BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Membunuh calon anakku


__ADS_3

Tristan dan Dony sudah berada di rumah sakit. Ya.. Dony membawa Kimy ke rumah sakit karena keadaannya yang mengkhawatirkan. Dony membawa Kimy ke rumah sakit yang sama di mana Teddy di rawat. Namun Kimy di tangani oleh dokter pribadi Tristan, tentunya di ruangan yang khusus pula.


Tristan hanya diam mematung. Sedangkan Dony terlihat mondar-mandir khawatir. Beberapa saat dokterpun keluar.


"Tristan.." panggil dokter itu.


Dony berlari menghampiri dokter, sedangkan Tristan berjalan dengan lunglai ke arah dokter itu.


"Bagaimana keadaannya dok?.." Tanya dony begitu khawatir. Sedangkan Tristan, sepertinya ia tak mampu untuk sekedar bertanya.


"Terlalu banyak luka di tubuhnya tapi untungnya wanita itu kuat.."


Mendengar itu Dony membuang nafas lega. Sedangkan Tristan masih diam membisu.


"Tapi karena terjadi pendarahan hebat janin nya tak bisa di selamatkan.."


Deggg


Tristan dan Dony sama-sama terkejut.


"Maksud dokter?.." Tristan akhirnya bertanya pada dokter.


"Kalian tidak tahu kalau gadis itu sedang hamil?.."


Tristan dan Dony saling berpandangan.


"Oh tuhan.." Reflek Dony.


"Shiittt.." Tristan mengumpat kasar sambil meremas rambutnya dengan kedua tangan nya.


"Kandungan nya masih terlalu muda dan rawan harusnya di jaga dengan hati-hati. Apa yang terjadi? luka nya cukup serius, butuh waktu untuk menyembuhkan nya.." Kata dokter itu.


"Lakukan apapun yang terbaik, aku ingin dia baik-baik saja.." Kata Tristan pada dokter itu.


Dokter itu mengangguk tanda mengerti, kemudian ia meninggalkan Tristan dan dony.


Tubuh Tristan lemas, ia tak berdaya. Lelaki itu kini terduduk di kursi tempat di mana Kimy di rawat.


"Apa yang akan kau lakukan?.." Tanya dony yang masih begitu kesal pada Tristan. Tapi bagaimana pun Tristan adalah bos nya, sekesal apapun ia tetap menghormati nya.


"Dia mengandung anak ku dan aku membunuh nya.." jawab Tristan lirih penuh dengan penyesalan "Sembunyikan darinya, jangan sampai tahu kalau dia hamil" pinta Tristan pada dony.


**

__ADS_1


Mario berhasil menjalankan tugasnya, kini ia bersorak di dalam mobil sambil mencari no ponsel Tristan untuk memberikan kabar gembira itu.


Tut.. Tut.


Terdengar bunyi panggilan di balik ponselnya sebelum Tristan menjawabnya.


"Katakan.." jawab Tristan di seberang.


"Sudah beres, mobil nya sudah masuk ke jurang.." jawab Mario.


"Siapa?.."


"Siapa lagi, artis itu.." jawab Mario sedikit mengernyit, karena tidak biasanya Tristan lupa dengan apa yang di perintah kan padanya.


"Sial.. Kau sudah melakukan nya?.." Tanya Tristan.


"Iya sudah, ada apa memang nya? Apa ada yang salah.." Mario semakin bingung.


Tut.. Tut.. Tut..


Tristan mematikan panggilan nya. Sedangkan Mario tampak bingung "Bajingan ini kenapa sebenarnya?.." ia segera mengemudi kan mobil nya untuk menemui Tristan.


Pukul 20.00 WIB Daniel berlari setelah keluar dari mobil nya ke tempat orang berkerumun. Ya.. 30 menit yang lalu polisi menelepon nya, memberitahu kalau mobil istrinya Sarah terjun ke jurang.


"Sayang.." panggil Daniel dengan lirih. Ia terus melihat ke bawah, pada segeromol tim SAR yang sedang melakukan efakuasi dan pencarian korban. Walaupun keadaan gelap, ia bisa melihat dengan adanya bantuan cahaya dari alat yang tim itu bawa.


"Tuan Daniel.." panggil seorang polisi "Bisa bicara sebentar?.."


Daniel mengangguk lalu mengikuti polisi di belakang nya.


"Begini tuan, kami cek mobil istri anda yang jatuh ke jurang tapi kami belum bisa menemukan korbannya. Mobil sebentar lagi di angkat ke permukaan, kita masih menunggu alat beratnya.."


