BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Benci


__ADS_3

Bagaimana ceritanya jika hati mulai memikirkan hal yang tak terpikirkan sebelumnya. Seperti hal nya seorang lelaki tampan yang berjalan dengan membawa bunga mawar merah di tangannya.


Dalam mimpimu tidak pernah terlintas akan melakukan hal semenjijikan ini, menurut laki-laki itu.


Tristan terus berjalan melewati orang-orang yang intens menatapnya kagum serta bertanya-tanya itu. Pak tristan bawa bunga buat siapa? Sejak kapan lelaki itu berubah jadi seromantis ini, setidaknya pasti itulah yang ada di benak mereka.


Pria itu mengetuk pintu sebuah ruangan kecil yang ada di sudut sebuah lapangan golf yang sudah di sulap menjadi layaknya sebuah hutan rimba yang penuh dengan pohon-pohon besar berwarna hijau. Ya, semua kru sudah menyulap tempat itu untuk kebutuhan shooting.


Lexa membuka pintu dan terkejut karena melihat CEO PT ABR itu berdiri di depan pintu dengan tatapan dinginnya. Tentu wanita 40 tahun itu kikkuk dan salah tingkah mendapati tatapan membunuh pria di hadapannya itu.


" Pak..."


" Saya mau bertemu Kimy.." Tristan masuk setelah mengatakan itu, meninggalkan Lexa yang masih terbengong sambil memegangi gagang pintu ruangan itu.


Kimy yang memejamkan mata itu tidak menyadari kedatangan lelaki misterius itu. Matanya sedikit menunggu sentuhan dari kuas make up yang sebelumnya menyapu kelopak matanya. Kimy membuka mata ketika dia merasa sang make up artis menghentikan aktivitasnya.


" Mbak.." Kimy mencari make up artisnya, ketika dia membuka mata tak terlihat wanita yang merias wajah cantiknya itu.


Kemana?

__ADS_1


Kimy menatap aneh pada dua wanita yang dia temukan di sisi kirinya itu terlihat diam membisu. Kimy menatap Lexa yang terlihat mengarahkan pandangan matanya kebagian sisi kanan Kimy. Menyadari ada yang tak beres di sisi kanannya, Kimy mencoba perlahan memutar kepalanya.


Ada yang gak beres nih, siapa di sebelah gue..


" Kamu sangat cantik baby.." Belom Kimy melihat siapa orang itu dia sudah mendengar kata-kata pujian dari suara dingin seseorang. Kimy menghentikan aktivitasnya sambil menutup matanya sebentar.


Bastrad, ngapain dia disini. Belom puas dia kemarin mempermainkan gue.


Kimy membuka matanya dan menoleh secepat kilat. Dia melihat pria bastrad menurutnya itu, membawa seikat bunga mawar merah menyala. Kimy menatap pria itu dengan tatapan aneh dan salah tingkahnya.


Kedua wanita yang berdiri di sisi kiri Kimy perlahan berjalan ke arah pintu, ya, mereka berdua keluar meninggalkan lelaki dan perempuan yang sedang saling menatap itu.


Selama ini Kimy selalu menceritakan hal-hal pribadinya padanya, bahkan Kimy menceritakan hubunganya dengan Gilang secara detail padanya. Kenapa dengan kali ini, dia justru tak tahu apa-apa. Di mulai saat Kimy mendapat kiriman-kiriman bunga dari lelaki itu, Lexa sudah curiga. Namun Kimy tak menceritakan apapun padanya. Kini dia yakin kalau artisnya beneran ada main dengan lelaki itu.


" Mau apa kamu di sini?.." Kata Kimy kemudian melihat lelaki itu. Tristan mendekat ke arah Kimy, namun wanita itu tidak punya ruang gerak yang bebas karena dari tadi dia masih terduduk di kursi rias itu.


" Tentu aku ingin menemuimu.." Kata Tristan dingin sambil tersenyum dan berjalan perlahan, tapi itu justru senyum paling menakutkan bagi Kimy.


Setelah sampai tepat di hadapan Kimy, lelaki itu dengan cepat memutar kursi yang Kimy duduki ke arahnya. Melengkungkan badanya ke arah Kimy dan berbisik pelan " Aku merindukanmu.." Entah itu tipuan apa kenyataan yang jelas lelaki itu mengatakannya dengan penuh penekanan.

