BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Bonchap 6


__ADS_3

“Eve!!” Jeff kaget ketika membuka mata ada Eve di sampingnya, mereka masih mengenakan pakaian tapi mereka tidur di dalam satu selimut dan ranjang yang sama, sebenarnya itu sudah biasa terjadi ketika mereka masih kecil, tapi masalahnya sekarang mereka sudah bukan bocah lagi.


Tok tok tok


“Jeff buka” teriak Kimy dari luar.


Jeff terlihat bingung dengan situasi saat ini.


Tok tok tok


“Jeff” terdengar suara Tristan juga.


“Eve, bangun” seru Jeff. Eve membuka mata dan mendengar keributan juga di luar kamar.


“Ada apa Jeff?”


“Kamu ngapain tidur di sini?” Tanya Jeff.


Eve jadi bingung juga dengan pertanyaan Jeff itu “Hahh, kan kamu yang nggak ngebolehin aku pergi malam tadi”


Jeff semakin bingung dengan situasi saat ini, detik selanjutnya Jeff pun beranjak dari ranjang dan membuka pintu kamar.


“Mom, pa” seru Jeff dengan muka datar tanpa merasa berdosa.


“Ada apa?” Tanyanya.


Tanpa menjawab, Kimy menerobos tubuh Jeff untuk melihat apakah Eve ada di dalam, dan ternyata benar Eve tengah duduk di atas ranjang dengan penampilan orang bangun tidur.


”Aunty” seru Eve.


“Eve” Kimy menghampiri Eve yang terlihat kacau itu “Kalian—“


“Kita nggak ngapa-ngapain Mom jangan berlebihan” ucap Jeff sambil masuk kembali ke kamarnya, di ikuti Tristan di belakang.


“Jeff gampang sekali kamu bicara begitu, kamu cowok bisa berkata begitu, lalu Eve gimana, dia cewek Jeff” seru Kimy.


“Kita sering tidur bersama dulu, nggak ada yang perlu mom dan papa khawatirkan”


Kimy mengernyit heran “Kamu gila ya, itu dulu kalian masih bocah tidur berdua nggak masalah, kalian sekarang sudah dewasa, okelah setidaknya ikat dulu Eve Jeff”


“Sayang” Tristan mencoba mengerem emosi Kimy namun percuma di rasa.


“Mommy berlebihan” ucap Jeff sambil berlalu pergi ke kamar mandi.


Ketiga orang di situ hanya cengo mendengar apa yang Jeff ucapkan.


Dibalik pintu, tak ada yang tahu kalau Sabrina juga ikut menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


**


Saat ini keluarga abraham sedang sarapan pagi, termasuk Eve yang juga di ajak Kimy untuk ikut sarapan sebelum di antar pulang. Semua terdiam menikmati sarapanya masing-masing.


“Jeff kamu anter Eve pulang” kata Kimy.


“Hem” jawab Jeff tanpa melihat ke arah Mommynya.


“Sayang kamu sudah sehat?” Tanya Tristan pada Sabrina yang dari tadi hanya diam, tidak biasanya gadis periang itu tiba-tiba berubah menjadi pendiam.


“Hem, Sab sudah baikan pa” jawabnya.


“Emangnya kamu sakit Sab?” Tanya Zane dengan polosnya.


Sab menjawab hanya dengan anggukan, sedangkan Eve sedari tadi ia memperhatikan Jeff dan Sabrina bergantian, tidak ada tanda-tanda mencurigakan bahkan Sabrina dan Jeff sama sekali tidak saling pandang, melirikpun tidak.


Dari balkon kamarnya, Sabrina bisa melihat abangnya Jeff, sedang membukakan pintu mobil untuk Eve, sebenarnya hal itu sudah sering Sab lihat, tapi entah untuk kali ini melihat pemandangan itu rasanya berbeda, apa karena ungkapan perasaan Jeff dan ciuman itu, kini Sabrina menyentuh bibirnya.


Ini salah, aku nggak boleh terbawa perasaan. Bang Jeff kakak kandungku, batin Sabrina.


“Jeff” panggil Eve ketika mereka masih berada di jalan.


“Hm” jawab Jeff tanpa menoleh.


“Kamu—kamu nggak ingat apa yang kamu lakukan semalam padaku?” Tanya Eve hati-hati.


Jeff sekilas menoleh ke arah Eve, namun mobil belakangnya mengklaksonya, fokusnya pun akhirnya kembali penuh pada kemudinya.


“Ah sudahlah kalau kamu lupa, nggak penting juga” jawab Eve malas.


Seketika Jeff meminggirkan mobilnya, dan ia pun memutar tubuhnya mengahadap Eve penuh.