Daniel diam mendengar kan kata perkata yang di ucapkan polisi itu.


"Jadi saya minta keterangan anda, apa benar ini mobil ini punya istri anda?.."


Daniel melihat sebuah poto mobil yang sudah ringsek di tepi jurang, mobil berwarna merah itu hancur. Daniel begitu sesak melihat keadaan mobil itu. Benar mobil itu milik istrinya, kalau mobil saja bisa begitu hancur, bagaimana dengan penumpang nya. Daniel menutup matanya, ia membuang nafas pelan dan mengangguk kan kepalanya.


"Benar, itu mobil istri saya.." Jawabnya pilu.


"Baiklah sementara cukup, tapi kita masih perlu keterangan anda nanti.."


Daniel mengangguk lalu kembali fokus pada jurang yang ada di depan nya.

__ADS_1


Bagaimana bisa ini terjadi? Sarah bukan seorang wanita yang sedang belajar mengemudi. Ia sangat hebat dalam mengemudi, sejak muda dia sudah membawa mobil sendiri kemana-mana. Fikiran Daniel terus melayang-layang.


Sedangkan berita Sarah yang mengalami kecelakaan sudah beredar kemana-mana. Berbagai stasiun tv sudah menyiarkan nya. Bahkan mereka menyajikan nya secara live di Tkp.


Gilang yang sedang menunggu Sinta di kamar inap kaget karena tak sengaja melihat berita di tv yang ada di kamar itu. Begitu juga Sinta, perempuan paruh baya yang masih di rawat itu juga terlihat sangat terpukul.


Sarah


Apa yang terjadi?


Sinta terlihat panik dan sedikit berfikir. Wanita paruh baya itu memang cerdas. Pikiran nya langsung terjudu pada satu nama, siapa lagi kalau bukan Tristan.


Tidak, dia lagi. Apa dia tahu tentang donor mata itu? Lalu kalau bukan dia, siapa lagi. Kenapa firasat ku mengatakan kalau dia pelakunya.


Tubuh Sinta gemetar ketakutan, ia memeluk tubuhnya sendiri dengan kuat.


"Ma.. Mama baik-baik saja?.." Tanya Gilang khawatir.


"Gilang.. Lakukan sesuatu nak, jangan biarkan dia menyakiti keluarga kita.." jawab Sinta sambil menangis keras.


"Siapa ma, mama tenang dulu ma.."


"Tidak Gilang.." Sinta menggeleng. "Tidak ada waktu lagi, dia sudah mulai balas dendam.."


Balas dendam, apa maksud mama lelaki itu?


Sinta terus histeris, hingga akhirnya perawat datang dan menyuntiknya dengan obat penenang. Setelah Sinta tenang, Gilang keluar dan duduk di kursi yang ada di depan kamar inap itu. Ia memikirkan apa yang. mamanya katakan.


Balas dendam?


Apakah sebesar itu kesalahan orang tuanya hingga membuat lelaki itu balas dendam. Lalu, apa hubungan nya dengan Sarah? Kenapa setelah melihat berita kecelakaan itu Sinta histeris.


Banyak sekali pertanyaan di benak Gilang. Ia begitu pusing memikirkan nya.


Kimy, sedang apa kau sayang?


Maafkan aku jika melibatkan mu ke dalam masalah ini. Om Hendra bilang kalau lelaki itu secara sengaja mendekati mu untuk balas dendam pada keluarga ku. Maafkan aku, akan ku tebus semua kesalahan ku.


Gilang merogoh ponselnya, ia mencoba menghubungi Laura. Namun sejak kemarin ia menghubungi Laura tak ada jawaban dari wanita itu. Gilang menghela nafas panjang, ia harus mencari petunjuk baru untuk menemui lelaki bernama Tristan itu.


Di tempat tidur rumah sakit Kimy masih menutup matanya. Keadaan sungguh mengenaskan. Pelipisnya tertutup perban. Begitu juga lengan kanannya. Lehernya juga terlihat memakai alat penyangga. Kedua kakinya juga sama. Sungguh miris. Mukanya penuh dengan lebam, bahkan salah satu matanya berwarna keunguan.


Tristan duduk di sofa tunggu dengan tatapan tak lepas dari gadis itu. Ia terlihat menyangga rahang nya dengan kedua tangannya. Terlihat gurat penyesalan di sana. Hal yang mungkin tak ia duga sebelumnya. Bahwa ia sempat akan memiliki anak dari gadis yang ia cintai. Andaikan ia tahu? Andaikan waktu bisa di putar kembali?

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2