
Kimy , Dony, Septian, Daniel dan Sarah berbondong dengan cepat ke ruang inap di mana Gilang sudah di pindahkan ke sana.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan Gilang yang terbaring di keranjang rumah sakit, dengan kesadaran yang minim terlihat dari reaksi kaget lelaki itu mendengar pintu terbuka, ia menoleh dengan lemah.
“Sayang” ucapnya lemah melihat Kimy menghampirinya dengan air mata menumpuk di tepi mata, tanpa banyak kata Kimy langsung memeluk Gilang.
“Hiksss” air mata Kimy tumpah di ceruk leher suaminya.
“Kok nangis?” Tanya Gilang masih dengan suara lemah.
“Lihat aku baik-baik aja kan” Gilang melihat setiap orang yang berada di ruangan itu sedikit kecewa karena ternyata papanya, Teddy tidak menampakan diri.
Kimy mengangguk “Aku takut banget” jawabnya masih di dekapan Gilang.
Gilang tersenyum mendengar itu “Kamu sudah makan?”
Kimy tak menghiraukan pertanyaan itu, ia sendiri sudah lupa kapan terakhir makan.
Kimy melonggarkan pelukanya, kali ini ia sudah menegakan tubuhnya di samping Gilang.
“Apa yang kamu rasain Lang ?”
Gilang tersenyum, ia melihat lagi semua orang yang terlihat mengkhawatirkanya.
“Kalian jangan tegang, lihat aku beneran baik-baik aja”
“Gilang kamu beneran baik-baik aja?” Tanya Daniel kemudian.
Gilang mengangguk “Aku baik pi, lihat. Aku hanya butuh waktu buat pemulihan” katanya dengan wajah seceria mungkin.
Daniel tersenyum “Papi lega, Kimy nangis terus” ucapnya sambil melirik Kimy.
Gilang meraih tangan Kimy yang ada di sebelahnya, mengecup punggungnya singkat. “I love you yank”
Semua orang di sana tersenyum tipis melihat kebucinan Gilang yang tak pernah berubah sedikitpun.
Kimy memang tak pernah membalas ucapan Gilang yang selalu berucap cinta padanya, entahlah padahal Kimy termasuk wanita yang menunjukan kebucinan juga kalau sama pasangan. Walaupun demikian, Gilang tak pernah berhenti mengungkapkan perasaanya.
“Tian belikan istriku makanan, kasihan anakku kelaparan di dalam sana”
“Nggak usah yan, aku belum laper nanti aja” sanggah Kimy.
“Tapi yank kamu lagi hamil”
__ADS_1
“Udahlah Lang, khawatirin diri sendiri dulu untuk saat ini. Aku paham tubuhku, nanti kalau laper aku makan kok”
Lagi-lagi Gilang mengalah terhadap istrinya.
**
Di tempat lain seorang laki-laki tampan juga sedang berbaring di keranjang rumah sakit, seorang perempuan hamil menungguinya sambil memakan buah apel yang baru saja di kupasnya.
“Kenapa senyam senyum, puas sekarang membuat orang khawatir” ucap Laura dengan sinis.
“Sediki lega” jawab Tristan.
“Dasar gila” Laura misuh-misuh tak karuan.
“Tapi nggak sesuai harapan, br*ngsek!” Umpat Tristan.
“Apanya yang br*ngsek, kau sudah berkorban banyak untuk adikmu itu, kalau akhirnya dia memberikan hidupnya untukmu nanti , itu emang yang harus di lakukanya”
“Aku nggak berharap dia mengetahui ini, kau tahu tujuanku bukan ini”
“Diam, kau sudah berjanji jadi tepatilah dan kau harus jaga dia nanti “ ucap Laura melihat perutnya sambil tersenyum.
“Tentu, pasti dia mirip aku, setiap hari kau mengomeliku”
Laura mencibirnya.
**
“Br*ngsek!! lagi-lagi putraku yang harus berkorban, kau telat selangkah Hendra” Teddy memberi peringatan keras untuk asistenya itu.
“Maaf”
“Temui putraku bawa dia pulang segera”
“Baik”
**
“Mbak Kimy selamat sepertinya anak anda kembar” ucap dokter Nirwati menunjukan layar pada Kimy , Kimy yang tak paham dengan gambar yang belum berbentuk itu hanya mengangguk, antara kaget dan senang , ia tak menyangka bakal mempunyai anak kembar.
“Gimana seneng nggak mbak bakal punya anak kembar? “Tanya dokter nirwati menggoda.
“Masih spechelss dok “ jawab Kimy gugup.