“Ve” panggil Jeff dengan pandangan tajam pada gadis yang terlihat merajuk itu. Eve bahkan melihat ke arah luar jendela.


“Ve, ini terakhir aku tanya, setelah ini aku nggak mau bahas lagi kejadian semalam” ancam Jeff, Benar saja mendengar itu, Eve pun langsung menoleh padanya.


“Apa??” Taanya Jeff lagi.


“Jeff, aku nggak yakin—-“


“Eve, kamu tahu aku nggak suka bertele-tele” potong Jeff.


“Kamu bilang cinta sama aku Jeff” ucap Eve dengan cepat tanpa melihat raut muka Jeff, Eve malu dan juga takut yang bersamaan.


Jeff diam, dia tidak terlihat kaget mendengar apa yang Eve ucapkan itu.


“Jeff” Eve perlahan menatap wajah Jeff, karena tidak ada sahutan dari lelaki itu.

__ADS_1


“Kamu percaya kalau aku bilang seperti itu?” Kata Jeff.


“Justru itu, aku ingin tanya. Apa benar apa yang kamu katakan semalam. Kamu bilang kamu sangat mencintaiku, kamu nggak ngebolehin aku pulang dan—-“


“Dan apa?” Tanya Jeff penasaran karena sejujurnya Jeff tidak ingat sama sekali apa yang terjadi semalam.


“Dan kamu cium aku” ucap Eve dengan suara sangat pelan namun masih bisa di dengar oleh Jeff.


Mendengar ucapan terakhir Eve itu, Jeff langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kemudinya, ia menatap lurus ke depan, ia tak menyangka bisa semabuk itu semalam dan melakukan hal seperti itu pada Eve.


“Maaf Ve” hanya itu yang bisa Jeff ucapkan pada sahabatnya itu.


“Jadi apa yang kamu katakan semalam itu benar?” Tanya Eve sekali lagi.


Jeff tak bisa menjawab, Jeff bingung bagaimana menjelaskan pada Eve kalau semalam hanya salah paham.


”Ve—“


“Aku sangat senang” potong Eve dengan senyum mengembang.


Jeff tak bisa berkata-kata, melihat wajah Eve yang berseri-seri sudah bisa di pastikan kalau gadis itu mempunyai rasa padanya, Jeff bukan lelaki bodoh yang tak menyadari itu.


“Kamu tahu kan kalau aku hanya punya teman kamu. Semua orang mengira kalau kita ini memang berpacaran, aku nggak nyangka kalau ternyata kamu juga punya perasaan yang sama kayak aku”


“Ve ini sal—“


“Aku terima kamu” potong Eve. “Jadi mulai hari ini kita jadian Jeff”


Jeff terdiam mendengar apa yang Eve ucapkan, Jeff sebenarnya lelaki yang tegas tapi kalau menghadapi Eve, Jeff biasanya menurut dan mengalah. Jeff memang menyayangi Eve, tapi itu sayang terhadap sahabat, beda dengan cinta.


“Ve sebenenarnya—-“


Dr drt drtt


Ponsel Jeff bergetar, ia pun segera mengambilnya di dalam saku.


“Iya kek” jawab Jeff, karena ternyata Teddy yang menelponnya.


“Ini lagi antar Eve”


“Sekarang?”


“Oke, setengah jam lagi Aku sampai sana” katanya lalu menutup teleponya.


Jeff menoleh pada Eve yang sedang menatapnya “Ve, kita bahas lagi nanti ya. Ini nggak seperti yang kamu pikirkan, tapi sekarang aku harus menemui kakek, nanti setelah urusanku selesai, aku akan menjelaskan padamu”


Eve pun mengangguk, setelahnya Jeff pun mengantar Eve ke rumahnya.

__ADS_1


Hari itu Eve pulang ke rumahnya dengan hati senang, Eve merasa kini hubunganya dengan Jeff semakin jelas arahnya. Sesampainya di rumah Eve pun bercerita pada Dony kalau ia dan Jeff sudah resmi menjadi pasangan kekasih. Dony kaget jelas saja, Dony tak menyangka kalau Jeff menaruh hati pada putrinya, Dony pikir perhatian Jeff pada Eve hanyalah sebatas sahabat tidak lebih. Dony tidak tahu harus senang atau waspada, karena itu berhubungan dengan keluaraga abraham bosnya dan tentu saja Teddy selaku kakek Jeff yang selama ini menjadi cucu kesayangan lelaki itu. Dony berpikir ini tidak akan mudah, tapi ia juga tak tega mematahkan hati anaknya yang sedang berbunga-bunga. Biarlah Eve menikmatinya dulu, pikir Dony kemudian.


Bersambung….


__ADS_2