
" Haruskah dengan cara begini mama baru bisa menemuimu?.." Gilang terperanjat kaget mendengar suara mamanya di balik pintu apartemennya.
Sebelumnya memang bel apartemen Gilang berbunyi. Gilang beranjak untuk melihat siapa yang datang, setelah dia melihat wajah Septian di layar monitor pintu apartemennya, Gilang membuka pintunya dan tanpa di duga, Septian datang bersama mamanya.
Beberapa hari ini, Gilang memang menghindari Sinta mamanya. Sejak Gilang mendengar pertengkaran itu, laki-laki itu benar-benar menjauh dari keluarganya. Gilang menolak segala panggilan Rahma.
" Sorry man.." Kata Tian, setelah mendapat tatapan tajam dari Gilang.
Rahma menyerobot masuk ke dalam apartemen Gilang. " Mau apa mama kesini?.." Tanya Gilang berjalan mengikuti mamanya. Tian hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil mengikuti ibu dan anak itu di belakang.
Sinta bersedekap menatap Gilang " Mau apa kau bilang? kau itu anakku, sampai kapan kau akan menghindari mama?.."
" Gilang dengar, semarah apapun kau sama mama, mama akan tetap di belakangmu. Kau adalah satu-satunya kekuatan mama.." Mendengar ucapan mamanya, Gilang memalingkan muka. Laki-laki berjalan menjauh dari Sinta.
" Mama masih punya hutang penjelasan padaku, jangan mama kira aku sudah lupa.." Jawab Gilang.
Sinta mendekati anak tampannya itu " Gilaang.. sekarang bukan saatnya kita saling menyalahkan atau marah-marahan. Kau bisa hancur kalau terus begini, mama tak akan membiarkan itu terjadi. Kau anak mama, kau yang terbaik bagi mama. Gilaaang.. kau harus melakukan sesuatu. Orang akan senang melihat kehancuranmu. Mama tak mau itu terjadi padamu nak, dan lagi mama punya informasi penting buatmu.."
" Informasi apa?.." Tanya Gilang sambil berbalik melihat Sinta.
" Tentang Kimy dan wanita-wanita di sekitar pria yang yang sekarang bersama Kimy itu.."
" Maksud mama Tristan?.."
Gilang, akhirnya kau menyebut nama laki-laki itu. Kalau kau tahu siapa dia, apa yang akan terjadi padamu anakku.
" Hhhmm.." Jawab Sinta pelan, wanita itu berjalan mendekati jendela kaca apartemen Gilang. Sinta menatap nanar pemandangan luar melalui jendela itu dengan nanar. Entah apa yang di pikirkannya. Mungkin dia sedang di tahap terpaksa membahas laki-laki yang dia benci itu.
Selama ini Sinta menyembunyikan hal yang bisa menghubungkan keluarganya dengan masa lalunya, namun kini dia harus perlahan menghubungkan putranya dengan laki-laki itu, dan itu adalah hal yang sulit bagi Sinta. Tapi bagaimana lagi, hanya dengan cara itu dia bisa menolong putranya melawan Tristan. Dia tidak mau Gilang hancur.
" Apa yang mama tahu tentang bajingan itu?.." Tanya Gilang menatap Sinta serius.
" Gilang carilah Kimy, kau akan tahu segalanya. Kau harus percaya sama Kimy.."
" Maksud mama bagaimana, tolong jangan bertele-tele.." Jawab Gilang.
" Tian.." Sinta memanggil Septian, laki-laki yang sedari tadi berdiri mendengarkan percakapan ibu dan anak itu akhirnya mendekat.
" Tian.. kau tolong cari cara agar Gilang bisa bertemu dengan wanita bernama Laura.." Titah Sinta pada Septian.
" Laura? Laura Abraham maksud mama?..Jawab Gilang antusias.
Sinta terperanjat kaget " Kau mengenalnya?.." Tanya Sinta.
__ADS_1
" Iya, kemarin aku tidak sengaja bertabrakan dengannya di mall, dia mengenalkan dirinya sebagai Laura Abraham, sepupu dari bajingan itu. Dan ternyata dia yang memukulku di club malam waktu itu.."
" Apa? jadi kau menemukan wanita itu Lang?.." Tanya Septian tak kalah kaget. Gilang menganggukan kepalanya.
" Ini tidak kebetulan. Mama yakin wanita itu sengaja ingin menemuimu.." Kata Sinta.
" Kalian dengarkan aku, di publik wanita yang bernama Laura itu di kenal sebagai kakak perempuan laki-laki itu. Tapi mama sudah menyelidikinya, dia tidak ada hubungan keluarga dengan laki-laki itu. Mereka adalah sepasang kekasih.."
" What?.." Jawab Gilang kaget.
" Laki-laki itu banyak sekali menjalin hubungan dengan banyak wanita cantik, artis dan model sudah sering tertangkap camera bersamanya. Tapi kekasih yang sesungguhnya adalah wanita itu. Kimy tidak mungkin mau bersama laki-laki seperti itu, kau yang lebih mengenal Kimy Gilang?.." Kata Sinta.
" Saat kau menemukan Kimy, kau akan tahu segalanya. Dia tidak mungkin meninggalkanmu demi laki-laki itu. Carilah dia, wanita bernama Laura adalah jembatanmu untuk menemui Kimy. Mama yakin dia akan membantumu. Mama yakin Kimy sedang menunggumu.."
