BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Memberimu kebahagiaan


__ADS_3

"Kau gila Lang?.." Kata Septian yang sedikit terkejut dengan perkataan Gilang yang menceritakan pertemuan nya dengan Tristan. Gilang tak menjawab, ia hanya menatap kosong kedepan.


"Kau akan menyesal Lang, kau tahu itu sama saja kalian berdua mempermainkan Kimy. Kau mengorbankan Kimy lang? Kau sudah tidak mencintainya lagi?.."


Gilang terlihat mengusap wajahnya "Kimy akan baik- baik saja bersamanya. Bajingan itu mencintai Kimy, dia tidak akan mungkin menyakiti nya.."


"ck.. Lalu bagaimana jika kau bertemu Kimy? Ingat.. Tristan adalah kakakmu, kau tidak bisa menghindari pertemuanmu dengan Kimy sewaktu-waktu.."


"Kau tidak usah pikirkan itu. Aku hanya mau papa sembuh, dengan papa sembuh mama juga pasti kondisinya akan stabil.." jawab Gilang tanpa expresi.


**


Kimy masih saja berdiam diri, gadis itu tak mau makan apapun yang dibawa pelayan ke kamarnya. Penampilan Kimy sangat kacau. Gadis itu tak menyangka hidupnya akan sekacau ini. Hidupnya yang selama ini nyaris sempurna bak di terpa gelombak lautan, tak tersisa sedikitpun.


Sore itu Tristan baru saja sampai di rumahnya. Ia berjalan bersama Dony di sampingnya. Baru memasuki rumahnya, ia sudah mendapat laporan dari Pembantu yang mengurus Kimy, kalau gadis itu tidak mau makan sama sekali sejak pulang dari pesta kemarin. Mendengar laporan dari pembantu itu Tristan segera berjalan ke kamar Kimy dengan perasaan campur aduk. Di sisi lain ia begitu marah terhadap gadis itu, tapi ia juga merasa kasihan. Entahlah apa yang di rasakan lelaki itu. Kimy gadis yang susah sekali tunduk padanya.


Ceklek


Tristan membuka pintu kamar Kimy dan melihat gadis itu sedang duduk di sofa dengan menaikkan kedua kakinya ke atas, pandangan gadis itu ke arah jendela. Kimy sama sekali tak menoleh ke arahnya walaupun Tristan yakin kalau gadis itu mendengarnya membuka pintu.


"Kenapa kau tak mau makan?.." Suara bariton Tristan memenuhi ruangan itu. Kimy tak bergeming sedikitpun.


"Kau tak mendengarku?.."


"Kimy kau jangan menguji kesabaranku. Aku bisa berbuat kasar lagi padamu jadi menurutlah. Makanlah makananmu itu.." Tristan berteriak, namun tetap saja Kimy masih diam membisu.

__ADS_1


"Kimy, apa yang kau inginkan sebenarnya? Kenapa kau keras kepala sekali. Kau ingin mati? Kau ingin menyusul mamamu?.."


Deg


Jantung kimy seperti di tikam ratusan benda tajam. Ia masih berharap kecelakaan mamanya hanyalah mimpi, namun lelaki gila itu seakan mengingatkan nya lagi. Gadis itu menoleh pada Tristan. Menatap lelaki itu dengan amarah.


"Kenapa? kau mau membunuhku juga, Seperti yang kau lakukan pada mami dan om Teddy?.." jawab Kimy tak kalah pedas.


Tristan tak menjawab, mata lelaki itu terlihat merah menyala. Kimy seperti membangunkan macan yang tertidur. Sebenarnya Kimy merasa takut melihat raut muka Tristan seperti itu. Namun gadis itu tak bisa lagi membendung perasaannya. Tak bisa lagi membendung marahnya, emosinya, kebenciannya.


Tristan berjalan perlahan mendekat pada Kimy membuat badan Kimy sedikit bergetar. Dia takut kau Tristan menghajarnya lagi seperti saat itu. Tristan membungkukkan badannya, mengurung gadis itu dengan tubuhnya. Nyali Kimy menciut, ia memundurkan tubuhnya bersandar pada sofa yang ia duduki.


"Jangan memaksaku berbuat kasar sayang.." bisik Tristan tepat di depan wajah Kimy. Kimy membuang muka tak mau melihat wajah Tristan yang hanya berjarak beberapa centi itu.


Seketika Kimy menatap mata lelaki itu "Cck..Bahagia, Kebahagiaan seperti apa yang kau maksud?.." jawab Kimy meremehkan kata-kata Tristan.


"Apapun, kebahagiaan seperti apa yang kau inginkan akan ku beri.."


