
Joseph sudah mengumpulkan semua asisten rumah tangganya, dia juga menelepon kedua anaknya. Kedua putranya itu sedang perjalanan pulang kerumah. Joseph tidak habis pikir, kemana perginya siska. Dia sudah mengecek seluruh cctv di rumahnya tapi anehnya cctv dirumahnya tak menunjukkan kejanggalan. Tentu saja, Bajingan Tristan sudah menyuruh anak buahnya buat menyadap dan mengahapus jejak digital itu. Dia sudah memperhitungkan segalanya. Tapi bagaimana bisa siska menghilang begitu saja tanpa jejak. Itu yang masih joseph pikirkan saat ini.
"Apa ada orang datang sebelumnya, yang mencurigakan mungkin?.." joseph mengintrogasi satu-satu asisten rumah tangga itu.
"Tidak tuan, nyonya sedang memasak dan tidak ada yang datang selama itu. Setelah selesai memasak nyonya menyuruh kami jalan-jalan karena nyonya pikir kami akan mengganggu acara makan siang tuan dan nyonya.."
Joseph menghela nafas panjang, kemana perginya istrinya itu.
"Dad.." Thomas datang dengan nafas yang masih memburu "Apa sebenarnya yang terjadi? Kemana momi?.." thomas menyerbu joseph dengan banyak pertanyaan.
Joseph menggeleng "kita belum menemukan momimu tom.."
"Kalau begitu kita lapor polisi saja dad.."
"Belum 24jam, polisi tidak akan menerima laporan kita begitu saja.."
"Dad.." Ronald baru datang dengan keadaan yang sama seperti saat thomas datang tadi. Joseph menggeleng ke arah Ronald.
"Kita cek cctv.." Kata Ronald
"Sudah, tidak ada yang mencurigakan.." jawab joseph dengan tampang loyonya.
"Aku akan menghubungi orangku, mereka yang akan melacak keberadaan momi.." Kata Ronald sambil mengeluarkan ponselnya dan berjalan keluar rumah.
**
Dua hari setelah hilangnya siska. Kimy sangat terkejut, saat pagi-pagi lexa menelepon memberitahu nya untuk membaca berita online di ponselnya. Di berita online itu menuliskan jika saham perusahaan papanya Daniel sudah pindah tangan sepenuhnya atas nama Daniel. Tristan benar-benar memenuhi janjinya.
Kimy cuma bisa menutup mulutnya, ia benar-benar tak percaya. Lelaki gila itu sudah seminggu lebih tak menemuinya dan sekarang dengan tiba-tiba ada berita seperti itu. Kimy mengira kalau saham itu akan berubah nama setelah pernikahannya.
Kimy juga melihat papanya Daniel semalem yang dikerubuti wartawan, tentu saja para wartawan itu menanyakan seputar perusahaan. Kimy menyaksikan wawancara itu dengan seksama.
Sebenarnya saya ataupun Tristan yang memegang perusahaan bukan jadi masalah, karena kita adalah keluarga. (Daniel)
Keluarga? Apa karena tuan Tristan kekasih putri anda tuan? (wartawan)
Ya.. Seperti itu, mereka akan menikah sebentar lagi.
(Daniel)
Wah.. Kimy akan melepas masa lajangnya dengan tuan Tristan? Kalau boleh tahu kapan tuan, apa tahun ini. (wartawan)
Nanti ya nanti, putri saya sama Tristan sendiri yang akan menyampaikan berita gembira ini. Tahun ini adalah tahun yang berat untuk keluarga kami. Selain kami masih berduka, semoga dengan putri saya menemukan jodohnya bisa mengobati kesedihannya.
(Daniel)
__ADS_1
Kimy benar-benar terkejut dengan pernyataan papinya Daniel. Bagaimana bisa papinya membocorkan rencana pernikahannya yang belum tentu akan terjadi. Kimy segera keluar kamar mencari Daniel, ia tergesa turun menuju meja makan.
"Papi mana bik?.."
"Tuan sudah berangkat kerja non, katanya ada rapat penting hari ini. Tuan pesen non Kimy jangan lupa sarapan.." Kata bi asih.
Kimy mendesah pelan lalu menarik kursi makan di depannya. Ia duduk sambil berpangku tangan. Kenapa serumit ini?
**
Gilang meremas kertas yang ada di depannya setelah membaca berita online dan mendengar langsung Daniel diwawancarai wartawan. Haruskah harapannya kembali pupus. Jadi benar dia akan menikah?
Septian yang masuk keruangan Gilang sudah tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Dia juga sama sekali tak menyangka nasib cinta Gilang dan Kimy yang begitu serasi akan berakhir seperti ini. Bagaimana lelaki itu akan hidup nanti tanpa kimy di sampingnya. Septian sedikit ngeri kalau harus membayangkan Gilang kembali gila seperti dulu.
