BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Tempat yang kotor


__ADS_3

Sudah tiga hari sejak peristiwa Tristan tertembak. Luka lelaki itu sudah membaik walaupun masih harus di balut dengan perban. Dia juga sudah beraktifitas seperti biasa. Hubungannya dengan Kimy pun berjalan baik. Semakin hari keduanya semakin lengket. Kimy akhirnya memilih menambatkan hatinya pada Tristan seorang.


Siang itu Kimy ingin memberi kejutan pada lelaki itu. Dia menyiapkan makan siang dan membawanya ke kantor Tristan. Sejak dia resmi menjadi tunangan lelaki itu, baru pertama kimy menginjak kan kakinya di kantor Tristan.


"Jadi apa aku harus menunggumu?.." Tanya lexa ketika menghentikan mobilnya di loby gedung raksasa itu.


"Nggak usah kak, kak lexa main aja sana.."


"Ngapain nyuruh aku main, mau ngapain kamu. Jangan macem-macem di kantor ya, pamali.."


"Oke deh.." jawab Kimy sambil mengedipkan sebelah matanya pada lexa lalu dengan cepat turun dari mobil. Lexa tertawa kecil melihat kelakuan Kimy, ia senang akhirnya Kimy kembali ceria lagi.


Kimy langsung memencet tombol lantai paling atas di mana ruangan Tristan berada. Tentu saja dia masih ingat karena dulu Kimy pernah datang ke ruangan Tristan saat pertama kali mereka menjalin kerja sama dulu.


Sesampainya di lantai yang di tuju, Kimy langsung berjalan keluar. Dilantai itu memang sangat sepi, hanya ada sekretaris tristan dan ruangan Dony yang bersebelahan dengan ruangan Tristan.


Saat Kimy melewati meja angel, Kimy langsung saja melenggang tanpa menyapa wanita itu. Angel yang melihatnya pun sedikit terkejut.


"Hey kau tunggu.." angel berdiri dan berlari menahan Kimy.


"Apa ada masalah?.." jawab Kimy berdiri dengan angkuhnya sambil melipat kedua tangannya di dada. "Aku mau bertemu calon suamiku, apa ada masalah denganmu?.."


"Heh.. Sombong sekali, kau belum menikah dengan Tristan. Kau belum mengenal dia, sekarang mungkin dia menginginkanmu tapi tunggu beberapa saat lagi dia pasti akan membuangmu ke jalanan.." jawab angel tak kalah angkuh. Wanita berbaju sexy itupun menatap Kimy dengan tatapan permusuhan.


"Oh ya aku sangat menantikan dia membuangku ke jalanan. Seperti yang dia lakukan padamu.. Hihihi..."


"Sialan.. Kau mencari masalah denganku.."


"Aku tidak mencari masalah denganmu, kau yang mulai.." Kimy meninggalkan angel di tempatnya.


"Hey tunggu, percuma dia tidak ada diruanganya.." teriak angel.


Kimy menghentikan langkahnya kemudian berbalik melihat angel "Kenapa tidak bilang dari tadi, kau membuang waktuku sialan. Kemana dia?.."


"Dia sedang di apartemennya. Mungkin bersama wanitanya yang lain.." jawab angel sambil berjalan ke mejanya.


"Apartemen. Dia punya apartemen?.."


"What the hell, kau tidak tahu tristan mempunyai apartemen. Padahal tempat itu adalah sarangnya bersama wanita. Oohh.. Aku merindukan tempat itu, banyak sekali kenangan ku di sana.."


"Sialan, katakan dimana tempatnya.." Kimy mencengkram lengan angel.


"Hey kau gila, sakit tau.."


"Katakan atau ku patahkan lenganmu.."


"Sialan, lepas dulu.."


Kimy berjalan dengan tergesa menuju lantai di mana apartemen Tristan berada. Dia tak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatnya kagum.


Lihat saja kalau aku menemukan wanita di apartemenmu. Sialan, bisa-bisanya aku percaya sama Bajingan sepertimu.

__ADS_1


Kimy menghentikan langkahnya ketika menemukan nomor apartemen yang di berikan angel. Dia menatap nanar pintu di depannya itu.


"Oh good Kimy kamu di selingkuhi.." dia berkata sendiri dengan sedikit menghentakkan kaki nya. Akhirnya dengan keberanian dia memencet bel. Merasa tidak ada sahutan wanita itu terus menerus menekan bel itu berulang-ulang.


"Sialan, kamu sedang apa di dalam kenapa lama sekali.." gerutunya tak sabar.


Ceklek


Pintu terbuka terlihat sosok Dony berdiri di ambang pintu. Lelaki itu sedikit terkejut dengan kedatangan Kimy.


"Nona.."


"Mana bosmu?.." tanpa basa-basi Kimy langsung menerobos masuk.


"Nona tunggu.." Kimy tak mendengarkan perkataan Dony, dia terus saja berjalan masuk menelusuri apartemen yang terlihat besar dan mewah itu. Hingga dia melihat Tristan duduk membelakanginya. Dan yang mengejutkan, di samping lelaki itu ada seorang wanita.


Sialan, jadi beneran.


"Nona tunggu Nona.."


Tristan yang mendengar suara Dony itu dengan segera menoleh ke asal suara dan dia sangat terkejut melihat Kimy berjalan kearahnya dengan tatapan marahnya.


"Kimy.." Tristan segera beranjak dari duduknya menghampiri Kimy.


