BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Malam Panas 1 (21+)


__ADS_3

Adik, sudah lama aku menantikan pertemuan ini.


Tristan tersenyum devil dengan kedua tangan berada disaku celananya.


Gilang berdiri tepat di depan Tristan, dengan kedua tangan yang mengepal keras siap dengan bogem mentahnya.


" Kau mengganggu milikku, bersiaplah untuk kehancuranmu.." Kalimat pertama yang terucap dari mulut Gilang.


Tristan tertawa tanpa suara mengejek ucapan Tristan.


Adikku, kau becanda. Merengeklah pada mamamu supaya mengembalikan boneka kesayanganmu.


Batin Tristan terus tertawa, mengejek adik beda ibu yang ada di depannya itu. Satu hal yang Tristan tak ketahui, bahwa Gilang bukanlah anak manja yang bergantung pada orang tuanya. Adiknya itu jauh lebih mandiri dari perkiraannya selama ini, Gilang lelaki mandiri, kerja keras, sama sekali tak pernah minta bantuan pada orang tuanya.


Mungkin kalau Tristan tahu kepribadian Gilang yang mandiri dan banyak di sukai teman-teman sepergaulannya, dia akan lebih iri melihat adik tampannya itu.


" Apa aku tidak salah dengar bung!!.." Jawab Tristann dengan suara dingin.


" Kau harus terima kenyataan, kalau wanitamu menyukaiku.." Imbuhnya lagi.


" Hahhaha.. " Gilang tertawa mengejek.


" Kau harus terima kenyataan, kalau semua berita itu benar adanya. Bahkan kita sudah..." Kata Tristan.


" Diam , brengsek!!!..." Secepat kilat Gilang meraih kerah baju Tristan dan memojokan pria itu ke mobil di sampingnya. Secepat kilat pula Dony dan beberapa pria di sana mencoba membantu Tristan, namun lelaki itu mengangkat satu tangannya, menyuruh semua anak buahnya untuk berhenti. Tristan terlihat santai, walaupun badannya terhimpit antara mobil dan tubuh Gilang. Tristan sengaja tidak melawannya.


Dengan nafas yang memburu dan kedua tangannya memegang kendali pada tubuh Tristan bagian atas. Gilang menatap Kakaknya itu dengan tatapan membunuh.


" Orang bisa percaya dengan semua berita konyol itu, tapi tidak denganku. Kau tahu? KAU HANYA LELUCON BAGIKU. Kimy dan aku mempunyai ikatan yang tak orang lain tahu. Cinta kami tak bisa di pisahkan hanya gara-gara lelucon konyolmu itu. Kau hanya orang asing konyol, yang tak mengerti apa-apa tentang cinta.." Kata Gilang tegas penuh penekanan.


" Menjauhlah darinya.."


" Sebelum kuhancurkan semua yang kau miliki.."


" Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku.."


Berturut-turut Gilang mengeluarkan kata perkata yang mampu membuat kuping panas saat mendengarnya. Kemudian dia melepas kasar tubuh Tristan, dan kembali ke mobil sportnya. Gilang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi melewati Tristan.


Tristan tampak merapikan sedikit kerah bajunya tanpa expresi, lalu masuk ke dalam mobil pribadinya di susul dengan Dony di bagian pengemudi.


Tanpa mereka sadari, kejadian barusan telah di saksikan dan di rekam oleh beberapa orang yang menyaksikan. Dan tentu saja berita itu secepat kilat menyebar di kantor itu. Bahkan ada salah seorang yang mengupload video kedua cogan itu ke media sosial.


Tiga puluh menit kemudian, dunia media sosial kembali ramai dengan pemberitaan yang bertema cinta segitiga itu. Bahkan video kedua cogan itu sudah memenuhi beranda di sosmed.


Wah beneran jalang ya ternyata Kimy.


Serakah banget, udah punya Gilang masih mau yang lain.


Wah pingin banget jadi Kimy, di rebutin dua cogan.

__ADS_1


Trus sekarang Kimy nya kemana?


Salut deh sama Gilang, cinta banget kayaknya ya.


aduuh Tristan, meleleh deh ganteng banget.


Itu adalah sebagian koment netijen pada video yang beredar di dunia maya.


**


Malam hari di sebuah villa yang ada di bogor Tristan duduk di sofa ruang keluarga dengan beberapa botol minuman keras berserakan di meja. Ya, beberapa hari ini Kimy di sembunyikan di villanya yang ada di bogor. Di kota itu Tristan mempunyai sebuah villa yang hanya dia dan Dony yang tahu, nek Inah dan Laurapun tak tahu.


