
Pukul 19.00 WIB Kimy turun untuk makan malam. Dia merasa lapar setelah perjalanan jauhnya, masih di tambah pergulatannya dengan sang kekasih.
" Mamiii..." Kimy berteriak riang melihat maminya Sarah sudah berada di rumah. Sarah yang lagi makan buah sambil berdiri itu menyambut pelukan sang putri.
" Mami kangen.." Ucap sarah sambil melepas pelukannya. Hanya di balas cengiran manja Kimy.
" Papi belum pulang?.." Tanya Kimy menoleh kanan kiri mencari keberadaan Daniel papinya.
Sarah hanya menggelengkan kepalanya.
" Kim besok kamu bisa kosongin jadwalmu?.." Tanya Sarah.
" Mau apa emang?.." Jawab Kimy santai sambil berjalan ke meja makan.
" Ikut mami ke acara amal panti asuhan.."
Kimy mendelik ke arah Sarah.
" Siapa yang amal?.." Tanyanya sambil mengisi piringnya dengan nasi dan lauk-pauk yang ada di meja makan itu.
" Mamilah?.. Sarah ikut duduk.
" Sejak kapan mami amal?.." Tanyanya penasaran.
" Huusst.. enak aja, emangnya kalau mami amal pake laporan sama kamu.." Jawab Sarah kesal.
" Bi siapin piring buat Gilang ya.." Perintah Kimy pada bi Asih.
" Iya non.."
" Gilang di atas?.." Tanya sarah.
" Oh iya ya, mami tadi kan liat mobilnya di depan.." di Jawab Sarah sendiri.
" Besok sama camermu juga ke pantinya?.." Kata sarah lagi.
" Itu udah sama mama Sinta, ngapain ngajakin aku mi, males ahh..." Sinta adalah mama Gilang yang juga sahabatnya Sarah.
" Kamu tu..." Sarah menggerutu.
Terdengar langkah kaki turun dari tangga. Kimy dan Sarah melihat Gilang turun dengan muka bantalnya.
Tetapi tidak mengurangi ke gantengan sang artis.
Gilang berjalan sambil merapikan rambutnya yang terlihat acak-acakan.
" Malem mi.." sapa Gilang pada camer perempuanya. Di jawab senyuman oleh Sarah. Gilang duduk di kursi sebelah Kimy.
" Yank, kamu kok gak bangunin aku. Sore tadi harusnya aku ketemu sama produser.."
" Mana aku tau.." Jawab Kimy acuh dengan mulut berisi penuh makanan.
" Kalian ini apa gak ada rencana buat nikah, paling gak tunangan kek?.." Tanya sarah, karena melihat anaknya sudah sangat dekat dengan Gilang.
" Mulaiii dehhh..." Jawab Kimy.
" Maunya aku sih gitu mi, nanti deh kalau kontrak iklan Gilang selesai kita tunangan, iya kan yank?.." Jawab Gilang.
" Tau ahh.." Jawab Kimy acuh. Sebenernya dalam hati Kimy senang mendengarnya, itu yang di harapkannya selama ini menjadi istri seorang Gilang.
__ADS_1
****************
Di tempat lain seorang perempuan paruh baya sedang menelpon seseorang.
" Aku yakin dia sudah mati, sudah berpuluh-puluh tahun orang suruhanku mencarinya. Tak ada jejak sama sekali tentang anak itu.." Suaranya begitu pelan.
" Siapkan segalanya, aku yakin besok pengurus panti itu akan menyerahkan kepengurusan panti itu padaku.." Masih suara perempuan itu. Kemudian dia menutup telponnya.
" Inilah saatnya.." Katanya pelan dengan menampilkan senyum devilnya.
Ke esokan harinya suasana panti asuhan IBU PERTIWI terlihat sedikit ramai dari biasanya. Di halaman panti asuhan itu terlihat di pasang sebuah tenda berwarna putih, serta kursi-kursi yang sudah berjejer rapi.
Pak Imam yang beberapa tahun terakhir sebagai ketua pengurus panti juga terlihat berpakaian rapi. Anak-anak panti dan beberapa pengurus lainya juga sudah nampak duduk berjejer.
Terlihat beberapa donatur tetap panti juga sudah berkumpul.
" Mami yakin mau amal di panti ini?.. " Kata kimy berbisik di telinga Sarah maminya.
" Sebenarnya bukan mami, tapi Rahma yang jadi donatur tetap di sini. Dia jadi pendonatur terbesar di sini.." balasnya.
" Trus ngapain kita di sini, kalau ga ikut nyumbang".. Jawab Kimy kesal.
" Udah diem dulu, hari ini mamamu Rahma akan mengambil alih panti ini.." Jawab Sarah. Dijawab anggukan oleh Kimy.
Beberapa saat kemudian Pak imam mulai berpidato di atas panggung kecil.
Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua.
Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu para donatur yang sudah bersedia hadir di sini.
Anak-anakku yang saya sayangi dan para pengurus yang sudah sabar selama ini.
Perlu bapak/ibu ketahui keadaan panti saat ini sangat jauh dari kata layak. Bangunan yang sudah tua dan banyak yang bocor, serta dana panti yang semakin hari semakin menipis.
Saya sangat berterima kasih kepada para donatur tetap yang meluangkan waktu dan juga materi untuk terus mendukung berlangsungnya panti ini.
