BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Kau membuatku gila


__ADS_3

Tristan menutup matanya lagi, sebenarnya ia hanya tak kuat menatap mata dingin Kimy. Entah kenapa mata Tristan begitu panas, seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Maka dari itu dengan cepat lelaki itu menutup mata lagi "Maafkan aku.." dengan gerakan cepat Tristan mencium bibir Kimy lagi. ********** dengan gerakan sedikit lebih cepat dari pada sebelumnya. Kali ini Tristan mencium kimy dengan penuh *****, amarah, kesedihan, cinta bercampur jadi satu.


Kimy merasa kehabisan nafas, ia mencoba mendorong lagi tubuh Tristan namun tak berhasil. Gadis itu merasa tubuhnya terangkat dan benar saja Tristan mengangkat tubuh ramping Kimy, menautkan kedua kaki gadis itu pada pinggangnya tanpa melepas ciuman nya.


Yang terjadi selanjutnya Tristan merebahkan tubuh Kimy diatas ranjang, mengungkungnya dan masih menciumi gadis itu dengan intens. Kimy merasa tubuhnya lemas, ia tak berdaya. Tristan menangkap wajah Kimy dengan kedua tangannya, menatap mata gadis itu lagi. Namun kali ini berbeda Kimy masih menutup matanya, Tristan melihat itu.


"Look at me.." Kata Tristan dengan suara seraknya lirih.


Kimy membuka matanya perlahan, menatap manik lelaki itu "Menikahlah denganku Kimy.."


Deg


Kimy terkejut dengan apa yang di dengar nya. Menikah? Dengan lelaki jahat ini. Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Gadis itu diam tak menjawab, ia terus menatap mata Tristan lekat. Ia ingin tahu, kenapa tiba-tiba lelaki gila ini ingin menikahinya.


"Jawab aku Kimy.." Kata Tristan lirih.


"Kau sedang mabuk?.." jawab Kimy asal.


Tristan menggelang "Tidak, aku sadar. Aku sangat sadar mengatakan ini. Aku ingin kau menikah denganku, akan ku tunjukan kebahagiaan itu padamu.."


"Heh.." Kimy tersenyum sinis.


"Aku janji, beri aku kesempatan sekali lagi.." Kata Tristan begitu tulus, gadis itu salah tingkah dia tak pernah melihat Tristan seserius dan setulus itu. Namun ia berusaha menolak nalurinya, baginya Tristan adalah iblis berwajah manusia tampan. Ingatanya masih begitu kuat, saat wajah tampan itu berubah bengis, menendangnya, memukulnya tanpa belas kasih. Jujur Kimy trauma dengan semua itu.


"Aku sudah tak punya kebahagiaan lagi tristan, kau sudah mengambil semua yang ku miliki. Kalau kau bisa menghidupkan lagi mami, aku akan menikah denganmu.." jawab Kimy dengan tatapan benci nya.


"Kimy itu kesalahan.. Itu hanya.."


"Hanya apa? Kau kan yang membuat kecelakaan itu. Kau kan yang membunuh mami?.." air mata Kimy mulai keluar karena mengingat lagi sarah. Kimy memukul-mukul dada bidang Tristan sekuat tenaga. Ia ingin melampiaskan kekesalannya, kemarahannya pada lelaki itu. Tristan hanya pasrah, ia membiarkan Kimy memukulinya tanpa berniat membalas sedikitpun.

__ADS_1


"Kau bajingan, kau penjahat Tristan. Aku membencimu.." Teriak Kimy sambil terisak dengan terus memukuli Tristan tanpa henti.


"Aku tahu, maafkan aku sayang.." Tristan meraih tubuh Kimy, menggulingkan tubuhnya ke ranjang dan memeluk tubuh gadis itu dengan erat. Kimy yang seakan kehabisan tenaga seketika diam membeku sambil membenamkan wajahnya ke dalam dada bidang Tristan. Kimy menangis sejadi-jadinya di pelukan lelaki itu, lelaki yang di bencinya, lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya.


**


"Kamu sudah makan? Aku membawakan makanan kesukaanmu.." Kata nadine yang malam itu datang ke apartemen Gilang.


"Kamu tidak usah repot membawakan aku makanan nad.." jawab Gilang yang masih fokus dengan laptopnya.


