BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU

BUKAN SALAHKU MENCINTAIMU
Apa kau bahagia


__ADS_3

Siang itu Kimy dan lexa berada di sebuah kedai kopi yang ada di sebuah mall di Surabaya. Entah sudah berapa lama keduanya duduk di situ. Tidak lama kemudian ponsel Kimy berdering. Nomor tidak dikenal, siapa. Batin Kimy.


"Hallo.."


"Kimy, how are you?.."


"Baik.. Ini siapa?.."


"Kau lupa padaku. Aku Ronald.." jawab lelaki di balik telepon dengan dingin.


"Ronald? Kak Ronald.." mata Kimy terbelalak lebar setelah menyadari yang menghubunginya kakak sepupunya.


"Yes baby, kau dimana?.."


"Ya tuhan.. Ini beneran kak Ronald? Aku lagi sama kak lexa. Kak aku sudah mendengar dari papi, apa tante belum di temukan?.."


"Belum Kim, justru itu aku menghubungimu.."


"Memangnya ada apa? Apa yang bisa aku bantu.."


"Aku mendengar kau bertunangan dengan Tristan?.." Tanya Ronald datar.


"Ya, seperti yang sudah kakak dengar.."


"Heh.." ronald tertawa dibalik telepon "Aku tidak percaya kau akan menikah dengan Bajingan itu. Kau tahu siapa dia kan?.."


"Bukankah kakak lebih tahu, dia sahabat kakak kan?.." jawab Kimy.


Ronald tak menjawab, mereka berdua diam sebentar "Kimy, kau mau membantuku?.."


"Tentu saja, apa yang bisa ku lakukan?.."


"Aku harap kau bisa menjaga rahasia ini. Kau tahu kalau Tristan ada di New York seminggu sebelum kalian bertunangan?.."


Kimy sedikit terkejut, namun ia tak menjawab pertanyaan Ronald, pikirannya mulai berkelana.


"Kim, aku sudah menyelidiki tentang hilangnya momy. Tapi kemungkinan anak buah Tristan datang ke rumah sebelum momy hilang. Mobil yang dikendarai anak buah Tristan terlihat di cctv dekat dengan rumah. Aku masih belum bisa memastikan, untuk itu aku butuh bantuanmu.." Kimy tak menjawab apapun, dia terlihat shock dengan berita itu. Pikirannya berkelana berpikir yang kemungkinan terjadi. Ya.. Dia berfikir Tristan balas dendam karena tantenya lah yang menerima donor mata itu.


"Kim.."


"Kimy, kau masih mendengarku?.."


"Ah.. Iya kak aku mendengarmu. Lalu apa yang harus aku lakukan?.."


"Aku hanya ingin kau mencari tahu, apa benar dia pergi kenew york saat itu. Kalau iya kenapa dia tidak menghubungiku. Dan Kenapa anak buahnya mengunjungi rumahku sebelum hilangnya momy.."


"Aku akan mencari tahu kak.."


"Thank you baby.."


"sama-sama, aku senang bisa membantumu kak. Aku sudah menganggap tante seperti momyku sendiri.."


"Aku tahu. Aku tutup teleponya ya. Hapus nomorku setelah ini. Aku yang akan menghubungimu nanti.." setelah mengucapkan itu terdengar Ronald menutup ponselnya.

__ADS_1


Flasback off


Setelah berlama-lama di kamar mandi Kimy keluar, ia melihat sekeliling tak ada Tristan di sana. Ia pun segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Setelah beberapa saat ia pun akhirnya terlelap.


Tiga puluh menit kemudian Tristan masuk ke kamar, ia melihat Kimy sudah tertidur pulas. Lelaki itu mendekat berdiri di samping Kimy, memandangi wajah gadis yang tidur dengan nyenyak itu.


Harus bagaimana aku bersikap padamu Kimy? Aku tidak ingin menyakitimu lagi, tapi kenapa kau terus-terusan bersikap begini. Apa seperti ini rasanya di abaikan. Tidak ada yang boleh membuatmu ragu dan menjauh dariku. Ku pastikan siapapun itu akan ku buat mereka menyesal seumur hidupnya.


Setelah itu tristan masuk ke ruang wardrope, ia melepas setelannya. Dan dia keluar dari ruangan itu hanya mengenakan celana tidur panjang dengan bertelanjang dada. Lelaki itu naik ke ranjang, menarik tubuh Kimy yang sudah terlelap, mencium keningnya dan mendekapnya dengan erat. Entah kenapa Tristan merasa takut Kimy meninggalkannya. Apapun yang terjadi dia tak akan melepaskan wanitanya, walau ia harus mati pun ia tak akan pernah rela. Baru kali ini ia merasa hidupnya mempunyai tujuan. Ia mempunyai rumah untuk pulang menemui kekasihnya, kalau sebelumnya hatinya di penuhi dengan dendam, tidak dengan kali ini. Bahkan ia sekarang mampu sedikit demi sedikit melupakan dendam-dendam itu.


**


Siang itu entah kenapa Gilang membelokkan mobilnya di sebuah cafe yang ada di pinggir jalan. Dia tak menyangka niatnya membeli es kopi favorite nya malah membuatnya bertemu dengan wanita yang sangat ia rindukan. Ya.. Siang itu Gilang bertemu dengan Kimy dan lexa di cafe. Kimy yang sangat terkejut dengan kedatangan Gilang merasa canggung. Akhirnya lexa yang banyak ngobrol dengan mantan kekasihnya itu.


