
Tristan, Dony dan Mario terperanjat kaget melihat dua wanita yang tadi bertengkar kini datang bersamaan ke ruang kerja Tristan.
Ketiga laki-laki tampan itu menatap dua wanita itu penuh tanya.
" Sepertinya ada yang salah?.." Celetuk Mario.
" Sayang.. aku sudah minta maaf sama dia.." kata Laura pada Tristan, wanita itu menunjuk ke arah Kimy.
Dasar gila, kapan dia minta maaf padaku.
Tristan tak menanggapi ucapan Laura, pandangan pria itu fokus pada Kimy, yang berdiri cuek tak jauh dari Laura.
" Woww.. sejak kapan kau mau minta maaf pada orang lain?.." Tanya Mario pada Laura.
" **** you!!.." Laura menunjukkan jari tengahnya pada Mario, laki-laki itu hanya tersenyum geli menanggapi tingakah Laura yang di anggapnya lucu.
" Sayaaang.." Laura berjalan menghampiri Tristan. Wanita itu duduk di samping Tristan dengan bergelayut manja di lengan kekar laki-laki tampan itu.
" Mulai sekarang aku akan berteman dengannya, dia sudah minta maaf karena sudah menciumu. Aku dan dia sudah baikkan.." Tristan masih diam tak bereaksi, laki-laki itu masih menatap wajah gadis yang berdiri di sana.
" hahhhahaa.. Kalian sungguh lucu.." Celetuk Mario lagi.
" Hey gadis, benar apa yang dia katakan?.." Tanya Mario pada Kimy. Kimy hanya mengangguk.
" Kau tak bisa bicara?.." Sahut Tristan membuat Kimy melihat wajah laki-laki itu.
" Iya itu benar.." Jawab Kimy singkat dengan menatap wajah Tristan.
" Bagian mana yang benar?.." Tanya Tristan lagi, dengan menatap tajam gadis itu.
Apa yang ingin kau tanyakan sebenarnya bajingan.
" Semua yang dia katakan benar, aku salah karena sudah menggoda kekasihnya. Aku sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi.." Kata Kimy masa bodoh.
Jawaban Kimy membuat darah Tristan mendidih. Laki-laki itu memberikan sorot mata yang menakutkan pada gadis itu.
Berani sekali kau bicara begitu, lihat nanti aku akan menghukummu.
" Bolehkan sayang aku berteman dengannya?.." Tanya Laura manja.
" Lakukan apapun yang kau mau.." Jawab Tristan sambil membelai rambut Laura mesra.
Kimy membuang muka melihat pemandangan itu. Hatinya terasa remuk, entahlah gadis itu sudah berusaha menolak perasaannya, namun sepertinya dia gagal.
**
Malam hari Nadine mendatangi Gilang, sudah beberapa hari dia tak menghubungi laki-laki itu. Nadine merasa semakin hari Gilang semakin menjauh padahal penghalangnya Kimy sudah tak ada.
" Kanapa kau tak mengangkat teleponku, pesanku juga kau acuhkan?.." Tanya Nadine dengan gaya khasnya.
" Untuk apa mencariku?.." Jawab Gilang acuh.
__ADS_1
" Kenapa aku tak boleh mencarimu?.." Tanya Nadine dengan suara lantang. Namun tak di jawab oleh Gilang.
" Kau sudah menyerah dengan hidupmu?.." Ejek Nadine.
" Kalau cuma mau ceramah pergi saja.." Jawab Gilang berdiri meninggalkan Nadine. Gilang berjalan menuju kamarnya, di ikuti oleh Nadine di belakang.
" Lang, dengerin dulu.." Kata wanita cantik itu sambil berjalan mengikuti Gilang.
Gilang masuk ke kamarnya, laki-laki tampan itu menarik kaos yang di kenakannya ke atas kepala dan melemparnya sembarang arah. Kini laki-laki itu bertelanjang dada menampilkan tubuh atletisnya.
" Lang buka lang.." Teriak Nadine di balik pintu kamarnya.
" Pergilah!!.."
" Aku mau bicara dulu.." Teriak Nadine lagi. Nadine menarik gagang pintu kamar dan pintu kamar itu terbuka.
" Ooh astaga Lang, apa yang kau lakukan?.." Nadine memalingkan wajahnya karena melihat Gilang tak memakai baju.
Gilang masih berdiri santai melihat Nadine. Laki-laki itu tersenyum, dia melihat Nadine masih sama seperti dulu. Gadis lugu dan penurut, bahkan menatapnya saat tak memakai bajupun dia tak sanggup.
" Kenapa kau berdiri disitu?.." Tanya Gilang berniat menggoda sahabatnya itu.
" Pakai bajumu dulu, kalau tidak kau pakai, aku akan pergi.." Ancam Nadine pada Gilang.
" Ya sudah pergi saja.." Jawab Gilang acuh
" Gilang!!.." Teriak Nadine, wanita itu akhirnya menatap Gilang, dia bisa melihat betapa laki-laki di depannya ini sangat tampan. Tubuh atletisnya bisa menggoyahkan iman setiap wanita.
Beberapa kali Nadine mengerjapkan matanya, dia susah sekali untuk fokus.
" Baiklah aku pergi, tapi ingat aku belum selesai bicara. Kita bicara lagi besok, aku akan kesini lagi besok.." Kata Nadine, namun tak di jawab oleh Gilang. Nadine bergegas meninggalkan tempat itu.
