
"Maksud kamu apa sayang, mama nggak ngerti?" Tanya Sinta pada Kimy.
"Sejak kapan ma, sejak kapan mama tahu aku hamil" Tanya Kimy sekali lagi.
"Kenapa kamu tanyakan itu sayang? " Sinta mengambil tangan Kimy dan menggenggamnya erat.
"Malam itu, saat mama, papa dan Gilang datang ke rumah membicarakan pernikahan. Sebelumnya Mama sudah tahu aku hamil?"
"Kim--"
"Jawab ma"
Sinta mengangguk.
"Ya.. Mama tahu"
Kimy diam sebentar.
Jadi apa ini maksudnya Nadine benar, wanita ini sudah merencanakan pernikahanku dengan Gilang Sebelumnya.
"Mamimu sarah memberi tahu mama, kalau kamu sedang hamil"
Mami
Apa sebenarnya yang tak Kimy ketahui. Apa orang-orang ini mempermainkannya. Nadine benar ia bodoh.. Harusnya ia selidiki dulu kematian Tristan. Kenapa dia harus buru-buru menikah dengan Gilang.
"Mama sudah tahu wasiat Tristan sebelum kecelakaan itu kan?"
Pandangan Sinta terlihat meredup, wanita paruh baya itu seperti menyadari sesuatu. Menantunya, Kimy, saat ini sedang memancingnya. Sepintar itu memang seorang Sinta membaca arah pikiran seseorang.
"Kim--"
"Kenapa maa.. Kenapa mama tega sama Kimy--" suara Kimy tercekat di tenggorokan. Air matanya sudah meleleh ke pipinya.
"Maksud kam--"
"Terlebih kenapa mama tega sama Tristan" Kimy memotong ucapan Sinta. Kimy bicara sangat pelan, tapi ia menekan setiap katanya.
"Sayang maksud kamu apa?" Sinta pura-pura tak mengerti.
"Mama kan yang melakukan itu, mama yang menyuruh orang mencelakai Tristan"
Sinta melotot seketika..
Ia tidak menyangka Kimy secepat itu akan membuat kesimpulan dan menuduhnya menyusun skenario walaupun semua itu memang kenyataan.
"Kim kenapa kamu nuduh mama seperti itu. Mama tidak melakukan itu sayang"
Sinta mendekat pada Kimy, ia harus meyakinkan Kimy sedemikian rupa. Kalau Kimy tetap curiga bisa bahaya untuknya.
"Karena mama tahu aku hamil dan kalau Tristan meninggalkan aku--" Kimy menjeda ucapannya, dia seperti tak mampu melanjutkan ucapannya, air matanya sudah mengalir membasahi seluruh wajahnya
"Gilang yang akan menikahiku"
Sinta mematung, ucapan menantunya itu tepat sekali sasaran.
__ADS_1
"Kim--"
"Mama tahu aku sudah tidak mencintai Gilang. Mama pikir dengan aku menikahi Gilang bisa membuatnya bahagia, tidak ma. Hubunganku dengan Gilang tidak akan berubah sedikitpun, aku hanya akan menganggapnya sahabatku tidak lebih dari itu"
"Bisa kamu diam dulu Kimy, dengarkan mama bicara dulu" Sinta membentak Kimy karena wanita paruh baya itu tak di beri kesempatan bicara sedikitpun oleh menantunya itu.
Kimy diam seketika mendengar suara Sinta.
"Bagaimana bisa kamu berpikir kalau mama yang melakukan itu sayang.. Aku tahu kamu sangat kehilangan, kamu belum bisa menerima kepergian Tristan yang mendadak.. Tapi mama berani sumpah, mama tidak ada hubungannya dengan kecelakaan Tristan"
Kimy masih menatap Sinta dengan nanar, ternyata mertuanya ini cukup gila juga.
"Coba jelaskan pada mama, apa yang membuatmu berfikir kalau mama terlibat sayang"
"Karena mama tahu dalam wasiat Tristan ada namaku, karena mama tahu aku hamil. Mama sangat membenci Tristan bukan.. Apa yang enggak bisa mama lakukan. Bahkan mama bisa mencuri mata mamanya Tristan, mama mencuri mata orang yang sudah mati"
Sinta terkejut mendengar perkataan Kimy itu. Dari mana Kimy tahu. Bukan kah rahasia itu hanya miliknya dan juga Sarah. Lalu bagaimana bisa rahasia yang sudah di tutup serapat itu bisa di ketahui Kimy. Kalau Kimy tahu, tidak menutup kemungkinan kalau Tristan selama ini juga tahu dan....
Sinta menutup mulutnya, ia menyadari sesuatu. Jadi karena ini lelaki itu membantunya melenyapkan Tristan.
Dia ingin membalas dendam
Tubuh Sinta sedikit gemetar, ia tidak tahu harus menjelaskan apa pada menantunya. Kenyataan yang ia dapati cukup membuatnya terkejut kali ini.
"Mama diam, berarti mama mengakui. Bagaimana kalau papa Teddy tahu ma--"
"Kimy!!!" teriak Sinta dengan tatapan marahnya.
"Jaga batasanmu, mama mencoba sabar menghadapi mu karena Gilang sangat mencintai kamu. Tapi kalau trus begini kesabaran mama bisa habis. Jangan sampai berani kamu berkata sepatah kata pun pada papa Teddy atau kamu--"
Sinta tersenyum penuh arti melihat keberanian menantunya itu.