" Dan ini adalah bukti kalau wanita bernama Laura itu adalah kekasih laki-laki itu..." Sinta memperlihatkan sebuah foto di ponselnya.
Gilang.. mungkin setelah ini kau akan mengetahui siapa laki-laki itu sebenarnya. Tapi tidak apa, asal kau bisa menyelamatkan dirimu sendiri dan Kimy dari laki-laki itu. Mama akan membantumu dari belakang nak.
**
Saat ini Gilang sudah berada di sebuah cafe di tengah kota. Artis tampan itu tengah menunggu Laura, mereka berdua janjian untuk bertemu di cafe itu. Artis tampan itu menutupi wajahnya dengan masker dan topi.
" Hey, maaf menunggu lama.." Sapa Laura sambil memposisikan tubuhnya untuk duduk. Gilang yang dari tadi main ponsel, meletakkan ponselnya setelah kedatangan Laura.
" Tidak masalah.." Jawab Gilang.
Gilang tersenyum " Tidak apa-apa, karena kejadian malam itu wartawan masih mengejarku. Aku malas menanggapi mereka.."
" Owwh karena itu.." Jawab Laura asal.
" Oh ya, ada apa kau mencariku?.. Tanya Laura.
Gilang membenarkan posisinya, laki-laki tampan itu menatap Laura serius " Aku mau minta bantuanmu.." Jawab Gilang.
Laura tersenyum penuh arti, wanita sexy dan cantik itu juga membenarkan posisinya, mendengarkan perkataan Gilang dengan serius.
" Tentang apa?.." Tanya Laura.
" eghm, kau bilang Tristan itu sepupumu kan?.." Tanya Gilang, di jawab anggukan oleh Laura.
" Kau tahu kan kekasihku, Kimy?.."
Tentu saja tahu, jalang sialan itu sudah menamparku.
__ADS_1
" Dia menghilang entah kemana, laki-laki brengsek itu bilang ke wartawan kalau dia dan Kimy saling mencintai. Tapi aku sama sekali tak percaya, Kimy bukan wanita gampangan.."
Benarkah? tapi sepertinya dia begitu nyaman di rumah Tristan. ha ha ha Gilang..Gilang..
" Apa yang bisa ku bantu?.." Tanya Laura cepat.
" Pertemukan aku dengan Kimy.." Laura menatap Gilang dengan sedikit terkejut.
Sialan, bagaimana caraku mempertemukanmu dengan gadis jalang itu, sedangkan aku sendiri tak boleh datang ke rumah itu lagi.
" Mana mungkin aku biss.."
" Kau pasti bisa.." belom selesai Luara bicara sudah di sela oleh Gilang.
" Apa maksudmu, aku pasti bisa?.." Tanya Laura penuh selidik.
" Aku tahu kau bukan sepupu laki-laki brengsek itu, kau punya hubungan yang istimewa dengannya.."
" Aku yakin kau sudah lama menginginkan pertemuan ini kan?.." Tanya Gilang tersenyum.
Brengsek, ternyata kau tak sebodoh yang ku bayangkan Gilang. Kau licik persis seperti kakakmu. Kalian sekeluarga memang sama.
" Ha ha ha kau bercanda Gilang? apa yang kau katakan?.." jawab Laura gugup. Gilang menunjukkan ponselnya pada Laura. Laura terkejut, ternyata Gilang menunjukkan foto Laura dan Tristan yang sedang bermesraan. Laura ingat foto itu di ambil beberapa tahun silam, saat mereka berdua masih sering menghabiskan waktu bersama.
Sialan, dari mana Gilang mendapatkan foto itu.
Laura salah tingkah, percuma dia menutupi statusnya dengan Tristan dari Gilang toh lelaki itu sudah mencurigainya.
" Gilang aku.."
" Kau tak perlu menjelaskan apapun, hubunganmu sama bajingan itu bukan urusanku. Ku rasa kalau kita kerja sama, itu akan menguntungkan buat kita berdua. Aku mendapatkan Kimy kembali dan kau bisa bersama bajingan itu lagi. Aku hanya ingin kau pertemukan aku dengan Kimy.."
Laura resah mendengar perkataan Gilang. Mungkin benar kata Gilang dengan dia membantunya bertemu dengan Kimy, akan menjauhkan Tristan dari Kimy. Tapi Laura juga takut dengan tabiat Tristan, dia laki-laki gila bisa melakukan apapun padanya termasuk menyakitinya, kalau menghancurkan rencananya.
Tapi peduli apa, Laura juga tak mau kehilangan Tristan gara-gara gadis sialan itu.
" Baiklah, aku akan membantumu. Tapi kau harus janji setelah kau mendapatkan kekasihmu lagi, kau akan membawanya pergi jauh dari sini. Gilang..Kau tak mengenal Tristan, laki-laki itu bisa melakukan segalanya.."
" Aku janji akan membawa Kimy pergi.." Jawab Gilang serius.
Ada harapan di mata laki-laki tampan itu. Hatinya yang hancur mulai bersemi lagi. Gilang yakin Kimy akan kembali padanya, secepatnya.
Tunggu aku sayang.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=