BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
ke luar rumah


__ADS_3

Tristan dan Kimy duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu, mereka duduk berhadapan di batasi oleh meja. Tristan memperhatikan Kimy yang sedang makan. Lelaki itu memaksa Kimy untuk makan. Kalau tidak mau, tahu sendiri gimana cara Tristan menggertak gadis itu.


" Aku dengar perusahaan keluargamu mau bangkrut.." Dalam keheningan tiba-tiba lelaki gila itu mengatakan hal yang membuat Kimy semakin sesak di dadanya.


Sejenak dia mengingat nasib perusahaan papinya, bukankah lelaki bastrad ini yang mau mengakuisisinya. Kimy dengar sendiri dari papinya, saat papinya memberi tahu sarah. Kimy ingat, niatnya keluar rumah untuk membahas masalah ini dengan laki-laki gila itu.


Kimy memandang wajah Tristan dengan penuh tanya.


" Katakan apa yang mau kau katakan?.." Kata lelaki gila itu.


" Kau? Bukankah kau yang akan mengambil alih perusahaan papi?.."


" Hahaha.. Rupanya kau sudah tahu?.." Jawabnya sambil bersedekap menatap Kimy.


" Apa yang kau inginkan sebenarnya? Tidak cukupkah kau mengurungku disini? Tolong jangan sakiti orang tuaku.." Mohon Kimy.


" Sebentar lagi akan dilakukan pemindahan kepemilikan. Semua pemegang saham juga sudah menyetujui. Kau tahu artinya apa?.." Tanya Tristan dengan penuh seringai.


" Tolong jangan lakuin itu sama papi, jangan sakiti papi. Cukup aku. aku akan menggantikan papi, tolong!!.." Mohon Kimy lagi.


" Bagimana dengan pacarmu itu?.." Balas Tristan.


" Apa maksudmu?.." Kimy tak mengerti.


" Apa kau juga akan memohon seperti ini, kalau aku menghancurkannya.."


" Kupastikan, aku akan membunuhmu.." Jawab Kimy cepat dan dingin.


" Apa??.. Coba ulangi lagi, aku tidak dengar.." Kata Tristan tak kalah dingin.


" Tristan, dengarkan aku. jangan sekali-kali menyentuh Gilang. Kalau kau menyakitinya, aku bersumpah akan membunuhmu.." jawab Kimy lantang.


" Kau tau jalang!! apa yang akan di lakukan pacar bodohmu itu, kalau dia tahu aku sudah menidurimu, dan bahkan aku sudah membuatmu mendesah di bawahku.." Kata Tristan penuh seringai.


Mendengar kata-kata itu membuat Kimy jijik, dia bisa gila kalau lelaki bajingan ini terus-terusan mengatakan hal itu padanya. Mengingatkan kalau dia kotor, karena sudah tersentuh lelaki lain. Tanpa sadar Kimy bangkit dan melempar piring di pangkuanya ke arah laki-laki gila itu.


Praang!!


Lelaki itu tidak sempat menghindar karena terlalu cepat kejadian itu menurutnya, piring itu Tepat mengenai pelipis kanan laki-laki itu dan makananpun berhamburan di tubuhnya.


Gilang berdiri berjalan menghampiri Kimy, gadis itu ketakutan, dia mencoba berlari tapi dengan satu langkah lebarnya, Tristan bisa meraih Kimy.


Tristan menjambak kasar rambut Kimy.


"Awwhhh.." Kimy meringis kesakitan. Merasakan rambutnya di jambak dan di tarik kasar oleh laki-laki itu. Tristan membanting lagi tubuh lemah itu di ranjang. Tristan menindihnya dan mencium kasar bibir Kimy. Sekali lagi laki-laki itu mencoba menyentuhnya.


Dalam kungkungannya wanita itu terus meronta, menangis, dan berteriak. Tristan sudah melucuti semua pakaian Kimy, lelaki itu sudah mengoyak inti Kimy dengan bibirnya.


Kimy meraung memanggil nama orang-orang yang di cintainya.


Papa...


Gilang...


Tristan berhenti sesaat dengan aktivitasnya. Perempuan itu selalu membuat emosinya naik turun tak karuan.


" Kupastikan, kau menyesali perbuatanmu jalang.."


Katanya sambil melepas pakaiannya sendiri.

__ADS_1


Sekali lagi Tristan memperkosa Kimy dengan brutal, tanpa ampun dan tanpa belas kasihan. Erangan kesakitan Kimy dia abaikan. Dia terus menghujam lubang surgawi itu dengan kasar. Sampai Kimy lemas tak berdaya.