“Pasti gemes banget ya mbak anaknya nanti, mama papanya cantik ganteng”
__ADS_1
“Hehehe” Kimy tersenyum dengan paksa. Entahlah hati dan perasaanya campur aduk saat ini, bukannya tak senang punya anak kembar, tapi nggak tahu kenapa hati Kimy masih mengganjal, apalagi Gilang belum tahu perihal ini.
“Mbak Kimy tenang aja, hamil kembar atau nggak sama aja kok mbak. Sama seperti anak pertama dulu rasanya, jadi jangan takut ya, sering-sering periksa dan minum vitamin aja, pasti aman kok mbak”
“Iya dok, saya cuma kaget aja karena pada waktu periksa sebulan lalu tidak ada tanda-tanda janin kembar” jawab Kimy.
“Oh itu, iya saya minta maaf, saya kecolongan sama janin satunya , maklum belum terlihat sempurna mbak”
Kimy manggut-manggut saja mendengar perkataan dokter itu.
Sudah dua minggu setelah operasi Gilang, akhirnya hari ini lelaki itu di perbolehkan pulang, tubuhnya masih terlihat lemah. Ia duduk di kursi roda dan di dorong oleh septian, di sampingnya ada Kimy dan Dony.
“Pokoknya kamu harus istirahat total di rumah, nggak boleh ngantor dulu” ucap Kimy ketika mereka sudah ada di dalam mobil.
Kimy dan Gilang berada di kursi penumpang, sedangkan Septian dan Dony berada di depan. Mereka berdua hanya diam saja tanpa ikut nimbrung percakapan suami istri itu.
“Nggak apa-apa di rumah aja asal sama kamu terus” ucap Gilang sambil menciumi punggung tangan Kimy.
“Lang aku kok penasaran sama orang yang donorin hati buat kamu, kamu nggak pingin tahu kok kamu nyantai banget sekarang, dulu kan pingin tahu banget” tanya Kimy tiba-tiba.
“Nggak usah di pikirin masalah itu yank, aku udah ketemu orangnya”
“Sumpah??”teriak Kimy.
Bahkan Septian dan Dony yang tadinya nggak peduli sama obrolan Gilang dan Kimy pun langsung bereaksi.
“Beneran Lang?” Tanya Septian.
“Kapan?” Tany Dony.
Gilang terkekeh geli melihat ketiga orang terdekatnya itu bereaksi demikian “Kalian kenapa sih, biasa aja kenapa?” Katanya.
“Kenapa nggak bilang kalau udah ketemu orangnya” Kimy mencubit paha Gilang karena gemes dan juga kesal jadi satu.
“Aww yank sakit, jangan di situ cubitnya” teriak Gilang manja.
“Manja” balas Kimy.
“Siapa Lang yang donorin, orang baik mana itu?” Septian menyela lagi.
“Nanti kalau udah saatnya kalian bakal tahu” jawab Gilang santai lalu menyandarkan kepalanya di pundak Kimy sambil memejamkan mata.
Lima tahun kemudian
Aku tahu hari ini akan tiba, aku tahu aku akan benar-benar kehilanganmu, karena sejatinya kamu belum aku miliki seutuhnya. Percayalah aku bahagia di sini melihatmu bersama kak Tristan. Kamu miliknya Kimy, kembalilah pulang karena disisinya lah tempatmu berada. Maaf selama ini aku merahasiakan semuanya darimu, itu permintaan kak Tristan sayang. Kak Tristan sudah memberiku hadiah yang tak ternilai, memilikimu dan anak-anak. dia juga memberiku tambahan umur 4 tahun untukku habiskan bersama kalian, tolong jangan benci dan marah padanya, dia sangat mencintaimu sayang. Dia akan menjadi papa yang keren untuk anak-anak kita. Ngomong-ngomong jagoanku Jeff mirip sekali dengan kak Tristan, suatu saat kamu harus bilang padanya kalau laki-laki yang di panggilnya om tampan itu adalah papa kerennya, dia pasti bangga sayang. Aku mencintaimu selamanya Kimy moeremans. Semoga di kehidupan selanjutnya kita ditakdirkan bersama, jangan nangis, aku benci melihat air matamu. Setelah ini, hanya akan ada senyuman di wajahmu . I love you dan selamat tinggal.
__ADS_1
Wajah Kimy basah oleh air mata, dadanya begitu sesak. Tangis yang ia tahan akhirnya tumpah juga, Tristan yang berada di sampingnya semakin merasa bersalah. Ia rengkuh badan wanita yang beberapa jam lalu sah menjadi istrinya itu. Ia kecupi pucuk kepala Kimy sebanyak mungkin. “ Maafkan aku” bisik Tristan beberapa kali.
Bersambung…….