
Tristan hari ini berada di kantornya, lelaki itu terlihat memeriksa laporan yang di serahkan Dony padanya dengan serius. Memang lelaki itu gila kerja, ambisi nya sangat kuat.
Tok tok
Terlihat sekretaris Tristan masuk, Angel memakai baju kurang bahan yang menunjuk kan bongkahan dadanya. Ia berjalan dengan gemulai terlihat menggoda mata Tristan saat itu.
"Tuan, ada berkas yang harus ada tanda tangani.." katanya sensual sengaja untuk menggoda bos nya.
"Letakkan di meja, nanti aku tanda tangani.." jawab Tristan kemudian mengalihkan pandangan lagi pada tumpuk an berkas di tangan nya.
Angel menaruh map di meja, namun setelahnya dia tak pergi dari situ. Ia justru menatap Tristan dengan tatapan lapar. Sudah lama angel tak merasakan hangat nya tubuh Tristan, sejak ada Kimy angel merasa terbuang. Walaupun Tristan selalu melakukan adegan dewasa itu dengan kasar, namun angel menyukai nya dan sekarang dia merindukan itu.
Tristan mendongak melihat angel yang masih berdiri di sana " Ada apa angel?.." Tanya Tristan dingin.
"Apa anda masih membutuhkan bantuan saya tuan?.." jawab angel dengan mengedipkan sebelah matanya.
Tristan tersenyum smirk, lelaki itu menyandarkan tubuhnya pada kursi "Angel, kau tahu kenapa aku cepat sekali bosan padamu?.."
"Maaf.." jawab angel tak percaya dengan yang di dengar nya.
"Kau terlalu murahan angel, aku bosan dengan sesuatu yang monoton dan tidak menantang. Jadi aku peringatkan, jangan sekali pun membuatku tambah muak dengan sikap mu.."
Angel tertegun, ia tak percaya Tristan menghina nya sedemikian rupa. Selama ini tidak pernah Tristan bersikap seperti itu padanya. Angel tahu kalau ia hanya selingan Tristan, wanita itu tahu kalau tristan sering berganti-ganti wanita. Tapi dia tak menyangka kalau bos nya itu akan merendahkan harga dirinya.
Wanita itu menunduk malu "Sa.. Saya permisi tuan.." katanya dengan bergetar lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Setelah angel pergi Tristan terlihat memejamkan mata. Ingatanya kembali pada Kimy, wanita yang sekarang tampak lemah di kamarnya. Sedemikian rupa ia merubah Kimy dari seorang artis terkenal, mempunyai rasa percaya diri tinggi, cantik dan pemberani menjadi seorang gadis lemah tak berdaya, gadis yang banyak berdiam diri. Lelaki itu berfikir, apa dia sudah terlalu kejam padanya.
**
Setelah beberapa hari kimy sudah sembuh, ia tak menggunakan kursi roda lagi. Namun sikap gadis itu semakin dingin terhadap Tristan, bahkan kepada Mario dan Dony pun Kimy juga bersikap dingin. Tristan merindukan gadis pemberani yang selalu menentang nya itu. Kimy tak pernah mau bicara lagi padanya. Sikap Kimy membuat Tristan semakin frustrasi.
Sedangkan di tempat lain Daniel sudah pasrah dengan keadaan sarah istrinya. Sudah beberapa minggu, bahkan hampir satu bulan tak ada tanda-tanda istrinya itu di temukan. Daniel semakin frustrasi ketika polisi dan tim SAR menghentikan pencarian sarah. Daniel ingin kepastian, kalau pun sarah tak selamat ia ingin melihat jenazah istrinya. Daniel mencoba untuk menemui Kimy namun gagal, itu karena Tristan menghalangi nya. Tristan tak mau kalau kimy semakin terpuruk karena tahu kabar mamanya.
__ADS_1
Gilang, lelaki tampan itu sekarang sudah semakin baik kabarnya. Dia sudah bangkit, dia tak terpuruk lagi. Satu perbedaan nya, lelaki itu tak lagi mencari Kimy. Bukan karena dia sudah melupakannya atau menyukai orang lain. Tapi karena Gilang lebih bisa menerima karena wanita yang dia cinta bersama dengan kakak kandung nya. Entah kenapa Gilang merasa kalau Tristan menderita karena ulah mamanya Sinta dan itu di perkuat dengan pernyataan hendra yang menceritakan sikap buruk Sinta. Gilang merasa bersalah, ia ingin membalas budi atas kesalahan Sinta mamanya. Dia yakin kalau Kimy baik-baik saja bersama Tristan. Lelaki itu tak mungkin menyakiti Kimy. Walaupun hatinya tersayat, ia ingin mengikuti jalannya takdir.
