
Tristan menghentikan mobilnya di sebuah pemakaman yang berada di pinggiran kota. Kimy menatap heran pada Tristan, kenapa lelaki itu membawanya ke situ.
"Kenapa kita kesini?.."
Tristan tak menjawab, lelaki itu keluar dari mobil berjalan memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk kimy "Kekuarlah.."
Tristan menggenggam tangan Kimy, membawa gadis itu masuk ke area pemakaman yang sore itu terlihat lengan, hanya ada beberapa orang yang terlihat sedang berziarah.
Mereka berdua berhenti tepat di depan sebuah pemakaman yang terlihat indah. Pemakaman itu terlihat bersih tertata rapi, dengan rerumputan yang sengaja ditanam diatasnya. Ada bingkai foto cantik di sana. Rahma, nama yang tertulis di batu nisan itu.
"Aku ingin mengenalkanmu pada mama.." Kata Tristan lembut pada Kimy. Tristan membawa Kimy duduk bersimpuh di samping makam itu.
"Ma, daffa datang sama calon istri daffa.."
Daffa?? Nama itu bukankah nama yang sering dia panggil ketika dia sedang bermimpi buruk. Jadi daffa itu dia sendiri?
"Namanya Kimy, mama pasti akan senang mengenalnya. Dia wanita yang sangat cantik, daffa mencintai Kimy.."
Deg
Kimy menoleh pada Tristan, memandang wajah lelaki yang sedang fokus pada batu nisan itu. Hatinya sedikit tersentuh mendengar perkataan lelaki itu. Jadi apa benar dia mencintaiku?
"Daffa akan menjaga Kimy, sepertinya doa mama dulu sudah di kabulkan sama tuhan. Daffa sudah menemukan wanita yang daffa cintai dan kami akan hidup bahagia.." Tristan menoleh pada Kimy yang juga sedang melihatnya, Tristan meraih tangan Kimy lagi dan mencium punggung tangan wanita itu.
"Aku janji di depan mamaku, kalau aku akan mencintaimu, menjagamu dan tidak akan menyakitimu lagi. Percayalah padaku kali ini.." Kimy menatap Tristan tak percaya, dia tak bisa berkata apa-apa selain diam.
"Apa kau sudah selesai?.." Tanya Kimy pada Tristan.
"Hmm??.."
"Aku ingin memeperkenalkan diriku sendiri pada mamamu. Tapi kau menjauhlah, aku malu.." Tristan tersenyum tipis menanggapi Kimy, dia mencium lagi punggung tangan wanita itu.
"Baiklah, bicara yang sopan sama mama, biar dia merestui hubungan kita.." bisik Tristan di telinga Kimy lalu beranjak pergi menjauh dari Kimy.
Setelah Tristan menjauh, Kimy melihat sendu foto wanita yang cantik yang ada di situ. "Tante, saya Kimy. Maaf kita berkenalan dalam kondisi seperti ini. Tante, maafkan mama Kimy yang sudah mengambil mata tante untuk di donorkan pada tente Kimy. Karena itu tristan membenci Kimy. Maafkan keluarga Kimy. Kimy janji akan menebus semua kesalahan itu dengan menikahi Tristan. Kami minta doa restu tante.. "
"Sayang.. Kenapa lama sekali, langit semakin gelap sepertinya mau hujan. Apa sudah selesai?.." Kimy mengusap air mata yang membasahi pipinya. "Sampai jumpa tante, kami permisi, maafkan mama kimy.." katanya pelan, Kimy beranjak dari tempatnya lalu berjalan menghampiri Tristan.
__ADS_1
"Kau menangis?.." Tristan mengusap pipi Kimy yang terlihat jejak air mata disana.
"Aku cuma sedih, mamamu masih muda tapi.."
"jangan sedih, aku tidak mau kau menangis lagi. Berjanjilah padaku jangan pernah menangis lagi karena aku.."
Sial, kenapa dengan lelaki gila ini. Kenapa sikapnya berubah semanis ini. Kalau begini terus aku bisa..
"Hey.. Kau melamun.."
"Tristan, aku tidak apa-apa. Ayo kita pergi dari sini.." Kimy menarik tangan Tristan menjauh dari tempat itu. Kimy tidak mau mendengar lagi kata manis lelaki itu, dia takut akan terjebak lagi.
Ditengah jalan Tristan menghentikan mobilnya di sebuah restoran mewah.
"Kita makan malam dulu sayang.." Kata lelaki itu sambil keluar dari mobil untuk membukakan pintu Kimy. "Ayo keluar.." perintah nya ketika pintu sudah di buka.
"Tapi aku tidak lapar.."
"Kau mau keluar atau aku menggendongmu.." dengan muka cemberut Kimy akhirnya menuruti lelaki itu.