Sudah sejak lama Tristan membangun villa itu. Setiap kali dia ingin sendiri dan butuh ketenangan, dia selalu tidur di villa itu beberapa hari. Villa itu dia desain sendiri, dengan harapan suatu saat dia akan meninggalkan segala kemewahannya di kota-kota besar, bahkan di negara maju lainya, untuk hidup di kota yang di kenal dengan kota hujan itu. Tentunya setelah misi balas dendamnya selesai.


Leleki itu sudah menghabiskan beberapa botol minuman sejak kedatangannya. Dia masih memakai setelah kerjanya, namun sudah membuka jaznya, menyisakan kemeja hitam dan celana dengan warna senada. Dony yang melihat bosnya mulai kehilangan kendali mulai khawatir.


" Bos, sudah malam. Sebaiknya anda istirahat. Sudah terlalu banyak anda minum.." Katanya.


" Pergilah!! Jangan ganggu aku, besok urus perusahaan, aku mau di sini beberapa hari.." Jawabnya sambil terus menegak minuman yang ada di tangannya.


" Tapi bos.."


Tristan mengangkat tangannya, memberi tanda agar Dony berhenti bicara dan pergi dari situ. Kalau sudah begitu bisa apa Dony. Dia hanya akan mengikuti kemauan bosnya. Dony orang yang paling mengerti Tristan dari segala kondisi baik dan buruknya.


Dony tahu kalau saat ini Tristan pasti tersiksa dengan perasaanya setelah bertemu dengan Gilang. Apalagi di tambah kata-kata Gilang yang tentu menambah luka hatinya. Setiap hal yang berhubungan dengan masa lalu yang menyakitkan itu, Tristan pasti akan kehilangan kendalinya. Entah itu menyakiti diri-sendiri atau orang lain yang berhubungan dengan itu.


Namun apa yang terjadi justru kata-kata Gilang terus menerus muncul di ingatannya.


Kau hanya lelucon bagiku.


Kau hanya orang asing konyol, yang tak mengerti apa-apa tentang cinta.


Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di otaknya. Mungkin dia sadari kalau ucapan Gilang sama sekali tidak ada yang salah, ucapannya benar, tepat sasaran. Dia memang orang asing, dia sendiri, dia tidak punya siapapun di dunia ini dan dia sangat konyol berharap bisa menghancurkan papanya, mama tirinya dan juga adiknya. Dia juga tidak mengerti tentang cinta, apa itu cinta? hatinya terlalu naif untuk mengenal yang namanya cinta.


Tapi apa sebenarnya salahnya? dia juga tidak menginginkan kehidupan seperti itu sebenarnya. Dia dulu mempunyai keluarga utuh yang menyayanginya tapi kenapa takdir begitu kejam padanya. Bahkan sampai sekarang dia bukan siapa-siapa, dia hanya merasa hidupnya tidak adil. Diam-diam air mata itu meleleh di antara rahang tegasnya. Dia mengusap kasar mukanya dan menyisir rambutnya dengan kedua tangannya.


Tristan berjalan gontai menaiki tangga menuju kamarnya. Pikirannya masih sangat kacau. Dia berjalan melewati kamar yang mengurung Kimy. Dia terus berjalan, hingga dia berhenti dan berbalik arah.


Dia kembali menghampiri pintu yang tertutup rapat dengan kunci yang masih menggantung di tempatnya. Dia menatap nanar pintu itu.


Ceeklek!!


Pintu terbuka, terlihat Kimy sudah tertidur dengan muka polosnya tanpa make up justru membuatnya terlihat semakin cantik. Kimy masih memakai kaos putih dan celana jeansnya, sama seperti yang dia pakai saat keluar rumah. Cuma saat ini dia sudah melepas hoodienya.


Tristan berjalan mendekat ke gadis itu, menatapnya lekat. Dia perlahan duduk di samping ranjang itu. Di singkirkan rambut panjang Kimy yang menutupi sebagian wajah cantiknya. Seketika ingatnya kembali.


Kimy dan aku mempunyai ikatan yang tak orang lain tahu. Cinta kami tak bisa dipisahkan hanya gara-gara lelucon konyolmu.


" Dia mencintaimu!.." Kata Tristan lirih sambil membelai pipi mulus putih Kimy. Tristan mendekatkan wajahnya pada muka Kimy perlahan.

__ADS_1


" Mau apa kau?.." Tiba-tiba Kimy membuka mata, merasakan ada yang membelai pipinya. Tatapan mereka bertemu sesaat.


CUP!!


