BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Pertemuan


__ADS_3

Saat ini Kimy sedang di ruang make up artis. Wajahnya yang cantik tampak semakin cantik dengan polesan make up yang tak berlebih. Sedangkan rambutnya sedang di tata oleh hairdo profesional.


"Darling kau cantik sekali, sungguh beruntung lelaki yang memilikimu. Kenapa sampai sekarang kau masih sendiri, apa yang kau cari?.." Kata styles yang menata rambut Kimy. Lelaki kemayu itu memperhatikan setiap sudut wajah Kimy yang tak ada cela sama sekali.


"Taraaaa Kimy sayaaang ada kiriman bunga untukmu.." teriak salah satu lelaki kemayu lainnya.


"Bunga?? Jadi diam-diam kau punya pacar sayang.." sahut styles itu.


"Dari siapa?.."


"lihat sendiri nih.." Kimy melihat buket yang begitu indah itu.


Selamat beraktifitas sayang


I miss you


❤️T❤️


"Buang.." Kimy melempar bunga itu ke sembarang arah. Lexa yang melihatnya memberi anggukan pada lelaki kemayu yang terlihat kaget karena lemparan bunga itu. Lexa juga memberi petunjuk supaya lelaki itu tidak bertanya apapun.


Tiga puluh menit sudah Kimy berlenggak lenggok di depan camera. Kebetulan pemotretan itu di lakukan dipinggir pantai membuat orang-orang yang berlalu lalang berhenti menyaksikan kecantikan dan keseksian tubuh Kimy. Sedangkan Kimy yang hanya memakai bikini itu terlihat lihai tanpa canggung sedikitpun di saksikan oleh puluhan orang.


"Okeee.. Beautiful Kimy, bibirnya di buka sedikit. Oke bagus. Tolong pandangan menggodanya, oke bagus. Sedikit lagi, terus, selesai.." teriak fotografer itu.


Lexa mendatangi Kimy menyampirkan kimono putih untuk menutupi tubuh Kimy yang setengah telanjang itu.


"Bagus Kimy, cukup untuk hari ini. Besok kita lanjut. Untuk tempatnya nanti asisten ku yang akan menghubungi lexa.." Kata seorang lelaki paruh baya pada Kimy.


"Oke.." jawab Kimy singkat.


Kimy berjalan meninggalkan tempat itu menuju ruang make up artis di ikuti oleh lexa.


"Kenapa murung sekali?.." Tanya lexa yang melihat Kimy badmood. "Kamu merindukannya?.." Tanya lexa lagi.


"Diamlah kak.." jawab Kimy singkat.


"kalau kamu merindukannya, temui dia.."


"Lexa bisakah kau diam saja.." bentak Kimy, lexa hanya nyengir saja mendengar suara lantang modelnya itu.

__ADS_1


"Oke.. Oke baiklah aku diam. Tapi melihatmu badmood begini aku jadi khawatir Kimy. Kamu itu kekurangan sentuhan makanya seperti itu.." goda lexa lagi.


Kimy melototkan matanya, seketika lexa tertawa keras sekali melihat expresi Kimy yang menurutnya lucu. "Baiklah kamu masuk dulu. Aku kemasi barang-barangmu dulu di sana.." lexa menunjuk tempat dimana barang-barang Kimy tertumpuk.


Kimy melenggang masuk ke ruanganya meninggalkan lexa. Ia begitu letih dan badmood hari ini, itu gara-gara bunga yang ia dapatkan dari pengirim berinisial T. Siapa lagi kalau bukan Tristan. Pikirannya semakin kacau saat ia berusaha melupakan lelaki itu malah bayangan itu semakin menghantuinya.


"Hah sial.." Kimy merebahkan tubuhnya pada sofa santai yang berada di ruangan itu. Matanya terpejam sesaat sebelum kemudian ia membuka lagi matanya. Dia merasa ada yang memperhatikannya.


Kimy sangat terkejut ketika melihat lelaki berbadan tegap, dengan sorot mata tajam menatapnya dengan penuh pancaran kerinduan. Lelaki itu bersandar pada meja rias dengan tangan bersedekap di depan dadanya. Entah sejak kapan, saat Kimy masuk dia tak memperhatikan ruangan itu.


Badan Kimy menegang, dia Langsung bangkit dan meraih kimono yang sempat ia lepas sebelum dia merebahkan tubuhnya tadi. Dengan cepat Kimy memakainya "K-Kau, kenapa bisa kau di sini?.."


Lelaki itu masih diam, dia hanya menatap Kimy tajam. Ya, Tristan masih menahan dirinya untuk tidak menerkamnya saat ini. Walaupun kerinduannya sudah di ubun-ubun. Ini adalah pertemuan pertamanya dengan wanita yang mengisi relung hatinya itu setelah satu tahun terakhir. Sebenarnya Tristan sedikit kecewa dengan reaksi Kimy yang terlihat terkejut bukannya senang bertemu dengannya. Senang, tentu saja Tristan tahu kalau Kimy tidak senang bertemu dengannya, dalam satu tahun terakhir ini tristan sudah beberapa kali mencoba menemui Kimy namun nihil. Wanita itu memblokir pergerakanya. Tristan bukan tak sanggup menemuinya namun dia sengaja memberi waktu pada Kimy untuk berfikir. Namun kali ini dengan sangat mudah dia menyingkirkan bodyguard Kimy karena dia sudah tak bisa lagi menahan kerinduannya pada wanitanya itu.