"Mami mu Sarah.. Kamu kira ini ide siapa. Kamu kira saat mata Rahma di ambil itu atas persetujuan siapa? Mamimu adalah orang yang menandatangani surat dokter itu"
Kimy diam tak menjawab, air matanya luruh lagi. Keberaniannya menciut lagi. Kimy tahu kalau Sarah terlibat, tapi ia tidak tahu kalau maminya yang menginginkan itu.
"Coba saja kamu berani membuka mulutmu itu, Mamimu yang akan mendekam di penjara sayang"
Kimy tak menjawab, ia hanya mengetatkan rahangnya. Kimy marah saat ini, ia terluka. Kenapa harus dia yang selalu menanggung dosa orang-orang ini. Kimy sudah muak harus diam terus, ia harus melakukan sesuatu agar orang-orang ini mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.
Memang saat ini Kimy tidak punya bukti atas perbuatan Sinta yang menyebabkan pesawat itu jatuh. Tapi Kimy yakin mertuanya ini terlibat. Okey.. Kali ini dia mengalah, percuma meminta pengakuan dari wanita gila ini. Dia akan mencari bukti sendiri. Dia pastikan akan menyeret wanita ular iki ke penjara nanti.
**
"Dimana Don?" Tanya Kimy pada Dony dari ponselnya.
"--------"
"Kembali ke kantor sekarang juga"
"----------"
"Aku enggak mau tahu, kau kembali ke kantor sekarang juga. Aku sudah dekat dengan kantor" kemudian Kimy menutup ponselnya. Kimy menghembuskan nafas beratnya dan mengelus perutnya. Ia harus kuat demi bayinya dan demi kebenaran. Ia harus menghukum orang-orang itu.
Sedangkan Dony yang saat ini sedang dalam perjalanan ke tempat Nadine harus memutar balik mobilnya untuk menemui Kimy di kantor. Ia menginjak gas mobilnya dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Setelah sampai kantor, Dony langsung menemui Kimy di ruanganya.
"Ada apa?" Tanya Dony ketika masuk ke ruangan Kimy. Laki-laki itu terlihat terburu-buru bahkan ia lupa mengetuk pintu.
Kimy yang sedari tadi berdiri menatap jalanan dari balik jendela kaca besarnya sedikit terperanjat kaget dengan kedatangan Dony.
"Kau tidak punya tangan untuk mengetuk pintu" Kata Kimy sambil berjalan ke sofa lalu duduk di sana.
"Sory, aku buru-buru" Dony kemudian ikut duduk di sofa berhadapan dengan Kimy.
"Aku tadi bertemu kekasihmu--"
"Nadine?" Dony mengernyit, mengingat hubungan kedua wanita itu tidak pernah akur. Apa karena ini Nadine menelponya tadi.
"Memang kekasihmu ada berapa, ya tentu dia siapa lagi"
"Ada apa kalian bertemu?" Dony membenarkan duduknya, ia sedikit lebih serius kali ini.
"Dia bilang kau lagi menyelidiki sesuatu--" Kimy menatap Dony dengan tatapan intimidasi "Ada yang kau sembunyikan dari ku?"
Dony membuang nafas kasarnya. Ia sedikit terkejut mendengar ini. Bisa-bisanya Nadine menceritakan ini pada Kimy. Padahal dari awal Dony berniat menyembunyikanya.
Dony menyandarkan tubuhnya pada bantalan sofa, ia sedikit menetralkan jantungnya yang berdetak lebih cepat kali ini. Jujur Dony takut kalau Kimy shock, Kimy sudah melewati banyak masalah akhir-akhir ini. Bagaimana ini, Dony sudah kehilangan akal kali ini.
"Don.."
Dony belum menjawab, ia masih diam menatap wajah Kimy dengan kebingunganya.
"S*alan.. Kau benar-benar tahu sesuatu" Kimy mulai marah melihat reaksi lelaki itu.
"Kim--"
"Sebenarnya aku ini siapa sih Don. Kenapa semua orang seperti mempermainkan aku. Bahkan kau.. Kau orang yang aku percaya Dony. Bahkan sampai detik ini aku hidup pun, aku masih harus mengikuti apa kata kalian semua, aku muak Dony.. Aku capek!!" teriak Kimy.
Dony menegakkan tubuhnya kali ini, Dony tak tega melihat Kimy mulai menangis. Benar kata Kimy, Kimy tak salah apa-apa tapi harus menanggung beban seberat ini. Kimy dan Gilang tidak salah apa-apa sedari awal, Dony sadari itu. Apa dia masih tega harus berbohong lagi untuk kesekian kalinya pada wanita ini.
Dony mengusap kasar wajahnya.
"Iya aku menemukan orang itu" jawab Dony sambil mengangguk.
"Orang itu?" Tanya Kimy sambil mengusap kasar air matanya.
"Orang yang meretas sistem pesawat pribadi Tristan"
"Siapa?" Tanya Kimy dengan gugup. Dia takut mendapati kenyataan kalau benar Sinta atau bahkan maminya Sarah yang menjadi pelakunya.
"Ronald"
Satu kata yang membuat Kimy mematung di tempatnya.
**
Jangan lupa like dan komen ya sayang-sayangku.. Like dan komen kalian adalah semangatku.
Selamat membaca
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️