BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Bonchap 11


__ADS_3

“Jadi kalian udah pacaran sekarang?” Tanya Tristan pada Jeff.


“Siapa pa?” Tanya Zane penasaran.


“Abangmu sama Eve, tadi om Dony kasih tau papa, Eve bilang dia udah jadian sama Jeff”


Sab berhenti mengunyah, gercep juga bang Jeff sudah langsung nembak Eve, batinnya.


Eve, Jeff menggumam pelan, tak habir pikir kalau sahabatnya segampang itu menyimpulkan hubungan mereka.


Zane mengangguk-angguk kan kepalanya, kini ia percaya dengan apa yang di katakan Sabrina.


“Mommy suka dengan Eve, dia gadis yang baik, nggak aneh-aneh. Jeff, kalau kamu serius dengan Eve segera ikat dia” seru Kimy membuat Sabrina tersedak, namun gadis itu mencoba untuk tenang, ia tak mau membuat keluarganya curiga.


**


“Apa??!! Kamu udah jadian sama anak kurang ajar itu?” Seru Nadine mendengar curhatan putrinya.


“Mama jangan gitu donk, Jeff sekarang pacar Eve ma. Jangan bicara buruk tentang Jeff”


Nadine mendengus kesal “Dia itu sifatnya sangat buruk Ve, emang tampangnya aja yang lumayan, attitude minus”


“Mama”


“Apa sih yang kamu lihat dari anak itu selain dia tampan dan kaya Ve?”


“Sayangnya aku nggak ngliat dua hal itu ma, aku jatuh cinta dengan Jeff karena dirinya sendiri bukan karena kekayaanya”


“Halah, bulshit cinta. Kamu nggak ngerti arti cinta sebenarnya Ve”


“Eve mau tanya deh ma, kenapa mama benci sekali dengan Jeff dan keluarganya, padahal papa aja kerja sama mereka?”


“Itu karena papamu udah jadi jongosnya mereka dari masih dini, Dony bodoh!”


“Mama kok gitu sama papa?” Eve kesal karena mamanya selalu menjelekan papanya.


“Udahlah Ve, mama malas bahas keluarga itu. Kalau si Jeff itu berani sakitin kamu, bilang ke mama, karena hoby keluarga mereka adalah nyakitin hati orang” setelah mengatakan itu, Nadine pergi meninggalkan Eve sendirian di sebuah cafe. Selalu begitu.


“Kapan mama akan peluk dan cium Eve, mengatakaan Eve anak yang cantik dan hebat seperti yang di lakukan aunty Kimy ke Sabrina. Eve pingin di sayangi seperti itu ma” seru Eve pelan sambil memandangi punggung Nadine yang mulai menjauh.


*


“Ve sini sayang” seru Kimy yang melihat Eve datang ke rumahnya, seperti biasa gadis itu datang dengan membawa buah tangan, tapi kali ini bukan buah tangan biasa, melainkan sebuah dompet bermerk keluaran terbaru.


“Auntyyy” seru Eve sambil memeluk Kimy.

__ADS_1


“Aku bawa sesuatu buat aunty” Eve mengangkat paper bag dengan merk terpampang nyata.


“Wah apa itu?” Kimy tentu saja mengenali paper bag merk L* itu, Kimy adalah penggila merk tersebut, koleksi tas dan sepatunya juga kebanyakan merk itu.


“Ini buat aunty” Eve menyerahkan paper bag itu dan tentu saja Kimy antusias segera membukanya.


“Wahhh Eve, aunty udah incer dompet ini sayang, tapi di tokonya kehabisan terus, hebat banget kamu Ve bisa dapetin ini”


“Kebetulan temenku baru pulang dari luar negeri aunty, jadi aku bisa sekalian nitip”


“Wah, makasih ya sayang” Kimy masih terheran-heran dengan benda itu, ia terus memandanginya sambil berbinar.


Kebetulan juga Sabrina baru pulang sekolah, ia masuk ke rumah dan melihat kebagiaan Mommy nya itu.


“Mom, seneng banget sih ada apa?” Tanya Sabrina mendekati keduanya.


“Sab lihat” Kimy mengangkat dompet mewah itu, menunjukanya pada Sabrina “Dari Eve, mommy udah nyari ke store kosong terus, taunya calon mantu beliin” senyum Kimy merekah, Eve pun tersipu malu, sedangkan Sabrina juga ikut tersenyum ringan walaupun di sudut hatinya ada sedikit perasaan aneh, seperti nyeri.


