BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Tidak mau menikah


__ADS_3

Satu minggu berlalu setelah kedatangan Daniel ke kantor Tristan. Sampai hari ini Tristan belum membawa Kimy menemui orang tuanya. Lelaki itu sangat membatasi Kimy betinteraksi dengan orang luar apalagi Daniel. Ia hanya mengizinkan Kimy keluar kamar, makan di ruang makan itu saja. Selebihnya Kimy menghabiskan waktunya di kamarnya.


" Apa rencanamu sebenarnya? Kau benar-benar ingin menikahi Kimy.." Tanya Mario pada Tristan, ketika mereka bertiga berada di ruang kerja Tristan yang ada di rumah besar itu.


" Aku tidak pernah main-main.." jawab Tristan santai.


" Cckk.. Bukan itu maksudku, aku tahu kau tidak pernah main-main dalam ucapanmu, yang aku tanyakan kau menikahinya karena benar-benar menginginkan gadis itu atau hanya untuk balas dendam saja?.."


" ku rasa dengan artis itu mati sudah cukup balas dendamku.."


Mario dan Dony saling pandang, namun mereka tak mengucapkan sepatah kata pun.


" Baiklah jadi kau benar-benar jatuh cinta padanya. Aku sangat mendukung mu, itu sangat bagus untuk keadaanmu. Kau akan mempunyai sebuah keluarga Tristan, aku sangat terharu.." Kata Mario dengan tampang menggoda nya.


" Bagaimana dengan tuan Teddy?.." potong Dony.


" Aku akan mengurusnya segera, kehidupan wanita itu sudah hancur, kurasa cukup dulu untuk sekarang. Kita lihat apa dia masih bisa keluar dari neraka itu. Dan kau pastikan lagi, orang suruhanmu menambahkan dosis nya ke setiap suntikan. Dia benar-benar akan menjadi wanita gila di tempat itu.." Kata Tristan dengan senyum devil nya.


" Itu sudah saya atur.." jawab Dony.


" Kau persiapkan pernikahanku, aku ingin pernikahanku terdengar ke seluruh kalangan. Aku ingin pernikahan yang megah, aku ingin membuatnya seperti ratu saat bersamaku.."


" Apa Kimy sudah menyetujuinya?.." Tanya Mario bertanya-tanya kenapa Tristan ingin cepat-cepat menikahi gadis itu.


" Aku tidak butuh persetujuan siapapun. Persiapkan saja semua, jangan ada cela sedikitpun. Don.. Kau ikut aku pergi kerumah Daniel setelah ini.." Kata Tristan sambil berdiri berjalan meninggalkan ruangan itu.


" Dasar gila.." Kata Mario lirih yang langsung mendapat sorotan mata tajam oleh Dony.


Kimy keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya. Ia lupa membawa baju ganti ke kamar mandi. Ia berlari kecil menuju ruang wardrope.


" Ehem.."


Kimy kaget dan menoleh ke asal suara, terlihat Tristan duduk manis di sofa sambil melipatkan kedua tangannya di depan dadanya.


Kimy terkejut " Apa yang kau lakukan di sini?.."


Tristan berdiri dan berjalan mendekat pada gadis itu, seketika Kimy menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya agar lelaki gila itu tak melihat bagian depan tubuhnya yang hanya berbalut handuk.


Tristan yang melihat tingkah Kimy merasa gemas. "Apa yang coba kau tutupi, bahkan aku sudah hafal lekuk tubuhmu.." katanya sambil terus berjalan mendekat.

__ADS_1


" Stop berhenti.. Stop!!.." Teriak Kimy ketika lelaki itu tak mengindahkan perkataannya.


Kimy terus berjalan mundur, hingga ia sudah menabrak tembok di belakangnya. Tristan berhasil mengungkung tubuh Kimy, ia meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri tubuh gadis itu.


" Tristan tolong jangan begini.."


Tristan tersenyum " Kau gugup, aku tahu kau merindukan sentuhanku.." katanya pelan tepat di depan wajah Kimy.


Kimy hanya diam, ia mencoba mengalihkan pandangannya ke samping menolak menatap mata lelaki itu. Hembusan nafas Tristan semakin menerpa wajahnya, Kimy bisa rasakan itu. Wajah Tristan semakin mendekat dan Kimy menutup matanya pasrah.


" Pakailah bajumu dan kita akan menemui Daniel.." ucap Tristan lirih, seketika Kimy membuka matanya, ia menatap tajam mata Tristan.


