
Perlahan Kimy melangkahkan kaki di sebuah ballroom hotel bintang lima. Di sampingnya Tristan terus menggenggam tangannya erat, seakan ingin menunjukan pada dunia kalau Kimy adalah miliknya seorang. Seluruh pasang mata seakan menatap mereka dengan takjub, seakan mereka pasangan yang bahagia.
Kimy sedikit terlihat kaget karena melihat beberapa foto terpasang di beberapa sudut ruangan. Mita sahabatnya, benarkah ini adalah pernikahan Mita, Batinnya. Hingga dia melihat sepasang pengantin di altar pernikahan.
Mita?
Mata Kimy berkaca-kaca tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Mimpi apa dia semalam bisa menghadiri pernikahan sahabatnya itu.
Akhirnya, kamu menikah Mit. Mungkin kalau aku masih bersama Gilang.
Kimy menggelengkan kepalanya, dia tak mau beranda-andai, sangat menyakitkan baginya.
"Kau lapar?.." bisik Tristan tepat di telinga Kimy membuatnya sedikit terkejut dari lamunannya.
Kimy hanya menggelengkan kepalanya, lalu fokus lagi pada sepasang pengantin yang terlihat bahagia itu.
Tristan melihat Kimy menatap sahabatnya itu "Kau ingin menemuinya?.."
Kimy beralih menatap Tristan, sebenarnya Kimy terlalu malas untuk berasa-basi dengan lelaki gila itu apalagi untuk mengobrol, tetapi perkataan Tristan barusan menarik hatinya.
"Apa boleh?.." Jawabnya penuh tanya.
"Tentu saja sayang, kita kesini di undang atas pernikahan wanita itu. Tentu kita akan mengucapkan selamat padanya.." Mata Kimy berbinar, tapi tak mengucapkan balasan atas perkataan Tristan.
"Aku akan mengambilkan minuman untukmu, tunggu di sini.." Kata Tristan lalu meninggalkan gadis itu. Kimy melihat punggung tegap Tristan yang semakin menjauh, lalu dia melihat ke semua arah. Andaikan ia bisa kabur dari sini, tapi itu tidak mungkin walau ia terlihat sendiri sekarang, Kimy tahu ada Dony dan Mario yang tadi juga ikut ke acara ini. Tidak mungkin mereka membiarkan nya lengah. Kimy menghela membuang nafas nya kasar.
Gilang baru saja datang bersama Nadine di sampingnya. Terlihat nadine memegang lengan Gilang dengan percaya diri. Setelah memasuki ballroom yang sudah ramai dengan orang-orang penting Gilang berjalan menuju altar untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
"Gilang.." Panggilan beberapa wanita menghentikan langkah lelaki tampan itu. Gilang menoleh ke arah suara dan ternyata itu adalah sahabat-sahabat Kimy atau geng Kimy dan Mita. Mereka adalah Mona, Intan dan Starla.
"Hey.." jawab Gilang menghampiri ketiga gadis itu. Sedangkan Nadine terlihat malas melihat ketiga gadis itu. Nadine tahu mereka adalah sahabat Kimy dan tentu saja mereka juga tak menyukai nya.
"Ya ampun lang, ini beneran kamu?.." celetuk intan setelah Gilang berada di depannya.
"Iya sudah lama sekali kita tidak melihatmu lang, bagaimana kabarmu?.." sahut Starla.
"Seperti yang kalian lihat aku baik-baik saja.." jawab Gilang.
"Kamu kesini sama?.." Mona melirik Nadine tanpa menyapanya.
__ADS_1
"Nadine temani aku.." jawab Gilang datar.
"Lang bisa kita bicara sama kamu?.." Mona terlihat serius.
"Tentu.."
"Lang, kita kan belum mengucapkan selamat sama pengantin nya.." Nadine memotong obrolan Gilang dan ketiga wanita itu.
Mendengar ucapan Nadine, ketiga wanita itu mencibirnya dengan menirukan gaya Nadine. Gilang yang paham situasi dan memang dia sangat tahu kalau dulu Kimy tak menyukai Nadine dan tentu saja sahabat-sahabatnya pun tak suka pada gadis itu.
"Kamu ambil minum dulu saja Nad, nanti kita temui Mita dan suaminya.." Kata Gilang berlalu meninggalkan nadine dan di ikuti ketiga sahabat Kimy. Nadine hanya menghentak kan kakinya karena kesal dan pergi untuk mengambil minuman.
Gilang berhenti di tempat yang di rasa agak sepi dari kerumunan. Lelaki itu berbalik arah menunggu ketiga wanita yang berjalan di belakangnya.
"Kamu gila Lang ajak wanita itu kesini?.." Mona langsung saja marah pada Gilang setelah berada di depan lelaki itu.
Gilang berdecak malas "ck.. Ini tidak seperti yang kalian bayangkan. Dia sahabatku, aku tidak ada hubungan apapun dengan nya.."
