BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Jalang


__ADS_3

" Brengsek!!! Apa maumu bajingan?.." Itu adalah kalimat pertama yang di ucapkan Kimy, ketika bodyguard berbadan besar itu membuka lakban yang menempel di mulutnya.


Tristan tampak menyeringai mendengarkan ucapan kasar wanita yang bersandar lemah di ranjang besar itu.


" Kalian berdua keluar!.." Perintahnya pada kedua bawahannya.


" Pak Dony tolongg!!!.." Teriak Kimy dengan suara serak karena tangisan, ketika melihat Dony asisten Tristan itu keluar. Dony tampak mengacuhkan teriakan gadis itu. Dia hanya berharap bosnya tidak bertingkah melebihi batasannya. Tapi melihat umpatan kasar gadis itu barusan, dia tidak yakin kalau bosnya bisa menahan kesabaran menghadapinya.


Tristan bukan tipe orang yang berlemah-lembut terhadap wanita. Satu-satunya wanita yang bisa menghadapi Tristan cuma Laura, pada Laura lelaki itu bisa sedikit melunak. Dony tahu betul, Lauralah satu-satunya wanita yang dia tiduri atas dasar cinta saat itu, saat jauh sebelum bosnya itu menjadi casanova dengan berganti-ganti teman tidur.


Dony bahkan tau, sikap buruk bosnya kalau sedang meniduri seorang wanita. Bosnya akan bermain kasar, setelah puas dia akan meninggalkan wanita jalang itu atau menyuruh mereka segera pergi kalau misal mereka bercinta di apartemennya. Tak ada perlakuan manis atau sekedar tertidur bersama sampai pagi karena aktivitas melelahkan mereka, hal seperti itu tidak pernah terjadi. Satu-satunya wanita yang tidur seranjang dengan bosnya sampai matahari terbit hanya Laura, mereka benar-benar melakukan itu atas dasar cinta, saat itu.


Itulah yang membuat Laura bangga dan percaya kalau Tristan hanya mencintai dirinya. Walaupun Laura tau kalau Tristan meniduri banyak wanita, dia tidak peduli. Yang dia tahu hati Tristan hanya untuknya, begitu juga sebaliknya.


" Paaakk, pak Dony tolong saya. Jangan pergi.." Teriakan itu masih keluar dari mulut Kimy, walaupun pintu kamar itu sudah tertutup rapat.


Pak Dony, kenapa anda juga begini..


" Kamu berharap Dony menolongmu?.." Kata Tristan sambil tersenyum maut.


" Apa menurutmu dia orang baik, yang akan menolongmu?.." Katanya lagi sambil berjalan ke arah Kimy. Mendapati gerakan Tristan, Kimy beringsut mengeratkan posisinya pada sandaran ranjang itu. Wanita itu begitu takut melihat wajah Tristan yang seperti psikopat gila menurutnya, tidak ada lagi ketampanan paripurna lagi menurut Kimy.


" Berhenti!!.." Katanya lirih yang masih bisa di dengar oleh Tristan.


" Berhenti, bajingan!!!.." Entah darimana keberaniannya muncul, dia ingin sekali menendang lelaki gila itu.


Tristan berhenti sejenak setelah berdiri tepat di samping wanita lemah itu. Dia sedikit menampilkan senyum manisnya.


" Kenapa?.." Kata Kimy pelan.


" Kenapa kamu melakukan ini?.."

__ADS_1


" Siapa yang menyuruhmu?.."


" Apa yang kamu inginkan?.."


Bertubi-tubi pertanyaan wanita itu lontarkan. Dia masih tidak mengerti kenapa semua ini bisa terjadi dengan dirinya.


Apa karena lelaki itu mencintainya?


Batinya sempat menjawabnya sendiri. Tapi batinnya juga menampik semuanya.


Tidak, kalau ini cinta, tidak seharusnya dia melakukan semua ini.


Apa karena dia marah karena aku menamparnya tempo hari, dia sakit hati dan mau balas dendam?


Kimy masih berputar dengar pertanyaan di hatinya. Tapi, lelaki gila itu sudah duduk di ranjang, di sampingnya. Kimy beringsut menjauhkan badannya, namun pergerakanya tidak bisa jauh karena tangan dan kakinya masih terikat.


" Kamu mau tau?.." Jawabnya dengan santai, lalu secepat kilat tangan kekarnya menarik lengan Kimy mendekat ke arahnya.


