BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Merengek manja


__ADS_3

Kimy berteriak histeris ketika lelaki itu menamparnya dengan keras hingga tubuhnya tersungkur di kelantai. Laki-laki itu menjambak rambutnya dengan keras.


" Lepass, ini sakit.." Teriak Kimy.


Tristan duduk mensejajarkan tubuhnya pada wanita itu " Sakit kau bilang?.." Jawab lelaki itu dengan senyuman mautnya.


" Kau mau kabur kan, hmm?.." Tanyanya sambil menarik rambut itu lagi.


" Aawwww sakiiit.."


" Kau kira bisa kabur dengan mudah di sini? Kau sungguh mengecewakanku seperti Daniel.." Mendengar nama papinya di sebut, Kimy menatap tajam lelaki gila itu.


Tristan menatap Kimy balik dengan tatapan yang sulit di artikan " Kau merindukannya bukan, Daniel? Kelihatannya dia baik-baik saja tanpamu.." Laki-laki itu tersenyum puas melihat Kimy menetaskan air matanya lagi.


" Kau pembohong! Kau bajingan!.." Teriak Kimy.


Tristan menarik rambut Kimy lagi, hingga muka wanita itu mendongak ke atas, menatapnya tajam.


" Apa yang kau katakan?.." Tanya pria itu dingin.


" Kau pembohong, bukannya kau bilang mau bawa aku ketemu orang tuaku.." Katanya sambil menangis.


Tristan melepaskan cengkraman tangannya pada Kimy, lelaki itu memicingkan matanya.


Ada sedikit guratan kecewa pada laki-laki itu. Tadinya di jakarta dia begitu antusias menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera pergi ke villa untuk melihat wanita itu. Mungkin laki-laki gila itu sudah jatuh hati pada wanita itu, mungkin. Tapi ternyata wanita yang ingin sekali dia temui, malah ingin segera meninggalkan tempat itu.


Tristan berjalan kearah jendela, menyingkap gorden jendela itu, berdiri memunggungi Kimy dan entah apa yang di fikirkannya.


" Kau ingin sekali pulang?.." Tanyanya begitu sendu, membuat Kimy yang mendengarnya menjadi trenyuh karena suara Tristan benar-benar sedih.


Kenapa dia terdengar sedih.


" Aku merindukan orang tuaku.." Jawab Kimy lirih.


Tristan menoleh sekilas, lalu berjalan menghampiri Kimy. Dia mencengkram rahang wanita itu kuat.


" Kalau kau mau ketemu mereka, jangan banyak ulah atau aku akan menghabisimu di sini, mengerti?.."


Dengan cepat Kimy menganggukan kepalanya.


Tristan melihat luka-luka goresan pada telapak kaki wanita itu. Hatinya cukup trenyuh melihat kaki mulus itu terdapat beberapa goresan.


Tristan mendekati Kimy dan menyentuh kaki telanjang yang terluka itu. Lelaki itu meraba luka-luka itu lembut. Membuat Kimy meringis karena perih.


" Apa ini sakit?.." Tanya Tristan dengan lembut.

__ADS_1


Kimy hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Luka ini tidak apa-apanya di banding luka batin yang kau buat bajingan.


Dengan cepat Tristan mengangkat tubuh Kimy membawanya ke atas ranjang, menyenderkan wanita itu diranjang.Tristan beranjak meninggalkan Kimy di kamar itu.


Beberapa saat lelaki itu kembali membawa kotak obat dan baskom kecil berisi air hangat.


Tristan duduk di pinggir ranjang, membawa kaki Kimy di atas pangkuannya. Dengan pelan lelaki gila itu membersihkan luka-luka itu dengan handuk kecil yang di sudah dibasahi air hangat.


" Ah.. Pelan-pelan periihh.." Rengek Kimy mirip anak kecil yang manja pada ibunya.


Sialan, gadis ini membuatku ingin menerkamnya saat ini juga.


" Apa kau anak kecil?.." Ejek lelaki itu.


" Tidak ada hubungannya dengan anak kecil, perih ya perih. Emang anak kecil saja yang boleh kesakitan.." Jawab Kimy.


Tristan sungguh gemas dengan gadis itu, pertama kalinya gadis itu merengek padanya, persis seperti anak kecil yang merengek manja pada ibunya.


" Coba merengek sekali lagi.." Titahnya. Membuat Kimy diam seketika.


Tristan memberi obat pada luka-luka itu dengan lembut, agar tidak infeksi. Membuat Kimy mau tak mau menatap wajah tampan laki-laki gila itu.


Kenapa sikap laki-laki gila ini berubah-ubah.


Selama ini Tristan tak pernah menyetubuhinya dalam keadaan dia yang tak sadar, tapi yang Kimy lihat ini sungguh benar-benar aneh.


