BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Laura Abraham, siapa kau sebenarnya?


__ADS_3

Malam hari, Tristan Dony dan Mario berada di club malam. Mereka sedang asyik menghabiskan waktu di tempat itu. Di samping Mario sudah ada wanita sexy yang menemaninya, sedangkan Dony seperti biasa, lelaki tampan itu lebih suka sendiri dengan gelas berisi minuman beralkohol rendah di tangannya. Dony memang biasa melakukan itu, lebih tepatnya laki-laki itu tidak mau mabuk saat sedang bersama bosnya. Tristan sendiri jangan di tanya, laki-laki gila itu sudah bermesraan dengan seorang wanita cantik, yang juga seorang artis yang cukup terkenal.


" Kenapa kau jarang menghubungiku lagi?.." Bisik wanita yang merangkul lengan Tristan dengan manja.


" Aku akan menghubungimu kalau aku membutuhkanmu, kau mengerti?.." Jawab laki-laki gila itu.


Wanita itu mencibir " Ahh itu hanya alasanmu, kau sudah punya peliharaan baru, berita tentangmu sudah menyebar, kau tahu?.."


" Hahaha.. Bagus kalau kau tahu.." Jawab Tristan.


" Jadi benar kau pacaran dengan Kimy?.."


" Anggap saja begitu!.." Kata Tristan sambil membelai wajah artis yang umurnya sepantaran dengannya itu.


" Lalu kenapa kau mencariku lagi, bukankah kau sudah bersamanya. Dia lebih muda dan juga cantik, pasti dia bisa memuaskanmu.." Kata wanita itu dengan cemberut.


" Kau pintar sekali Alana, dia memang selalu membuatku puas.." Jawaban laki-laki gila itu membuat Alana meradang, wanita itu menjauhkan tubuhnya dari Tristan, dia bermaksud meninggalkan Tristan. Namun dengan cepat Tristan merengkuh pinggang wanita itu " Alana ingat posisimu, kau hanya wanita yang ku panggil saat ku butuhkan, kau tidak berhak marah. Pergilah sesukamu, kalau kau hanya merepotkanku.." Kata Tristan tepat di telinga wanita itu.


Kata-kata Tristan membuat nyali Alana menciut, wanita itu tidak mau kalau atm berjalannya meninggalkannya. Selama ini, wanita itu selalu mendapatkan apa yang dia mau dari laki-laki itu. Alana bukanlah pacar Tristan, dia juga bukan simpanan Tristan. Wanita itu dihubungi Tristan kalau laki-laki itu menginginkannya, setelah itu selesai. Mereka bukan siapa-siapa, namun bagi Alana Tristan adalah Atm berjalannya, Tristan selalu menuruti apa yang di minta wanita itu. Dan siapa yang tidak jatuh cinta pada laki-laki tampan dan kaya seperti Tristan, dan Alana adalah satu dari wanita yang jatuh cinta pada laki-laki gila itu.


" Aku hanya bercanda, kau gampang sekali marah.." Jawab Alana. Tristan diam tak menanggapi Alana.


" Ayolah, aku akan membuatmu puas malam ini.." Goda Alana sambil bergelayut manja di dada laki-laki tampan yang dingin itu.


" Jangan diam saja biasanya kau sangat agresif, hmm!!!.." Kata alana sambil meraba dada dan mencoba mencium bibir Tristan, namun laki-laki itu dengan cepat memalingkan mukanya.


" Aku tidak percaya kau bisa mengencani Kimy, hahaha.. Kau tau dia dan Gilang adalah pasangan teromantis dan tak terpisahkan, bagaimana caramu mendapatkannya hmmm? Katakan padaku.." Perkataan Alana barusan membuat Tristan marah, Laki-laki itu menggertakkan giginya. Entah apa yang membuatnya marah. Laki-laki itu beranjak dari duduknya, dia menarik tangan Alana, berjalan di tengah-tengah kerumunan orang-orang di club malam itu. Tristan membawa Alana ke ruangan VIP yang khusus di gunakan pasangan yang ingin bercinta.


Laki-laki itu mendorong tubuh Alana hingga tersungkur di ranjang. Dengan cepat Tristan membuka sabuk dan kancing celananya. " Tunggu Tristan!!.." Tristan tak menghiraukan ucapan Alana, laki-laki itu membalik tubuh Alana dan dengan cepat memasukkan benda pusakanya dari belakang.


Wanita itu memohon namun tidak di indahkan oleh laki-laki itu. Dia tetap melakukan penyatuan dengan kasar, tanpa mendengar rintihan kesakitan Alana.


" Stop, stop Tristan!.." Kata wanita itu menahan kesakitan. Bagi Alana, sudah biasa Tristan melakukannya dengan kasar tapi setidaknya, biasanya mereka akan melakukan pemanasan dulu. Sedangkan kali ini, benar-benar Tristan seperti orang yang kesurupan melakukannya tanpa perasaan sama sekali.

__ADS_1


Tristan terus melakukan penyatuan itu dengan kasar, laki-laki itu memejamkan matanya dan yang terjadi adalah bayangan Kimy sedang tersenyum muncul di otaknya " Shiitt, kenapa kau muncul saat seperti ini wanita sialan.." Dengan cepat Tristan menuntaskan hasratnya dengan mata tertutup.


" Hahaha.. ternyata bocah kunyuk gila itu tak bisa lepas dari hangatnya tubuh wanita, luar biasa. Aku kira setelah mendapatkan gadis itu dia benar-benar tak mau menyentuh wanita lain, benar-benar bastrad Tristan!!.." Kata Mario pada Dony, mereka hanya duduk berdua menikmati minuman di tangannya, sedangkan wanita penghibur yang tadi bersama Mario sudah menghilang entah kemana.