Dan secepat kilat Tristan melahab bibir mungil pink gadis itu. kimy terbelalak dan mencoba mendorong lelaki gila itu. Tristan dengan kasar memainkan bibir indah Kimy.


Mmpphhh!!


Masih kalah tenaga, Kimy terus meronta, memukul apa saja agar lelaki gila itu tidak menyentuhnya.


Mmphhhhh


Mmphhhhh


Kimy terus meronta, membuang muka ke kanan dan ke kiri yang juga di ikuti Tristan gerakannya. Lelaki itu terus melahab bibir Kimy, menyedot, menggigit seperti singa kelaparan. Kimy terus menutup mulutnya tak membiarkan lelaki gila ini bertindak lebih. Namun bukan Tristan kalau tak bisa membuat Kimy mendesah kenikmatan malam ini, si casanova dengan sejuta pengalaman itu menginginkan Kimy malam ini.


Tangan Tristan bergerak memegang kendali di bukit kembar miliknya, membaut Kimy semakin gila dia berteriak kencang. Tidak di siakan Oleh lelaki itu, lidahnya melesat masuk mengobrak-abrik rongga mulut Kimy menautkan lidahnya pada gadis itu dengan kasar, membuat Kimy merasakan nyeri pada lidah-lidahnya.


Kimy merasa sesak, nafasnya hampir habis. Dia merasa mau mati. Tristan begitu kasar mengoyak bibir mungilnya. Pandangannya kabur, indra penciumanya di penuhi dengan bau alkohol dari mulut Tristan. Kimy sudah tak kuat lagi, dia lemas, dia pasrah. Apa yang akan terjadi biarlah terjadi.


Tristan melepaskan ciumannya ketika merasa Kimy butuh oksigen. Matanya masih menatap gadis di bawah kungkungannya itu. Dia melihat air mata membasahi pipi mulus Kimy.


Kau hanya orang asing tolol yang tak mengerti cinta.


Ingatan itu muncul lagi.


Sekali lagi, dia mendaratkan bibirnya pada rahang, bibir, pipi dan leher Kimy seperti orang kerasukan setan. Menyedotnya kuat hingga sudah di pastikan meninggalkan jejaknya nanti. Bibir Tristan tidak bisa berhenti, dia terus turun menyusuri leher jenjang putih mulus gadis itu, dia menyedot setiap inci kulit leher Kimy kuat.


"Mmphh.."Tubuh Kimy bergetar, namun dia masih menutup mulutnya, menahan suara sialan yang sudah meronta-ronta minta dia keluarkan. Tubuh Kimy rindu sentuhan, tubuhnya merespon sentuhan Tristan. Sudah berapa minggu dia tidak berhubungan dengan Gilang. Namun sekali lagi, akal sehatnya masih waras. Dia tidak mau di sentuh laki-laki gila itu.


Tangan Tristan menyingkap kaos gadis itu, menaikkan hingga sampai leher. Tristan menciumi perut rata Kimy memberi tanda kissmark disana, Tristan semakin naik hingga berada di balik bra bukit kembar Kimy. Kimy terus mencoba mendorong kepala Tristan untuk menjauh namun lelaki itu justru mengunci kedua tangan Kimy di atas kepalanya.


Dengan satu tangan Kiri mengunci kedua tangan Kimy, dan tangan lainya aktif memainkan bukit kembar itu. Tristan meremas-remas bukit kembar Kimy yang masih memakai bra warna hitam. Dengan bibir masih menciumi perut rata Kimy.


Puas bermain di bukit itu, tangannya menjalar ke belakang, mencari pengait bra itu. Dan lelaki itu berhasil membuka bra Kimy, menariknya dan membuangnya asal.


" Jangan pliss Tristan.." Suara Kimy bergetar seakan memohon pada laki-laki gila itu.


" Ssssstttt..." Tristan memandang gadis di bawahnya itu dengan penuh nafsu, dia melihat sungguh cantik dan sexy sekali gadis itu. Membuat senjatanya dibawah sana semakin menegang.


Kimy menggeleng cepat, saat Tristan menundukkan kepalanya untuk mencicipi pucuk bukit kembar itu.


" Achh.. Tris.. tristan jangan.." Desahan sialan itu lolos dari bibir Kimy, ketika bibir Tristan menempel sempurna pada pucuk bukit kembarnya. Hatinya menolak tapi tubuhnya merespon, sungguh bukan ini yang Kimy mau.


Tristan mendongakkan kepalanya sejenak menatap Kimy yang mendesah. Hatinya bersorak menang, dia membuat gadis pembangkang itu tunduk pada akhirnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2