***


Beberapa hari Sejak kejadian itu, Tristan seperti jadi orang yang berbeda. Sisi kemanusiaanya sudah benar-benar hilang. Tristan seperti kesetanan, setiap kali Kimy membuatnya marah, dia selalu melakukannya, dan tanpa dia sadari dia selalu menginginkan tubuh Kimy. Kapanpun tanpa kenal waktu.


Sudah seminggu Tristan berada di bogor bersama Kimy. Dia meninggalkan kantornya yang sekarang di urus oleh Dony.


Lelaki gila itu selalu menyiksa Kimy dengan menampar atau menjambak Kimy jika dia salah bicara sedikit saja. Karena Kimy masih saja menguji kesabarannya, Sudah berapa kali dia melakukan perkosaan itu terhadap Kimy. Rasanya setiap malam. Tidak, bukan setiap malam. Tapi setiap pagi, siang dan malam Kimy menjadi budak sexnya.


Bahkan Kimy sudah tak mampu melawan lelaki itu lagi. Tubuhnya sudah capek, lemah dan dia sudah pasrah dengan semua yang terjadi.


Perlu di ketahui Tristan melakukan itu tanpa memakai pengaman sama sekali. Berbeda dengan perempuan-perempuan lainnya yang dia tiduri. Dia selalu memakai pengaman, agar para jalang itu tidak hamil anaknya. Sedangkan dengan Kimy, tentu saja sudah dia pikirkan sebelumnya. Kalau dia sengaja ingin menghancurkan kehidupan gadis itu. Menghancurkan gadis itu sama dengan menghancurkan musuh-musuhnya.


***


Kimy berjalan ke arah pintu kamarnya, dia melihat pintu itu sedikit terbuka. Padahal biasanya pintu itu selalu terkunci dari luar.


Kemana laki-laki Gila itu?


Perlahan dia membuka pintu itu, sepi. Itulah gambaran suasana villa besar itu. Itu adalah pertama kalinya Kimy keluar kamar dan melihat suasana di luar kamarnya. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, satu kata Indah.


Ya villa mewah itu sangat indah, baik interior ataupun modelnya. Sayu-sayu Kimy mendengar suara seseorang berbicara. Dia terus berjalan mencari sumber suara, perlahan Kimy menuruni tangga itu satu persatu.


Terlihat Dony berdiri disana, pria itu sedang menghadap bosnya. Setelah seminggu bosnya itu cuti dari segala aktifitasnya.


Kimy memandang nanar ke arah Dony, tidak lama lelaki itupun menyadari kehadiran Kimy.


" Nona Kimy!.." Sapa Dony.


Dony sedikit menajamkan penglihatannya. Dony merasa Kimy berubah, wajahnya terlihat pucat, badannya kurus, matanya terlihat sembab. Kalau biasanya model cantik itu terlihat modis dan segar, kini yang di lihatnya justru sebaliknya, Kimy hanya memakai setelan piyama berlengan pendek dan celana panjang.


Tristan melirik Kimy sekilas, dia malas melihat gadis itu. Gadis yang memporak-porandakan emosinya. Tristan beranjak, meninggalkan Dony dan berjalan melewati Kimy menuju lantai dua. Tristan hanya diam saja saat melewati Kimy, seperti orang yang tak kenal.


" Bolehkah aku di sini? Aku bosan di kamar?.." Kata Kimy pada Tristan. Membuat Tristan menghentikan langkahnya.


" Kalau kau coba kabur, aku akan mencekikmu sampai mati.." Jawabnya sambil berjalan meninggalkan tempat itu. Membuat bulu kuduk Kimy meremang mendengarnya, Kimy yakini laki-laki gila itu bisa melakukan apapun padanya. Karena dia sudah biasa menerima perlakuan kasar Tristan.


Dony yang mendengar ucapan Tristan terkejut, dia merasa bosnya itu sudah benar-benar gila setelah seminggu tinggal bersama gadis itu.


Dony mendekati gadis itu, dia memperhatikan Kimy seksama dari dekat.


" Nona Kimy apa kabarnya?.." Tanyanya.


" Panggil aku Kimy, aku bukan nona besarmu.." Jawab Kimy dingin.


" Maaf non.."


Kimy menatap Dony intens, kenapa laki-laki seperti Dony bisa bekerja pada orang gila seperti Tristan. Sungguh Kimy ingin menanyakan hal itu sebenarnya, tapi Kimy urungkan. Dia takut kalau laki-laki gila itu dengar, dia bisa mati.