"Cckk.." Kimy berdecak sembari tertawa meremehkan lagi kata-kata lelaki itu "Kau tahu apa kebahagiaan itu? Apa pernah kau merasakannya?.." sindirnya pada Tristan.


Saat aku melihatmu tersenyum, ku rasa aku merasakan kebahagiaan itu. Batin Tristan.


"Kau jangan memberi janji jika kau sendiri tak tahu arti kebahagiaan itu.." lanjut Kimy.


"Apa kau tidak pernah sedikitpun merasa bahagia saat bersamaku?.." Tanya Tristan.

__ADS_1


"Heh.. Omong kosong.." gumam Kimy.


Aku yakin kau pernah bahagia saat itu bersamaku. Aku bisa merasakan lewat tatapanmu. Tapi aku telah merenggut kebahagiaan itu, izinkan aku menebus kesalahanku Kimy. Batin Tristan


Mungkin saat itu aku pernah terlena akan dirimu Tristan. Aku mengira kau mempunyai perasaan yang lebih terhadapku. Aku kira, aku bisa membuatmu berubah. Aku kira, aku bisa membantumu keluar dari dendam yang bersarang di hatimu. Namun aku baru sadar, di hatimu tidak pernah ada cinta. Hatimu hanya ada dendam, benci. Aku sudah tak percaya lagi padamu Tristan. Batin Kimy berbicara.


Kedua saling berbicara di hati masing-masing dengan mata saling menatap intens. Tristan dengan


tatapan penuh cinta dan mengharapkan pengampunan, sedangkan Kimy hanya melihat lelaki itu dengan penuh kebencian.


"Jangan melihatku seperti itu Kimy, kau bisa membuatku gila karena tatapan kebencianmu itu.." Kata Tristan lirih dengan terus memupus jarak di antara keduanya. Begitu dekat jarak di antara keduanya, bahkan Kimy tak sadar kalau bibir Tristan tinggal sesenti lagi jaraknya dengan bibirnya.


"Maafkan aku.." Kata Tristan sebelum bibir merahnya menempel pada bibir tipis Kimy.


Cup


Kimy mematung dengan mata terbuka lebar. Gadis itu benar-benar terkejut. Kenapa bisa bibir Tristan menempel di bibirnya, walaupun itu sudah biasa laki-laki itu lakukan dulu, tapi sejak dia sembuh baru kali ini mereka berciuman lagi. Dan itu membuat Kimy canggung, karena pandangannya yang sudah berbeda terhadap lelaki itu. Secepat kilat Kimy mendorong tubuh Tristan, namun Lelaki itu tenaga nya lebih kuat tentu tidak ada hasilnya. Tristan mencecap bibir tipis Kimy, memainkannya dengan begitu lembut. Kimy masih bingung harus berbuat apa, ia hanya mengerjapkan matanya berkali-kali mencoba menghilangkan kegugupannya. Tangan Tristan membelai lembut wajah Kimy, dengan bibir yang masih menempel dan mata yang terpejam dan dengan tubuh yang masih membungkuk mengungkung tubuh gadis itu.


Tristan menghentikan ciuman nya karena merasa tidak ada pergerakan dari Kimy dan gadis itu juga tak membalas ciuman nya seperti biasa. Tristan membuka matanya, yang pertama di lihatnya adalah manik mata Kimy yang memandangnya. Jadi dari tadi Kimy terus membuka matanya. Hati Tristan begitu perih, entah kenapa. Tatapan dingin dari Kimy membuatnya benar - benar gila. Katakan kalau Tristan sudah benar-benar jatuh cinta pada gadis itu. Dia begitu terluka saat gadis yang di cintai nya menatap nya dingin, bahkan saat mereka melakukan adegan intim.


Dulu saat Kimy mulai jatuh cinta padanya Tristan begitu takut, dia berupaya menjauhkan gadis itu dari dirinya, membuatnya agar terus membenci nya, tapi sekarang kenapa begitu menyakitkan setelah tahu kalau Kimy membencinya. Bukankah harusnya dia senang karena sudah berhasil membuat gadis itu terus membencinya, kenapa malah begitu sakit.


Tristan menutup matanya lagi, sebenarnya ia hanya tak kuat menatap mata dingin Kimy. Entah kenapa mata Tristan begitu panas, seperti ingin mengeluarkan sesuatu. Maka dari itu degan cepat lelaki itu menutup mata lagi "Maafkan aku.." dengan gerakan cepat Tristan mencium bibir Kimy lagi. ********** dengan gerakan sedikit lebih cepat dari pada sebelumnya. Kali ini Tristan mencium kimy dengan penuh *****, amarah, kesedihan, cinta bercampur jadi satu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2