BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Kecelakaan


__ADS_3

" Lakukan apa yang kau mau, asal itu bisa membuatmu lebih baik dan bisa melupakan kejadian buruk yang menimpamu selama ini.." Kata Kimy serius dengan menatap manik mata laki-laki itu.


Apa maksud perkataannya?


Mungkin benar Kimy ingin menebus segala kesalahan yang maminya lakukan. Tapi jauh di lubuk hatinya, gadis itu sudah tersihir oleh laki-laki tampan itu. Laki-laki yang menyakiti fisik dan hatinya itu perlahan terus-menerus mengisi ruang hatinya.


" Dengar Kimy, jangan pernah berfikir kau sudah mengerti dan memahami aku. Bagiku, kau dan wanita-wanita jalang itu sama. Kalian hanya sebatas jalang di hidupku.."


Deg.. jantung gadis itu bagai di tikam benda tajam, sakit sekali rasanya. Apakah seperti ini rasanya tak di harapkan dan di acuhkan? Mungkin, gadis itu sendiri tak tahu, karena selama ini gadis itu selalu menjalani hidup dengan baik. Semua orang menyayanginya, mencintainya dan mengaguminya.


" Apa kau biasa melakukan apa yang baru saja kau lakukan padaku, kau memperlakukan semua wanita seperti itu?.." Kimy ingin tahu sejauh mana Tristan melakukan adegan dewasa dengan wanita-wanita itu.


" Ha ha ha.. kau mulai banyak bicara rupanya, kenapa kau tanyakan itu? apa kau cemburu? Tentu saja aku biasa melakukan itu, kami saling memuaskan. Apa salahnya aku melakukan itu pada wanita yang kutiduri. Dan ingat, wanita yang kutiduri bukan wanita sembarang. Mereka bukan pelacur yang menjajakan dirinya.."


Tristan jelas berbohong, selama ini memang dia sering tidur dengan model dan artis-artis yang mendekatinya. Namun satu hal, Tristan tidak pernah berusaha memuaskan wanita-wanita itu. Dia tidak peduli para wanita itu puas atau tidak, yang terpenting baginya, hasratnya tersalurkan dan selesai, hanya sebatas itu. Bahkan tidak jarang bagi Tristan melakukan hubunga s*x dengan cepat dan kasar terhadap mereka.


Satu-satunya yang di perlakukan dengan baik saat berhubungan badan dengannya adalah Laura. Laura adalah cinta pertamanya, sebelum akhirnya wanita itu menghancurkan hatinya. Dan sekarang Kimy adalah satu-satunya wanita yang di perlakukan dengan lembut olehnya, bahkan dengan Kimy dia tak memakai pengaman saat berhubungan badan. Dengan gadis itu, dia selalu ingin membuat Kimy nyaman, dia takut Kimy kesakitan.


Namun bagi Kimy, pengakuan Tristan barusan membuatnya sadar, kalau laki-laki gila di depannya ini bukanlah manusia. Sifatnya sama sekali tak menunjukkan sisi kemanusiaan, padahal dia ingin sekali membuat Tristan sadar. Kalau hidup tak melulu soal balas dendam, hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan hal-hal semacam itu. Hidup akan lebih indah dengan adanya cinta. Kimy ingin mengenalkan arti cinta sesungguhnya pada laki-laki itu.


Sabar Kimy, laki-laki gila ini tak semudah yang kau bayangkan. Aku yakin kau bisa membuatnya sadar. Hanya cinta dan ketulusan yang bisa menghancurkan kebencian. Aku yakin kau bisa.


" Maka lakukanlah seperti yang kau lakukan dengan para jalang itu.." Kata Kimy mantab.


Satu hal yang Kimy sadari, kalau dia belum bisa pergi dari rumah itu. Kimy sadar, laki-laki itu hidupnya penuh dendam. Akan banyak sekali orang yang tersakiti olehnya, maka dari itu dia bertekad akan terus disamping Tristan sampai laki-laki itu hidup dengan normal dan melupakan segala dendamnya pada orang-orang yang Kimy sayangi.


Maafkan aku Gilang, sepertinya aku tidak bisa memenuhi segala janjiku padamu.


" Kau merayuku?.."


Kimy mengangguk " Yah, aku menginginkanmu.. sekarang !!.." Secepat kilat gadis itu meraih bibir merah Tristan. Kimy menciumnya, ********** hingga dia sendiri bingung dengan tubuhnya yang begitu menginginkan laki-laki itu saat ini.


