BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Bonchap 1


__ADS_3

Jeff saat ini sudah berumur 10 tahun, bocah jenius itu saat ini sudah semakin pintar dan matang, apalagi ia sudah mempunyai adik kembarnya yang sangat di sayangi.


Kafindra Maharzane Abraham dan Sabrina Luvena Abraham. Si kembar yang saat ini sudah berumur 4 tahun.


Jeff memeluk Sabrina si adik bontotnya yang cantik. Sabrina bocah bermata biru, rambut cokelat alami, benar-benar definisi barbie hidup di dunia nyata. Jeff sangat menyayangi Sabrina, setiap saat ia selalu mencium, menggendong, memeluk seperti sedang bermain dengan boneka.


Zane juga tidak kalah tampan, bocah itu mempunyai rambut berwarna hitam pekat, mata indah bersinar.


Memang Zane dan Sabrina kembar tidak identik, mereka sama sekali tidak ada kemiripan.


“Om tam—-ups” Jeff membekap mulutnya sendiri, hampir saja ia salah memanggil Tristan dengan sebutan Om ganteng atau tampan lagi. Setahun lalu Jeff masih ingat pesan Daddynya sebelum meninggal, Gilang berpesan supaya Jeff memanggil Tristan dengan sehutan papa. Padahal baru juga kemarin om gantengnya itu menikah dengan momy nya.


“Jagoan papa” ucap Tristan ketika Jeff sudah berada di depannya. Tristan baru saja turun, sedangkan Kimy dan Jeff sudah berada di meja makan, bersiap untuk sarapan.


Jeff dan Tristan toss ala anak muda zaman now dengan kepalan tangan mereka.


“Papa baru bangun ya?”


“Iya sayang, kenapa?” Jawab Tristan, perlu di ketahui saat ini Tristan sudah sembuh dan sudah bisa jalan lagi ya, beberapa tahun lalu dia melakukan operasi di luar negeri. Horang kaya mah bebas 😀.


“Jeff mau ajak papa tanding”


Tristan terkekeh dan Kimy seketika menghentikan aktivitasnya “tanding apa?” Tanya sang momy.


“Ini urusan lelaki Mom, please!!” jawab Jeff dengan lantangnya.


“Jeff” peringat Tristan pada putranya, Tristan selalu menasehati Jeff supaya menyayangi dan menghormati sang Momy, karena kalau di perhatikan Jeff ini anaknya suka seenaknya dan sedikit kasar kalau bicara kepada siapapun. Sepertinya sifat bossy sudah melekat padanya sedari kecil.


“Sory Mom” ucapnya pelan.


“Jeff mau ajak papa tanding nembak”


“Jeff, no” ucap Kimy.


“Sayang nggak apa-apa, Jeff ini kan cowok wajarlah kalau hobinya nembak”

__ADS_1


“Tapi aku nggak suka dia belajar nembak sayang, lihat sifatnya yang seperti itu aku khawatir” jawab Kimy.


Tristan meraih jemari Kimy dan menggenggamnya “Ada aku, ku pastikan dia akan jadi anak kebangganmu sayang” janji Tristan lalu mengecup punggung tangan istrinya.


“Papa sama Momy mesra-mesraan melulu ah” kata Jeff dengan malas.


Tristan terkekeh mendengar ucapan Jeff, sedangkan Kimy malah sengaja menyenderkan kepalanya di pundak sang suami yang sengaja di buat-buat gitu untuk menggoda putranya.


“iih Momy”


“Kenapa Jeff cemburu sama papa?” Tanya Tristan.


“Ngapain, enggaklah pa, Jeff kan udah punya kesayangan”


“Siapa, Eve?” Goda Kimy.


Namun Jeff tak menjawab, ia malah mengunyah roti yang ada di tanganya.


“Jeff, momy kasih tahu ya, cewek itu nggak suka sama cowok yang kasar dan seenaknya”


“Siapa yang begitu, Jeff enggak” jawab anak itu.


“Si kembar mana sayang?” Tanya Tristan karena tak mendengar suara kedua anak tirinya.


“Sama bibi dibelakang lagi main” Tristan mengangguk paham, paginya sangat indah, ia melihat orang-orang yang di sayanginya tersenyum bahagia, hatinya menghangat, ini keluarga yang di impikanya dari dulu.


**


“Kenapa dari tadi kamu nyritain Jeff mulu sih, kamu suka sama Jeff” tanya Nadine pada putrinya.