"Kenapa kau menutupi tubuhmu saat melihatku? Kau bahkan membiarkan orang lain menikmatinya.." suara berat itu menghentikan atifitas Kimy. Tristan melangkah pelan menghampiri Kimy. Tubuh Kimy semakin bergetar. Jujur di dalam hatinya dia sesungguhnya merindukan lelaki itu. Namun di relung hati yang lain dia belum bisa memaafkanya.


"J-jangan mendekat. Mau apa kau?.."


"Memberimu hukuman.."


"Hukuman apa, memangnya apa yang aku lakukan?.." Kimy terus berjalan mundur ketika tubuh Tristan semakin dekat dengannya.


"Meninggalkanku, memamerkan tubuhmu di depan banyak orang.."


Tristan mengurung pergerakan Kimy. Kedua tangannya berada ditembok samping kanan kiri Kimy. "Kenapa kamu tak mau menatapku?.." Tristan bisa melihat Kimy tak mau mendongakkan wajahnya hanya untuk sekedar menatapnya.


"Kamu tak merindukanku?.." Tristan berbisik hingga wajahnya semakin dekat hampir mencium telinga Kimy.


Jantung Kimy semakin berdegub hebat, rasanya seperti mau meledak. Dia benar-benar merindukan lelaki itu. "Sayang.." bisik Tristan lagi.


"Tris-Tristan ku mohon.." Kimy mendorong dada Tristan namun sedikitpun tak merubah posisi lelaki itu.


"Sayang, sudah cukup aku tak tahan lagi berpisah darimu.." jawab Tristan dengan mengendus-endus wajah Kimy.


"Kau sudah berjanji.." Kata Kimy pelan.


"Janji. Kapan aku berjanji?.."


"Tristan, minggir lah.." Kimy mendorong lagi tubuh tegap itu, namun Tristan semakin mengurungnya. Kini tubuhnya benar-benar menempel sempurna pada lelaki itu.

__ADS_1


"Aku akan gila.."


"Kau memang sudah gila.." jawab Kimy ketus.


Tristan tersenyum "Aku akan mati.."


"Mati saja siapa yang peduli.." Jawab Kimy lagi.


Tristan menyipitkan mata mendengarnya "Benarkah, kamu rela aku mati. Kamu tahu aku tidak pernah main-main dengan ucapanku sayang.." Tristan menarik tangannya, beralih meraih pistol yang selalu di bawa, yang berada dipinggangnya. Kimy yang sudah hafal betul itu, segara menahan tangan Tristan.


"Sialan, kau belum berubah. Kau masih membawa barang sialan itu kemana-mana. Aku membencimu.." muka Kimy tampak marah. Dia ingin segera pergi dari tempat itu namun sekali lagi Tristan menahannya.


"Sayang, tunggu. Kamu jangan marah aku hanya bercanda. Sumpah.." dua jari Tristan berada didepan wajah Kimy.


"Minggir.." Kimy berhasil mendorong tubuh tristan. Kini ia terbebas dari kungkungan lelaki itu.


"Sayang kali ini aku tidak akan pergi dari sini, walaupun kamu mengusirku.."


"Dimana semua bodyguard ku?.."


"Sudah ku lenyapkan, jangan lagi kamu tanyakan pria lain padaku.."


"Kau gila?.."


"Kimy, kenapa kamu bersikap begini. Kamu tak merindukan ku?.." Tristan menarik tangan kimy hingga tubuhnya terbentur ke dada bidang Tristan.


"Lepas. Aku membencimu. Aku belum memaafkanmu.." Kimy mencoba melepaskan diri lagi namun Tristan justru menarik pinggangnya hingga tubuh mereka menempel sempurna.


"Harus bagaimana supaya kamu memaafkanku? Aku sudah melakukan semuanya sayang, aku meninggalkan dunia hitamku. Aku memaafkan orang-orang yang harusnya ku hancurkan. Aku menjadikan mereka keluargaku. Kimy, kamu tahu ini tidak mudah buatku. Tapi demi kamu aku melakukannya.."


"Kenapa demi aku. Harusnya dari hatimu sendiri.."


"Karena aku mencintaimu sayang.."Tristan menarik dagu Kimy semakin mendekat ingin menyatukan bibir itu namun dengan cepat Kimy membuang muka. Tristan tak mau menyerah, dia menggenggam jemari Kimy dengan erat. Menarik wajah Kimy lagi untuk melihat ke arahnya." Di mana cincinmu?.." Tristan mengangkat tangan Kimy ke depan mukanya tapi tak nampak cincin pertunangan mereka ditangan Kimy padahal Tristan sekalipun tak melepas cincinnya.


"Aku membuangnya.." jawab Kimy asal. "Bukankah kita sudah tak ada hubungan apapun.."


Tristan terkejut dengan jawaban wanitanya itu, dengan kasar ia menarik lagi dagu Kimy supaya lebih dekat dengannya "Katakan sekali lagi.."


"Aku membuang.."

__ADS_1


"Mmphhhmmm.." Tristan membungkam mulut Kimy dengan bibirnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2