BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Ketahuan mami


__ADS_3

"Si****n anakmu pinter sekarang ya" ucap Sinta pada Sarah yang dari tadi hanya diam setelah kepergian Kimy. "Hubungi anak itu, rencana harus tetap dijalankan kalau bisa secepatnya. Secepatnya aku sudah muak Sarah" Kata Sinta menggebu-gebu, sarah tak menyahut, sepertinya wanita itu sedang memikirkan sesuatu. "Hey, kau tidak mendengarku?" Sarah sedikit kaget dengar nada tinggi Sinta itu.


"Aku tidak tahu, aku rasa aku sudah terlalu jahat pada putriku sint. Dia bisa membenciku seumur hidup kalau tahu ini, apalagi suamiku sangat menyayangi anak itu"


"Jangan pernah berfikir kau bisa berhenti. Ingat apa yang dilakukan padamu dan adikmu dan juga Kimy, otak anakmu sudah benar-benar dicuci olehnya" Kata Sinta tepat di telinga sarah, wanita itu lalu pergi begitu saja dari kediaman Daniel.


Sarah berjalan menuju kamar Kimy, namun dia berhenti ketika kamar Kimy ternyata tidak tertutup rapat. Wanita itu menguping pembicaraan Kimy dan asistennya. "Jangan stres kim, kasihan janinmu. Kalau begini aku jadi merasa bersalah pada Tristan, harusnya aku kasih tahu saja dia tentang kehamilanmu"


Sarah terkejut dengan apa yang di dengarnya "Apa maksudnya, kamu hamil Kimy?" teriak sarah sambil berjalan masuk ke kamar anaknya itu. Kimy dan lexa tentu saja terkejut dengan kedatangan Sarah. "Are you kidding me baby, kenapa kamu diam saja?"


"Mi, tolonglah jangan di perbesar" jawab Kimy cuek.


"Kamu gila sayang, suruh Tristan memajukan tanggal pernikahan kalian, mami enggak mau tahu. Jangan sampai orang luar tahu atau kamu akan jadi bulan-bulanan media kim"


"I Dont care mi, mami jangan ikut campur"


"Kimy!" teriak sarah. "Kenapa kamu sembunyikan dari Tristan?"


"Aku enggak berniat menyembunyikan mi, biarlah ini berjalan sesuai rencana. Tristan akan tahu setelah pernikahan, aku masih ingin menikmati hari-hariku sebelum pernikahan itu. Kalau Tristan tahu aku hamil, aku pasti akan dikurung dan tidak boleh keluar lagi"


"Bodoh, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi sebelum pernikahan baby" Sarah mendekati Kimy, mencoba memberi pengertian pada putri kesayangannya itu.


"Mami percaya sama Kimy, semua akan baik-baik saja mi" Sarah melihat mata Kimy, ingin rasanya dia marah pada keadaan ini, tapi semua telah terjadi, dia tidak bisa berbuat apapun, wanita itu hanya menghembuskan nafasnya pelan mencoba memahami putrinya.


"Sudah berapa bulan?" Tanya sarah kemudian. Dia memegang perut Kimy naik turun. "Masih kecil mi" jawab Kimy merasa risih karena sentuhan maminya itu. Sarah mengangguk "Baiklah, tapi kamu harus janji sama mami akan menjaga bayi itu dengan hati-hati" Kimy mengangguk dan memeluk sarah "Iya mami, percaya sama Kimy"


**


"Aku tidak mau meneruskan rencana bodoh ini, pokoknya aku tidak mau" teriak sarah pada orang dibalik telepon yang dia genggam.


"........."


"Apa kamu gila, dia hamil. Putriku hamil"


"........"