Tristan hanya tersenyum menggoda " Kau sangat berharap aku menciummu. Tidak sekarang sayang, kita masih ada urusan yang penting.." godanya pada Kimy.


Kimy mendorong tubuh Tristan, dan dia segera menjauh dari lelaki itu " Apa maksudmu bertemu dengan papi?.."


" Hhmmm.." jawab Tristan.


Kimy berbinar "Jadi aku akan bertemu dengan papi?.."


" Seperti yang kau inginkan sayang.." jawab Tristan.


Tristan tersenyum "Kau bisa mengucapkan rasa terima kasihmu setelah kita bertemu dengan Daniel.."


" Kenapa?.."


" Karena kita akan mengabarinya kalau kita akan segera menikah.."


Duarrr


Bagaikan di sambar petir, Kimy masih tergugu di tempatnya. Dia tidak percaya dengan apa yang di dengar nya itu.


" Kau terkejut?.."


" Tristan apa maksudmu? Aku tidak mengerti.."


Tristan mendekat pada Kimy "kita akan segera mengadakan pesta pernikahan sayang.."


Kimy berjalan mundur, tak percaya dengan apa yang di dengar nya "Kau gila.. Sejak kapan aku menyetujui pernikahan ini?.."

__ADS_1


" Aku tidak minta persetujuanmu, aku hanya memberitahumu sayang.."


" Bagaimana bisa seperti itu, aku calon pengantinnya dan kau tak tanya pendapat ku apa aku setuju atau tidak.."


" Itu tidak penting sayang.."


" Tristan kau psikopat gila, aku menolak menikah denganmu.." jawab Kimy penuh penekanan.


Tristan tertawa mendengar apa yang barusan Kimy ucapkan, mungkin kalau dulu dia akan marah dan menghajar gadis itu tapi tidak lagi untuk saat ini. Setidaknya untuk saat ini.


" Aku di sini sudah hampir gila dan kau ingin menikahi ku, kau ingin membunuhku perlahan.." Teriak Kimy.


" Aku akan membahagiakan mu tentu saja, bagaimana bisa kau bilang aku akan membunuhmu. Bukankah sudah ku bilang, beri aku kesempatan sekali lagi dan kau akan ku jadikan ratuku sayang.."


" Tidak, aku tidak mau.."


" Tapi sayangnya pilihanmu cuma satu, menerima pernikahan ini.."


" Tristan ku mohon.."


Tristan mendekat pada Kimy, lelaki itu berdiri tepat di hadapan gadis itu. Ia memegang kedua pundak Kimy dengan tangannya. " Bukankah kau ingin hidup normal lagi, sekarang saatnya sayang.." Kimy tak mengerti apa yang di katakan lelaki itu.


" Aku akan memberi kehidupan yang kau mau. Kau bisa keluar sesuka hatimu tanpa harus terkurung di sini. Kau bisa bebas bertemu dengan Daniel kapanpun kau mau. Kau akan menjadi wanita yang bebas lagi sayang dan itu hanya bisa terjadi jika kau menjadi istri ku.." Kimy tergugu sesaat mendengar apa yang Tristan katakan.


" Tapi satu, tidak menjadi model lagi.." Tristan menambahkan.


" Apa? Kau bilang aku bisa bebas, kenapa tidak boleh menjadi model lagi?.."


Tristan membelai pipi Kimy, namun Kimy membuang muka "Aku memang akan membebaskanmu melakukan apapun yang kau mau, tapi ingat kau istriku. Aku tidak mau tubuh istriku di jual di depan camera, itu menjijikan. Aku tahu kehidupan seorang model seperti apa.."


Kimy menatap tajam Tristan "Kau kira aku menjual tubuhku? Heh.. Aku paham sekarang, kau kan sering membeli tubuh model dan para artis itu.." Kata Kimy sinis.


Tristan memegang dagu Kimy dan mengarahkan pandangan gadis itu padanya. " Apa kau cemburu?.." Tanyanya dengan seringai.


" Dalam mimpimu.."


Tristan tersenyum, ia menelusuri bibir Kimy dengan ibu jarinya. Ingin sekali lelaki itu mencium bibir mungil berwarna Pink itu. Sungguh menggodanya. Namun ia berfikir, tidak sekarang karena bermain di bibir saja tidak cukup bagi lelaki mesum sepertinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2