
Itu karena aku menyukaimu..." Kata Tristan terdengar begitu lugas. Membuat mulut Kimy mengangnga mendengarnya tak percaya "HAHHH!!!.."
Lelucon apa ini?
Tristan berjalan mendekat ke arah Kimy, lelaki itu mengunci tubuh Kimy dengan duduk di meja tepat berada di depan wanita itu dan melebarkan kakinya di sisi kaki kanan dan kiri Kimy.
" Kau sudah bisa menutup mulutmu nona.." Kimy yang tersadar menutup mulutnya dan betapa terkejutnya dia melihat lelaki bermuka datar itu sudah duduk tepat di depannya.
" Pak, anda?..
" Sssttt..." Tristan menutup mulut Kimy dengan jari telunjuknya.
Apa-apaan ini kenapa muka datar ini duduk sedekat ini dan apa ini tanganyaaa..
" Kalau sedang berdua kita bisa bicara informal kan?.. Kata Tristan lembut lebih ke berbisik tepat di depan muka. Kimy memandang sejenak wajah ganteng yang berada tidak jauh darinya itu.
Tidak bisa Kimy pungkiri pesona seorang Tristan di mata Kimy. Lelaki itu begitu memikat pandangan matanya. Memang mungkin belom mengenai hati, tetapi Tristan adalah lelaki tipe idaman Kimy.
Lelaki tampan, kaya raya, terkenal itulah lelaki yang Kimy impikan. Seorang lelaki yang bisa memenuhi segala keinginannya, kebutuhannya seperti Gilang yang selalu memanjakannya, tidak hanya dengan perhatian dan cinta, tetapi juga dengan barang-barang mewah yang Kimy mau.
Walaupun Kimy bukan anak orang sembarang tapi dia tidak munafik, hidup tidak hanya butuh cinta, dia realistis. Gilang memanjakannya dengan memberi segala yang Kimy mau bukan berarti dia tidak mencintai Gilang, Kimy sangat mencintai kekasihnya itu.
Tetapi saat ini, godaan di depan matanya tidak main-main. Seorang Tristan, lelaki idaman semua wanita termasuk dirinya. Tapi tentu saja tidak semudah itu. Memang benar lekaki di depannya ini sungguh santapan menggiurkan baginya, mungkin kalau di lihat dari materi Gilang kalah jauh dari lelaki itu tapi dia masih waras tentunya. Cintanya pada Gilang tidak main-main, tidak dengan mudah di runtuhkan hanya dengan gombalan pria tampan dan bastrad itu.
Lu kira gue cewek gampangan
" heehehhe..." Kimy tersenyum mengejek.
" Why?.."
" Ini gak lucu pak?.." Kata Kimy lagi sambil tertawa.
" Aku tidak becanda.." Katanya tenang namun tetep dengan pandangan mautnya. Membuat Kimy salah tingkah.
Lu pikir gue becandaaa, cowok sinting.
" Tapi ini tidak mungkin.." Jawab Kimy. " gimana bisa pak Tristan meny..."
" Stop bicara formal padaku.." Sela nya membuat Kimy semakin mati kutu.
__ADS_1
" Gimana bisa kamu menyukaiku? Padahal ini pertama kalinya kamu ajak aku bicara.." Kata Kimy cepat.
" Itu bukan masalah, aku memang tidak suka bicara sama sembarang orang.." Jawab lelaki itu.
" Termasuk dengan orang yang kamu sukai?.."
" Yes, aku tidak tau caranya menyukai orang. ini pertama kalinya..." Jawabnya to the point.
Untuk beberapa saat mereka terdiam, Kimy hanya menatap nanar kedepan sedangkan lelaki itu masih terus memandangi wajah wanita di depannya itu.
" Apa yang kamu pikirkan?.." Tanya Tristan tiba-tiba.
" Kamu tau kalau aku punya pacar?.." Jawabnya sedikit ragu.
" Lalu?..."
Lalu? Lalu menjauhlah dariku cowok sinting.
" Jangan berharap apa-apa?..."
" Siapa yang bilang aku berharap?.." Jawabnya membuat Kimy semakin bingung.
" Jadi kamu tidak berharap apapun?..."
" Aku memang menyukaimu. Lalu kenapa? aku cuma ingin kamu tahu itu. Aku tidak bermaksud merebutmu dari pacarmu..." Katanya tanpa beban.
Dasar penipu. Pinter banget lu ngolah kata ya. Lu bilang apa? gak bermaksud merebut. kalau lu ga bermaksud ngrebut, lu diem aja tutup mulut lu gak usah bilang suka sama gue. Lu bilang suka sama cewek yang udah punya cowok, lu mau php in dia. Lu kira tu cewek gak kepikiran di tembak sama cowok model lu..
