
Satu tahun kemudian
"Sayang masak apa baunya sedap sekali.." bisik Daniel ditelinga sarah. Daniel memeluk tubuh istrinya yang sedang memasak.
"Lepas, kamu kebiasaan sayang. Aku memasak makanan spesial untuk tamu spesial kita malam ini.." jawab sarah sambil mengedipkan satu mata kepada suaminya.
"Apa anak-anak nakal itu sudah pada datang?.."
"belum biarkan saja, Dony lagi menemani calon istrinya. Kalau Mario baru saja pergi entah kemana.."
"Lalu di mana putra kesayanganmu?.."
"Dia berada dikamarnya.." bisik Daniel sambil mencium pipi sarah. Sarah mencubit perut Daniel yang sudah mengganggunya itu.
"Ayo bantu aku siapkan makanan sebelum tamu-tamu kita datang.."
Pukul 19.00 sarah dan Daniel sudah siap menunggu tamunya. Benar saja sebuah mobil mewah masuk ke halaman rumah itu. Lelaki paruh baya keluar dari mobil, terlihat dibantu seorang sopir dengan tertatih. Kemudian Sang sopir membantunya duduk dikursi roda dan juga di bantu oleh seorang wanita paruh baya yang terlihat modis.
"Kalian terlambat 30 menit.." teriak sarah yang berdiri diteras rumah mewahnya bersama Daniel.
"Apa ada sangsinya.." jawab wanita yang mendorong kursi roda ke arah sarah.
"sudahlah jangan banyak bicara ayo masuk.." ke empat orang itu terkekeh dan kemudian masuk mengikuti sarah.
"Dimana pacarmu don?.." Tanya sarah pada Dony yang sedang bermain ponsel di ruang tamu. "Kau tidak mengajak nadien kesini?.."
"Dia masih di pameran tan, nanti dia kesini.." jawab Dony santai.
"Om tante.." Dony segera menyalami Sinta dan Teddy yang baru saja datang itu.
"Kau sibuk pacaran, sudah berapa hari tidak datang kerumah?.." sahut Sinta pada Dony yang di balas cengiran oleh Dony.
"Sudahlah jangan pada ribut ayo langsung saja ke meja makan.." ajak Daniel.
Mereka beramai-ramai berjalan ke ruang makan "Wah siapa yang masak ini?.." tanya Sinta.
__ADS_1
"Siapa lagi tentu saja aku.." jawab sarah bangga.
"Istriku pandai memasak sekarang?.."
"Jadi selama hilang dulu kau kursus memasak?.." jawab Sinta terheran dengan segala jenis masakan yang tersaji di meja.
"Berkat bibinya Mario, tidak buruk aku menghilang ada hasilnya kan hehehe.."
"Dimana putraku?.." Tanya teddy
"Siapa putramu, dia putra kesayangan suamiku.." jawab sarah ketus. Sarah masih tetap sarah yang jutek tidak berubah sama sekali.
"Kau jangan lupa dia darah dagingku walaupun selama ini tinggal di sini.." jawab Teddy dengan dingin.
"Hahahaha jangan terlalu di anggap serius perkataan istriku, ayolah kita makan dulu.."
"Kau tidak memanggil Tristan untuk turun sayang? Bik asih tolong paanggilkan Tristan.." perintah sarah pada bik asih.
"Biarkan saja sayang, nanti kalau lapar dia akan turun sendiri.." jawab daniel. "Biakan saja bik.." Daniel melarang bik asih.
"Sialan, kenapa kau memakai baju laknat itu sayang. Kau sengaja memancing emosiku. Kau biarkan tubuhmu di nikmati mata para Bajingan, hanya dengan melihat fotomu saja aku sudah gila.." Tristan membanting ponselnya di ranjang dan dia segera beranjak dari tempatnya.
Tristan menuruni tangga dengan wajah dingin. Beberapa orang yang sedang menikmati makan malamnya itu pun melihat ke arahnya.
"Lihatlah mukanya suruh dia tersenyum.." bisik sarah pada Daniel suaminya. "Dia hanya nurut padamu sayang.."