"Gilaa, kalian benar-benar gila, jangan hubungi aku lagi, aku tidak mau berurusan lagi dengan kalian" teriak sarah, lalu membanting ponsel yang tadi di genggamnya itu. "Oh tuhan apa yang aku lakukan" Sarah berjalan kesana-kemari, wanita itu terlihat sangat frustasi "Kimy maafkan mami sayang" katanya pelan sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Hari demi hari sudah terlewat, pernikahan kurang seminggu lagi dan Tristan masih juga belum tahu tentang kehamilan Kimy. "Kenapa kamu manja sekali sekarang, hm?" Tanya Tristan dengan menoel hidung bangir kekasihnya itu. Memang sejak hamil Kimy semakin lengket dengan Tristan, dia tidak mau ditinggal lama-lama oleh lelaki itu. Makanpun harus ditemani Tristan, kalau tidak dia akan terasa sangat mual dan memuntahkan semua makanannya.


"Kenapa, kamu udah enggak cinta sama aku?" jawab Kimy dengan bibir cemberut.


Tristan mencium bibir Kimy singkat "Bicara begitu lagi, habis kamu sayang" katanya dengan wajah masih menempel di bibir Kimy.


"Sayang, nenek kamu gimana?" Tanya Kimy tiba-tiba.


"Nenek siapa, memang aku punya nenek?"


"Nenek yang di rumah mu itu, yang selalu jahat sama aku" jawab Kimy sambil mengingat perempuan tua itu. "Kamu enggak pernah mengajakku lagi kesana, sebentar lagi kan kita akan menikah. Nanti aku akan setiap hari bertemu denganya"


"Kamu tidak akan bertemu lagi denganya sayang dan satu lagi, setelah menikah kita tidak akan tinggal di sana, jadi jangan tanyakan lagi masalah itu"


"Kenapa, terus kita akan tinggal di mana, Kita enggak akan tinggal di PMI kan?"


"PMI apa?" Tanya Tristan.


"Pondok Mertua Indah" jawab Kimy sambil tersenyum lebar.


Tristan tak menanggapi banyolan Kimy itu, dia malah merengkuh pinggang kekasihnya itu agar lebih mendekat padanya "Aku sudah menyiapkan rumah untuk kita tinggali sayang" bisik Tristan lalu mengecup pipi Kimy singkat.


"Surprise for you baby, tapi sekarang kamu sudah tahu" jawab Tristan pura-pura sedih.


"Ayo kita kesana, aku mau lihat rumah kita sayang" bujuk Kimy.


"Kamu yakin?"


"Hu'um, aku mau sekarang kesana"


"Okey besok kita akan kesana, kalau sekarang tidak bisa, sebentar lagi akan ada rapat"


"Okey, enggak masalah. Terima kasih sayang, aku cinta kamu" jawab Kimy sembari memeluk pinggang lelaki itu.


"Katakan sekali lagi" Tristan menarik wajah Kimy untuk di lihatnya "Katakan sekali lagi" katanya.


"Aku cinta kamu Tristan, sangat mencintai kamu"

__ADS_1


Tristan diam menatap wajah kekasihnya itu, hatinya bergemuruh rasanya mendengar ungkapan cinta Kimy itu. Walaupun ini bukan kali pertama, tapi ungkapan cinta Kimy selalu berhasil membuatnya berdebar seperti ombak dilautan. Kimy benar-benar mengubah dunia hitam lelaki itu "Aku sangat bahagia sayang" katanya pelan dengan mata sedikit berkaca-kaca.


"Jangan bercanda, kamu kenapa, jangan menangis" ucap Kimy melihat lelaki di hadapannya itu matanya memerah.


"Aku bahagia Kimy, aku seperti mempunyai dunia dan harapan baru. Bersamamu, aku mempunyai tujuan hidup sayang. Kamu duniaku, kamu kebahagiaanku, aku akan mati tanpamu"


"Ssstttt, kamu tidak akan mati tanpa izinku Tristan"


Keduanya saling bertatapan dan sepersekian detik kemudian mereka sudah saling menyesap bibir masing-masing. Entah kenapa Kimy meneteskan air mata di sela-sela ciuman itu. Dia sangat bahagia dan juga sangat menyesakkan. "Jangan menangis" bisik Tristan menghentikan ciumanya "Aku menangis bahagia sayang" Jawab Kimy, Tristan menggeleng "aku akan membunuh orang yang membuatmu menangis" Kimy tak menjawab, dia justru kembali mencium bibir lelaki itu lembut.