Kimy tahu betapa kesepiannya laki-laki itu, tidak tahu kenapa Kimy merasa ingin melindunginya dari rasa kesepian itu. Sejak pertama kali dia mendengar kesedihannya pada nek Inah malam itu, kebenciannya yang begitu besar melunak menjadi kasih sayang yang luar biasa besarnya. Apalagi di tambah dengan rasa bersalahnya karena ulah maminya, Sarah. Sungguh Kimy merasa kasihan pada laki-laki ini. Di balik sosoknya yang tegas dan menakutkan, laki-laki itu begitu kesepian.

__ADS_1


" Mmpphh.. hey.. hey.. Mmphhhh!!!.." Suara Tristan tertahan akibat ulah Kimy. Dengan cepat Tristan menangkup kedua pipi gadis itu " Hey.. hentikan!!.."


Tristan sedikit memberi jarak pada gadis itu.


" Kenapa?! kau menolakku. Bukankah ini yang kau mau.." Jawab Kimy dengan suara parau.


Benar aku juga menginginkanmu, tapi tidak seperti ini Kimy.


" Kau diam??!! Kau benar-benar menolakku?.." Kimy mendorong tubuh Tristan yang berada di atasnya. Laki-laki itu berguling ke samping. Gadis itu beranjak dari ranjang, dia berjalan ke ruang wardrobe dengan hanya memakai atasan piyamanya.


Tristan hanya melihat tubuh Kimy berjalan meninggalkannya. Laki-laki itu ingin sekali mendekap gadis itu, dan melanjutkan adegan yang seharusnya. Namun apa yang terjadi, laki-laki itu begitu takut dengan sikap Kimy barusan. Dia takut kalau gadis itu jatuh cinta padanya. Tristan lebih suka Kimy yang ketakukaan padanya daripada sikap yang gadis itu tunjukan barusan.


Di balik ruang wardrope, Kimy duduk bersadar pada pintu. Gadis itu menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya disana.


Maafkan aku Gilaang, aku sudah gila. Aku benar-benar gila.


**


Tristan berdiri sambil mengancingkan kemejanya. Mata tajam laki-laki itu masih menatap layar datar yang memberitakan kecelakaan Teddy, papanya.


Ya.. saat Tristan sedang terbaring di ranjang Kimy, dia menerima pesan dari Mario.


Tugas selesai. Nyalakan Tv.


Dengan gerakan cepat Tristan berdiri mengambil remot yang tergeletak di sofa dan menyalakan layar datar itu.


" Benarkah kau sudah mati? Bagus..setidaknya kau bisa lebih dulu bertemu mama.."


Kimy menutup kedua tangannya. Gadis itu baru saja mendengar apa yang laki-laki itu ucapkan.


Apa maksudnya, siapa yang mati menyusul mamanya?


" Eghmm!!!.." Kimy berdehem sambil berjalan keranjangnya.

__ADS_1


Tristan tampak terkejut dengan kedatangan gadis itu, sekilas laki-laki itu terlihat gugup.


Apa dia mendengar apa yang aku katakan?


" Kenapa kau masih di sini?.." Tanya Kimy sambil duduk di tepi ranjang. Tristan tidak menjawab. Laki-laki itu masih melanjutkan aktivitas memakai pakaiannya.


" Oh astaga om Teddy.." Kimy beranjak dari duduknya, ketika tak sengaja dia melihat dan mendengar berita dilayar datar itu. Kimy mendekat dan melihat dengan serius berita yang masih di tayangkan di televisi.


Gilaang, di saat seperti ini aku tak bisa menemanimu.


Air mata Kimy menetes, dia teringat akan kekasihnya itu " Kenapa kau menangis?.." Tanya Tristan tiba-tiba.


Kimy menoleh, dia mulai tersadar dengan kecelakaan yang menimpa Teddy


.


Tristan!! jadi yang kau maksud tadi adalah om Teddy. Papamu sendiri, kau senang papamu mati?


Benarkah Gilang adalah saudaramu, kenapa sifat kalian berbeda sekali.


" Dia papa Gilang!!.." Jawab Kimy singkat.


" Lalu??!!.." Tanya laki-laki itu sambil duduk di sofa depan tv.


" Lalu kau bilang??? kau punya hati atau tidak sebenarnya? Om Teddy adalah orang tua kekasihku. Apa aku harus senang dengan kejadian yang menimpanya. Hanya orang-orang psikopat yang bahagia di atas musibah orang lain.." Jawab Kimy sinis.


" Jaga bicaramu. Kau kira aku tidak bisa menyakitimu lagi.." Kata Tristan sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Terbuat dari apa hatimu itu. Dia adalah papamu, kenapa sama sekali tak kau rasakan iba atas musibah yang menimpanya. Sebenci itukah kau terhadapnya?


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2