di dalam. Kimy mengambil ponselnya yang tergeletak dan menghubungi kekasihnya. Sekali, dua kali panggilannya tak dijawab oleh Tristan membuat Kimy menggeram marah. Kimy pun beralih menghubungi Dony, Kimy yakin Dony tahu dimana kekasihnya itu berada.


"Don"


".........."


"Dimana Tristan, dia bersamamu?"


".........."


"Apa maksudnya?" Kimy melirik jam dinding "Kemana dia, jangan becanda kau?" teriak Kimy kesal.


"........."


"Dony, jangan becanda. Kemana Tristan!!" sekali lagi Kimy bertanya, memastikan apa yang di dengarnya tidaklah salah.


"......."


Kimy diam, ada sedikit sesak didadanya kenapa kekasihnya itu pergi tanpa pamit dulu padanya. "Tristan, baj***ng..n" teriak Kimy sambil melempar ponselnya ke ranjang. "Awas saja kalau kamu pulang, aku enggak akan bicara padamu" gerutunya. Kimy berjalan ke kamar mandi berniat berendam malam itu untuk menurunkan kadar emosinya. Setelah dikamar mandi Kimy melihat secarik kertas di depan kaca wastafel, dia pun mengambilnya dan membaca kertas itu.


Dua hari, aku cuma butuh waktu dua hari sayang.


Aku pergi ke Milan, segera aku selesaikan urusanku, setelah itu aku sepenuhnya milikmu. I love you mywife❤️


Yourhusband❤️


Kimy meremas kuat kertas kecil itu dan membuangnya ke sampah. Setelahnya dia berendam untuk merelaxkan tubuhnya.


**


"Kenapa kau tak tenang begitu?" Tanya Mario pada Tristan yang terlihat gelisah melihat keluar jandela pesawat. Saat ini Tristan dan Mario sedang berada di dalam pesawat pribadi milik Tristan. Kenapa mereka harus pergi ke Milan, itu di karenakan klien yang tadi siang tidak ditemui Tristan langsung kembali ke negaranya dengan membawa kekecewaan, padahal klien itu sangat penting untuk Tristan dan perusahaanya, Dengan terpaksa dia langsung berangkat menuju Milan di temani Mario saat ini. Mengingat kurang seminggu lagi dia akan menikah dan setelahnya bulan madu, tidak ada waktu lagi pikir Tristan.


"Aku meninggalkan Kimy saat dia masih tertidur. Kau tahu dia pasti akan marah padaku" jawab Tristan tanpa melihat muka Mario.


"Cukup telepon dan jelaskan, semua akan beres"


"Kau pikir setelah aku mendengar suaranya dan kemarahannya, aku masih bisa fokus bekerja"

__ADS_1


Mario menggeleng "Kenapa sebuah hubungan itu sangat rumit sih" Jawabnya santai sambil memejamkan mata.


**


"Papi dengar Tristan ke Milan sayang?" Tanya Daniel pada Kimy ketika mereka sedang sarapan. Kimy dan sarah sama-sama menghentikan aktivitasnya "Kapan perginya, kenapa kamu izinkan Kim?" Tanya sarah.


"Semalam, kalau tahu juga enggak bakal Kimy bolehin mi" jawab Kimy sambil malas mengunyah makanannya.


Sarah terlihat gelisah mendengarnya "Bukankah semalem masih pulang?"


"Hm" jawab Kimy malas.


"Tristan pergi untuk menemui klien penting sayang, kalau tidak dia tidak akan meninggalkanmu. Jangan khawatir sayang, dia akan segera pulang " Kata Daniel menenangkan putrinya.


"Tapi pi--" sanggah sarah namun dibalas gelengan kepala oleh Daniel, sarah pun tak jadi bicara.


Keesokan harinya.


"Enam hari lagi kau akan menikah, kau sudah siap menjadi seorang istri dari pengusaha terkenal dan terganteng se Indonesia raya" Tanya lexa sambil menyisir rambut panjang cokelat milik Kimy. "Aku masih enggak nyangka kau akan menjadi istrinya" lanjutnya sambil terkekeh, mengingat dulu kimy sangat membenci lelaki itu.


"Enggak lucu" jawab kiny dengan muka datarnya.


"Jodoh emang enggak ada yang tahu ya, tuhan dengan gampang membolak-balikan hati seseorang. Dulu kau yang cinta mati sama Gil---" lexa berhenti, tak melanjutkan ucapannya karena melihat mata Kimy dari kaca yang melotot seperti mau copot itu. "Soryyy"


"Penting ya bahas dia sekarang!" bentak Kimy sambil melotot.


"Santai donk beb, sloooowwww. Gilang seperti hilang di telan bumi, padahal karirnya lagi bagus-bagusnya" lanjut lexa tanpa peduli tatapan membunuh Kimy. "Sudahlah jangan cemberut terus, katanya nanti malam Tristan kembali, kenapa masih cemberut?"


"Enggak tahu, anak aku maunya deket bapaknya terus" Kimy berdiri dari kursi yang di duduki nya dan mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas, dia memencet nomor seseorang di sana.


"Hallo Don, jadi jam berapa Tristan sampai?"