" Kau bicara seolah-olah kau sendiri bertingkah sudah benar, bangsat!!.." Dony balas mengolok Mario.


Mario terkejut " Sialan, kenapa jadi kau bandingkan dia denganku.." Jawab Mario.


Tak lama setelah perdebatan itu, Tristan datang dengan muka datar dan dingin " Kita pergi dari sini.." Kata lelaki itu pada dua anak buahnya, lalu dia berjalan ke luar.


Mario dan Dony hanya saling melempar pandang dan berjalan terburu mengikuti langkah laki-laki gila itu.


**


Di tempat lain, Gilang berjalan dengan terburu karena kehilangan jejak Hendra dan wanita sexy yang bersama dengan orang kepercayaan papanya. Gilang berada di sebuah mall, laki-laki itu masih menggunakan masker wajah, dengan terus menoleh kanan kiri mencari keberadaan Hendra.


Brakkk!!!!


" Owwh!!.." Seorang wanita mengaduh kesakitan, karena bertabrakan dengen Gilang. Wanita itu tersungkur ke lantai.


" No..no.. Stop.." Kata wanita itu dengan suara tinggi. Wanita itu terlihat marah karena ulah Gilang yang tak memperhatikan jalan.


" Apa kau tak memakai matamu ketika berjalan, ceroboh sekali jadi orang.." Maki wanita itu, sambil mencoba berdiri. Gilang yang tadinya berniat membantu itupun mengurungkan niatnya. Dahinya berkerut mendengar makian wanita itu.


" Lihat ponselku.." Wanita itu memperlihatkan ponsel yang di pegangnya pada Gilang telah retak di bagian LCDnya. Gilang melihat ponsel itu sekilas, lalu dia mengambil kartu nama dari dompetnya.


" Ini kartu nama saya, hubungi saya, nanti akan saya ganti ponsel anda nona. Sekarang sayang terburu-buru, harus pergi.." Kata Gilang sambil memberikan kartu itu pada wanita yang berdiri di depannya. Wanita itu menatap Gilang tak mengerti, kemudian dia melirik kartu nama ditangannya.


Gilang Dwi Hanggono.


" Hey!!.." Teriak wanita itu pada Gilang, ketika Gilang mulai berjalan meninggalkan wanita itu. Gilang menghentikan langkahnya, dia membalikkan badannya pada wanita itu. Begitu juga wanita itu, dia menolehkan wajahnya dan mendekat pada Gilang.


" Kau Gilang?.." Tanya wanita itu tak percaya, sedangkan Gilang melihat wanita itu dengan tatapan tak mengerti.

__ADS_1


" Kau Gilang artis itu kan?.." Tanyanya lagi. Pertanyaan kedua wanita itu membuat Gilang mendengus kesal, Gilang berfikir wanita itu adalah salah satu fansnya.


" Maaf saya masih ada urusan, permisi.." Gilang meninggalkan wanita itu.


" Hey Gilang, Gilang, tunggu.." Wanita itu mengikuti langkah Gilang di belakangnya.


" Gilang kau tak mengenalku, kau lupa padaku.." Teriak wanita itu sambil berjalan. Gilang menghentikan langkahnya, dia menoleh lagi pada wanita itu.


" Apa aku mengenalmu?.." Tanya Gilang penuh selidik pada wanita itu.


" Kau mungkin tak mengenalku, tapi aku mengenalmu. Malam itu.. kau tak ingat aku? Saat di club malam, kau mencoba menyakiti seorang wanita dan dengan terpaksa aku memukulmu.." Kata wanita itu dengan mencoba menahan tawa.


" Oh my gad, jadi kau yang melakukannya?.." Tanya Gilang tak percaya. Wanita yang coba di cari Septian kini ada di depannya.


" Iya, maafkan aku Gilang. Aku tak sengaja melakukannya, aku melihat wanita itu kesakitan dan semua orang tak bisa mengendalikanmu. Jadi terpaksa aku melakukannya. Aku mencoba mencari kontakmu, aku bertanya pada Roky, tapi dia tak mengatakan apapun.." Wanita itu bicara dengan menggebu-gebu.


" Kau mengenal Roky? Pemilik club itu.." Tanya Gilang tak percaya.


Siapa wanita ini, kenapa bisa dia mengenal Roky?


Perlu di ketahui, Roky pemilik tempat hiburan itu tak banyak dikenal orang biasa, bahkan Gilang sendiri hanya sekedar tahu tapi tak begitu mengenalnya.


" Ya.. aku mengenalnya.." Jawabnya.


Wanita itu menjulurkan tangannya " Aku Laura.." Gilang hanya menatap tangan wanita itu, enggan untuk berjabat tangan.


" Laura Abraham.." Katanya lagi penuh dengan penekanan. Gilang terperanjat, mendengar perkataan wanita itu. Gilang menatap wanita itu penuh tanya, wanita itu tersenyum penuh arti, seakan tahu apa yang di pikirkan Gilang.


Laura Abraham, siapa kau sebenarnya. Apa kau ada hubungannya dengan lelaki sialan itu. Kau juga mengenal Roky.


Gilang akhirnya menerima tangan Laura, mereka berjabat tangan saling mengenalkan diri.


Tristan, lihatlah. Bagaimana reaksimu kalau tahu ini, kau terlalu meremehkan ku sayang. Kau melarangku mendatangi rumahmu? kau lihat bagaimana caraku mengusir gadis sialan itu dari rumahmu. Aku sedang bersama adikmu sayang. Batin Laura merasa menang.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2