Setelah memilih tempat duduk yang di rasa nyaman merekapun memesan makanan. Tapi belum selesai mereka makan ada seseorang yang datang menghampiri meja mereka.
"Alana.."
Wanita itu adalah Alana artis yang juga wanita yang dulu sering menghangatkan ranjang Tristan, lebih tepatnya peliharaan Tristan.
"Hey.." Alana mendekat pada Tristan dan mencium pipi lelaki itu. Kimy yang menyaksikan itu membuang muka malas. Sedangkan Tristan sendiri terlihat terkejut dengan sikap berani Alana.
"Alana apa yang kau lakukan.." Tristan menjauhkan tubuhnya dan mengusap pipi bekas lipstik wanita itu.
"Aku merindukanmu, sudah lama kau tak menghubungi ku. Apartemenku terasa kosong tanpamu Tristan. Oh ya seminggu yang lalu aku mendatangi apartemenmu tapi kau merubah sandinya, hmm.."
Sial, wanita ini. Batin Tristan.
"Apa yang kau lakukan Alana, kau tak melihat aku sedang bersama tunanganku. Kau mencari gara-gara denganku.."
Alana melirik ke arah Kimy. Tentu saja Alana tahu kalau Tristan sedang bersama Kimy, bahkan mereka berdua saling mengenal. Namun Alana sengaja melakukannya agar kimy tahu kalau mereka berdua ada sesuatu.
__ADS_1
"Oh Kimy sayang, apa kabarmu?.." Alana mendekati Kimy, bermaksud untuk memeluknya namun dengan cepat Kimy berdiri lebih tepatnya menghindar "Sory, aku mau ketoilet dulu.." Kata Kimy ketus pada alana.
Kimy berjalan menjauh meninggalkan Tristan dan alana.
"Kenapa dia, apa dia marah padaku?.." gumam alana, wanita itu kembali menatap Tristan, kemudian dia duduk di kursi yang ada di samping lelaki itu "Rupanya kau benar-benar sudah tak membutuhkanku lagi.."
"Jangan memancing emosiku, pergilah dari sini.." jawab Tristan datar.
"Aku akan pergi, tapi kau harus janji nanti malam datang ke apartemenku. Kau tahu aku sangat merindukanmu sayang, aku sudah melakukan perawatan dibagian yang kau suka. Aku yakin kau akan ketagihan setelah merasakannya.." alana berkata sangat sensual, sengaja menggoda Tristan. Dia juga meraih tangan lelaki itu, mengelusnya naik turun.
"Heh.." Tristan tersenyum dengan aura menakutkan "sayangnya aku sama sekali tak tertarik. Aku sudah punya yang lebih nikmat dari pada tubuhmu.." ejek Tristan.
"Apa maksudmu Kimy lebih nikmat dari pada aku. Mana mungkin, aku lebih berpengalaman.." bisik alana di telinga Tristan.
Kimy yang berjalan mendekat melihat kalau alana begitu dekat dengan Tristan. Mereka terlihat sangat intim. Alana seperti sedang mencium pipi Tristan dan memegang tangan lelaki itu. Mengetahui kalau Kimy berjalan ke arahnya, Tristan mengehempaskan tangan wanita itu. "Pergilah sialan, aku akan mentrasfermu uang nanti. Jangan menggangguku.." Kata Tristan penuh penekanan.
"Baiklah, aku tunggu.." bisik Alana lalu bangkit dari tempatnya "Kimy sayang, aku duluan yah.. Bye.." katanya pada Kimy, namun sekalipun Kimy tak menjawab sapaan wanita itu. Merasa di abaikan alana pun pergi dari tempat itu.
"Sayang, ayo habiskan makananmu.." perintah Tristan tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Aku sudah kenyang.."
"Kenyang, kau baru makan sedikit bagaimana bisa kenyang. Ayo habiskan.."
"Aku bilang sudah kenyang.."
"Kimy, kau marah?.."
"Tidak, marah untuk apa?.." jawab Kimy datar.
"Barangkali kau marah karena wanita sialan itu. Kau tahu banyak sekali wanita seperti alana di sekelilingku, jadi kau jangan khawatir sayang, aku sama sekali tak tertarik dengan mereka.."
"Aku tahu dan aku tidak peduli.." jawab Kimy dengan tatapan marahnya pada lelaki itu.
"hahaha.. Oh ayolah Kimy, kau sedang marah. Kau cemburu sayang?.." Tristan terus saja menggoda Kimy.
"Terserah anggapanmu Tristan, aku mau pulang.." Kimy beranjak meninggalkan meja itu. Tristan hanya cengo melihat wanitanya meninggalkannya sendirian di meja itu. Dengan cepat Tristan meninggalkan beberapa lembar uang di meja itu dan berlari menyusul Kimy.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=