“Wahh kak Eve dalam rangka apa beliin mommy kado?” Tanya sabrina sambil nyomot kue yang baru saja di buat oleh Kimy.


Eve tersenyum malu “ Nggak dalam rangka apapun kok Sab, cuma pingin aja beliin buat aunty. Lagian Jeff bilang aunty pingin beli dompet itu”


“Jeff bilang?” Tanya Kimy ingin tahu lebih.


“Dasar si Jeff, kenapa nggak dia aja yang beliin, kenapa malah ngode kamu, lagian kan kamu belum kerja sayang, nanti uang saku mu habis”


“Aunty, aku ataupun Jeff yang beliin sama aja kok”


“Bener juga sih sayang, nanti kalau kalian udah nikah uang Jeff juga uangmu” jawab Kimy sambil cekikian, begitu pun dengan Eve. Sedangkan Sabrina yang mengunyah kue mulai memelankan kunyahanya, ia benar-benar tidak nyaman dengan apa yang di bicarakan dua orang itu, apalagi Kimy dan Eve bicara asyik sekali, apa mereka lupa kalau di situ juga ada dirinya, merasa di abaikan Sabrina pun perlahan meninggalkan tempat itu, ia berjelan ke kamarnya, bahkan sesekali ia masih menoleh ke belakang, Kimy benar-benar tak sadar kalau Sabrina meninggalkan tempat itu.


*


“Sab bengong aja kamu?” Zane datang mengagetkanya.


”Tumben udah pulang?” Seru Sabrina melihat kembaranya sore-sore sudah di rumah.


“Lagi bosen main, pingin di rumah”


“Hilih” Sabrina mencibir.


“Aku lihat mommy kayaknya seneng banget ada apa? Baru dapat undian atau apa?” Tanya Zane karena heran melihat mommy nya kelihatan bersinar-sinar saat telopan dengan teman-temannya.


“Yah sejenis itu lah”


“Apaan?” Kepo zane.

__ADS_1


“Baru dikasih dompet incaran sama calon mantu”


“Calon mantu siapa?”


“Ya kak Eve siapa lagi calon mantu di rumah ini” jawab Sabrina dengan nada sedikit kesal.


“Owalah, pantesan”


“Zane menurutmu, kak Eve itu cocok nggak sih sama bang Jeff?” Tanya Sabrina dengan serius, saking seriusnya sekarang Sabrina sudah menghadap Zane.


“Cocoklah, bang Jeff ganteng dan Kak Eve cantik” jawab Zane dengan asal.


”Kak Eve terlalu manja menurutku Zane, abang sedingin es gitu mana cocok sama gadis manja nggak mandiri gitu”


“Kok kamu jadi yang julid ke kak Eve”


“iihh siapa yang julid, cuma menurutkan bang Jeff itu cocokan sama model yang karirnya sudah di atas awan atau sama wanita karir yang mempunyai sebuah perusahaan, pokoknya wanita-wanita hebat gitulah”


“Apaan justru cowok dingin dan hebat itu butuh seorang gadis yang manja, yang lemah, karena ia akan terus menjaga si gadis itu. Kalau hebat sama hebat, kuat sama kuat, itu nggak asyik Sab, cowok di rumah maunya manja-manja an, bukan hebat-hebatan”


Sabrina mencibikan bibirnya.


“Zane, kamu tahu nggak di sekolah kan ada tes beasiswa jalur prestasi buat yang nanti lulus bisa kuliah le luar negeri gratis”


“Hem, nggak minat. Aku nggak pinter kamu tahu kan”


“Ya aku tahu” jawab Sabrina sambil menerawang melihat awan.


“Jangan bilang kalau kamu mau ikutan tes?”


Sabrina tak menjawab.


“Sab?sabrina!!”


“Hem?”


“Kamu mau ikutan tes itu?”


Sabrina menggedikan bahunya “Mungkin kalau aku udah bosan di sini bakal ikutan”


“Hilih” Zane menjitak kening Sabrina lalu meninggalkan gadis itu sendirian.


“Mungkin kalau aku nggak kuat ngliat bang Jeff nikah sama kak Eve aku akan pergi” katanya pelan.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2