__ADS_1


Mungkin bagi Tristan dia sedang bermain-main dengan Kimy, jelas baginya niatnya mendekati Kimy tidaklah di dasari cinta ataupun suka. Dua kata yang menjijikkan menurutnya. Dalam kamusnya tidak ada kata cinta ataupun suka. Dia berdekatan dengan wanita cuma dengan maksud satu hal, menyalurkan hastratnya dan itu biasa dia lakukan dengan jalang di luar sana. Bukan hanya jalang artis top dan model terkenalpun sering dia tiduri. Tapi kali ini berbeda, dia mendekati Kimy cuma dengan satu tujuan balas dendam. Kimy adalah jembatannya, Lelaki itu yakin melalui wanita itu dia bisa mengibas habis semua musuhnya sampai hancur berkeping. Wanita ini adalah wanita kesayangan semua musuh-musuhnya.


Semua tujuan memang tidaklah mudah di capai. Pasti ada kerikil terjal, harus ada pengorbanan, ada yang tersakiti, ada air mata. Mungkin bagi orang yang berfikir normal, Kimy bukanlah sasarannya. Gadis itu tidak tahu apa-apa, bukan dia yang bersalah. Namun bagi Tristan, peduli apa sama gadis itu. Rasa kemanusiaanya seakan sudah hilang jika berhubungan dengan musuh-musuhnya.


Sayangnya Tristan merasa untuk pertama kali dalam hidupnya dia merasa tidak di terima dengan baik oleh seorang wanita yang dia dekati. Kemarin saat dia mencium gadis itu, dengan kekuatan penuh gadis itu melawannya, menolaknya, tidak menginginkannya. Jiwa ke agresifannya muncul. Bukan lagi perkara balas dendam tapi tentang harga diri. Baginya harga dirinya terinjak oleh gadis itu. Dia yang beberapa tahun terakhir selalu di sanjung dan di puja oleh setiap kalangan. Dan sekarang seorang gadis kecil menurutnya, yang tidak punya arti apa-apa telah menolaknya mentah-mentah.


Baginya Kimy bukanlah siapa-siapa, hanya seupil manusia tidak berguna menurutnya. Walaupun gadis itu putri seorang konglomerat tidak berarti apa-apa baginya. Beraninya gadis kecil yang hanya seorang model yang menontonkan tubuhnya kesebagian orang itu menolaknya. Memangnya siapa dia, perempuan tidak berguna menurutnya. Sama seperti jalang yang biasa dia tiduri, sama seperti model dan artis yang biasa memuaskannya hanya dengan imbalan secarik cek, bahkan ada yang rela memberikanya cuma-cuma.


" Kamu gak seharusnya di sini.. "Jawab Kimy terbata, karena tubuhnya yang terkurung itu dia merasa nafas hangat Tristan menyapu wajahnya. Baru kali ini Kimy merasa terintimidasi oleh seseorang. Dia yang biasanya selalu berani, tapi setiap melihat tatapan membunuh lelaki itu membuatnya benar-benar mati kutu. Lelaki itu terus memberi tatapan mautnya, semakin mendekat dan mendekat. Seketika dia merasa jantungnya mau melompat ketika untuk sekali lagi, lelaki bastrad menurutnya itu mengecup bibir mungilnya, cuma sesaat.


Sialan, beraninya dia melakukan lagi.


Secara spontan Kimy mendorong tubuh lelaki itu dengan kedua tanganya. Tidak hanya itu, dia juga memberi satu tamparan keras untuk lelaki tampan itu. Bunga mawar merah yang entah sejak kapan berada dipangkuanya itu pun jatuh.


Kimy dan Tristan saling berhadapan, dengan nafas yang memburu keduanya saling memberi tatapan yang mematikan. Untuk kali ini Tristan benar-benar merasa wanita di hadapanya ini sudah membuat batas kesabarannya habis. Begitu juga dengan Kimy, penilaiannya terhadap lelaki itu saat awal dia bertemu lumayan membuatnya terpesona. Siapa yang bisa melawan pesona seorang Tristan.


Namun sesaat semua penilaian indah itu seakan sirna. Kemarin mungkin saat pertama dia di lecehkan, ya pelecehan menurutnya, dia akan berusaha melupakan walaupun ingatan itu terus ada di otaknya. Namun saat ini dia mengalaminya lagi, lelaki bastrad itu menciumnya lagi, kesabarannya sudah habis, dia tidak takut lagi. Kali ini dia melawan, memberi tamparan keras pada pipi mulus pria itu. Lelaki itu sudah tidak ada nilainya lagi bagi Kimy, lelaki bajingan menurutnya, penjahat kelamin, mesum. Tidak ada lagi tatapan kagum atau berdebar lagi bagi Kimy. Keduanya, untuk pertama kalinya memberi tatapan saling membenci. Benci satu kata yang ada di hati keduanya. Mereka berdua saling membenci satu sama lain.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=❤❤❤❤❤❤\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2