Tapi semua ini tidak cukup untuk membackup manajemen panti asuhan ini. Dengan sangat berat hati saya akan memindahkan kepengurusan kepada orang yang tepat dan pantas. Orang yang selama ini sudah kita kenal sebagai malaikat di sini, yang selalu datang di saat anak-anak membutuhkan. Ibu Sinta Hanggono. Yang saya yakin semua yang ada di sini mengenal siapa beliau.
Sinta menundukkan kepalanya dan terdengar Suara tepuk tangan riuuuhhhhh.
Saya yakin bu Sinta dan para pengurus barunya akan kembali membesarkan panti ini seperti dulu.
Saya selaku Ketua pengurus dan semua para pengurus di sini mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas segala perhatian bapak/ibu. Kami juga mengucapkan permohonan maaf jika selama ini ada kesalahan yang kami sengaja atau tidak.
Cukup sekian dari saya, selama siang.
Sinta terlihat berdiri dan di persilahkan untuk naik ke atas panggung tersebut untuk penyerahan kepengurusan.
Pak imam dan Sinta berjabat tangan, terlihat beberapa orang mengambil foto. Pak imam menyerahkan sebuah map untuk di tanda tangani oleh Siska.
Sinta bersiap tanda tangan di kertas itu, dengan bangga dia menyunggingkan senyumnya lebar.
" Tunggu..."
Terdengar suara berat lelaki. Semua orang yang berada di situ menoleh mencari sumber suara.
Beberapa orang lelaki memakai pakaian hitam tampak datang. Tampak satu dari mereka maju ke depan.
" Maaf mengganggu acaranya.." Kata si lelaki itu
__ADS_1
Kimy membuka matanya lebar begitu melihat lelaki itu, tidak percaya. Dia menutup mulutnya yang sebelumnya menganga karena kaget.
" Beri waktu sebentar, bos saya mau mengajukan penawaran menarik pak.." Katanya lagi.
" Siapa anda?.. Jawab pak Imam.
Semua orang di situ bingung dengan situasi saat itu, begitu menegangkan.
" Sudahlah pak Imam, kita lanjutkan saja. Kita tidak mengenal mereka ini hanya akan buang-buang waktu.." Kata Sinta.
" Saya ada acara lain yang menunggu.." Imbuh Sinta lagi.
" Oo Iya.. Iya bu.. Mari kita lanjutkan.." Jawab pak Imam. Sinta terlihat buru-buru ingin menandatangani surat itu.
" Kenapa buru-buru sekali Nyonya.." Suara berat dan tajam seorang lelaki membuat Sinta menghentikan aktivitasnya. Semua mata termasuk Sinta melihat seorang lelaki tampan muncul di balik beberapa pria berpakaian hitam itu.
" What!!! itu bukanya.." Kimy menutup mulutnya lagi karena terkejut, melihat dua lelaki yang di temuinya di New York beberapa hari lalu. Lelaki tanpa expresi dan satunya lelaki sopan batin Kimy.
" Siapa dia sepertinya mukanya familiar banget.." Batin Sinta.
" Itu bukannya Tristan ya, yang sering di omongin anak-anak di lokasi shoting.." Batin Sarah.
Semua orang menatap lelaki tampan nan dingin itu dengan fikiranya masing-masing.
" Maaf anda siapa?.." Tanya pak Imam.
" Perkenalkan Namaku Tristan, saya punya Penawaran yang lebih menarik buat bapak dari pada ini..." Kata Tristan dengan suara dinginnya.
Tidak ada yang menjawab pernyataan Tristan tersebut, semua hanya diam membisu.
" Saya akan menjadi donatur tetap di Panti ini mulai sekarang..."
" Tapi..." Kata Pak imam terhenti, ketika melihat Tristan mengangkat telapak tanganya tanda menyuruhnya untuk berhenti bicara.
" Perbulan saya akan kasih 100juta untuk panti ini. Bahan makanan, pakaian serta kebutuhan lainnya akan di berikan setiap bulan dan bangunan panti ini akan di perbaruhi hingga layak untuk anak-anak.
Dan point terpentingnya adalah tidak ada yang boleh merubah segala bentuk manajemen di yayasan ini, tidak boleh di pindah tangankan ke siapapun juga.."
Semua orang yang ada di situ benar-benar tercengang mendengar apa yang di katakan lelaki itu.
" Tapi anda ini siapa, kenapa tiba-tiba sekali.."
Jawab pak Imam.
Sialan siapa lelaki ini. Batin Sinta.
" Bagaimana apa semua yang ada di sini setuju dengan penawaran saya.." Tanya Tristan lantang ke arah semua orang.
SETUJUUUUUUU.....
Serentak semuanya bilang setuju, anak-anak juga tampak senang mendengarnya.
" Lihatlah mereka semua sudah setuju, tidak perlu pertimbangan lagi. Karena segala problem sudah di atasi. Anak buah saya akan mengurus semuanya setelah ini.." Kata Tristan, lalu beranjak meninggalkan tempat itu di susul dengan anak buahnya.
Ketika Tristan berjalan meninggalkan tempat itu. Tristan berhenti sebentar lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Kimy, menatap gadis itu dengan sorot mata tajamnya. Kimy yang dari tadi juga melihatnya ikut begidik ngeri melihat wajah datar Tristan
*****************😍😍😍😍😍😍😍****************
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1