"Sayang kamu tahu dari mana.." Kimy tak menjawab pertanyaan tristan. Bahkan ia melewati lelaki itu dan terus berjalan menuju wanita yang sedang duduk itu. Kimy berdiri tepat di samping wanita sexy itu.


Menyadari itu, wanita itu menoleh dan tersenyum ramah "Hey Kimy kau datang.." ya wanita itu mengenal Kimy, wanita itu adalah alana artis senior yang sebelumnya sudah bertemu Kimy.


"Jadi kau diam-diam masih menggoda calon suamiku?.."


"Sayang.. Kamu salah paham.." Tristan meraih pinggang Kimy. Ia memeluk Kimy dengan posesif.


"Apanya yang salah paham. Kenapa kamu bertemu dengannya di sini. Aku bahkan tidak tahu tempat ini.." jawab Kimy lantang.


"Kau lucu sekali Kimy kalau sedang cemburu. Memang benar aku dan Tristan sedang ada urusan, tapi itu bukan soal ranjang.."


"Alana.." sahut Tristan.


"Oh sory.. Aku hanya mengatakan apa yang terjadi di sini. Baiklah aku akan pergi agar kau bisa menyelesaikan masalah dengan wanitamu ini. Kimy.. Aku pergi dulu sayang.." alana sedikit mencolek dagu Kimy namun di tepis oleh kimy. Wanita sexy itu akhirnya meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Dony.


Setelah kepergian alana, Kimy menepis tangan Tristan yang berada di pinggangnya. "Lepas.."


"Sayang kamu marah? Aku hanya ingin menyelesaikan masalah dengan wanita itu. Percayalah padaku.."


"Kamu tidur sama dia?.."


"Oh ayolah kimy, kenapa menanyakan pertanyaan sampah seperti itu.."


"Jawab, apa kamu tidur dengannya?.."


Tristan terlihat frustasi "Kimy kamu yakin menanyakan ini?.."

__ADS_1


"Ya.."


"Kamu akan menyesal sayang.."


"Kamu tidur dengannya?.."


"Iya.."


"Oh shiit, sialan, brengsek!!.." maki Kimy. "Laki-laki macam apa kamu itu sebenarnya. Kamu mengobral tubuhnya pada semua wanita? Bodoh. Bodohnya aku.." Kimy terlihat memukul-mukul kepalanya supaya kembali sadar.


"Sayang, dengarkan aku dulu. Kimy.. Itu sudah terjadi lama sekali sebelum aku jatuh cinta padamu.


"Persetan dengan jatuh cinta. Aku tidak percaya padamu.." air mata Kimy tiba-tiba saja keluar. Wanita itu mengusap kasar pipinya dengan punggung tangannya.


"Kimy, percayalah itu sudah lama terjadi. Sekarang aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Tadi dia kesini karena ada urusan. Benar-benar tidak ada hubungannya dengan itu.."


"Sialan Tristan, kamu membuatku muak.." Kimy bergegas meninggalkan Tristan, namun belum beberapa langkah suara Tristan menghentikannya. "Berani pergi dari sini, kamu akan melihat mayatku.."


Deg


Kimy seketika menghentikan langkahnya. Tristan memeluk wanita itu dari belakang. "Apa aku perlu membuktikannya lagi?.."


Kimy berbalik menghadap Tristan "Kamu gila, kamu gila.." Kimy memukuli dada tristan sembari menangis.


"Iya memang aku gila. Aku gila karenamu sayang.." Tristan mendekap tubuh wanita itu.


Setelah mereka berpelukan, Kimy menengadahkan wajahnya pada Tristan "Kamu janji tidak akan meniduri wanita manapun lagi?.."


"Tentu sayang. Aku janji.." Tristan mencium bibir Kimy lembut. Ciuman yang tadinya hanya sebatas kecupan itu berubah liar. Mereka berdua begitu menikmati moment itu. Tristan menyudahi ciumannya dan Kimy merasa hampa, tidak biasanya lelaki itu menyudahi duluan ciumannya. Biasanya lelaki itu lebih menggebu dari pada dirinya.


"Kenapa?.." Tanya Kimy heran.


"Tidak apa-apa sayang.."


"Aku mau lagi.." Kimy memonyongkan bibirnya minta di cium, namun lelaki itu hanya menatap Kimy dengan tatapan yang sulit di artikan.


Merasa di abaikan Kimy menjauhkan tubuhnya "Ya sudah kalau tidak mau.." namun Tristan menahannya.


"Demi tuhan Kimy aku ingin sekali memakanmu sekarang juga, tapi tidak di sini.."


"Memangnya kenapa?.."


"Sayang, tempat ini tidak untukmu.."


"Apa sih maksudnya?.."


"Kimy aku meniduri para ****** itu di sini, tempat ini kotor untukmu.."


"What the ****.." jawab Kimy spontan. Kimy menjauh dari Tristan.


"Maafkan aku. Aku dulu memang lelaki brengsek.." Kata Tristan pasrah. "Itu sebabnya aku tidak pernah membawamu kesini.."

__ADS_1


Kimy mendengar perkataan Tristan yang terlihat sedih, wanita itu kemudian berbalik dan memeluk Tristan. Dia tahu kalau Tristan bukanlah lelaki baik dari dulu, lelaki itu hidupnya penuh dengan kesakitan. Itulah sebabnya Kimy tidak mau menghakimi masa lalu Tristan sebelum mereka bertemu dan saling jatuh cinta. Kimy sudah berjanji pada dirinya sendiri akan memulai lagi dari awal. Dia memeluk Tristan dengan segenap jiwanya. Begitu juga dengan Tristan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2