"Apa salahnya sih Lang kalau aku bawakan kamu makanan, aku lagi nggak ada kerjaan. Aku malas di rumah sendirian.." jawab nadine dengan santai. Nadine membawa makanan yang dibawanya ke dapur, menyiapkan makanan itu dimeja makan. Radit melihat sekilas aktivitas nadine itu dan dia membayangkan kalau itu Kimy. Dulu biasanya Kimy yang melakukan itu, setiap malam kekasihnya selalu menemaninya, menghabiskan waktu bersamanya. Gilang menghela nafas, berusaha membuang jauh-jauh bayangan Kimy. Lelaki itu menutup laptopnya dan berjalan menghampiri nadine. Ia melihat beberapa menu kesukaanya sudah tersaji di meja makan. Gilang pun duduk dan nadine merasa senang karena Gilang perlahan sudah mulai bersikap normal lagi seperti dulu.


"Kamu mau ini?.."


"Boleh.." Jawab Gilang. Lelaki itu menerima piring yang sudah berisi makanan kesukaan nya. Perlahan gilang mulai makan.


"Kamu nggak makan?.." Tanya Gilang pada nadine. Karena nadine terlihat hanya memperhatikan nya makan.


"Lang boleh aku tanya sesuatu?.."


"Hmm.." Gilang mengangguk.


"Tante. Bagaimana keadaan tante Sinta sekarang?.." Tanya nadine dengan ragu-ragu.


"Masih sama.." jawab lelaki itu tanpa expresi.


"Hmm.. Boleh kah aku menjenguknya kapan-kapan lang?.." nadine menggigit bibirnya, khawatir dengan jawaban Gilang.


"Tentu saja boleh. Tapi aku tidak yakin kalau mama mau bertemu denganmu. Kamu kan tahu mama.."

__ADS_1


"Iya aku tahu.." potong nadine. Nadine tahu kalau Sinta membencinya. Justru itu ia ingin lebih mengenal Sinta. Bukankah tak kenal makanya tak sayang. Itu pepatah yang nadine dengar dan dia percaya itu.


**


Kimy menggeliatkan tubuhnya perlahan. Kali ini ia merasa tidurnya sangat nyaman dan damai. Ia merasa tubuhnya hangat. Gadis itu tak menyadari kalau lelaki yang di bencinya itu sedang menatap nya intens. Ya, Tristan masih berada di kamar Kimy, memeluk gadis itu posesif. Ia terus memandang wajah Kimy yang tertidur begitu pulas. Setelah beberapa saat Kimy menangis akhirnya ia ketiduran di pelukan Tristan sampai tengah malam menjelang. Sambil memandang wajah Kimy, Tristan terus berfikir. Kenapa bisa ia berniat menikahi anak sarah ini? Perempuan yang sudah mencuri mata mamanya. Apakah ini hanya emosi sesaat?


Tidak. Tidak.


Tristan menghembuskan nafasnya perlahan, Tidak mau mengganggu tidur nyenyak gadis itu.


Aku begitu sakit melihatnya menangis, menderita


Bukan kan ini cinta. Aku mencintai wanita ini. Aku ingin memiliki dia seutuhnya. Bukankah dengan menyingkirkan sarah, itu sudah cukup untuk membalas dendamku.


Tristan menyingkirkan lembut anak rambut kimy dan mencium kening gadis itu dengan lembut.


Aku akan membahagiakanmu sayang. Kau sudah mengandung darah Daging ku, tapi karena kebodohanku, aku..


Tristan menghentikan lamunanya. "Maafkan aku.." lalu mencium lagi kening Kimy lembut. Kimy menggeliat dan memeluk pinggang Tristan erat. Gadis itu mengira kalau Tristan adalah guling kesayangan nya yang biasa menemani tidurnya.


Tristan menahan nafas ketika tubuh gadis itu menempel sempurna pada tubuhnya. Lelaki itu bisa merasakan dadanya bergemuruh ketika gunung k*mbar Kimy menempel pada dadanya.


"Oh shiiit.." umpatnya pelan sambil menutup matanya. Tidak sampai di situ, Kimy semakin membuatnya gila ketika gadis itu menaikkan kakinya dan menindih kaki Tristan, hingga gaun tidur Kimy tersingkap menampilkan paha mulusnya. Benar-benar Tristan tak bergerak sedikitpun. Adik kecilnya di bawah sana pun sudah bergejolak.


Tristan berusaha memindahkan posisi Kimy agar tak memeluknya, tapi gadis itu justru memeluknya semakin erat dan semakin mendekatkan wajahnya ketengkuk leher lelaki itu. Hembusan nafas Kimy yang teratur menerpa tulang selangka Tristan membuatnya menelan ludah kasar.


"Kimy kalau kau terus menggodaku, aku tidak akan bisa menahan ini.." katanya yang jelas-jelas tak di dengar oleh gadis itu.


"Oh shiit.. Kau membuatku gila sayang.." katanya lagi sambil mendekatkan bibirnya pada bibir mungil Kimy yang sedikit terbuka saat tidur dan justru itu yang semakin menggoda Tristan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2