BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Istri kedua


__ADS_3

"Bagaimana bisa? Mereka tak bisa memutus kontrak kerjaku begitu saja.." Sarah begitu marah ketika sekali lagi manajernya menelepon dan memberi tahu kalau pihak manajemen di mana Sarah bernaung selama ini telah memutus kontrak kerjanya dengan sepihak.


"Mereka harusnya mencari solusi untuk masalah ini, kenapa mereka malah mengeluarkan aku dari manajemen?.." sekali lagi sarah berteriak pada manajernya di balik telepon yang ia genggam.


"Lakukan sesuatu, ada apa sebenarnya. Aku yakin ini di sengaja.." itu kata terakhirnya sebelum akhirnya ia memutus sambungan teleponnya.


"Aku bisa gila dengan semua ini.." sarah membanting tubuhnya di kasur, ia sedikit memijat pelipisnya.


Ddrrttt.. Ddrrttt..


Ponsel sarah berdering lagi, ia melirik ponsel yang ada di sebelahnya.


"Hey darling.." jawab asal Sarah.


"Kemana saja kakakku yang cantik ini, ponselmu tak bisa di hubungi. Aku barusan menghubungi Daniel untuk tahu nomor ponselmu yang baru.." gerutu Siska di balik telepon. Ya Siska Mattew, adik sarah menghubungi nya. Karena beberapa hari terakhir ponsel Sarah tak bisa di hubungi siska.


"Ponsel ku sudah kuhancurkan.."


Siska terkekeh mendengar perkataan Sarah, bagi siska memang sarah wanita yang bar-bar persis seperti Kimy keponakannya.


"Ada masalah apa kak? Kenapa tak cerita padaku.."


"Sis.. Aku stres di sini, banyak sekali masalah yang tiba-tiba muncul. Kau tahu kan perusahaan Daniel sudah berpindah tangan, sekarang dia hanya menjadi bayang-bayang lelaki itu.."


"Ya aku sudah membaca beritanya. Joseph juga sudah menghubungi Daniel suamimu. Kak aku masih tak percaya dengan apa yang terjadi dengan Kimy, aku dengar dia putus dengan pacarnya dan sekarang bersama Tristan?.."


"Kau juga dengar itu. Panjang sekali ceritanya, bahkan aku sendiri tak mengerti. Aku bahkan tak punya muka untuk bertemu Sinta. Kau tahu suaminya, Teddy mengalami kecelakaan dan aku belum menemuinya.." Sarah mulai berdiri dan pindah ke sofa, karena ia merasa bahan pembicaraannya dengan adiknya mulai serius.


"Kak yang tidak ku mengerti lelaki itu adalah Tristan. Bagaimana bisa, bahkan mereka tak mengenal satu sama lain.."


Sarah mengernyit bingung "Kau kenal Tristan?.."


Sinta mengangguk yang tentu saja tak di ketahui Sarah karena mereka bicara di telepon "Aku mengenalnya, itu juga baru sekali bertemu saat dia ke New York. Dia teman dekat Ronald kak saat mereka kuliah dulu.."


"Apa??.." sarah terlihat kaget. Dia sedikit berdehem karena topik nya semakin panas "Tunggu, jadi si Tristan itu mengenal keluargamu?.."


"Ya.. tentu saja, dia sempat mampir ke sini. Aku begitu kagum sama dia karena di usia dia yang masih muda sudah sukses, bahkan dia cerita tidak punya keluarga yang mendukungnya.."


"Keluarga?.." Sarah berfikir sebentar, selama ini tidak ada di pikirannya dan suaminya untuk mengetahui siapa keluarga lelaki itu. Dia bahkan begitu santainya melepas putri kesayangannya untuk bersama lelaki itu.


Bodoh sarah kau Bodoh. Batinnya.


"Hallo kak.." panggil Sinta karena sarah tak bersuara.


"Ya, aku mendengarmu darling.."


"Kimy bertemu dengan Tristan di sini kak, tapi mereka tidak saling mengenal. Aku benar-benar tak menyangka hubungan mereka berlanjut. Lalu bagaimana dengan Gilang?.."

__ADS_1


Sarah terdiam, dia merasa bersalah pada calon mantunya itu. Hubungan mereka sudah sangat dekat. Bahkan kedua keluarga juga bersahabat saat masih muda. Sarah benar-benar bingung.


"Aku akan menemuinya nanti, sudah lama aku tak bertemu dengan Gilang dan Sinta.." jawab sarah.


"Baiklah kak, aku tutup dulu teleponnya.." Kata Sinta.


"Oke darling.. Bye.."


Sarah memijat pelipisnya, semua masalah seakan datang bersamaan. Dan sekarang tiba-tiba lelaki bernama Tristan itu memenuhi pikirannya.


Siapa sebenarnya dia, kenapa tiba-tiba muncul di keluargaku?


**


Sore hari Sarah datang ke rumah sakit untuk menjenguk Teddy. Namun ia sangat terkejut karena Sinta ternyata juga sakit.


"Maafkan aku baru datang Lang.." Kata Sarah yang berjalan beriringan dengan Gilang.