"Aku ke toilet dulu.." lexa berdiri meninggalkan kedua sejoli yang sekarang sedang duduk berhadapan itu. Lexa sengaja meninggalkan mereka, memberi kesempatan untuk saling berbicara. Mereka sangat terlihat canggung. Bahkan Kimy dengan gugupnya hanya memainkan tangannya sambil melihat ke segala arah, asal tak melihat wajah Gilang.


Gilang yang sedari tadi memperhatikan wanita yang terlihat gugup di depannya itu merasa sangat gemas, tidak pernah dia melihat Kimy bersikap begitu padanya.


"Bagiamana kabarmu?.." Tanya Gilang tiba-tiba.


"Hem.." Kimy sedikit terkejut.


"Aku? Aku baik-baik saja.." Jawabnya.


Gilang mengangguk-angguk "Kau bahagia?.."


Kimy menatap Gilang, tatapan yang sulit di artikan. Dia tak menjawab. Dia menatap lelaki itu dengan tatapan nanar.


"Kau tak menjawab, jangan membuatku berfikir kalau kau tidak bahagia.."


"Tentu saja, sebentar lagi kau akan menjadi kakak iparku. Heh.. Lucu sekali hidup ini. Tiba-tiba aku mempunyai seorang kakak dan kekasihku akan menjadi istri kakakku.." Kata Gilang getir.


"Sejak kapan kau tahu?.."


"Apa nya?.."


"Kalau dia kakakmu?.."


"Sudah lama.."


"Lama? Apa waktu kau pulang dari luar negeri kau sudah tau?.."


"Aku lupa kapan. Tapi seingatku waktu kau kabur bersamanya dan aku mencari tahu siapa dia, saat itulah sepertinya aku tahu.."


"Aku tidak kabur bersamanya asal kau tahu?.."


"Oh ya, lalu apa. Kau pergi dan tinggal bersamanya saat itu. Kalau bukan kabur apa namanya? Kau bahkan tidak menghubungiku sama sekali.."


"Aku tidak mau membahasnya.." jawab Kimy singkat.


"Aku kira kau akan menjelaskan itu sekarang, walaupun sudah sangat terlambat, setidaknya aku tidak mati penasaran kenapa pacarku tiba-tiba menghilang dan muncul bersama lelaki lain.."


"Pokoknya aku tidak kabur bersamanya?.."

__ADS_1


"Jadi apa pikiranku selama ini benar?.."


"Pikiran apa?.." Tanya Kimy penuh tanya.


"Aku sempat berpikir kalau dia menculikmu karena kamu kekasihku, dia mau balas dendam dengan keluargaku yang sudah menelantarkannya.."


Deg


Kau benar Gilang.


"Lalu sekarang apa kau masih berpikir seperti itu?.."


"Mungkin.."


"Mungkin??.." Tanya balik kimy.


"Ya.. Kalau ternyata itu benar dan kau terpaksa bertunangan dengannya, aku tidak akan tinggal diam.."


"Maksudmu?.."


"Hahahaha.. Kau masih tanya maksudku. Tentu aku akan merebutmu lagi. Akan ku pastikan dia tak akan bisa menemukan kau lagi karena aku akan membawamu pergi jauh.."


Kimy terlihat cengo mendengar jawaban gilang. Dia tak bisa berkata-kata. Apa benar gilang akan melakukan itu kalau dia tahu segalanya.


"Apa kau tidak takut padanya?.." Tanya Kimy.


"Takut? Kenapa aku harus takut. Di dunia ini hal yang paling aku takutkan adalah saat kau meninggalkan ku Kimy.." Gilang melihat ke dalam mata Kimy. Keduanya sama-sama saling memandang terhanyut akan kenangan mereka berdua.


Dddrrtttt... Drrttttt...


Tiba-tiba ponsel Kimy bergetar, ia pun memutus pandangan terhadap Gilang. Ia melihat ponselnya dan ternyata Tristan yang menghubunginya.


Sebelum mengangkat ponselnya Kimy melirik Gilang yang masih melihatnya tajam.


"Hallo.."


"Kau dimana sayang?.."


"Aku dicafe dengan kak lexa. Ada apa?.."


"Kau hanya berdua?.."


"Ya.."


"Baiklah, aku hanya ingin tahu kau baik-baik saja. Aku akan menutup teleponya. Persiapkan dirimu, nanti malam kita makan diluar.." Tristan kemudian menutup ponselnya.


Setelah itu kimy melihat lagi ke arah gilang yang masih menatapnya itu "Kau bahagia?.." Gilang bertanya lagi, namun Kimy tak mampu menjawab, ia hanya menelan ludahnya kasar.


"Katakan kau bahagia? Aku tak akan mengganggumu lagi.."


Entah mengapa Kimy tak mampu hanya sekedar berkata aku bahagia.


"Karena jika kau sekali saja berkata, aku ingin pergi darinya. Tidak akan ada kesempatan dia melihatmu lagi Kimy. Berjanjilah, saat kau yakin dengan hatimu, perasaanmu. Datanglah padaku dan katakan, aku akan membawamu pergi jauh.."

__ADS_1


Lagi-lagi Kimy tak mampu menjawab. Dia diam mematung, hatinya semakin ragu. Dua sisi hatinya berbicara seakan ingin mengiyakan perkataan lelaki di depannya itu, namun di sisi lain ia takut, takut kalau Tristan akan menghancurkannya lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2