
Kimy mencoba membuka pintu kamarnya, ternyata dugaannya benar, tidak di kunci.
Ceroboh sekali, apa mereka mau mengetesku lagi.
Kimy mengendap keluar kamar pelan, bukan kabur niatnya, dia cuma bosan di dalam kamar.
Kimy berjalan pelan menyusuri lorong lantai atas, hingga dia berhenti pada sebuah pintu yang sedikit terbuka. Gadis itu berniat mau mengintip ke dalam ruangan itu, dia berjalan medekati ruangan itu pelan.
Jari-jari lentiknya mencoba meraih gagang pintu itu pelan, hingga terdengar suara yang mengerikan di pendengarannya.
" Hobi barumu mengintip ternyata?.." Deg.. Kimy terlonjak kaget dengan suara itu.
Sial, laki-laki gila itu..
Kimy menoleh ke belakang, namun tidak menemukan laki-laki itu, dia juga melihat kesamping kanan kiri dan ke sekitar, juga tak menemukan laki-laki sialan itu.
" Apa yang kau cari? Masuklah!.." kata laki-laki gila itu membuat Kimy mengernyit bingung.
Perlahan Kimy mendorong gagang pintu itu. Terlihat laki-laki gila yang luar biasa tampannya itu duduk dikursi kerjanya, menghadap laptop kesayangannya. Laki-laki itu tersenyum menopang dagunya dengan satu tangannya, sungguh sangat mempesona sekali.
" Kenapa kau berjalan mengendap-endap, kau mau kabur lagi?.." Katanya.
" Tidak, siapa yang mau kabur? Aku cuma bosan di kamar.."
" Benarkah cuma bosan?.." Kata Tristan lagi sambil berdiri, berjalan ke sofa yang ada di pojok ruangan itu.
" Duduk sini?.." Titahnya pada gadis itu, sambil menepuk sofa di sebelanya.
Perlahan Kimy menghampiri lelaki itu dan duduk disebelahnya. Tristan menoleh, memperhatikan wajah cantik gadis itu.
T****anpa polesan apapun gadis ini sangat cantik.
Kimy menoleh canggung, merasa kik kuk dan tak nyaman dengan tatapan laki-laki gila itu.
" Kenapa?.." Tanya Kimy to the point.
" Aku suka kau yang seperti ini.." Deg, Kimy menoleh cepat, menatap laki-laki itu penuh tanya.
Maksudnya apa?
" Kau yang seperti ini, tanpa make up tebalmu dan baju-baju sexy sialanmu itu.."
Kimy berdecak acuh, karena kata-kata itu keluar dari pria gila itu, aneh menurutnya. Biasanya, Gilang pacarnya yang selalu menilai penampilannya dan sekarang pria bastrad tak berperikemanusiaan itu yang mengatakannya. Dan dia, tak peduli tentunya.
Terserah kau sajalah, sesuka hatimu saja menilaiku seperti apa.
" Kapan kau bawa aku menemui orang tuaku?.." Tanya Kimy seketika, malas bertele-tele.
__ADS_1
" Besok!!.." Jawab laki-laki itu cepat.
" Besok?.." Tanya Kimy penuh tanya.
" Yah besok kita akan menemui mereka, bersiap-siaplah.."
Kimy tersenyum lebar, gadis itu benar-benar bahagia, akhirnya setelah dua minggu lebih dia bisa ketemu orang tuanya lagi. Tapi sebentar, Kimy berhenti tersenyum seketika.
Kita?
" Ekghhmm.." Kimy berdehem keras.
" Maksudmu apa?..Kita?.." Tanya Kimy.
Hanya di jawab anggukkan oleh pria itu.
" Maksudmu apa? kau akan mengakui kalau yang menculikku adalah kau.." Tanya Kimy heran.
" Menculik?.." Jawab Tristan.
Tak ada jawaban dari Kimy, wanita itu hanya menatap Tristan nanar.
" Ha ha ha.."
" Apa yang kau fikirkan, bodoh!! kau pikir aku akan melepasmu sendiri untuk bertemu mereka?.."
Kimy menyadari kesalahannya, terlalu percaya pada bajingan itu, dia membuang nafas kasar.
" Lalu bagaimana?.." Lanjut Kimy.
" Kita berdua akan menemui mereka, sekalian biar semua tahu tentang kita.."
Kimy semakin tak mengerti maksud pria itu.
Tentang kita?
Kimy seketika berdiri, dia menunjukkan muka marah padamnya.
" Shiitt.. Jangan bertele-tele lagi, katakan apa sebenarnya yang kau rencanakan?.." Tanya Kimy lantang, tak tahan dengan permainan laki-laki itu.
Wanita itu memijat kepalanya yang tak pusing. Dia frustasi, dia bingung, ternyata laki-laki bastrad itu tidak bisa di percaya sama sekali, padahal dia sudah mengorbakan harga dirinya untuk menyenangkan hati pria itu.
Tristan beranjak menghampiri Kimy. Lelaki itu menatap Kimy dengan tatapan membunuhnya.
" Jangan memancingku jalang!!.." Deg kata-kata keramat yang membuat Kimy sakit hati itu terucap lagi. Laki-laki gila itu memang sedikit sensi, sikapnya juga cepat sekali berubah-ubah.
Tapi, ya benar aku memang jalang. Beberapa hari ini aku memang seperti jalang, yang dengan senang hati memuaskan tuannya.