"Aku ada rapat sayang" bisiknya di sela-sela ciuman itu. Kimy tak menjawab, dia hanya menggeleng dan terus menyesap bibir lelakinya itu dengan mata tertutup. Perlahan Kimy membuka kancing kemeja Tristan, namun tangannya keburu di cekal oleh lelaki itu "Sayang aku ada rapat" bisiknya lagi. Merasa di tolak kimy pun melepaskan ciumanya "Pergilah" Dia menjauhkan tubuhnya dari lelaki itu.


"Sayang" panggil Tristan lembut.


"Pergilah TRISS TANN" Kimy segera beranjak dari duduknya, namun pinggangnya sudah direngkuh oleh lelakinya hingga tubuhnya terduduk di pangkuan Tristan lagi.


"Kamu marah sayang, kamu pikir aku masih bisa bekerja kalau kamu marah begini"


"I Dont care" jawab Kimy tanpa menoleh.


"Okey aku tidak akan pergi" Kimy tak bereaksi "Sayang"


"Pergilah, aku sudah enggak mood lagi"


Tristan membalik tubuh Kimy hingga tubuh wanita itu sudah dibawah kungkunganya "Kamu pikir kamu bisa lolos sekarang sayang, bersiaplah dan jangan hentikan aku" selanjutnya Tristan menciumi bibir Kimy dengan membabi buta dan tanpa jeda.


"Tris-Tristan stop, Tristan pelan ah" Kimy sedikit khawatir dengan sikap Tristan yang sedikit kasar menciumi seluruh tubuhnya. Dia takut kalau berhubungan seperti itu bisa melukai janinya nanti.


"Tristan stop kamu menyakitiku" Tristan segera menghentikan tindakannya itu.


"Apa aku menyakitimu sayang, maafkan aku Kimy, aku--" Kimy mencium bibir Tristan, melihat lelaki itu dengan muka bersalahnya membuat Kimy tak tahan. Dengan begitu agresif Kimy menciumi bibir dan seluruh wajah lelakinya itu. Keduanya pun melanjutkan aktivitas mereka dengan suara-suara ******* yang menggema di seluruh ruangan itu.


Sedangkan ditempat lain Dony merasa frustasi karena sudah pukul 14.00 namun Tristan tak juga menampakkan batang hidungnya. Dony tahu kalau Tristan menemui Kimy untuk menemani wanita itu makan siang, tapi biasanya Tristan akan cepat kembali setelahnya.


"Don orang-orang dari PT XX itu sudah datang, bagaimana ini. Pak Tristan belum datang juga" angel datang ke ruangan Dony menambah kekhawatiran lelaki itu.


"Suruh tunggu sebentar" jawab Dony asal kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi Tristan lagi. Sebenarnya Dony bisa saja menggantikan Tristan dirapat itu, tetapi klien kali ini sangatlah penting, mereka datang jauh dari Milan dan Tristan lah yang berhak memimpin rapat kali ini. Karena mereka hanya Akan percaya pada Tristan seorang.

__ADS_1


Pukul 17.00 kedua pasangan itu masih saling berpelukan di dalam selimut. Jangan tanyakan lagi kondisi mereka saat ini. Baju keduanya sudah berserakan di lantai kamar dan juga ponsel keduanya yang tergeletak asal. Kimy menggerakkan tubuhnya yang terasa remuk dengan pelan. Tubuhnya masih dipeluk oleh lelakinya itu posesif, perlahan Kimy mendongakan wajahnya menatap wajah tampan calon suaminya itu. Kimy tersenyum, jari-jari nakalnya mulai menelusuri rahang tegas lelaki itu. Menyentuh mata, hidung , rahang dan bibir lelaki tampan itu. "Terima kasih sudah membuat hidupku penuh warna Tristan. Aku bersyukur bertemu denganmu. Aku mencintaimu" ucapnya pelan. Lalu dia pun menutup matanya kembali.


__ADS_2