Kimy semakin merutuk lelaki itu dalam hatinya, dia semakin kesal pasalnya lelaki yang bilang menyukaimu itu sedikitpun tak menunjukan muka bersahabatnya. Dari tadi dia bicara hanya dengan muka datarnya, sekali tertawa itupun tadi waktu dia menertawakan Kimy.
gitu sikap lu sama cewek yang katanya lu sukaii, dasar bastard lu, lu sengaja mau bikin gue kepikiran kan....
" Trus apa gunanya kamu mengatakan perasaanmu.." Tanya Kimy penasaran.
" Agar punya alasan misalnya,..." Tristan menggantung ucapanya.
" Untuk menemuimu.."
Bajingan apa itu namanya kalau gak mencoba merebut pacar orang.
__ADS_1
Tristan terus memperhatikan gadis di depannya itu. Hatinya bersorak menang. Dia sedikit menyeringai. Pasalnya pancingan yang dia berikan pada gadis itu rupanya mulai berhasil. Tristan sudah tahu gadis seperti apa Kimy itu. Kimy bukan gadis pendiam atau gadis lugu. Dengan sedikit kata-kata manis wanita itu pasti akan sedikit terpancing emosinya, apalagi yang menggoda jenis lelaki model dirinya. Memang belom Tristan ketahui sedalam apa perasaan Kimy pada pacarnya. Hari ini dia hanya ingin bermain-main memberi sedikit pemanasan pada wanita itu.
***
Siang itu perusahaan ritel milik daniel papi Kimy, mengadakan rapat dadakan. Daniel heran pasalnya perusahaan yang dia pimpin adalah perusahaan yang fundamentalnya bagus, laporan keuangannya bagus, tidak ada berita negatif, tapi kenapa pelaku pasar banyak yang menjual saham-saham mereka dalam jumlah besar. Dia sangat kacau, beberapa pemegang saham sudah berkumpul untuk menyelesaikan masalah ini.
Kalau ini terus berlanjut di pastikan perusahaan akan mengalami kerugian yang besar. Daniel terus memukul-mukul kecil meja itu dengan bolpoint yang di pegangnya, sembari mendengarkan satu persatu para pemegang saham berbicara.
" Tidak ada indikasi kesitu.." Kata Pemegang saham A.
" Mana mungkin, beberapa tahun terakhir harga saham kita selalu tinggi. Pasti ada penyebabnya.." Lanjut pemegang saham B.
" Apa mungkin ada orang yang sengaja?.." Pemegang saham c.
" Apa yang akan kita lakukan?.." Pemegang saham D.
Beberapa saat mereka terdiam menunggu jawaban dari daniel selaku CEO sekaligus pemilik perusahaan itu. Daniel menatap satu persatu mata penuh khawatir orang-orang di ruangan itu.
" Mungkin ini ulah market marker. Kita tunggu dulu.."
Kata Daniel berusaha tenang.
" Market marker? tidak semudah itu, perusahan kita ini sudah sekuat ini, butuh dana besar untuk melakukan itu.." Jawab pemegang saham A.
" Selama mereka memiliki dana besar, tidak ada yang tidak mungkin, buktinya mereka bisa mempengaruhi secara signifika harga saham.." Jawab Daniel lagi.
" Kita akan cari tau siapa di balik ini..." lanjut daniel lagi.
***
Hari berikutnya Kimy berada di lokasi shooting untuk iklan produk keluaran PT ABR itu. Di lokasi sudah ada beberapa team dari perusahaan yang mewakili. Di bantu oleh sutradara yang akan mengembangkan isi dari iklan itu.
Kimy yang duduk di meja rias menatap kosong ponsel di genggamanya. Dia ingin mengetikan sesuatu di layar itu dan di kirimkan pada kekasihnya tapi hatinya lebih memilih memikirnya hal lain.
Memikirkan apa yang di lakukan laki-laki bastrad, menurut Kimy. Yang berani mencuri ciuman darinya.
Kemarin, setelah percakapan panjangnya dengan Tristan selesai, dia pamit pergi. Karena merasa topiknya tidak akan berujung. Kimy terlalu malas, nanggepi pria bastrad bermuka datar itu.
Begitu terkejutnya saat Kimy berhasil mencapai pintu keluar ruang kerja itu, laki-laki itu menariknya lagi ke dalam, mengurungnya, menyenderkanya pada tembok ruangan itu dan tanpa aba-aba mendaratkan bibir merahnya pada bibir mungil berwarna pink alami Kimy. Begitu lembut yang dia rasakan, Kimy mencoba berontak namun semua seakan sia-sia. Dia hanya bisa menangis karena merasa sudah menghianati sang kekasih.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=