BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Bonchap 9


__ADS_3

Pukul 01.00 dini hari, Jeff dan Sabrina baru selesai memandu kasih, entah apa saja yang mereka lakukan, mereka bahkan tidak tahu jam berapa Mommy nya berhenti mengetuki pintu.


"Abang udah" Kata Sabrina menutup bibirnya dengan telapak tanganya.


Padahal saat ini mereka sedang berdiri di ambang pintu, Sab berniat mengantar Jeff keluar sembari mengunci pintu kamar, tapi malah Jeff tak kunjung keluar kamar, tubuh Sab di himpit antara tembok dan tubuh si Jeff. Abangnya terus saja menciuminya dari tadi.


"Bang ini udah malam hampir pagi" Kata Sab dengan berbisik.


"lalu kenapa?" jawab Jeff dengan suara serak sambil mengendusi leher adiknya.


"Ya abang kembali ke kamar, nanti ketahuan".


"Abang mau tidur di sini".


"Nggak boleh"


"Kenapa, abang masih kangen kamu Sab" rengek Jeff seperti bayi, orang tidak akan menyangka kalau Jeff bisa bersikap seperti itu.


"Pokoknya nggak boleh nanti kebablasan abang, sana keluar" Sab mendorong tubuh Jeff, kali ini lelaki itu tak menolak, ia menuruti mau gadisnya. Jeff berjalan gontai ke arah pintu di ikuti Sabrina di belakang. Sebelum membuka pintu, Jeff balik badan dan memeluk tubuh ramping Sabrina. Jeff memberi jarak dan memandang wajah cantik Sabrina dengan intens "Kamu cinta sama abang kan Sab?" tanyanya tiba-tiba membuat Sabrina salah tingkah.


Sabrina bingung harus menjawab apa. Kalau tidak cinta kenapa Sabrina mau bermesraan dengan Jeff, kenapa dia merasa nyaman dengan lelaki itu.


"Apa cinta itu seperti ini bang?" Tanya Sab mulai berani membalas perasaan Jeff.


"Seperti apa?" Jeff membingkai wajah Sabrina, dan mengecup singkat hidung bangir gadis itu.


"Seperti ingin--" Sab mengecup bibir merah Jeff dengan singkat "Melakukan itu" jawab Sab sambil menunduk, malu.


Jeff tergelak dengan keberanian Sab kali ini.


"Lalu ingin apa lagi?" goda Jeff. Lelaki itu mengarahkan wajah Sab untuk menatapnya.


"Kamu ingin apa lagi Sabrina?"


Sabrina sedikit berfikir, terlihat dari matanya.


"Kita ini apa bang?"


Jeff malah menyentil hidung bangir gadis itu "Masih nanya, tentu saja you're mine"


Sabrina melongo seperti tak percaya.


"Tutup bibirmu sayang, atau ku makan lagi kamu" seru Jeff membuat Sabrina menutup bibirnya cepat.


"Aku nggak yakin bisa miliki abang?"


"Kenapa?"

__ADS_1


"Abang terlalu sempurna jadi lelaki" jawab Sab seperti tidak percaya diri.


"Kamu ngomong apa Sab?"


"Lagian kita kan nggak mungkin--"


"Jangan di terusin, mungkin atau nggak, abang yang akan urus. Kamu cukup diam saja menikmati perasaan kita ini" Jeff meraih tangan Sabrina dan menciumnya.


Diam-diam Sabrina tersenyum. Benarkah dia sudah gila mencintai kakak kandungnya sendiri, entahlah, yang terpenting saat ini hatinya sedang berbunga-bunga.


"Bilang kamu cinta abang Sab"


Sabrina malah mencibir Jeff, rupanya sikap jahil Sabrina mulai kembali. Sabrina sudah tak canggung lagi terhadap Jeff.


"Sayang.."


"iihhh abang jangan panggil gitu"


"Kenapa, kamu kan sayangnya aku. Kenapa nggak boleh di panggil sayang?"


"Abaaaaaaang" rengek Sabrina.


"iiiiihhhhhhhh" Jeff malah menggigit hidung bangir Sabrina pelan, tidak sakit, hanya becandaan saja.


Sab mengelusi hidung bangirnya yang baru saja di gigit Jeff.


"Apa kamu bilang?" Jeff memiting kepala Sab di lengannya. "Kamu jijik Hmm, siapa tadi yang menciumi bibir abang, siapa tadi yang menggigiti lidahnya abang, mau abang tunjukin lukanya, perih tahu. Dasar bocah asal aja gigitnya"


"Huusststt" Sab membungkam mulut Jeff karena malu tentunya.