Setelah Nadine pergi, Gilang membanting tubuhnya di ranjang miliknya. Dia memiringkan tubuhnya, menatap bantal yang ada di sampingnya. Laki-laki tampan itu menatap lekat bantal itu. Bantal yang biasa Kimy gunakan saat dia menginap atau menghabiskan waktu bersamanya.
Sayang, apa kau merindukanku disana?
Kalau bisa di bilang gila, memang Gilang sudah gila karena Kimy. Laki-laki tampan itu sangat mencintai kekasihnya, bahkan saat semua orang menghujat Kimy, laki-laki itu tak peduli. Cintanya tidak akan pernah berubah terhadap gadis itu.
**
Di tempat lain, Kimy juga sedang berbaring di ranjangnya, gadis itu menatap nanar langit-langit kamarnya. " Aku merindukanmu.." Katanya lirih.
" Siapa yang kau rindukan?.." Suara berat itu mengangetkan Kimy, gadis itu terperanjat kaget.
" Apa yang kau lakukan di sini?.." Tanya Kimy heran, karena Kimy sama sekali tak mendengar ada orang masuk ke kamarnya.
" Kau belom menjawab pertanyaanku, tapi sudah berani bertanya aku sedang apa?.." Kata Tristan sambil berjalan menghampiri gadis itu.
" Siapa yang kau rindukan?.." Tanya Tristan sekali lagi saat dia berdiri tepat di hadapan gadis itu.
" Aku.. aku.."
__ADS_1
Kenapa aku takut, dia juga sudah punya Laura, jadi aku tidak perlu takut kurasa..
" Tentu saja aku merindukan kekasihku, siapa lagi.." Jawab Kimy berusaha tenang.
Tristan mengepalkan tangan kirinya " Berani sekali kau jalang!!.." Katanya sambil mencengkram dagu gadis itu.
" Awhh, lepp.. lepas!.." Kata Kimy dengan suara tercekat karena cengkraman tangan itu.
" Jadi kau masih memikirkannya?.." Kata laki-laki itu dengan suara beratnya.
" Kita lihat setelah ini, apa dia masih sudi mengingatmu.." Kata Tristan sambil melepas cengkraman tangannya. Tristan mulai melepas kancing kemejanya.
" Apa yang mau kau lakukan?.." Tanya Kimy dengan berusaha menutupi badannya dengan selimut.
" Apa lagi, aku akan membuatmu mendesah memanggil namaku bukan laki-laki itu, kau tahu aku tak sudi berbagi, bodoh!!.."
" Tristan jangan gila, aku sudah janji pada Laura untuk tidak berdekatan denganmu lagi.." Kata Kimy mulai panik.
" Kau yakin dengan janjimu itu baby.." Tristan tersenyum menggoda.
" Tentu aku yakin, kau sudah memiliki kekasih dan akupun juga sama. Jadi tak ada alasan yang membuatku tak yakin.."
" Oke baiklah, buktikan saja.." Tristan menarik kedua kaki Kimy hingga ke tepi ranjang. Laki-laki itu menarik celana piyama gadis itu dan membuangnya sembarang.
" Tristan please.." Pinta gadis itu pilu.
Laki-laki itu duduk berjongkok menghadap kaki gadis itu, sekali tarikan dalaman Kimy sudah terlempar entah kemana.
" Tristan!!.." Kimy terpekik, laki-laki gila itu mulai mencium area sensitifnya. Ini pertama kalinya tristan melakukan itu, Kalau bisanya Kimy di manjakan oleh sang kekasih dengan memberikan sensasi di area sensitifnya, kini laki-laki gila itu yang melakukannya.
Kimy membungkam mulutnya, dia berusaha sekuat tenaga menahan desahannya. Tristan terus mengobrak-abrik bagian bawah sana. Sejenak laki-laki itu menghentikan aktivitasnya. Dia mendongak, melihat wajah Kimy sekilas. Terlihat gadis itu sudah begitu berantakan, rambutnya sudah acak-acakan, raut mukanya mengambarkan kepasrahan dan Tristan tersenyum menang melihat gadis itu.
Tristan berdiri, dia mulai membuka sabuk dan celana yang di kenakan. Sedangkan Kimy, masih berusaha menenangkan diri, setelah menikmati sensasi yang di berikan laki-laki itu.
Tristan mendekati Kimy, dia membelai rambut panjang gadis cantik itu. Kimy hanya menatap sayu laki-laki itu. Gadis itu sudah pasrah dengan yang akan terjadi, seperti biasanya.
Tristan mulai mendekat kewajah cantik Kimy, dia hendak mencium gadis itu " Kau sudah punya kekasih, kenapa masih menginginkanku?.." Kimy tiba-tiba memberi sebuah pertanyaan di saat yang tidak tepat.
Tristan menghentikan gerakannya, laki-laki itu menatap manik mata Kimy.
Karena aku ingin menghancurkan semua musuhku, termasuk menghancurkan mu.
Di sisi lain hatinya menjawab berbeda.
Karena aku mencintaimu.
Laki-laki itu terus menatap wajah gadis itu. Entah apa yang di pikirkannya.
" Lakukan apa yang kau mau, asal itu bisa membuatmu lebih baik dan bisa melupakan kejadian buruk yang menimpamu selama ini.." Kata Kimy serius dengan menatap manik mata laki-laki itu.
Apa maksud perkataannya?
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=