"............"


"Tengah malam, tapi kenapa ponselnya masih enggak bisa di hubungi sih?"


"............"


"Dasar bosmu gilaa, lihat aja nanti kalau pulang" Kimy mematikan dan membuang ponselnya ke kasur, dia begitu kesal karena sejak pergi Tristan mematikan ponselnya. Kimy yakin lelaki itu sengaja melakukannya, Br**ngsek memang.

__ADS_1


"Sudahlah jangan marah-marah terus, kasihan bayimu hm" bujuk lexa mendekati Kimy lagi. "Bagaimana kalau kita jalan-jalan?"


"Enggak mau, aku mau tidur. Aku enggak mood ngapa-ngapain kak" jawab Kimy sambil merebahkan tubuhnya di kasur.


"Okey, kamu istirahat aja. Nanti malam langsung ketemu Tristan" Kimy tak menghiraukan lexa, dia berbalik memunggungi asistennya itu.


Sedangkan waktu Milan, masih di dalam pesawat pribadinya Tristan membaca sebuah majalah bisnis, saat ini pandangannya terlihat fokus pada majalah itu. Tiba-tiba seorang pramugari datang menghampiri Tristan dan Mario "Mohon maaf tuan saya mengganggu" Tristan mendongak melihat wanita sexy itu, begitu pun Mario.


"Ada apa?" Tanya Tristan.


"Kita akan melakukan pendaratan darurat tuan, kita akan kembali lagi ke bandara" Tristan dan Mario kaget mendengar perkataan pramugari itu.


"Apa yang terjadi?" Tanya Mario.


"Saya kurang tahu, sepertinya ini kesalahan tenis tuan. Mohon bersiap" jawab pramugari itu lalu meninggalkan mereka berdua. Tristan dan Mario saling melihat, ada ketegangan di raut muka keduanya, mengingat mereka baru lepas landas setengah jam lalu.


"Oh shiit, maafkan aku sayang. Sepertinya kita tidak akan bertemu hari ini" gumam Tristan langsung mengingat Kimy, calon istrinya yang sudah menunggunya.


Belum selesai dengan pikirannya, tiba-tiba tubuh Tristan oleng kesamping "Ada apa ini" teriaknya seketika. Begitu juga dengan Mario "Oh shiit, ini gila kalian mau membunuh kita?" teriak Mario kencang yang sangat yakin tidak terdengar oleh pilot karena mereka berada di sebuah ruangan khusus.


"Rio, tolong periksa ada apa?" perintah Tristan pada Mario. Goncangan semakin kuat membuat keduanya mencari apapun yang bisa di pegang saat ini, bahkan Mario yang mau berdiripun tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Glodak Glodak"


Terdengar suara berisik diluar ruangan membuat Mario segera berlari untuk membuka pintu ruangannya, ingin tahu apa yang terjadi "Ada apa?" teriaknya pada seorang pramugari yang terlihat panik "Tuan tolong tetap duduk, tetap pakai sabuk pengaman tuan. Pesawat mengalami kemiringan 90 derajat tuan, duduklah"


"Apa!" teriak Tristan dan Mario bersamaan. Mario dan Tristan duduk kembali dan memakai sabuk pengaman mereka.


"Tuan tolong pakai masker oksigen dan pelampung, kita sedang berada di atas lautan lepas mediterania. Mungkin kita akan mendarat di atas laut" jawab pramugari itu panik sambil memasang masker oksigen dan memakai pelampung untuk dirinya sendiri.


"Apa kau gila, kita akan mati bodoh" teriak Mario sambil memasang masker oksigen.


Dan situ Tristan sperti dejavu, dengan gerakan lambat dia memakai masker oksigen dan terlihat Kimy di pikirannya "Kamu ingin kita honey moon kemana?" senyum Kimy mengembang "Ke negera yang banyak pantainya, aku ingin keliling dunia mendatangi pantai-pantai indah diseluruh dunia sayang, aku juga ingin rumah yang dengan mudah bisa melihat pantai dengan ombak sperti itu" mata Kimy berbinar menunjukan sebuah ombak yang indah di lautan bali. "Apapun itu aku akan mewujudkan mimpi kamu sayang" jawab Tristan terseyum, begitu juga dengan wanitanya, Kimy tersenyum sangat Indah dengan mata yang berbinar, dia terus tersenyum dan mengatakan "Aku mencintaimu"


Sreettttttttt duaaarrrrrrrr


Tubuh Tristan melayang, dia tidak bisa melihat apapun lagi kecuali gelap dan pesawat itu meledak.


Prangggg!!!

__ADS_1


Kimy melonjak kaget ketika Gelas yang berisi air minum yang di letakan di nakas sudah hancur berkeping. Dia tertidur baru satu jam yang lalu dan tidak sengaja tangannya menyenggol Gelas itu.


"Ya tuhan, apaan sih. Kenapa aku malah menyenggolnya" Kata Kimy pelan, dia melirik jam di dinding kamarnya, baru satu jam dia tertidur. Kimy merasa waktu lama sekali, begini rasanya menunggu dan itu sangat membosankan.


__ADS_2