Sejak kapan laki-laki gila ini suka menyentuh wanita yang tertidur. Apa tingkat kegilaannya sudah naik kelas?


" Tristan!!.." Pekiknya pelan.


Tristan mendongakkan kepalanya menatap Kimy dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Kau terbangun baby.." Jawabnya tak kalah pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kimy.


" Maaf aku membangunkanmu, aku menginginkanmu sayang.." Lanjutnya.


Sayang... Maaf.. sejak kapan laki-laki gila ini begitu lembut, dia meminta maaf? apa aku sedang bermimpi?


Kimy diam tak membalas kata-kata Tristan, lebih ke pasrah, karena menolakpun akan percuma menurutnya.


Tristan terus memainkan perut rata Kimy dibawah sana, lelaki itu sudah banyak memberi jejak pada perut mulus itu. Lelaki itu lalu naik mencium bibir wanita itu lembut, sangat lembut membuat Kimy melayang.


Tristan melepaskan tautannya, lelaki itu memperhatikan wajah Kimy intens, menyingkirkan anak rambut Kimy yang berantakkan.

__ADS_1


" Balas ciumanku sayang.." Katanya dengan tatapan penuh arti.


Secepat kilat Tristan ******* bibir Kimy lagi, perlahan Kimy membalas ciuman itu dengan lembut. Mereka benar-benar menikmati malam itu dengan gairah yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Laki-laki gila itu benar-benar membuat Kimy mabuk kepayang, kecanduan akan ciuman dan sentuhan lelaki itu. Bahkan malam itu Kimy juga sangat agresif membuat Tristan mendesah semalaman.


" Faster sayang.." Rancaunya saat Kimy berada diatasnya memimpin permainan.


Dengan cepat Kimy menaikkan tempo goyangan maju mundurnya, membuat ruangan yang tadinya sunyi itu berubah suara.


" Oh Kimy, kau membuatku gila sayang.."


Kimy mencium bibir Tristan yang terus merancau, bahkan wanita itu mulai menciumi leher Tristan, menyedotnya hingga meninggalkan bekas kiss mark, dan masih terus menggoyangkan tubuhnya.


" Sayaaang.." Merasa tak tahan dengan perlakuan Kimy, dengan cepat Tristan bangkit dan membalik posisinya, kini laki-laki itu yang memimpin permainan panas itu.


Keduanya melepas gairah panas itu dengan tubuh yang penuh keringat. Tristan ambruk di samping Kimy, Laki-laki itu menarik Kimy, menempelkan pada dada bidangnya. Memeluk erat wanita itu dengan posesiv. Dan mereka tertidur.


Pagi hari Kimy merendamkan tubuhnya pada bathup kamar mandi, dia ingin merilexkan tubuhnya yang remuk akibat ulah laki-laki gila itu. Wanita itu memejamkan matanya, memikirkan apa yang terjadi semaleman dengan laki-laki gila itu.


Kedua kalinya Tristan tertidur di kamar itu bersama Kimy. Seperti biasa laki-laki itu bermimpi mengerikan lagi, dia berteriak histeris lagi, membuat Kimy terbangun dari tidurnya.


Apa yang di mimpikannya? Kenapa dia berteriak memanggil mamanya terus, seperti ketakutan. Lalu siapa Daffa itu, kenapa dia menyebut nama itu berkali-kali.


Kimy terus memikirkan hal itu, karena dia merasa laki-laki gila itu mempunyai kenangan pahit tentang mimpinya itu.


**


Di tempat lain, Laura terlihat sedang mengunjungi nek Inah di rumah mewah Tristan di tengah kota Jakarta.


" Nenek tau dimana Tristan?.." Tanya Laura pada perempuan renta itu.


Nek inah yang dari tadi terlihat menyulam itu berhenti dari aktivitasnya.


" Apa dia tidak di kantor?.." Jawab nek Inah.


" Dia juga tidak ada di apartemennya nek?.. Kata Laura lagi.


" Apa yang kau katakan? Lalu dimana dia, atau dia ada perjalanan bisnis ke luar negeri?.."


" Tapi Dony ada di kantor, dia yang ambil alih segala wewenang Tristan nek.."


" Ohh, kau tidak udah khawatir ada Dony. Kau tau kan otak Tristan kecerdasannya di atas rata-rata, anak itu selalu hidup dengan penuh kejutan.." Kata nek Inah sambil tersenyum lebar.


" Aku cuma khawatir dia nek, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu.."

__ADS_1


" Kau tau kan Nak, hidup anak itu penun dengan rahasia, jadi kau tak usah khawatir. Semua akan baik-baik saja.." Kata nek inah lembut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=°


__ADS_2