
Tristan membanting tubuhnya ke ranjang. Laki-laki gila itu merasakan sesak di dadanya, sama seperti yang Kimy rasakan.
Maafkan aku, kau tak boleh mempunyai perasaan apapun padaku Kimy. Aku harus melakukan sesuatu.
Tristan mengambil ponselnya di saku celana " Hallo, kau ada dimana?.." Tanya laki-laki itu dengan seseorang di balik telepon.
" Apa butuh bantuanmu.." Katanya lagi.
" Baiklah, aku tunggu.." Laki-laki menutup ponselnya.
Dengan begini, kita akan lebih mudah menjalankan peran kita masing-masing. Kau akan membenciku lagi seperti dulu.
**
" Kau bercanda, apa-apaan ini. kenapa semua begitu mendadak. Memangnya apa salahku?.." Teriak Sarah Moeremans di kamarnya, wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu melempar ponselnya sampai hancur berkeping.
Ceklek!!!
Pintu kamar terbuka, Daniel tersenyum pada istri cantiknya itu. " Hay sayang, kau belum tidur.." Sarah tak menjawab, wanita cantik itu masih kesal karena asistennya memberi tahu kalau kontrak-kontraknya di batalkan dengan alasan tak jelas. Selain itu sinetron stripingnya yang membuat namanya masih di kenal sampai sekarang, tiba-tiba menghilangkan perannya.
" Kau kenapa sayang.." Tanya Daniel karena melihat istrinya yang biasanya banyak bicara itu terlihat berbeda.
" Astaga, ini ponselmu kenapa?.." Tanya Daniel lagi setelah melihat ponsel istrinya hancur di lantai.
" Sayang kau harus melakukan sesuatu.." Kata Sarah sambil berlari ke arah suaminya. Sarah yakin Daniel bisa membantunya, dia adalah pengusaha terkenal. Namanya banyak di segani semua kalangan.
Daniel masih bingung dengan sikap istrinya " Kau kenapa?.." Tanya Daniel.
" Sepertinya ada yang sengaja ingin menghancurkan karirku. Kau tau, semua kontrak kerjaku di batalkan. Mereka juga menghilangkan peranku di sinetron.."
" Apa?.." Daniel tak percaya.
" Siapa yang melakukannya?.."
" Aku tidak tahu sayang, kau harus bantu aku.." Rengek Sarah.
Daniel memegang lengan Sarah, laki-laki itu menatap lekat istrinya "Sayang kau tahu kan sekarang aku tidak seperti dulu. Sekarang aku cuma jadi peran pengganti, semua orang tahu, kalau aku sekarang hanya bayang-bayangnya Tristan di perusahaan itu.."
Jawab Daniel.
" Kalau begitu minta tolong dia supaya membantuku, bukankah dia sedang menjalin hubungam dengan Kimy. Pasti dia mau membantuku kan?.." Kata sarah dengan panik.
" Sayang!!.." Daniel frustasi.
" Daniel kau tahu kan, ini adalah karirku. Ini mimpiku dari dulu, tidak mungkin aku menyerah begitu saja.." Sarah mulai menangis, dengan cepat Daniel menarik tubuh Sarah ke dalam pelukannya. Laki-laki itu tak tega melihat istrinya menangis.
" Tenanglah, aku janji akan cari cara.." Jawab Daniel mencoba menenangkan.
__ADS_1
**
Pagi hari Laura memasuki rumah mewah Tristan. Wanita itu dengan sombongnya masuk dengan menenteng tas mewah dan sebuah koper.
" Selamat Pagi nona Laura.." Sapa seorang pelayan wanita.
" Tristan di rumah kan?.." Jawab Laura.
" Tuan belum turun, mari saya bantu.." Jawab pelayan itu, membantu mendorong koper Laura.
Laura berjalan masuk kerumah itu, terlihat Tristan menuruni anak tangga. Laki-laki tampan itu menatap Laura dengan dingin.
" Ikut aku.." Titah Tristan pada Laura, laki-laki itu kembali menaiki tangga di ikuti oleh Laura.
Sampai di lantai dua, Tristan membuka pintu sebuah kamar " Kau tidur di sini.." Perintahnya pada Laura.
Laura mengernyitkan dahinya " Ku kira kita akan tidur sekamar.." Jawab Laura dengan senyum menawannya.
" Di sebelah kamar ini, kamar gadis itu. Jangan coba-coba kau untuk menemuinya tanpa sepengetahuanku.." Laura menatap Tristan bingung.
" Apa sebenarnya tujuanmu?.." tanya Laura.
" Tujuanku masih sama.." Jawab Tristan. Laura mengangguk tanda mengerti.
" Baiklah aku akan membantumu mencapai tujuanmu.." Kata Luara sembari tersenyum simpul.
Kimy mencoba membuka pintu kamarnya, namun gagal. Pintu itu masih terkunci. Tristan yang baru saja keluar dari kamar Laura melihat gagang pintu kamar Kimy bergerak-gerak. Laki-laki itu mengernyit, lalu tersenyum sekilas. Tristan membuka pintu kamar Kimy, tentu saja gadis yang dari tadi mencoba membuka pintu itu dari dalam terperanjat kaget, karena pintu tiba-tiba terbuka sendiri.
" Hey!!.." Pekik gadis itu.
" Apa yang kau lakukan?.." Tanya Tristan dengan muka datar. Kimy merasa salah tingkah karena ketahuan mencoba keluar kamar oleh laki-laki itu
" Aku tadi cuma iseng kok.." Jawab Kimy dengan muka imutnya. Gadis itu tersenyum manis pada Tristan.