__ADS_1
Mata Kimy berkaca-kaca menahan segala amarah di dadanya. Seakan perasaanya sudah menumpuk menjadi satu, dia ingin sekali berteriak kencang. Dia tidak mengerti, dia sudah menyerahkan harga dirinya dengan ikhlas pada laki-laki gila itu, agar bisa kembali ke keluarganya, tapi rupanya dia harus sedikit bersabar lagi. Lelaki bastrad ini tidak mudah di kendalikan rupanya.
" Huh oke!.." Kimy menarik nafas dalam dan menghempuskannya, dia harus sedikit bersabar menghadapi pria ini.
" Aku harus bagaimana?.." Lanjut Kimy pasrah.
Tristan tersenyum penuh kemenangan. Dia berbalik arah, berjalan menuju kursi kerjanya. Laki-laki gila itu duduk, menatap remeh wanita cantik yang sedang berdiri di depannya itu.
" Kau tahu kan, saham Daniel tinggal sekian persen di perusahaan itu? Semua aset juga sudah ku akuisisi semua, para pemegang saham semua di pihakku. Kau tahu artinya apa? Keluargamu akan bangkrut..."
Begitu mendengarnya, Kimy menggertakkan giginya kuat, seoalah menahan gejolak yang dia rasa. Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya marah, emosi, ingin menangis tapi tak bisa di lakukan. Itulah yang di rasakan gadis itu.
Dia membayangkan betapa sedih dan nelangsanya dia, saat melihat seorang Daniel, orang yang di banggakannya dari kecil, panutannya, seorang yang menurut Kimy sangat hebat tak tertandingi dan sekarang semua itu harus hancur berkeping. Tak bisa Kimy bayangkan betapa hancurnya dia saat melihat itu terjadi pada papinya.
" Jadilah pahlawan untuk keluargamu.." Lanjut pria gila itu.
Kimy sadar, hidup tak melulu sesuai apa yang di mau. Selama ini dia hidup sangat sempurna, dia merasa tuhan begitu adil untuknya, dia cantik, mempunyai orang tua kaya raya, sayang padanya dan mempunyai pacar yang sangat mencintainya pula. Tapi sekarang, apa dia masih bisa berfikir kalau tuhan begitu adil untuknya?
**
Esok hari di sebuah hotel bintang lima, lantai tiga, di ballroom hotel mewah di jakarta, acara itu di adakan. Semua karyawan yang datang harus membawa id card sebagai tanda mereka adalah karyawan di perusahaan itu. Acara itu tertutup untuk umum, namun penyelenggara sengaja mengundang wartawan untuk menayangkan secara live acara tersebut.
Kenapa harus live? karena itu adalah acara besar, pengalihan kepemilikan perusahaan PT MRN, perusahaan milik Daniel yang terkenal, tentu saja semua orang menanti berita tersebut, apalagi santer terdengar kalau yang mengakuisisi adalah PT ABR perusahaan Tristan abraham, yang akhir-akhir ini di gosipkan menjalin hubungan dengan putri dari pemilik perusahaan itu.
Bukan hanya kalangan pembisnis saja tentunya yang menantikan berita itu. Kalangan selebritas dan para penggemar Kimy pun juga menantikan berita itu.
Ballroom besar dengan kapasitas 1000 orang itu sudah dipasang camera di titik-titik tertentu untuk acara live. Ada panggung megah di depan dengan background besar bertulisan SELAMAT DATANG PIMPINAN BARU PT MRN BAPAK TRISTAN ADITYA ABRAHAM.
Di tengah-tengah, ada sebuah karpet berwarna merah memanjang dari pintu utama menuju panggung. Di sisi kanan dan kiri karpet merah itu, sudah tertata rapi meja bulat dan kursi dengan taplak berwarna putih tulang sebagai penyeimbangnya.
Tidak lupa juga, sebuah bunga cantik dengan vas yang indah menghiasi tiap meja.
Satu persatu para karyawan masuk dengan menunjukan id card mereka di meja tamu. Kursi-kursi itu sudah mulai terisi penuh. Para pemegang saham dan istri-istrinya juga sudah hadir di situ.
Daniel dan Sarah juga hadir di situ, pasangan itu menjadi pusat perhatian di acara itu. Bukan hanya sebagai pimpinan lama perusahaan itu, tapi juga sebagai pasangan pengusaha dan artis senior yang memang menjadi dambaan setiap orang. Daniel dan Sarah sudah terlihat duduk berdampingan di salah satu meja, dia duduk berhadapan dengan salah satu pemegang saham lainnya.
" Kau baik-baik saja sayang?.." Tanya Sarah pada suaminya. Sarah menggenggam tangan suaminya. Dia tahu walau saat ini Daniel terlihat tegar, berwibawa di depan orang tapi hatinya tentu saja merasakan luka dan kekecewaan.
Dia menemani Daniel membangun perusahaan itu dari nol dan di depan matanya juga dia harus menelan pil pahit, melihat suaminya hancur.
Daniel adalah tipe orang yang tak mudah menceritakan isi hatinya pada siapapun termasuk istri dan anaknya. Daniel selalu menunjukkan kharismanya di depan keluarga, dia tidak mau terlihat lemah di mata orang lain, begitulah Daniel. Tapi nurani seorang istri tak bisa di bohongi.
" Yes sayang, I am Ok.." Jawabnya membalas genggaman tangan istri tercintanya. Daniel membawa tangan istrinya itu ke pangkuannya, menggenggamnya erat seakan ingin mengatakan kaulah kekuatanku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1