Gilang tersenyum pada Sarah "Tidak apa-apa mi, bagaimana kabar mami sama papi?.."


Sarah berhenti mendengar pertanyaan Gilang, begitu juga Gilang. Ia memutar tubuhnya menghadap Sarah dengan pandangan penuh tanya.


"Sebenarnya mami malu bertemu kau dan orang tuamu, apalagi mamamu.."


"Mami bicara apa? Tidak usah merasa seperti itu mi, kita sudah seperti keluarga.."


"Mi.." Gilang mendekat mencoba menenangkan Sarah.


"Semuanya hancur Lang, masalah seakan datang bersamaan. Mami sendiri bingung.."


"Mami tenang dulu, semua pasti akan baik-baik saja mi.."


Sarah mengangguk dan mereka meneruskan berjalan menuju kamar inap Sinta.


"Sinta.." panggil sarah pada sahabat serta calon besannya itu saat memasuki kamar inap.


Sinta yang tadinya melamun terlihat kaget dengan kedatangan Sarah.


"Sarah.."


"Mama sudah bangun.." Tanya Gilang sembari menutup pintu dan ikut masuk.


Sinta tak menjawab ia hanya mengangguk pelan.


"Sint.. Bagaimana bisa kau juga ikut sakit?.."


Sinta tersenyum "Aku tidak apa-apa, hanya banyak fikiran. Lang mama mau bicara sama Sarah, kau bisa tinggalkan kami dulu.."

__ADS_1


Gilang mengangguk "Iya udah Gilang mau lihat papa, nanti kalau sudah selesai mama telepon Gilang ya.."


Sinta mengangguk dan Gilang pun meninggalkan ruangan itu.


Setelah kepergian Gilang sarah segera duduk di kursi yang ada di sampingnya "Sint.. Kau jangan marah sama aku ya, atas semua masalah yang terjadi. Aku juga tidak tahu kenapa semua jadi seperti ini. Aku seperti tak mengenali Kimy lagi Sint. Kami bahkan tak bisa hanya sekedar komunikasi sama Kimy.."


Mendengar sahabat nya bicara seperti itu Sinta tersenyum, ia menggenggam tangan Sarah.


"Mana mungkin aku marah sama kau Sar. Kita bersahabat sudah puluhan tahun. Sebenarnya aku ingin bicara banyak denganmu, tapi akhir-akhir ini aku sibuk dengan kasus Gilang. Sarah.. Apa kau tahu lelaki yang bersama Kimy itu, kau kenal dengan lelaki itu?.." Tanya Sinta serius pada Sarah.


Sarah menggeleng pelan "Aku tak mengenalnya secara personal, tapi dia famous di kalangan pengusaha dan kalangan selebriti, pernah beberapa kali dia di gosipkan sama artis kan. Makanya aku kurang setuju kalau Kimy sama dia. Sint.. Aduh maafkan aku, mulutku ini.." Kata sarah sambil menutup mulutnya.


"Sudahlah tidak apa-apa, semua orang juga sudah tahu. Ini bukan salah Kimy. Laki-laki itu sudah merencanakan nya.."


Sarah sedikit kaget "Maksudmu Tristan merencanakan ini!?.."


"Jangan sebut namanya di depan ku.."


"Oh.. Sory.." jawab Sarah tak enak "Aku cuma merasa kedatangannya di kehidupan Kimy begitu mendadak. Setelah itu masalah demi masalah seakan datang bersamaan. Kau tahu kan Daniel sekarang bekerja untuknya.." sarah tersenyum miris dengan nasib suaminya.


Sinta mengangguk mengerti dengan apa yang Sarah rasakan.


"Sarah kau ingat istri kedua suamiku?.."


"Istri kedua?.."


"Iya, wanita yang perlahan-lahan merebut cinta Teddy untukku.."


"Ya tuhan wanita yang bunuh diri itu?.." jawab Sarah sambil menggidikkan bahunya, ngeri mengingat bayangan Rahma "Ya tuhan kenapa kau mengingatkan ku padanya, bahkan aku masih ingat kalau matanya ada di adikku Sint.."


"Sssttttt.. Kau gila, kenapa keras sekali suaramu nanti ada yang mendengar.." jawab Sinta dengan pelan.


Seketika Sarah menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Ingat hanya kita berdua yang tahu masalah itu, kau harus hati-hati kalau bicara.."


Sarah mengangguk beberapa kali, tanda mengerti.


"Kau tahu kan dia punya anak lelaki saat itu?.." lanjut Sinta.


"Oh iya dia punya anak ya, aduh Sint aku sedikit lupa itu sudah lama sekali.." jawab sarah masa bodoh.


"Aku tak mungkin lupa, kenangan buruk itu masih terus membayangiku sampai sekarang. Kau tak curiga pada lelaki yang bersama Kimy?.."


"Maksudmu?.." Sarah benar-benar tak mengerti, ia melihat ke arah Sinta dan sedikit berfikir.


Sedangkan Sinta tak menjawab, ia hanya melihat sarah dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2