Cantik sekali.
Tristan menutup matanya sekilas, dia tidak mau terpesona dengan kecantikan gadis itu.
" Sayang, kenapa berisik sekali.." Laura muncul tiba-tiba di depan kamar Kimy, wanita itu bergelayut manja di lengan Tristan. Deg.. Kimy menatap pemandangan itu tak percaya.
Kenapa wanita ini ada di sini?
" Oh kau rupanya? Aku kira kau sudah pergi dari sini.." Kata Laura dengan sinisnya.
" Sayaaang.. Kau masih membiarkan gadis ini di sini? Tapi kau membawaku untuk tinggal disini, aku benar-benar tak mengerti jalan fikiranmu.." Laura berkata dengan manja.
Ya tuhan, apa ini. Semua ini bohongkan? Jadi wanita ini benar-benar kekasih Tristan.
__ADS_1
Tristan menatap nanar wajah Kimy yang mulai terlihat kecewa, gadis itu terlihat mencoba untuk kuat, namun bisa Tristan lihat kalau dia begitu terluka.
" Aku masih membutuhkannya, kau tenang saja dia tidak akan mengganggumu.." Jawab Tristan masih dengan menatap gadis di depannya itu.
Tristan, oh my gad. Kimy bodohnya kau. Kau mengira laki-laki gila ini menyukaimu, sadar kimy, sadar!
Kimy terus merutuki dirinya sendiri sambil menahan sesak di dadanya. Gadis itu benar-benar sudah tak kuat, air mata yang coba untuk di bendung sudah mulai akan jatuh, dengan cepat Kimy membalikkan tubuhnya bersamaan dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
" Kalian pergilah dari kamarku.." Kata Kimy dengan tubuh yang masih memunggungi Tristan dan Laura.
" Tidak sopan sekali, ini rumah kekasihku. Terserah kita mau dimana.." Jawab Laura ketus.
" Tapi ini kamarku, aku tidak mengizinkan sembarang orang ada di sini.." Jawab Kimy dengan suara bergetar, karena air mata yang semakin deras membasahi pipinya.
" Sayang kita ke kamar saja, buat apa kita di sini.." Tristan masih menatap punggung gadis cantik itu, Tristan sakit melihat Kimy sakit. Laki-laki itu benar-benar tak berdaya, ingin sekali dia memeluk gadis itu.
" Kau pergilah ke kamarmu dulu, nanti aku menyusul. Aku mau bicara dulu dengannya.." Jawab Tristan lembut pada Laura. Laura mengangguk, wanita itu pergi meninggalkan Tristan dan Kimy.
Tristan mulai melangkah masuk ke kamar gadis itu
" Stop, jangan masuk.." Kata Kimy cepat, karena mendengar langkah laki-laki itu. Tristan tak mendengarkan perkataan Kimy, laki-laki itu masih melangkah maju mendekati Kimy.
" Stop aku bilang, jangan mendekat.." Perintah Kimy lagi, Kini laki-laki itu tepat berada di belakang punggung Kimy, hanya berjarak setengah meter, bahkan Tristan bisa mendengar suara tangis Kimy.
" Kau menangis?.." Tanya Tristan pelan. Di jawab gelengan kepala oleh Kimy.
" Kenapa kau menangis?.." Tanya Laki-laki itu lagi.
" Apa yang membuatmu menangis?.." Tanyanya lagi penasaran. Tristan hanya ingin memastikan sebuah perasaan.
" Aku bilang aku tidak menangis!!!.." Teriak Kimy dengan suara khas orang yang sedang menangis.
Dengan cepat laki-laki itu memutar tubuh Kimy menghadapnya. Di tengadahkannya wajah gadis itu padanya.
Kau menangis karena wanita itu? Kenapa? Apa kau cemburu? Apa kau juga menyukaiku?
Pertanyaan-pertanyaan muncul di otak Tristan. Namun laki-laki itu hanya diam membisu, dia hanya menatap gadis itu sayu. Kedua mata itu bertemu, hanya sebuah kesakitan yang mereka rasakan. Tristan merasakan mata Kimy begitu tulus dan terluka. Dan itu semakin membuatnya sakit. Tristan seakan kehilangan akal, laki-laki itu dengan cepat meraih wajah Kimy, menangkupnya dengan kedua tangan dan ******* bibir indah itu.
Kimy mencoba menolak ciuman itu, gadis itu meronta. Namun hatinya tak bisa menolak laki-laki yang mulai mencuri hatinya itu. Kimypun pasrah menerima ciuman Tristan. Bahkan Kimy ikut terhanyut dalam ciuman lembut laki-laki itu.
Mereka berdua terhanyut dalam perasaan cinta, mereka berdua tak menyadari kalau Laura menyaksikan pergumulan itu. Tentu saja wanita seperti Laura tak tinggal diam begitu saja setelah di suruh pergi Tristan. Dia ingin melihat apa yang terjadi, diam-diam dia mendengarkan percakapan kedua orang itu.
Laura mengarahkan camera di ponselnya. Wanita itu merekam adegan Tristan dan Kimy dengan badan gemetar. Ya.. Laura menangis, wanita itu benar-benar sakit melihat pria yang di cintainya mencium wanita lain dengan penuh kelembutan.
Jadi kalian sudah saling jatuh cinta. Aku harus segera menyingkirkanmu Kimy.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=