Nadine bicara dalam hati, kalau benar Eve putrinya suka pada Jeff, dunia ini sangat lucu. Dulu dia juga suka pada Gilang tapi cinta tak terbalas, sampai hidupnya hancur karena mengejar cinta Gilang, masa iya sekarang anaknya juga suka sama anaknya Gilang. Yang benar aja, mengingat siapa ibu dari Jeff saja sudah membuatnya muak. Jangan sampai putrinya itu mengalami nasib yang sama sepertinya.


“Kenapa emangnya mi?” Jawab Eve.


“Kamu kan tahu si Jeff itu anaknya kasar dan suka menang sendiri, lihat aja masih kecil udah kayak gitu”

__ADS_1


“Mami nggak suka ya sama Jeff?” Tanya Eve sambil mengernyit.


“Nggak, mami nggak suka sama dia jadi jangan berharap kamu bisa berjodoh denganya” jawab Nadine dengan gamblang.


“ihh mami apaan sih, Aku umur berapa mi. Masa udah mikirin jodoh”


“Terserah pokoknya mami nggak suka sama anak itu. Oh ya bilang ke papamu kalau mami mau ajak kamu liburan ke korea bulan depan”


“Ke korea mi?” Tanya Eve sambil terbelalak.


“Iyess, nonton girlband kesayanganmu langsung di negaranya. Gimana seneng kan?”


“Ahh mami yang terbaik” Eve memeluk Nadine dengan erat.


“Ya udah ayo cepetan makanya Ve, nanti papamu marah-marah karena ajak kamu keluar lama”


Eve mengangguk sambil mempercepat tempo makanya.


Evelyn baru berumur 10 tahun, Di usia yang baru menginjak 10 tahun, ia sudah harus mendapati orang tuanya yang bercerai. Perceraian orang tuanya cukup membuat luka untuk anak itu, Eve itu sensitif, gampang nangis, gampang patah hati, rapuh tidak seperti Nadine.


Papanya Dony sangat menyayanginya, memperlakukanya layaknya seorang putri kerajaan. Tapi berbeda dengan Dony, Nadine justru menghajar mental Eve habis-habisan.


Bagaimana tidak Eve selalu di cekoki dengan perbuatan negatif, contohnya seperti maminya mencemooh mantan suaminya sendiri, tidak lain tidak bukan papanya Eve sendiri, Dony.


Nadine juga selalu menjelekan Jeff, Kimy dan seluruh anggota keluarganya supaya apa, supaya Eve menjauh dari keluarga itu, tapi kenyataanya sampai sekarang juga belum berhasil.


Nadine bahkan selalu bercerita bagaimana Eve bisa di lahirkan di dunia ini tanpa ada cinta dari kedua orang tuanya. Itulah kenapa Eve kalau bicara dengan Nadien bukan seperti layaknya orang tua dan anak, malah seperti bicara pada teman sendiri.


Aura negatif di sekitarnya sedari kecil membentuk karakter Eve seperti itu, anak itu merasa terlahir ke dunia karena kesalahan, tidak di inginkan, di campakkan, itulah dia begitu haus akan kasih sayang. Hanya Dony yang bisa membuatnya merasa di anggap dan juga tentu saja Jeff yang selama ini ada di sisinya dari ia masih bocah. Jeff selalu menenangkanya di saat ia merasa sendiri, disaat merasa di acuhkan dan tak di inginkan.


Dunia Eve hanya Dony dan Jeff seorang, tanpa mereka Eve seperti di neraka.


Jeff pernah berjanji akan menjaga Eve di manapun, tidak ada yang boleh menyakiti Eve nya. Broken home yang di hadapi Eve cukup membuat Jeff overprotektif pada Eve, membatasi pertemanan Eve. Bahkan kalau di pikir-pikir, Eve sama sekali nggak punya teman selain Jeff, setiap weekend dan libur sekolah Eve selalu di rumah Jeff, bermain bersama si kembar yang menggemaskan.


Tapi bonchap di sini bukan tentang Eve, tapi tentang gadis lainya. Gadis yang terlahir sangat beruntung, hidup di tengah keluarga yang menyayanginya, Momy dan papa yang sempurna, keluarga yang kaya raya. Walaupun daddynya sudah menghadap yang kuasa, tapi si gadis tetap menjadi ratu kecil di keluarganya setelah Momynya.

__ADS_1


Selamat datang di dunianya Sabrina Luvena Abraham.


Bersambung……


__ADS_2