"Tenanglah sayang, tanpa senyumpun pesonanya tidak pernah luntur kan?.." goda daniel dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Ahh sial, aku bener-bener benci padanya. Dia sudah memisahkanku denganmu dan juga putri ku, sekarang dia merebut hati suamiku juga.." gerutu sarah sedangkan Daniel hanya tersenyum mendengarnya.
Tristan menghampiri meja makan dengan wajah dinginnya. Dia menarik kursi dan bergabung bersama orang-orang terdekatnya itu.
"Kau tidak menyapa papa.." suara Teddy terdengar berat dan nyaring.
"Apa itu penting.." jawab Tristan. "Aku akan pergi ke New York besok.."
__ADS_1
"What??.."
"Apa!!.."
Sarah dan nadine menjawab bersamaan. Ya di situ sudah ada nadine yang sekarang sedang menjalin kasih dengan Dony. Nadine menoleh pada Dony meminta penjelasan namun Dony hanya menggeleng.
"Mau apa kau ke New York? Jangan bilang kau akan menemui Kimy. Bukankah kalian.."
"Sayang.." Daniel memotong perkataan sarah istrinya. Sarah tak melanjutkan perkataannya dia hanya mampu menggerutu dalam hati.
"Apa pacarku juga ikut?.." Tanya nadine pada Tristan.
"Tentu saja, kau lupa apa pekerjaan pacarmu?.." jawab Tristan dingin.
Sialan. Batin nadine.
Sedangkan di New York seorang wanita cantik tengah memasuki apartemennya. Sesampainya di dalam dia langsung merebahkan tubuhnya pada sofa yang ada di ruang tamu.
"Aahhh capek banget..." keluh Kimy saat tubuhnya sudah mendarat di sofa.
"Istirahatlah, besok kamu ada pemotretan pagi.." Kata lexa sambil membawa barang-barang Kimy masuk ke kamarnya.
"Tega sekali kamu kak, kapan aku istirahatnya?.."
"Kamu lupa, bukannya kamu sendiri yang bilang untuk menerima setiap job yang masuk supaya lupa sama.."
"Ya.. Ya.. Ya.." potong Kimy supaya lexa tak melanjutkan ucapannya. Kimy berjalan ke kamarnya perlahan dia melepas satu persatu bajunya. Lexa yang melihatnya hanya menggeleng saja, sudah biasa bagi lexa melihat Kimy yang bertelanjang. Dibelakang tubuh Kimy, lexa memunguti baju-baju yang tercecer itu dan melemparnya ke tempat baju kotor. Sedangkan Kimy berjalan kekamar mandi, seperti biasa dia akan melakukan ritualnya berendam air hangat supaya tubuhnya yang seharian bekerja itu sedikit rilex.
Di dalam bathup Kimy bersenandung ria sambil berselancar dengan ponselnya. Sesekali ia melihat foto-foto yang ia unggah di instagramnya. Wanita itu menatap bangga pada foto-fotonya yang terlihat sangat elegan dan berkelas. Ya sudah setahun Kimy menetap di New York. Sejak pergi meninggalkan Tristan saat itu, dia melarikan diri ke New York.
Tristan bukan tidak tahu kalau tunangannya itu berada di negara itu. Tristan tahu, bahkan seluruh keluarga dan teman-temannya tahu. Kimy menjelma menjadi model terkenal dinegara itu. Tentu saja berkat chanel sepupunya, siapa lagi kalau bukan Ronald. Berkat sepupunya itu Kimy dikenal banyak agency yang menaunginya saat ini.
Tristan sempat berusaha menemui Kimy namun bodyguard-bodyguard suruhan Ronald menghalanginya. Bukan tidak mampu bagi Tristan untuk menghancurkan orang-orang itu namun dia ingat kata-kata yg di tulis Kimy terakhir kali. Jika kamu mencintaiku, biarkan aku sendiri menata hati. Jangan mencariku. Biarkan takdir yang akan menuntun kita.
Tristan percaya jika Kimy masih miliknya, masih mencintainya dan suatu saat akan kembali padanya. Tapi beberapa bulan terakhir ini hatinya semakin memanas melihat foto-foto sexy Kimy bertebaran dimana-mana. Keinginannya untuk menemui kimy sudah tak bisa ditunda lagi. Dia akan menjemput miliknya.
__ADS_1