"Lang rapat sebentar lagi di mulai.." Kata Septian hati-hati. Gilang tak menjawab, dia hanya diam memejamkan mata sambil memijat pelipisnya.
Sesaat kemudian Gilang bangkit "Kau gantikan aku rapat.." lelaki itu berjalan dengan cepat keluar ruangan.
"Lang, mau kemana?.."
Setelah mengemudi kurang lebih 20 menit Gilang menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah mewah. Dia masih ragu apa tindakannya benar atau salah. Dia hanya mengikuti kata hatinya saat ini. Dengan sedikit menutup mata, Gilang membunyikan klakson mobilnya. Pagar tinggi itu terlihat terbuka, seorang pria paruh baya keluar menghampiri mobil Gilang, lelaki itu mengangguk dan berlari kembali untuk membuka pagar itu, setelahnya mobil Gilang masuk kedalam rumah besar itu.
"Non kimy ada tamu.." teriak bi asih di balik pintu kamar Kimy. Gadis yang sedang berguling di kasur itu bangkit dari kasurnya dengan malas.
"Bik.." Bi asih dan lelaki itu menoleh bersamaan.
Deg
"Gilang!!!.."
Tubuh Kimy mematung di tempatnya. Gilang tersenyum, ia berdiri menghampiri Kimy.
"Maaf aku mendadak datang.." katanya lembut tepat di depan Kimy. Gadis itu tak mampu menjawab, ia hanya menelan ludah kasar.
"Bisa kita bicara.." Tanyanya lembut, Kimy hanya menjawab dengan mengangguk.
Kini Gilang dan Kimy sedang berada di gazebo taman belakang rumah mewah itu. Mereka duduk berdampingan. "Jadi berita itu benar?.." Tanya Gilang tiba-tiba "Papi ternyata sudah tahu.." lanjutnya. Kimy masih tak bergeming.
"Ada yang mau kamu katakan Kimy?.."
Deg
Kimy, terdengar sangat asing dan kasar saat Gilang yang menyebutnya hanya dengan kata kimy. Gadis itu hanya menghela nafas beberapa kali.
"Kamu tahu, seharusnya berita pernikahan itu datang dari kita berdua.."
__ADS_1
Seketika Kimy menoleh pada Gilang, mereka berdua hanya mampu saling menatap.
"Tadinya aku mengira ini semua nggak nyata Kim. Aku kira kamu masih milikku, aku bisa melihat itu dari matamu.." Kimy berkaca-kaca mendengar ucapan Gilang, segera ia memalingkan wajahnya, tidak mau kalau Gilang tahu. Tapi terlambat Gilang sudah tahu itu.
"Maaf.." satu kata lolos dari bibir Kimy.
"Jujur aku nggak butuh kamu meminta maaf. Aku hanya butuh penjelasan. Kenapa, kenapa kamu ngelakuin ini? Kenapa harus dia? Bajingan itu, dia merebut segalanya dariku.."
Kimy menoleh lagi pada Gilang, apa maksudnya apa Gilang tahu kalau Tristan kakaknya.
"Apa kamu mencintainya?.."
Deg
Lagi-lagi gilang memberi pertanyaan yang tidak bisa Kimy jawab.
"Kimy.. Kamu harus tahu kalau dia mendekatimu karena suatu alasan.."
Aku tahu. Batin Kimy
"Aku tidak pernah berfikir kalau dia akan menikahi mu. Aku takut dia akan menyakitimu.."
Sudah, sudah sangat dalam dia menyakitiku.
"Kimy, katakan sesuatu.." kini Gilang menghadap ke arah Kimy. Kimy melihat lelaki di sampingnya itu begitu hancur. Terlihat dari tatapan matanya.
"Gilang aku.. aku.."
"katakan kau tidak mencintainya. Katakan kau hanya milikku. Aku akan memperjuangkan cinta kita. Aku akan lawan dia sayang.." Gilang menggenggam tangan Kimy erat.
"Gilang.."
"Walaupun aku tidak sekaya dia, aku tidak bisa memberi papi saham sebanyak itu, tapi aku janji aku akan memberikan kebahagiaan untukmu.." Gilang seakan tidak bisa berhenti bicara.
"Gilang... Dengerin aku dulu.."
Gilang mengusap kasar wajahnya, dia terlihat kalut. Dan Kimy tahu itu.
"Maafkan aku lang, aku tahu kamu mencintaiku. Tidak mudah buat aku melakukan ini. Aku hanya mau minta maaf. Maafkan aku.." Kimy meneteskan air mata. Gilang memandang Kimy, dia seperti tak percaya kalau gadis itu menolak bersamanya.
"Jadi kamu memilih bersamanya?.."
Maafkan aku lang, aku terpaksa. Aku juga mencintaimu. Aku juga ingin bersamamu. Tapi takdir kita mungkin harus begini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1