" Don, bolehkah aku bertanya satu hal padamu.." Kata Kimy kemudian. Kimy berharap dia sedikit tahu alasan apa yang membuat Tristan sangat benci padanya.


" Mau bicara sambil jalan-jalan?.." Jawab Dony kemudian.


Kimy menatap penuh tanya pada Dony. Apa laki-laki di depannya ini sedang becanda, mana mungkin jalan-jalan. Bisa-bisa dia di gantung beneran sama Tristan.


" Mau nona?.."


" Apa boleh aku jalan-jalan?.." Jawab Kimy.

__ADS_1


" Tentu boleh. Kita jalan-jalanya di luar rumah, nona pasti senang dengan suasana di sini.."


" Ayo ikuti saya nona.." Ajak Dony sambil berjalan mendahului. Kimy ragu-ragu untuk mengikuti lelaki itu. Sejenak dia melihat ke lantai dua tempat di mana Tristan berada. Tidak terlihat laki-laki gila itu di atas. Dengan langkah cepat, Kimy menyusul Dony.


Kimy berada di depan villa megah itu. Di lihatnya kanan kiri semua terlihat asri. Ada bunga warna-warni yang tumbuh di sekeliling danau itu.


Indah sekali.


Suara burung-burung berkicau, menambah suasana semakin tenang dan damai.


" Apa yang ingin nona tanyakan?.." Pertanyaam lelaki itu membuyarkan lamunan Kimy.


Kimy belom menjawab pertanyaan itu, dia mulai berjalan kecil di sekitaran danau itu. Seyumnya mulai merekah, membuat Dony terpana melihatnya.


Wanita ini masih bisa tersenyum?


" Sudah lama aku tak melihat matahari, terima kasih sudah membawaku keluar rumah.." Kata Kimy masih dengan senyum merekah sambil berjalan kecil.


Disisi lain, Tristan melihat Kimy dan Dony berjalan di sekitar danau. Dari kaca besar ruang kerjanya dia melihat Kimy tersenyum tulus pada Dony.


Kamu bisa tersenyum setulus itu dengan orang lain, kenapa tidak dengnku.


" Nona baik-baik aja di sini.." Pertanyaan Dony menghentikan langkah Kimy. Wanita itu berbalik menatap Dony, lalu duduk di kursi yang ada di danau itu. Kimy menepuk-nepuk kursi di sebelahnya meminta Dony untuk ikut duduk. Dony tidak mengiyakan permintaan Kimy, Dony melihat ke arah rumah takut jika bos nya mengawasinya. Tentu saja Kimy paham, terlihat dari cara Dony menatap rumah bergantian dengan menatap kursi kosong itu.


" Dia tidak akan memecatmu karena duduk denganku kan? Duduklah.." perintah Kimy.


Dengan ragu-ragu Dony duduk, menjaga jarak dengan model cantik itu.


" Kau tahu ini di mana?.." Kimy memulai pembicaraan yang sempat hening beberapa saat.


" Hah?.." Dony terperanjat.


" Aku tidak pernah melihat ada tempat sebagus ini. Aku rasa kita tidak lagi di jakarta kan?.."


" Maaf saya.."


" Aku tahu kamu gak akan kasih tau aku ini dimana?.." Lanjut Kimy.


Kimy diam sejenak, menatap lurus danau dan pepohonan di depannya, perasaanya menerawang.


" Kau tahu, aku berencana akan menikah dengan, bukan menikah tapi bertunangan dengan pacarku setelah dia menyelesaikan kontrak iklannya di luar.."


Kata Kimy masih dengan pandangan menerawangnya ke depan, seolah bicara sendiri.


" Aku sangat bahagia dengannya.."


" Kami saling mencintai.." Lanjutnya di iringi senyuman kecil.


Dony masih menjadi pendengar yang baik bagi Kimy, lelaki itu masih fokus mendengarkan ocehan wanita itu. Dia sedikit prihatin dengan nasib wanita itu.


" Dalam sekejab impian itu harus kandas.." Lanjut Kimy, mulai ada getaran di suaranya.


" Kau tahu, apa salahku?.." Kali ini wanita itu menatap Dony dengan berkaca-kaca.


" Kenapa laki-laki itu melakukan ini padaku?.."


Salahmu kau mencintai dan di cintai oleh Gilang hanggono nona, aku ikut prihatin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2