"Udah abang keluar sana"


"Nggak sebelum kamu bilang cinta abang" Jeff melepas Sabrina dan malah akan berjalan ke ranjang lagi.


"Abang mau ke mana, iiihhhhh" Sabrina menarik tangan Jeff agar tetap diam di tempat dan Jeff pun menurut.


"Abang akan tetap di sini, pokoknya malam ini harus jelas semuanya Sab". Kata Jeff terlihat sangat serius.


"Jelas apanya bang?"


"Perasaan kita berdua sayang?".


Sabrina membuang nafas, lalu menatap wajah lelaki tampan itu intens. Kini mukanya terlihat sangat serius.


"Aku cinta abang, tapi---".


"Stop" potong Jeff.

__ADS_1


"Hah!!?"


"Nggak ada tapi, cuma itu jawaban yang aku mau Sab, yang penting kamu cinta sama abang juga, abang nggak butuh jawaban lain"


Sabrina mengangguk.


"Mulai sekarang dan selamanya kamu punya abang, dan tanamkan di hatimu juga kalau abang punya kamu. Hanya punya Sabrina, jangan ada pikiran kalau kamu tidak pantas untuk abang, abang sudah memilihmu, jadi kamu cukup diam menikmati rasa ini dan percaya sama abang, kamu harus percaya sama abang ya" Jeff meyakinkan Sabrina dengan serius.


Sabrina pun mengangguk, dan kedua insan itu pun saling berpelukan.


**


Zane mengucek matanya sekali lagi, apa ini mimpi atau gimana. Padahal ia tidak mabuk malam ini, kenapa ia melihat hal janggal dan aneh sekali.


Seperti biasa ia baru saja pulang pukul 02.00 dini hari, dan seperti biasa juga tidak ada yang memarahinya juga. Zane berjalan santai ke lantai dua menuju kamarnya, belum juga sampai tiba-tiba pintu kamar Sabrina terbuka, sebenarnya Zane akan menghampiri Sabrina seperti biasa kalau kembaranya itu masih melek, tapi ia segera menghentikan langkahnya ketika yang keluar dari kamar itu bukanlah Sabrina melainkan abangnya, Jeff. Tidak ada yang salah sebenarnya kalaupun Jeff keluar dari kamar Sabrina malam-malam, biasanya ia juga gitu kalau lagi ada perlu dengan Sabrina. Tapi ini yang aneh adalah ketika pintu terbuka, tiba-tiba Jeff balik badan lagi dan terlihat Sabrina mengalungkan tanganya ke leher Jeff, dan Jeff pun mencium kening Sabrina. Itu tidak biasa tentu saja. Mereka selama ini memang dekat tapi tidak sedekat itu juga sampai mencium kening seperti sepasang kekasih. Zane begidik ngeri membayangkan. Tidak mau ikut campur, Zane pun meninggalkan mereka berdua. Ia sudah cukup lelah malam ini.


Pagi harinya keluarga Abraham sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan. Jeff seperti biasa dengan sikap dinginnya menikmati sarapan dengan diam, berbeda dengan Zane dan Sabrina yang ngobrol sambil makan.


"Kalian jangan ngobrol terus, ayo cepetan di habisin nanti telat lo" ucap Kimy pada anak kembarnya itu.


"Sab kamu kenapa pake Turtle neck gitu, nggak pake seragam?" Tanya Kimy pada putrinya.


"Kamu sakit sayang?" Tanya Tristan.


Sabrina menggeleng "Aku kayaknya masuk angin Mom, dingin"


"Pakai jaket sayang" seru Kimy.


Jeff tersenyum tipis sekali mendengar percakapan kedua orang tuanya itu, mereka tidak tahu aja Jeff sudah bikin tanda banyak sekali di sekitar leher dan dada putri kesayangan mereka.


"Sab kamu bareng aku aja" seru si Zane.


Sabrina menoleh pada kembaranya tapi mata elang Jeff ternyata sedang menatapnya tajam dan Sabrina tahu apa arti tatapan itu.


"Nggak mau, aku mau sama pak min aja" jawab Sabrina mengerti kemana arah otak si Jeff.


"Yeelahhb Sab, kamu bergaul nya terus sama pak min, kapan punya pacarnya?"


"Zaneeee" seru Kimy.


Zane mengangkat kedua tanganya mendengar peringatan dari Mommy nya, tanda ia menyerah. "Ya udah aku berangkat dulu kalau gitu" seru Zane kemudian bangkit dari kursinya.


"Ada yang harus kamu jelaskan padaku?" bisik Zane di telinga Sabrina sebelum ia benar-benar meninggalkan tempat itu.


Sab melongo mendengar itu, ia segera menoleh ke arah Jeff yang sudah menatap tajam dirinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2