Tristan membalik badannya dan menundukkan wajahnya ke arah Kimy. lelaki itu menyentuh setiap inci wajah Kimy lembut, dari atas hingga berhenti pada bibir mungil merah muda miliknya. Sentuhan tangan di wajahnya membuat Kimy jijik, dia terus membuang muka tanpa menatap lelaki gila itu.


" Look at me!!.." Perintahnya. Namun tidak di indahkan oleh wanita itu, dia terus membuang muka dan itu membuat darah Tristan semakin mendidih karena penolakan.


Tristan mencengkram rahang Kimy dengan kuat, membuat wanita itu kesulitan bernafas. Lelaki itu terus mengarahkan muka Kimy untuk menatapnya, namun Kimy justru menutup matanya. Dia benar-benar benci melihat lelaki gila ini.


" Look at me JALLAANG!!!.." DEG. Jantung Kimy bagaikan di tikam pisau. Mendengar kata jalang yang di ucapkan lelaki gila itu penuh penekanan.


Apa? Jalang? dia memanggilku jalang.


Air matanya mulai berderai lagi, setelah tadi sempat berhenti sesaat. Seumur hidupnya, orang selalu bilang dia hidup dengan penuh kesempurnaan, dan baru pertama kali dia mendengar orang memanggilnya dengan sebutan semurahan itu. Jalang adalah wanita murahan yang menjajakan tubuhnya pada setiap lelaki kaya. Memangnya apa yang di lakukannya sehingga lelaki gila ini memanggilnya semurahan itu.


Kimy membuka matanya, melihat lelaki gila ini tepat di depanya, menatapnya dengan tatapan marah dan entah apa lagi. Matanya merah, rahangnya mengeras, nafasnya terasa panas menyapu wajah Kimy. Tidak mau kalah, Kimy juga menatap lelaki itu dengan tatapan bengisnya, dia ingin menendang muka bajingan itu seandainya saja bisa. Namun hanya sebatas itu yang bisa dia lakukan, setidaknya lelaki gila itu tahu, kalau dia tidak lemah, tidak gampang di tindas.

__ADS_1


" Kamu mencintai orang yang salah baby.." Tristan mengatakan itu dengan pelan, dengan suara berat dan serak. Dia mengatakan sambil mengendus wajah Kimy, membuat Kimy meremang karena nafas pria itu.


" Apa maksudmu?.." Jawab Kimy tak kalah lirih.


" Tidak sekarang, kamu akan tahu nanti.."


" Tolong lepaskan aku.. Orang-orang akan mencariku. Mereka akan melaporkan ke polisi. Aku akan tutup mulut, aku janji. Asal kamu lepaskan aku.." Tawar Kimy dengan sungguh-sungguh.


" Hahaha... Kamu becanda baby. Mereka tidak akan mencarimu. Aku berkata sungguh-sungguh..." Jawab Tristan dengan tawanya.


Apa maksudnya, mereka tidak mencariku?


" Kamu bingung? rilex baby.. Kamu akan segera terbiasa dengan semua ini.." Katanya lagi sambil beringsut menjauhkan dirinya dari wanita itu.


**


Malam hari, Daniel dan Sarah tidak menyadari kepergian Kimy siang tadi. Mereka baru sadar kalau Kimy pergi setelah mendapat pesan dari no hp Kimy kalau dia tidak akan pulang beberapa hari. Memang Kimy sering bepergian ke luar kota untuk urusan shooting atau pergi bersama Gilang dan mereka tak mempermasalahkannya. Dan kalau kali ini Kimy pergi, mereka pikir karena putrinya ingin menenangkan diri dari segala masalah.


Mami , papi... Untuk sementara Kimy akan tinggal di rumah temen Kimy di luar kota. Kimy mau tenangin diri dulu, nanti kalau keadaan sudah tenang Kimy kabarin kalian ya..


Sementara no ponsel Kimy tidak akan aktif, Kimy tidak mau di hubungi siapapun. Kalau keadaan sudah tenang Kimy yang akan hubungi kalian. Kalian jangan khawatir Kimy akan baik-baik aja..


Tolong sampaikan sama kak Lexa , untuk menghandle segala kerjaan. Kimy hanya percaya sama kalian, tolong jangan bocorin Kimy ada di mana, pada siapapun...


Kimy sayang papi dan mami❤😘


Itulah pesan yang Daniel terima dari putri kesayanganya. Mereka bisa mengerti kalau anaknya butuh waktu untuk sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2