"Terserahlah, kamu tahu kan Kimy benci wanita itu. Dia itu licik, dia mau merebutmu dari Kimy. Kamu tahu betapa cemburu nya Kimy sama dia kan?.."
"Aku tahu.." jawab Gilang pelan "Ck.. Kalian tahu kan apa yang terjadi antara aku dan Kimy? Apa kalian masih percaya kalau Kimy akan cemburu melihatku bersama Nadine.."
"Kamu akan menyesal Lang.." jawab Mona "Kamu tahu Kimy ada di sini bodoh.." lanjutnya.
Saat kedua orang itu saling menatap dengan jarak yang lumayan jauh, waktu seakan berhenti. Kimy, ingin sekali ia berlari memeluk lelaki tampan yang tengah menatap nya dari jarak yang lumayan jauh itu. Kimy merindukan lelaki itu, dadanya begitu sesak, air matanya hampir saja jatuh membasahi pipinya. Mereka berdua hanya saling menatap, berbicara lewat mata.
Gilang, aku merindukan mu.
Sayang, kenapa badanmu kurus sekali. Apa kamu baik-baik saja Kimy. Apa kamu makan dengan baik. Apa dia menjagamu dengan baik?
Gilang mengeraskan rahangnya, haruskah ia menanggalkan ego nya, menemui wanitanya dan membawanya pergi dari situ. Tapi bagaimana dengan Tristan. Lelaki itu pasti akan semakin gila menghancurkan orang tua nya. Gilang sudah sangat berharap kesembuhan Teddy, apalagi papanya terlihat membaik setelah di kunjungi Tristan.
"Sayang, maaf aku lama.." Tristan merengkuh pinggang Kimy dan mencium pucuk kepalanya.
Kimy menutup matanya ketika Tristan melakukan itu. Bersamaan dengan itu, air matanya perlahan membasahi pipinya. Kimy merasakan Ulu hatinya begitu nyeri. Dia masih menutup mata, ia tak sanggup harus melihat Gilang menyaksikan apa yang di lakukan Tristan. Gilang adalah lelaki pencemburu, posesif. Dia bisa gila kalau melihat apa yang Tristan lakukan.
Di sisi lain, Gilang hanya menggenggam erat kedua tangannya melihat kemesraan yang di tunjukan Tristan. Lelaki tampan itu memalingkan wajahnya. Ia tak sanggup harus melihat adegan itu langsung di depan matanya.
Benarkah aku sudah kehilanganmu?
__ADS_1
Di altar pernikahan itu Kimy memeluk Paramita, sahabatnya. Kimy menangis sesenggukan.
"Kimy.." Mita membelai punggung terbuka Kimy, menenangkan sahabatnya itu.
"Se.. Selamat ya Mit.." Kata Kimy sambil menangis.
Mita mengangguk sambil tersenyum "Terima kasih sayang.."
Kimy melepaskan pelukan nya, mita mengusap pipi Kimy perlahan.
"Kamu baik-baik saja?.."
Kimy mengangguk perlahan, tidak mungkin dia menceritakan sesungguhnya pada mita. Tristan ada di sampingnya sedang berbincang dengan suami Mita.
"Maafkan aku tidak bisa menemani kamu di hari bahagiamu Mit.."
"No problem Kim, aku paham. Aku tahu kamu tidak sedang baik-baik saja. Mulutmu bisa membohongiku, tapi matamu tidak bisa berdusta sayang.." bisik mita di telinga Kimy.
"Its oke.. Ceritakan padaku suatu saat ya dan aku turut berduka atas meninggalnya tante.."
DEG
Kimy diam mematung mendengar apa yang di katakan mita.
Meninggalnya tante. Tante siapa?
"Mit, siapa yang meninggal?.." Tanya Kimy penuh tanya.
Tristan mendengar apa yg di tanyakan Kimy karena gadis itu sedikit meninggikan suara nya.
"Kim, kamu.."
"Sayang.. Sudah kangen-kangenan nya. Nanti lain waktu kalian bisa bicara lagi.." Kata Tristan lembut memeluk tubuh Kimy dari belakang.
"Tapi.."
"Kami permisi, selamat sekali lagi untuk pernikahan kalian.." Kata Tristan pada mita lalu menarik tangan Kimy untuk meninggalkan tempat itu.
Gilang berjalan ke segala arah mencari keberadaan Kimy. Lelaki itu kehilangan jejak Kimy, padahal sedari tadi dia terus mengamati Kimy. Bahkan saat Kimy berada di atas altar pernikahan pun Gilang mengamati nya. Ia kehilangan jejak Kimy saat gadis itu turun dari altar. Nadine mengganggu konsentrasinya dengan terus mengajaknya berbicara. Bahkan nadine memaksanya untuk minum. Setelah selesai minum Gilang benar-benar kehilangan Kimy. Gilang berlari keluar ballroom, bahkan dia turun ke lobby. Namun Kimy sudah hilang, dia kehilangan lagi gadis nya sebelum berbicara padanya.
__ADS_1
"Brengsek.." umatnya keras sampai orang di sekelilingnya memperhatikan nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=