"Lang kau sudah makan siang?.." Tanya Nadine yang saat ini berada di kantor Gilang.
"Belum, masih ada beberapa berkas yang harus ku periksa.." Jawabnya tanpa menatap Nadine.
"Ayo lah lang jangan terlalu bekerja keras, kau harus jaga kesehatan, setidaknya makanlah tepat waktu.."
Nadine mendesah kesal.
Tok tok
Septian masuk ke ruangan Gilang "Lang, ada undangan pesta pernikahannya putri gubernur nanti malam. Kau mau datang atau tidak?.."
Gilang menatap Septian "Putri gubernur siapa? Apa itu Paramita.." Tanya Gilang serius.
"Iya dia, bukankah kau mengenalnya. Dia teman Kimy bukan?.."
Gilang sedikit tersentak, hatinya begitu sesak. Harusnya dia dan Kimy juga merasakan kebahagiaan itu. Mungkin jika Kimy masih di sisinya, mereka susah bertunangan bahkan menikah.
Plak
"Owh.." Septian mengaduh ketika Nadine tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya dan memukulnya dengan sebuah majalah.
"Apa sih Nad?.."
"Kau bikin mood orang hilang.." jawab nadine dengan ketus.
Septian hanya menggaruk tengkuknya hang tak gatal itu.
"Jadi bagaimana, kau datang atau tidak?.."
"Aku akan datang bersamamu.." Nadine bersuara lantang sembari tersenyum lebar.
__ADS_1
Gilang sedikit berfikir, tidak ada salahnya dia datang toh itu hanya acara pernikahan. Dia juga mengenal Paramita dengan baik. Paramita adalah teman Kimy sewaktu kuliah. Gilang di kenal kan dengan Mita saat beberapa bulan ia jadian dengan Kimy. Mita adalah salah satu teman hangout Kimy.
"Baiklah, aku akan datang.." Jawabnya kemudian.
Nadine tersenyum penuh kemenangan, sedangkan septian terlihat mencibir gadis itu dan meninggalkan ruangan Gilang.
**
Kimy keluar dari kamar mandi dan melihat kotak besar berwarna merah yang di hiasi pita di kasur nya. Ia melihat ke seluruh sudut kamarnya tak menemukan siapapun di sana.
"Dari siapa?.." gumamnya pelan. Gadis itu perlahan membuka kotak itu dan melihat gaun cantik di sana.
Pakailah dan berdandanlah lah 30 menit lagi kita akan keluar.
Kimy membaca kertas yang ada di atas gaun itu. Gadis itu membuang nafas malas, tapi ada sedikit secercah harapan di hatinya.
Keluar?
Sudah lama dia tak keluar rumah, bahkan keluar kamar pun tidak. Ia rindu dengan hiruk pikuk di luar sana. Dulu dia sangat sibuk, jarang ada waktu bersantai. Dia merindukan moment itu.
Tidak ada salahnya aku keluar, setidaknya beban hatiku sedikit berkurang.
Tiga puluh menit kemudian Kimy menuruni anak tangga dengan perlahan, di sebelahnya ada asisten rumah tangga yang memanggilnya di kamar tadi. Tristan, Mario dan Dony yang tadinya menunggu di sofa sambil berbincang sedikit tersentak melihat penampilan gadis itu.
Kimy terlihat sangat cantik dan anggun, gadis itu sudah lama tak berdandan. Ketiga lelaki itu seperti terhipnotis dengan kedatangan Kimy. Tristan menyadari dan sedikit berdehem. Begitu juga dengan Dony dan Mario.
"Kau sudah siap?.." Tanya Tristan menghampiri Kimy.
Tak ada jawaban dari gadis itu, ia lebih suka membuang muka daripada menatap lelaki berwajah malaikat namun berhati iblis itu.
Tristan meraih tangan Kimy dan menggenggam nya. Kimy hanya menurut dan mengikuti langkah kaki lelaki itu. Begitu juga Mario dan Dony terlihat berjalan di belakang mereka.
Di dalam mobil Kimy melihat beberapa bangunan menjulang tinggi. Sudah lama ia tak melihat pemandangan dan kemacetan kota Jakarta. Hatinya sedikit menghangat. Senyum tipisnya terlihat mengembang di wajah cantiknya. Tristan yang menyadari itu semakin mengerutkan genggaman tangan gadis itu dan membawa tangan gadis itu ke atas pahanya. Andaikan mereka pasangan kekasih, dunia pasti akan sangat iri dengan kebahagiaan dan keserasian mereka.
__ADS_1